Seorang pemimpin bernama Venzo yang mempunyai kerabat sebanyak 5 orang dan mereka memilki kemampuan masing masing bahkan mereka juga mendirikan sebuah markas khusus untuk menyimpan semua senjata saat menuntaskan segala tindak kejahatan.
Pembunuhan, pembantaian, penyiksaan, pelecahan terhadap wanita semuanya mereka babat habis sampai tidak tersisa.
Organisasi terbesar di Korea Selatan ialah Jopok, organisasi itu sangat di takuti dan di segani oleh semua orang tetapi Jopok hanya didirikan untuk memberantas segala kejahatan, memberikan keamanan pada dunia.
Walaupun mereka terlihat bringas dan sangar, malah membuat seorang wanita bernama Han Jeihi jatuh cinta pada sosok pemimpin bertubuh kekar yang tak lain Venzo.
Han Jeihi seorang wanita penghibur di salah satu bar Korea Selatan dimana dirinya sedang mengalami hal yang rumit untuk menyelamatkan diri dan keluarganya itu, gadis cantik berambut panjang dengan wajah yang begitu mempesona membuat lelaki jatuh cinta padanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aiiwa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pemimpin Dalseong Seorang Kkangpae?
...⚜⚜⚜...
...Kkangpae...
Sebuah kelompok penjahat kelas kakap yang bergerak dalam kejahatan terorganisir di sebut dengan istilah kkangpae layaknya mafia lainnya kkangpae bergerak dalam bisnis narkoba, prostitusi, pemerasan, bisnis ilegal lainnya, pembunuhan, penyiksaan serta pelecehan terhadap wanita semakin merajalela dan keberadaan kkangpae memang sudah ada sejak dulunya hingga di era saat ini.
Yeap, kkangpae di dirikan oleh salah satu pemimpin wilayah Dalseong tak lain seorang suami dari ibu kandungnya Venzo.
Kkangpae tak ada satupun yang mengetahui siapa pemimpinnya sebab kkangpae sengaja di buat seolah mendukung kemajuan untuk wilayah Dalseong padahal kkangpae sudah banyak merenggut nyawa manusia serta wanita di jadikan sebagai budak namun yang bertempat tinggal di wilayah Dalseong masih terbungkam saja tidak ada yang berani menyinggungnya.
Pimpinan kkangpae itu bernama Kang Dae sekaligus pemimpin untuk wilayah Dalseong dengan kecerdikannya Kang Dae di pilih pula oleh penduduk wilayah Dalseong sendiri sebab ia mampu mengalahkan seorang tahanan terbukti sudah membunuh pimpinan Dalseong sebelum dirinya padahal jelas memang di kambing hitamkan olehnya bahkan tahanan tersebut ingin mengungkapkan kebusukan Kang Dae namun belum sempat berbicara tahanan itu sudah di bunuh oleh Mae Su alias kaki tangan Kang Dae jadi di buatlah seolah kematian tahanan itu seperti bunuh diri tanpa bekas.
Kang Dae mengajukan dirinya untuk menguasai wilayah Dalseong makanya ia membuat kelompok kkangpae demi keuntungannya sendiri.
Awalnya Kang Dae juga bekas dari tahanan namun ia bisa membersihkan namanya dengan melemparkan kesalahan tersebut pada ayah kandung Venzo apalagi semua rencana busuknya di bantu oleh ibu kandung Venzo sendiri. Yeap, ibu kandung Venzo telah berkhianat untuk membantu rencana Kang Dae sebab ibu kandung Venzo memberikan ruang pada Kang Dae menghabiskan nyawa suaminya itu.
Kang Dae ingin merebut senjata yang telah di buat oleh marga Park tak lain keluarga Venzo sendiri namun Kang Dae tidak berhasil merebutnya karena ayah Venzo menyembunyikan senjata tersebut tanpa sepengetahuan istrinya padahal ayah Venzo memang telah mengetahui rencana istrinya itu tapi ia hanya diam dan mengikuti rencana mereka.
