mutiara gadis yatim demi menghidupi ibu nya orang tua satu satunya yang sedang sakit . segala pekerjaan dan hujatan siap ia terima , asal dapat uang untuk menghidupi dirinya dan ibu nya . tapi hasil dari kerjakan yang halal .
Dimas lah sahabat mutiara satu satunya yang baik padanya . ada rasa yang terpendam dalam hubungan mereka , dan terhalang oleh status sosial , takut akan ungkapan perasaan dan menghancurkan persahabatan .sehinggga cinta hanya bersemi tiada tara dalam hati masing masing demi persahabatan .
Dimas mencarikan pekerjaan baru untuk mutiara , dan merelakan dirinya juga ikut bekerja di sana demi ,sahabat dan cintanya .
Mutiara merasa bahagia mendapat pekerjaan barunya , walau hanya sebagai OB , nasib baik atau nasib malangkah yang akan menyambut mutiara dalam menjalani profesinya sebagai OB . setelah bertemu dengan sang CEO . silahkan ikuti cerita mutiara antara sahabat dan CEOnya .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rumiati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MSW OB 18
Memandang indah wajahmu
mengagumi setiap lentik matamu
membayangkan senyuman manismu
yang tak bisa ku miliki
Mendengar keluh kesahmu
Menerima segala kekuranganmu
Merasakan setiap kesedihanmu
Dimanakah aku di dalam hatimu
Ku hanya bisa diam , menyimpan perasakan
Di dalam sebuah ruang , yang ku sebut rindu
Cintaku dalam diam , tentang sebuah harapan
Doakan kau bahagia meski tak bersamaku
Jikalau kau tau
Yang ku rasakan saat ini
Memaksakan hatiku ini
Tuk terus mencintai walau tak memiliki
Menelan pahit kenyataan
Ku terima segala kemungkinan
Semua yang telah di gariskan , ku ikhlaskan
Namun di manakah aku di dalam hatimu
Ku hanya diam ., menyimpan perasaan
...****************...
Sementara Ardy di dalam ruang kerjanya , kepalanya terasa ingin pecah , setelah melihat pengeluaran keuangan perusahaan nya yang membengkak .
"Ini kenapa pengeluaran perusahaan begitu banyak , lalu ini dana untuk apa lagi ."gumam Ardy seorang diri . Sambil melihat berkas berkas yang di tinggalkan oleh sekretarisnya .
Ardy kembali meneliti harga barang bangunan yang di tulis oleh sekretarisnya , dengan menopang kepalanya yang terasa berputar .
"sepertinya ada yang tidak beres ."ucap Ardy dan segera menghubungi mutiara .
" selamat pagi pak Ardy ."ucap mutiara dari sebrang ,yang langsung mengangkat pangilan nya .
"Hari ini kamu bisa tidak datang ke kantor ."tanya Ardy to the point.
"Ke kantor . Hari ini kan hari minggu pak ."tanya mutiara sambil mengerutkan alisnya .
" kamu jawab saja , bisa atau tidak ." tanya Ardy setengah membentak .
"iya ....iya pak , saya segera ke sana ."jawab mutiara langsung menutup hp nya , dan buru buru masuk ke dalam rumah .
" kamu kenapa lari lari , ada apa ."tanya bu andini dengan heran .
"Pak Bos suruh Tiara sekarang juga ,pergi ke kantor bu ." jawab mutiara sambil berlari .
"Ada apa , ini kan hari libur , kok harus ke kantor ."tanya bu andini heran .
"T iara juga tidak tau bu , seperti nya Bos Tiara ada masalah yang darurat."jawab mutiara sambil masuk ke kamar .
"Ya sudah cepat sana , siap siap lihat kamu jam segini belum juga mandi ."ucap bu andini . Mutiara segera mengambil handuknya di gantungan . Dan pergi ke kamar mandi , setelah selesai mandi mutiara segera bersiap siap untuk segera ke kantor .mutiara terpaksa harus memesan taxsi.
"ibu , Tiara pamit dulu . Assalamuallaikum ."ucap mutiara sambil mencium tangan ibunya .
"kamu mau pergi naik apa ."tanya bu andini .
"mungkin pesan taxsi ibu , sudah jam segini mungkin sudah tidak ada angkot yang lewat ." ucap mutiara.
"ya sudah kamu hati hati ya ."ucap bu andini .
mutiara segera meluncur bersama taxsinya . Mitiara baru bisa bernafas dengan lega .
"hah punya Bos begini banget , nyusahin sekali ,mana hari libur masih juga harus ke kantor ." ucap mutiara dengan geram .
Sementara Ardy juga baru selesai mandi dan segera bersiap siap untuk ke kantor . Dia juga membawa semua berkas berkasnya yang ada di rumah .
