NovelToon NovelToon
Terpaksa Menikah

Terpaksa Menikah

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengantin Pengganti / Nikah Kontrak
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: Acaciadri

Tidak punya pilihan lain selain menikahkan Aruna dan Arka. karena sang calon pengantin wanita yang bernama Elia kabur di hari pernikahannya.

pernikahan itu hanya untuk dua tahun saja, itulah yang di katakan Arka di awal mereka setelah menjadi sepasang suami istri. tapi bagaimana kalau Arka beda pemikiran setelah tinggal satu atap yang sama dengan Aruna? dan bagaimana dengan Elia? apa sebtulnya alasan wanita itu kabur di hari pernikahannya?

cekidottt cerita keduaku. beri dukungan ya teman-teman❤️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Acaciadri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11

Mentari pagi mulai menampakan wujudnya dengan di temani suara cicitan burung dan juga ayam berkokok__di sebuah kamar yang cukup luas itu, terlihat seorang wanita yang sudah menguap lebar, kedua tangannya mulai terangkat dan menggeliat, lalu perlahan-lahan matanya mulai terbuka__kamar yang cukup asing di matanya dan kamar yang saat ini di tempatinya adalah kamar dari seseorang yang sudah sah menjadi suaminya.

Ngomong-ngomong. Wanita itu merasakan sesuatu yang aneh, seperti beban berat yang kini menimpa tubuhnya dan membuat tubuhnya terasa sesak juga hangat bersamaan. Jangan bilang Aruna telah tertimpa lemari atau benda berbahaya lainnya ya? Tunggu, kalau tertimpa lemari, harusnya sih sakit saja. Tidak dengan sebuah rasa hangat yang terasa menerpa tubuhnya. Lalu apa?

Rasa penasaran Aruna pun terjawab tatkala matanya mulai menelusuri tubuhnya sendiri hingga dia terfokus pada sepasang tangan besar yang melingkari pinggangnya, pantas saja terasa berat dan hangat bersamaan, toh saat ini tubuh Aruna sedang di peluk.

Di PELUK??? Pupil matanya menjadi membesar dan wajahnya terlihat terdiam beberapa saat, otaknya berusaha mengingat-ngingat sesuatu__sampai kejadian semalam pun tiba-tiba mampir di kepalanya dan berputar cepat layaknya sebuah rol film.

“Makasih mas Arka.“Ucap Aruna lirih, tanpa menunggu waktu. Aruna pun segera merebahkan kepalanya di bahu pria itu, rasa sedih pun seolah menguap begitu saja tatkala Aruna merebahkan kepalanya di bahu Arka. Langsung rasa hangat dan nyaman ia rasakan seketika.

Ternyata hanya butuh satu kata untuk membuat Aruna tenang 'ada aku' dan selama ini Aruna belum mendapatkanya. Sosok yang akan bilang seperti itu, tanpa harus bertanya ada apa. Tapi Arka__cukup lumayan juga dia gentle karena tak bertanya dan membiarkan Aruna merebahkan kepalanya di bahunya.

“Kalau mau nangis, nangis aja. Besok saya akan menganggap kalau tidak ada yang terjadi di antara kita!.“Ujar pria itu, Tanpa babibu, Aruna kembali menangis di bahu Arka, entahlah. Tapi air mata itu benar-benar turun begitu saja dan tak bisa di cegahnya__kejadian itu berlangsung sampai beberapa menit lamanya. Sampai perlahan-lahan terdengar desag nafas Aruna yang beraturan dan tanda kalau Aruna telah tertidur. Hanya sampai sana saja ingatan Aruna dan Aruna tidak ingat lagi.

“ARGHHHHHH..“Tanpa sadar Aruna pun berteriak dan karena teriakannya itu membuat sesosok pria yang tidur di sampingnya dan masih memeluknya pun membuks matanya sedikit, lalu kembali terlelap dan membuat Aruna menganga tak percaya.

Dasar pelor! Nempel langsung moloa, ck!!!

