seorang gadis bernama Alina Harus hidup menderita tinggal bersama bibinya sejak kecil selalu di perlakukan dengan kasar oleh sang bibi
hingga dirinya bertemu pria arogan bernama Devano Dirgantara seorang pengusaha mempunyai sifat dingin cuek galak berstatus duda Alina harus kerja di tempat Devano karena ganti rugi
bagaimana kisahnya? apakah Alina akan dapat kebahagiaan karena kehidupan nya begitu menyedihkan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Mei, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Alina di selamatkan Devano
"apa kamu mau ikut nak, untuk ke rumah orang tua mu?"tanya Gayatri membuat Alina mengerutkan keningnya.
"Apakah.. Sama bibi juga?"tanya Alina balik membuat Gayatri ngangguk.
"Tentu saja nak!"jawab Gayatri membuat Alina tersenyum.
"Baiklah.. aku mau,ikut ke rumah orang tua ku,"ucap Alina membuat Gayatri tersenyum merasa senang.
Alina pun karena ngga curiga menurut saja untuk ikut bersama pria ini, walaupun tadi merasa tak nyaman karena di tatap pria ini tapi karena pengaruh Gayatri Alina jadi menurut dengan sang bibi.
Sementara itu David yang sedang jalan kan perintah Devano merasa terkejut melihat Alina bersama seorang pria seusia Devano mungkin namun ini terlihat mencurigakan dari tatapan pria itu pada Alina entah mau kemana David ngga tau.
David pun hubungi Devano untuk beritahu apa yang ia lihat tadi, berharap Devano angkat telpon nya karena ini sangat mencurigakan pria yang bersama Alina.
"Astaga.. dia ngga angkat pula!"geram David merasa sebal.
David pun terpaksa chat Devano agar lebih gampang mungkin saat ini sedang lembur jadi tak melihat ponselnya, mungkin ia harus mengikuti mobil itu jika menunggu Devano itu Mungkin akan lama.
***
Sementara itu Alina sudah sampai di sebuah Mension yang lumayan besar mungkin pemilik rumah ini pengusaha seperti Devano,tapi pertanyaannya ini rumah siapa kenapa ia di bawa ke rumah ini Alina sungguh bingung.
"ini rumah siapa,kok aku di bawa kesini?"tanya Alina merasa bingung.
"Ehmm.. Ayo masuk saja!"jawab Fahmi membuat Alina ngangguk.
Alina pun segera memasuki rumah itu tanpa ada rasa curiga apapun,namun tiba tiba saja pintu di tutup membuat Alina kaget jujur mulai takut dengan pria ini yang mengunci pintu rumah ini.
"kenapa di tutup?"tanya Alina merasa bingung.
"tentu saja, karena kan tak baik jika semua lihat!"jawab Fahmi dengan tersenyum miring.
"Ehmm.. tolong anda mundur!"ucap Alina merasa takut.
Alina pun mundur merasa takut dengan pria ini entah apa niatnya, padahal tadi kata bibinya teman ayahnya tapi kenapa sepertinya bukan pria baik baik apakah mungkin bibinya membohongi dirinya padahal ia berharap bisa bertemu orang tuanya.
"jangan menghindar ya,saya sudah membayar banyak!"bentak Fahmi membuat Alina kaget.
"Jadi bibiku,menjualku?"tanya Alina dengan suara bergetar.
"Tentu saja,dasar gadis polos haha!"jawab Fahmi membuat Alina sedih.
Alina pun dorong pria itu dengan sekuat tenaganya dengan air mata menetes merasa kecewa dengan bibinya,namun tiba-tiba pintu di dobrak seseorang membuat Alina menghela nafas lega ada David yang mengikutinya ternyata.
"kak tolong aku!"ucap Alina membuat David ngangguk.
"nona tenang saja,ada saya disini,"ucap David membuat Alina ngangguk.
Devano baru sampai di tempat yang David sudah kasih alamat nya,lalu hampiri Alina ia sangat khawatir dengan Alina hingga rela meninggalkan pekerjaan lembur nya ini demi menyelamatkan Alina entah apa yang terjadi Devano ngga tau.
"Yaampun.. Alina,apa kamu baik baik saja hm?"tanya Devano membuat Alina ngangguk.
"saya baik baik saja,"jawab Alina dengan lirih nahan tangis karena kecewa.
