NovelToon NovelToon
HOT DADDY ( Bukan Duda, Bukan Perjaka )

HOT DADDY ( Bukan Duda, Bukan Perjaka )

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Duda / Tamat
Popularitas:6M
Nilai: 4.9
Nama Author: Mommy_Ar

Follow Ig : Mommy_Ar29


Karena sebuah kesalahpahaman, membuat Rasya memiliki seorang putri tanpa adanya sebuah ikatan pernikahan.
Cacian dan makian dari nenek putrinya, membuat Rasya memiliki dendam yang begitu dalam.

Segala upaya ia lakukan untuk melindungi putrinya agar tidak bertemu atau mengenal keluarga dari ibu kandungnya. Karena Rasya tidak ingin putrinya mendapatkan perlakuan buruk dari neneknya.

Akankah Rasya berhasil menyembunyikan status Arshyla?
Apa jawaban yang tepat untuk menjawab pertanyaan- pertanyaan Arshyla tentang dimana ibunya?


Bagaimanakah kisah Rasya dan Arshyla selanjutnya? siapakah wanita yang pantas mendapatkan hati Rasya juga Arshyla?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mommy_Ar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bekal untuk Rasya

“Selamat pagi kak, halo Sayang,” Anna langsung menghampiri Chila dan juga Rasya yang masih berdiri di depan gerbang sekolahan Chila.

“Tante Forzen kok disini? Kangen sama Chila yah?” tanya Chila dengan polos nya lalu ia merentangkan kedua tangan nya, dan langsung di sambut oleh Anna.

“Huum, kangen banget. Cup,” jawab Anna lalu ia mencium pipi tembem Chila dengan gemas, “Ah iya, tante buatkan menu spesial untuk Chila.” Imbuh nya sambil menyerahkan sebuah kotak bekal makan siang yang bergambar Frozen kepada Chila.

“Apa ini?” tanya Chila yang nampak sangat antusias, memang selama ini dirinya tidak pernah Membawa bekal, karena oma Lily sibuk dan Chila juga tidak mau merepotkan Bibi makanya dia memilih untuk tidak membawa bekal. Namun, saat dirinya menginap di rumah Anna kala itu, Anna membawakan nya bekal, dan kini tanpa ia sangka bahwa tante Forzen nya mengantarkan bekal lagi untuk nya.

“Ada deh, pokoknya harus di habiskan. Oke!”

“Oke, terimakasih tante, cup. Bye bye Ayah, bye tante Forzen!” Setelah berpamitan, Chila segera bergegas menuju kelas nya dengan wajah yang begitu sumringah.

“Kamu sengaja kemari mengantarkan bekal untuk Chila?’ tanya Rasya yang sejak tadi melihat interaksi antara Anna dan Chila.

“Hah,” Anna langsung tersentak saat mendengar pertanyaan dari Rasya, malu dan kini dirinya baru sadar bahwa hanya tinggal mereka berdua, dan gerbang sekolah pun perlahan sudah di tutup oleh security.

“Astaga kak! Su- sudah jam segini. A- Anna berangkat dulu.” Anna pun ikut segera pamit, ia membuka pintu mobil nya, sedikit menimang, lalu akhirnya ia memberanikan diri kembali menghampiri Rasya, “I- ini buat kakak. Ka- kalau gak suka, buang saja.” Imbuh nya lalu ia segera pergi meninggalkan Rasya yang masih begitu bingung dan heran dengan tingkah Anna.

“Anna, tidak seharusnya kamu seperti ini,” desis Rasya menghela napas nya dnegan berat, matanya masih fokus menatap kepergian mobil Anna yang semakin menjauh, lalu pandangan nya teralihkan kepada kotak bekal makan siang di tangan nya.

Ia hanya takut, takut bila perasaan Anna padanya belum hilang, dan ia juga taku bila perasaan nya semakin nyata pada gadis itu. Ia cukup sadar diri, Anna terlalu baik dan sempurna untuknya. Ia selalu merasa tak pantas bila mengingat status nya, benar yang di katakan oleh para sahabat nya. Bahkan ia sendiri juga tidak tahu apa status nya kini, bukan seorang duda, juga bukan seorang perjaka.

*****

Sepanjang perjalanan saat memasuki kawasan kantor, semua mata memandang bingung kepada Rasya karena kotak yang berada di tangan nya, sambil tangan satu lagi fokus menatap layar ponsel nya untuk membaca pesan. Memasuki lift, ia langsung di sambut oleh asisten nya, Dianra.

“Selamat pagi Pak,” sapa nya sopan sambil sedikit menundukkan kepala nya.

Rasa tidak menjawab, ia hanya membalas sapaan Dianra dengan sedikit tundukkan kepala, lalu ia kembali fokus pada ponsel nya yang sejak tadi terus bergulir dering pemberitahuan nya.

“Ckckck,” terdengar suara decakan dari mulut Rasya tatkala sang adik mengirimkan beberapa foto padanya.

“Bapak membawa bekal?” tanya Dianra sedikit takut memberanikan diri bertanya karena begitu penasaran dengan kotak yang di bawa oleh atasan nya.

“Oh iya, kenapa?” tanya Rasya sedikit mengerutkan dahinya.

“Ti- tidak Pak, hanya saja. Itu, emmt—"

“Jangan membahas bekal ku. Siapkan jadwal ku apa saja hari ini,” ucap Rasya lalu ia segera melangkahkan kaki menuju ruangan nya saat pintu lift terbuka. Dianra pun segera mengekor sambil merai sebuah I-pad yang berada di meja kerja nya, lalu mengikuti Rasya masuk ruangan dan membacakan satu per satu jadwal rasya hari ini.

.

.

.

Kalau kemarin ada visual ayah Rasya, bagaimana sekarang gantian si tante Forzen nya. Gak kalah imut kayak mommy kok 🙈🤣

1
ayu cantik
suka
Lalisa
😂😂😂😂
Lalisa
suka sama sikap om vino.tegas 👍👍
Lalisa
😭😭😭😭
Lalisa
😂😂😂
Lalisa
njirrr 🤣🤣🤣
Lalisa
ehh
Lalisa
aih chila nih
Lalisa
calon suami chila nih om mike
Lalisa
duh nenek nenek.mulutnya pedes banget
Tri Yuana
salah anna juga harusnya bawa teman,
Nur Syamsi
makasih, pesan moralnya bagus thor
Nur Syamsi
Chila Chila 😭😭😭😭😭
Nur Syamsi
Alhamdulillah, legah rasanya dan papa Tian yg paling bahagia saat ini Krn kekhawatirannya sudah Tdk ada lagi....
Nur Syamsi
maunya Anna memberikan pengertian pada Rasa bgaimna kondisi Renata waktu Chila diambil oleh Resa, spya Tdk salah faham, sy mungkin Krn Anna jg hamil dan terlalu kasian PD Renata
Nur Syamsi
Papa Tian takut dan trauma, Anna bisa menjelaskan PD Rasa jgn sampai Rasanya salah faham dis kira nanti anaknyavtdkbditerina lagi sama mertuanya....sprti halnya anaknya chelisa
Nur Syamsi
🥰🥰🥰🥰
Nur Syamsi
Alhamdulillah, Rasa" lama nisn tu perasaan baru diungkapun gegara kesalah fahaman....
Nur Syamsi
😭😭😭😭😭😭
Nur Syamsi
Anna jg bgimna ya, Leon mabuk berat di hampiri....Leon kan jg Tdk sadar Itu Anna Apa Rara....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!