“Mas Arka.“Panggil Aruna setelah dirinya bisa mengontrol diri sendiri. Walau jujur saja. Aruna benar-benar merasa gugup tatkala kedua tangan Raka semakin memeluk pinggangnya erat dan kepalanya semakin tertempel tepat di leher belakang Aruna__entah sadar atau tidak, tetapi pria itu mengecup leher Aruna. Sialan, sepertinya dia benar-benar memanfaatkan kesempatan yang ada.

“Mas Arka lepasin, saya mau ke kamar mandi.“Lagi Aruna bersuara dan kali ini di sertai dengan tangan yabg menggoyang-goyangkan tubuh Arka. Berhasil, setidaknya tubuh Arka bereaksi dan matanya perlahan mulai terbuka__sampai tatapannya terfokus pada sesosok tubuh yang berada begitu dekat sekali dengannya, aroma tubuhnya masih wangi dan wanginya masih yang semalam__seketika otaknya mulai mencerna dan mulai sadar, kalau sesosok wanita yang berada di dalam rengkuhannya adalah istrinya sendiri.

Harusnya Arka biasa saja. Toh yang di peluk bukan istri orang, melainkan istrinya sendiri kok__tetapo mengingat hubungan mereka tidak sedekat itu dan mereka nuga terikat dengan perjanjian, Raka pun segera menarik diri dan memutuskan untuk duduk dan membelakangi Aruna. Raka mengatur nafasnya dan menyentuh jantung yang berada di dalam rongga dadanya, berdebar kencang sialan. Tentu mungkin bukan karena Aruna, tetapi karena Arka kaget, sebab dirinya terbangun dengan posisi memeluk tubuh Aruna erat.

Aruna merasa tidak di butuhkan dan di buang begitu saja. Padahal pria itu yang mulai duluan menyentuh tubuhnya dan bahkan menyentuh beberapa tempat yang lain. Harusnya Aruna mengamuk kan? Tapi tak Aruna lakukam, sebab Aruna tidak mau menimbulkan kehebohan, terutama ketika kedua mertuanya sedang berada di kamar sebelah__tapi lihatlah pria itu, bahkan dia enggan sekali menoleh atau melihat ke arah Aruna dengan normal. Justru dia menghindar dan mungkin menganggap Aruna sudah seperti kuman saja. Ckk!!

Baiklah, karena kesal dan marah. Aruna pun beranjak dari ranjang dengan hentakan kaki yang terdengar cukup nyaring dab wanita itu begitu saja memasuki kamar mandi__bukannya tak menyadari apa yang Aruna lakukan, tetapi Arka terlalu syok dan tak percaya serta gugup. Setelah Aruna tak terlihat, barulah pria itu bsia menghela nafasnya lega.

“Bagaimana bisa??.“Gumamnya.

****

Walau masih kesal dengan tingkah Arka yang seolah tak merasa bersalah apalagi meminta maaf__tapi setidaknya Aruna merasa lega, sebab pria itu tak bertanya tentang kenapa alasan dia menangis semalam atau pun membahas kejadian semalam. Baiklah, di balik tingkah menyebalkannya. Pria itu juga cukup bisa percaya lho, buktinya rahasia Aruna pun masihlah aman di tangannya.

Aruna baru selesai memindahkan semua menu sarapan yang di masaknya. Kali ini menu masakannya adalah ayam goreng lengkuas dengan sambal tomat, tingseng kangkung, cumi cabe hijau, orek tempe, krupuk, garang asam dan beberapa menu lainnya__Melisa yang baru sampai di meja makan pun berdecak kagum pada semua manu sarapan yang di buat menantunya. Bukan hanya rasanya yang enak, tetapi tampilannya yang sangat cantik, tak kalah dari restoran-restoran bintang lima yang pernah di datanginya.

Tak malah dengan Melisa. Baik Afdal maupun Arka, kedua pria beda generasi itu berdecak kagum. Bedanya, jika Melisa memilih mengungkapkan yang sebenarnya dengan memuji secara langsung, kalau Afdal dan Arka memilih bungkam. Namun binar kekaguman di mata mereka begitu tercetak jelas.