Pada suatu ketika ayah Venzo sedang tidak di rumah namun ibunya bersetubuh dengan lelaki bernama Kang Dae tepat di depan mata Venzo.
Venzo menyaksikan ibunya sendiri melakukan hal demikian dan memukuli dirinya karena tahu bahwa sang ibu telah terpergok olehnya untuk itu Venzo hanya bisa menangis kesakitan meminta ampun namun tetap pukulan itu terasa sakit ia rasakan bahkan Park Hae mencoba menolong Venzo akan tetapi sudah terlambat akibatnya Venzo babak belur mulai bagian punggung penuh dengan bekas pukulan terbuat dari bahan bambu, wajah, hingga hidungnya yang terlihat luka-luka.
Park Hae melarikan Venzo ke tempat aman jika ayahnya tidak di rumah makanya Park Hae sangat membenci ibunya sementara Venzo malah trauma ketika di sentuh oleh wanita.
Kehidupan keluarga Park hancur berantakan akibat masuknya Kang Dae di keluarganya apalagi ibu mereka juga bekerjasama supaya Kang Dae menjadikannya istri sementara suaminya rela ia korbankan demi kepuasan dirinya.
Ayah kandung Venzo mati di tangan Kang Dae namun di saat itu mereka masih belum dewasa untuk mengungkap segala kejahatan Kang Dae juga ibunya dan yang bisa mereka lakukan hanya melarikan diri dan membawa sebuah kunci pada awalnya sang ayah menitipkan pada kedua anaknya itu hingga mereka berhasil kabur setelah menyaksikan sendiri ayahnya di tembak oleh Kang Dae bahkan ibu kandung mereka terdengar puas setelah suaminya jatuh tergeletak di lantai berlumuran darah segar yang keluar dari tubuhnya.
Wajah Kang Dae juga sang ibu tak akan pernah di lupakan oleh mereka hingga mereka sudah dewasa sampai saat ini kebengisan Kang Dae dan ibunya itu tak ada sedikitpun terlewat dari memory yang terekam di ingatan kedua bersaudara itu.
Ibu kandung mereka masih hidup sampai sekarang dan ia juga menjadi nyonya besar di rumah mewah miliknya dengan Kang Dae setelah pernikahan resmi usai berlangsung bahkan sedikit pun ia tak pernah berfikir kehidupan kedua anak lelakinya apalagi ketika kedua bersaudara itu kabur ia menyangka bahwa anak-anaknya hanya ingin kebebasan padahal ia tak pernah mengetahui kalau mereka sudah menyaksikan secara jelas ketika ayah kandungnya itu di tembak mati makanya mereka tak ada meninggalkan pesan apapun kecuali ingin menyelamatkan diri.
Sebut saja nama dari ibu kandung mereka Jie Eun yang tak lagi memakai marga Park sebab ia membuang marga tersebut setelah suaminya di nyatakan mati di bunuh orang lain padahal sebenarnya memang di bunuh melalui tangan Kang Dae sendiri. Yeap, begituah kekuasaan yang di pegang kendali oleh Kang Dae semuanya di jadikan palsu supaya posisinya aman dan tetap menduduki jabatan sebagai pemimpin di wilayah Dalseong.
Jie Eun dan Kang Dae memiliki satu orang anak perempuan yang lebih muda umurnya dari Venzo juga Park Hae namun anak mereka malah berbanding terbalik dengan perilaku kedua orangtuanya sebab anak perempuan mereka terbilang pintar, pendiam, serta tak suka di perintah jika bukan dari kemauannya sendiri.
Anak perempuan mereka bernama Kang Yuri masih melanjutkan pendidikan di fakultas ternama dalam korea selatan tepat di wilayah Dalseong yang pertama kali menginjak semester satu.
Kang Yuri tak pernah sependapat dengan kedua orangtuanya itu karena ia lebih menyibukkan dirinya pada kegiatan kampusnya daripada harus berkumpul dengan orangtuanya apalagi dia juga tidak mengetahui kebusukan dari orangtuanya itu sebab mereka masih menutup rapat dari Kang Yuri sehingga dia hanya tahu ayahnya seorang pemimpin di Dalseong sementara ibunya mengurus kesibukan sendiri padahal perbuatan orangtuanya sungguh bengis namun ia tak pernah menyadarinya.