Mama khanza terkejut melihat Ardy yang buru buru .keluar dari kamarnya , dengan pakaian rapi .
"Loh Ardy , kamu mau kemana ."tanya mama khanza .
" Ardy mau ke kantor ma . Ada yang harus Ardy selesaikan secepatnya . Ini sangat mendesak ." ucap Ardy .
"ya sudah kalau begitu ,hati hati di jalan ya ."pesan mama khanza .
"iya ma ."jawab Ardy yang langsung masuk ke dalam mobilnya menuju kantor yang di kemudikan oleh sopirnya .
Mutiara telah tiba di kantor lebih dulu .ia ngedumel sendiri karena , ternyata keadaan kantor sepi tak ada seorang pun .
"Bilangnya suruh cepat cepat ke kantor .nyatanya kantor sepi tak ada seorang pun ." gerutu mutiara dengan kesal berdiri di depan kantor .
Tak berapa lama mutiara mendengar suara deru mobil , mutiara membalik kan badan memberi hormat menyambut kedatangan Ardy .
"Selamat pagi pak."ucap mutiara sambil membungkuk . tanpa menjawab Ardy melempar segenggam kunci kepada Mutiara .
"Buka pagarnya ."ucap Ardy . karena hari itu hari minggu semua karyawan kantor libur juga satpam kantor .sehingga Ardy terpaksa bawa kunci sendiri.
Mutiara yang belum paham kunci kunci kantor , sangat ke susahan mencari satu persatu dan satu persatu ia coba .
"cepetannnn ."teriak Ardy .
"Iya sebentar ."jawab mutiara dengan keringat yang telah membasahi keningnya . Hingga akhirnya pintu pagarpun terbuka . Mutiara segera membuka pintu pagar lebar lebar , mobil Ardypun segera masuk ke dalam pelataran kantor .mutiara juga segera mengikuti di belakang Ardy , biar tidak di teriaki lagi , saat bicara dengan nya .
"iihh gimana sih pak , ini yang mana kunci nya banyak sekali ." ucap mutiara dengan buru buru takut kena marah Ardy lagi .
"sini ."ucap Ardy mengambil alih kunci di tangan Mutiara .dengan sekejap mata .pintupun sudah terbuka . Dan mereka pun segera masuk ke dalam kantor .
Suasana dalam kantor sangat gelap dan mencekam bagi mutiara , yang hanya berdua dengan Ardy di ruangan yang begitu besar . Mutiara selalu berjalan di belakang punggung Ardy .
"kamu kenapa ." Tanya Ardy yang merasa mutiara bersembunyi di belakangnya .
"Tidak ada pak , cuman suasananya gelap, jadi seram ingat film film horor ."jawab mutiara yang tetap menengelamkan wajahnya di belakang bahu Ardy.
"kamu jangan mengada ada ya ."ucap Ardy sambil menyalakan lampu ruangan itu .
"Maaf pak ." ucap mutiara sambil bernafas lega setelah lampu menyala .
"sekarang kita harus cari sesuatu ."ucap Ardy .
"Cari apa pak ."tanya mutiara .
"sepertinya ada kejanggalan , dalam laporan keuangan yang di tulis oleh sekretaris saya ."ucap Ardy .
"maksud bapak dia korupsi ."tebak mutiara tersentak .
"saya tidak bisa langsung menuduhnya , tapi saya ingin membuktikan nya . Cepat kamu cari data data keungan di laci meja kerjaku dan meja kerja dia ."perintah Ardy .
"Baik pak ."mutiara segera pergi mencari dan membawa beberapa laporan keuangan yang di tulis oleh sekretaris Ardy . Dan juga proyek proyek yang sedang mereka tangani .
Setelah mencocokkan angka demi angka ,ternyata terdapat ratusan juta , yang menjadi ratusan juta , yang menjadi angka tanda tanya , di benak Ardy .
"kita harus ke lokasi proyek sekarang juga . Setelah itu baru kita ke toko tempat mereka membeli barang bangunan ."ucap Ardy yang dengan cepat menutup semua berkas , dan memisahkan beberapa berkas yang harus dia bawa .Ardy masuk ke dalam mobil di ikuti oleh mutiara .
"Jalan pak ."ucap Ardy kepada sopirnya .ia tunjuk kan alamat alamat yang akan mereka tuju kepada sopirnya . Tak lama kemudian mereka tiba di tempat proyek .sebuah kekecewakan yang ada di wajah Ardy . Di dalam data data yang di tulis seharusnya dana yang keluar bisa sampai 80% .nyatanya bangunan masih dalam keadaan 50 % . Ardy menelusuri seluruh bangunan ,banyak bahan bahan bangunan yang berserak kan seakan tidak ada yang mengawasinya .