“Hebat sekali kamu, Run.“Puji Melisa setaya tersenyum lebar. Baru mengenal Aruna dua hari, tapi sifat dingin Melisa sudah menguap dan tergantikan dengan kehangatan yang tiada tara__heran sekali pada kakaknya dulu, kakakmya pernah cerita kalau mama Arka tidak menyukainya dan sering kali judes padanya. Padahal tidak lho, Aruna sendiri sudah membuktikannya. Ya, meskipun di awal pertemuan agak judes. Tapi semakin lama mengenal, justru Melisa itu sangat hangat dan baik sekali.

“Hehe.. makasih ma. Tapi yang Runa masak menu sederhana lho.“

Melisa berdecak, kepalanya menggeleng keras”Apanya yang biasa? Ini menurut mama udah luar biasa banget, apalagi kamu masaknya sendiri, Runa.“

“Udah biasa, ma.“

“Tuh lihat Arka, pilihan mama gak salah kan? Runa bahkan jauh berkali-kali lipat lebih baik ketimbang mantan calon istri kamu yang nyatanya gak bisa apa-apa, cuman tahunya salon, jalan-jalan dan hambur-hamburin uang doang.“Tukas Melisa sambil menatap anaknya lurus, seketika senyum di bibir Aruna luntur dan tergantikan dengan raut wajah yang oenuh ringisan__Arka sendiri pun kehilangan mood makannya dan semua itu karena ucapan mamanya.

Keterlaluan sekali mamanya, berani sekali membandingkan Elia dan Aruna. Padahal di mata Raka, Elia sudah begitu sempurna sekali untuk mrnjadi kandidat istrinya__sebelum Elia kabur.

TRINGHHH

Raka membanting sendok dan membuat kedua orang tuanya terlonjak kaget pun dengan Aruna. Wajah pria itu mengeras, urat-urat di lehernya tercetak jelas dengan jakun yang terlihat bergerak naik turun dengan cepat. Jangan lupakan bagaimana tatapan matanya yang berubah menjadi nyalang sekali__Arka kelihatan marah dan semua itu karena ucapan Melisa.

“Kenapa kamu? Mau marah sama mama?.“Tantang Melisa yang seketika membuat Arka menghela nafas panjang. Andai bukan mamanya, maka mungkin Arka sudah menonjoknya, emosi sekali kalau ada yang menjelek-jelekan mantan calon istrinya itu.

“Udahlah Arka__.“

Lalu tanpa menunggu ucapan dari mamanya, Arka pun sudah bangkit berdiri dan siap undur diri dari sana.

“Tenangkan diri kamu, Arka.“Ujar papanya yang membuat Arka menatapnya tak percaya. Bagaimana mau tenang? Mamanya selalu membahas tentang kekurangan mantan calon istrinya itu, bahkan tega-teganya membandingkannya dengan wanita lain.

“Arka..“Teriak mamanya, namun Arka terlihat abai dan tetap melanjutkan langkahnya.

“Mama sih.“Sahut Afdal yang membuat Melisa mendelik tak terima kepadanya.

“Apa sih? Apa yang mama katakan benar, kan?.“

Afdal hanya menggelengkan kepalanya, lalu pria paruh baya itu memilih untuk menadim gelas miliknya dan meminum isinya sampai menyisakan setengah__sedang Aruna sendiri. Ia tidak tabu harus bagaimana.

Jujur saja, kepergian Arka mengusik dirinya dan membuat Aruna sangat merasa bersalah sekalk. Yang padahal Aruna sama sekali tidak terlibat apapun.

1
Ariany Sudjana
ini lagi Elia kangen sama arka, kalau kangen, kenapa kamu kabur pas mau menikah sama arka? dasar murahan kamu Elia
Ariany Sudjana
dua-duanya keras kepala
Ariany Sudjana
kenapa kamu bilang aruna murahan? murahan mana sama Elia yang kabur pas hari pernikahan, dan Aruna yang harus menggantikan?
Sam A13
terus dong ceritanya bags ceritanya👍
Dewi Sri Astuti: di tunggu lanjutannya ya kak, terimakasih sudah mampir🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!