Kelompok dari kkangpae saja Kang Yuri tak mengetahuinya sampai sekarang pun ia tak pernah melihat orangtuanya sudah melakukan hal brutal tanpa sepengetahuan dirinya.
Kang Yuri sosok perempuan yang tak sedikit para lelaki mengejar dirinya namun ia memiliki karakter yang apa adanya tanpa harus mengumbar kalau dirinya merupakan keluarga yang terpandang justru ia tak pernah membedakan setiap memiliki teman siapapun itu asal baik untuknya bukan hanya memanfaatkan saja.
.
.
.
Bar khusus kkangpae.
Tapp
Tap
Tampak Mae Su sedang berjalan sendirian memasuki bar milik Kang Dae tempat berkumpul serta bersenang-senang para bawahannya sekaligus untuk membicarakan rencana keberingasan mereka.
"Ada apa kau ke sini? biasanya jika kau tak ku suruh datang juga tak pernah menunjukkan wajah mu itu!" santainya Kang Dae berkata demikian sembari menghisap rokok yang ada di tangannya sekarang.
"Sorry bos! aku hanya tak ingin menganggu waktu mu saja, ini juga ada hal penting yang harus aku katakan," imbuh Mae Su namun Kang Dae belum ada respon sehingga ia masih santainya menghisap rokoknya dan meneguk beberapa kali wine yang tersedia di atas meja.
"Katakan saja, hal penting apa?" tanya Kang Dae saat dirinya usai menghabiskan minumannya.
Trakkk
Sebuah pistol di letakkan oleh Mae Su tepat di atas meja sehingga kedua mata Kang Dae tertuju pada pistol tersebut.
"Ley Fu tewas di paradise casino busan saat permainan hampir selesai dia terbunuh," ungkap Mae Su sembari berjalan dan duduk di kursi lain pula.
"Aku sudah tahu, makanya aku ke sini menunggumu tanpa harus ku minta!" lontar Kang Dae membuat alis mata Mae Su bertautan.
"Sudah tahu bagaimana?" balik bertanya pula seakan ia kaget dengan ucapan Kang Dae barusan.
"Aku menyuruh yang lain untuk menyamar sebagai tamu sekaligus menjalankan rencana itu tapi dari penjelasan yang ku dapat seorang waiters menggagalkan semuanya," katanya lagi secara jelas.
"Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang? karena aku yakin dia bukan sembarang waiters jadi sudah pasti memiliki tujuannya sendiri," balas Mae Su menatap serius ke arah Kang Dae yang tampak menuangkan wine dalam gelas untuk Mae Su juga untuk dirinya.
"Minum lah, tenangkan kepanikan mu itu! aku tahu kau kandidat yang selalu setia padaku jadi kau tidak perlu se-khawatir ini," ucap Kang Dae bernada santai pula dengan memegang tangkai gelas miliknya di hadapan Mae Su. "Bersulang," lanjut Kang Dae melontarkan senyuman simpul.
Mae Su pun meraih gelas miliknya dan mendekatkan gelas tersebut ke arah gelas milik Kang Dae.
Ciiiissssss
Keduanya pun minum serta menghabiskan wine itu dalam sekali teguk saja.
"Apa kau punya rencana?" tanya Mae Su setalah usai menghabiskan minumannya.
"Aku sudah tugaskan dua orang untuk mengikuti waiters itu supaya kau tak harus turun tangan biarkan mereka saja yang menjalankan tugas dari ku," cakap Kang Dae pula sehingga raut wajah Mae Su sedikit lebih puas ketika mendengar perkataan Kang Dae barusan.
Setelah lontaran dari Kang Dae mereka berdua melanjutkan kembali menghabiskan beberapa botol wine serta berbincang mengenai masuknya obatan terlarang untuk mereka jualkan secara ilegal.
Next.....
...Dunia Sang Mafia...
sukses thor karya² nya
ck ck takut kalah sampai ingin bermain curang