Devano pun hampiri lalu memeluk Alina ia tau pasti Alina sedang menahan tangis nya,lalu benar saja saat ini Alina menangis di pelukan Devano merasa begitu sangat sakit hati pada keluarga nya,Tangisan Alina membuat Devano merasa nyeri hatinya entah kenapa.
"kamu yang sabar,ada saya kamu aman okey,"ucap Devano dengan lembut.
"aku tak menyangka,bibiku sangat tega lakukan ini padaku,"gumam Alina.
"lepaskan wanita ini,dia sudah saya beli!"tegas Fahmi membuat Devano kaget.
Alina pun sembunyi di belakang Devano merasa sangat takut,lalu Devano cegah tangan Fahmi dengan kuat karena hendak menyentuh Alina tentu saja Devano ngga mau Alina sampai di sentuh Fahmi.
"jangan menyentuh dia,kalo anda ngga mau sampai habis ny4wa mu!"tegas Devano.
"Dengar ya,saya sudah bayar mahal!"ucap Fahmi membuat Devano mengerutkan keningnya.
"berapa hm,ayo katakan?!"tanya Devano dengan menatap tajam.
"Ehmm.. Sekitar 50juta!"jawab Fahmi membuat Devano ngangguk.
Devano pun membuka mobilnya lalu mengambil sebuah tas membuat Alina mengerutkan keningnya,apa mungkin Devano ingin mengganti uang pria itu namun harga nya itu murah bagi Devano entah bagi Gayatri mungkin sangat banyak.
"Ambil ini dan jangan ganggu Alina!"tegas Devano membuat Fahmi ngangguk.
Devano menggandeng tangan Alina lalu masuk ke mobil, sungguh ia merasa tak habis pikir dengan permainan Bibi Alina sangat sangat jahat mungkin jika di laporkan ke polisi akan tertangkap dan di hukum berat atas perbuatannya pada Alina.
"Alina,kita lebih baik laporkan pada polisi!"ucap Devano membuat Alina menghela nafas.
"Biarkan saja tuan,saya ngga akan pernah menemui bibi lagi,"ucap Alina membuat Devano menghela nafas.
"tapi Alina,kamu jangan mudah memaafkan bibimu dia sudah sangat jahat padamu!"ucap Devano membuat Alina menatap.
Benar juga perkataan Devano tapi ia tak berniat seperti itu,Alina seperti ini bukan berarti memaafkan sang bibi namun nggak mau lagi bertemu bibinya yang sangat jahat itu yang dengan tega lakukan hal seperti itu padanya.
"sudah tuan, biarkan saja saya ngga apa kok,"ucap Alina balas Anggukan Devano.
"kamu ternyata keras kepala ya,tapi ngga apa jika itu keputusan kamu,"ucap Devano membuat Alina tersenyum.
***
Setelah beberapa menit kemudian..
Setelah sampai ke apartemen Devano, mereka segera turun dari mobilnya sebenarnya ia takut jika tinggal dengan wanita yang bukan istri nya akan menimbulkan dosa apalagi jika media tau entah bagaimana nantinya.
"tuan,maaf ya selalu buatmu repot,"ucap Alina membuat Devano ngangguk.
"Yahh.. Kamu memang, sangat merepotkan diriku!"ucap Devano membuat Alina menunduk.
"Kok gitu wajahnya hm,saya hanya bercanda Alina!"ucap Devano membuat Alina menatap.
Devano lupa Alina sedang sensitif apalagi sedang datang bulan saat ini,lalu mereka memasuki Apartemen nya yang lumayan besar setiap ruangan ada aroma kesukaan Devano yaitu lavender kalo ngga melati itu kesukaan Devano.
"kamu istirahat ya,biar besok bisa fit lagi,"pinta Devano balas Anggukan Alina.
"Terimakasih tuan,sudah menolong saya,"ucap Alina membuat Devano ngangguk.
"Kalo ngga kerja,lebih baik jangan panggil tuan,"ucap Devano membuat Alina mengerutkan keningnya.
Alina merasa bingung harus panggil apa Devano karena terbiasa memanggil Devano dengan sebutan tuan, karena Memang Devano atasannya masa memanggil namanya.
"Ehmm.. Om gitu?"tanya Alina membuat Devano melotot.
"Hey,saya belum tua!"jawab Devano membuat Alina terkekeh.
"terus apa dong,saya bingung harus panggil apa tuan?"tanya Alina lagi membuat Devano mengerutkan keningnya.
Ka ayo baca novel ku juga, kalo mau 😼"changes that are becoming more pronounceed"