Angel mencintai Malvin dengan sepenuh hati. Sampai dia menghabiskan waktunya hanya untuk mendapatkan perhatian Malvin. Dia bahkan memaksa orang tuanya untuk menjodohkan mereka. Pernikahan yang dia impikan bisa berakhir bahagia nyatanya berakhir tragis.
Dia terbunuh di tangan Malvin dan sepupunya sendiri. Arwah nya keluar dari tubuh nya. Rahasia - rahasia yang tidak di ketahui perlahan terungkap. Bahkan dia melihat seseorang yang mencintainya dengan tulus padahal dulu dia menghina pria itu demi seorang Malvin.
---------
"Maafkan aku yang tidak bisa melindungi mu! Aku bersumpah jika aku akan membalas mereka semua. " --- Langit Al Ghassal.
"Jika aku di berikan kesempatan kedua, aku berjanji akan mencintaimu." --- Angelina Chloe Dominic.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ROGUES POINEX, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mencari Perhatian
Ternyata perdebatan di kelas Angel memancing semua murid yang telinganya terpasang dengan tajam. Mereka berlomba-lomba untuk bisa sampai ke depan kelas meski hanya sampai jendela dan pintu masuk. Atmosfer ruangan itu terasa lebih mencengkam dari pada sebelum nya. Disana berdiri dua pasang badan saling berhadapan. Yang satu wajah nya merah padam karena emosi dan yang satunya lagi memberikan ekspresi datar tanpa rasa bersalah.
Angel menunjukkan kotak bekal yang ada di atas meja Malvin, matanya masih memancarkan emosi yang tertahan. "Aku tanya siapa yang nyuruh kamu ambil kotak bekal itu?"
"Itu punya aku, " Katanya penuh percaya diri. "Jadi apa salah nya kalo aku makan."
Angel terperangah setengah tidak percaya. Pria di depan nya penuh rasa percaya diri. Angel tertawa riuh sambil bertepuk tangan namun hanya sekejap dia mengendalikan wajah nya kembali menjadi dingin dan menatap Malvin dengan serius.
" Kamu lihat di kotak bekal ini ada namaku? Itu artinya ini adalah milik ku. Apa aku bilang kalo itu buat kamu? Apa aku memberikan nya. " Angel menunjuk - nunjuk dada Malvin. "Kalo seseorang mengambil sesuatu tanpa izin dari yang punya bukanlah itu namanya.. MENCURI." Tekan Angel untuk menyadarkan pria di depan nya bahwa rasa percaya diri tidak selamanya benar.
"Sudahlah Angel! Hentikan sandiwara mu, semua orang tau jika setiap hari kamu selalu memberikan bekal padaku. Sampai kapan kamu masih mau bermain tarik ulur seperti ini."
Hening!
Tangan Angel menyilang dengan mata yang sulit di artikan. "Itu dulu, " Suara Angel lebih dingin dari sebelum nya. "Sebelum kewarasan ku kembali.. Dulu iya, cinta membuatku buta dan akal sehat ku bermasalah. Tapi sekarang, kesadaran itu sepenuh nya sudah kembali.. Kau! Tidak lebih dari seorang sampah yang tidak berharga untuk ku. "
"Kau--" Malvin kehabisan kata, tapi jelas dia menahan marah atas penghinaan Angel. Sampah?Lihat saja nanti.
"Makanan ini. " Angel mendekat dan menutup kotak bekal nya. "Bukan untuk mu.. Tetapi, untuk pacarku." Angel berbalik dan seketika senyum nya mengembang, Langit berdiri di depan nya.
"Itu.. " Langit menunjuk kotak bekal yang ada di genggaman Angel. "Berikan pada pengemis itu, sepertinya dia lapar sampai harus mencuri.. Sebagai gantinya, aku sudah menyiapkan makanan lain." Bisik - bisik mulai terdengar dari semua yang menyaksikan kejadian itu. Bahkan beberapa dari mereka mentertawakan Malvin yang di permalukan. Beberapa juga menatap dengan aneh.
"Benar juga, " Angel kembali meletakkan kotak bekal makanan nya kemudian kembali menatap Malvin. "Jika kamu lapar, makanlah ini! Anggap saja aku bersedekah.. Tapi lain kali, jangan jadi pencuri."
"Ayo Sayang, kita makan di tempat lain.. " Dengan mesra Angel menggandeng tangan Langit membuat sepasang tangan yang berdiri di antara keramaian disana mengepalkan tangan. Dia.. Dania.
ARRRGGGGGGGG
CCCRAANGGGGG
Kotak bekal menjadi pelampiasan kemarahan Malvin, nasi dan beberapa potongan daging berceceran di lantai. Tidak ada yang berani menghentikan nya, semua sahabat nya menghindar dan berjalan hening menuju luar, melarikan diri dari amukan yang akan membuat mereka terlibat.
"Angel! Beraninya dia melakukan ini padaku... "
0000000000000
BRUK
AAUUWWWWWW
Seperti yang dulu - dulu, Dania selalu mencoba untuk mengambil perhatian Langit. Seperti saat ini dirinya berpura-pura terjatuh di depan Langit agar pria itu memperhatikan nya. Tapi Langit sudah jengah dengan semua trik yang selalu di lakukan Dania.
"Langit! Kamu bisa bantuan aku nggak? Kayanya kaki aku sedikit keseleo deh, " Dania berpura-pura kesakitan sambil memegangi kakinya. Langit sendiri hanya bergeming di tempat, tidak ada niat baginya untuk menolong Dania. Bergerak sedikit saja dia tidak. Tapi Dania tidak mau menyerah semudah itu.
"Hiks hiks hiks, ini sakit sekali Ya Tuhan! Tolong, Ngit.. Ini bener - bener sakit.. HUWAAAAA.." Sepertinya bakat Dania memang menurun pada orang tuanya, sama - sama pandai berakting hanya untuk mencari satu nama PERHATIAN.
"Tunggu sebentar, " Akhirnya Langit buka suara. "Gue panggil Malvin, " Tentu saja Dania menjadi panik. Malvin mengira bahwa dirinya mencintai pria itu. Jika Malvin tau bahwa dirinya mencintai Langit bisa gawat, sementara Dania masih membutuhkan pria itu.
Buru - buru Dania mencekal tangan Langit dengan tubuh yang masih terduduk di lantai." Kenapa harus Malvin kalo ada kamu?"
Langit mengangkat bahu sekilas. " Ya karena Gue nggak mau, " Jawab nya santai. Tapi Dania masih tetap kekeh dan tidak mau menerima kekalahan. Dia menangis kejer memperlihatkan bahwa dirinya bener - bener kesakitan. Beberapa siswi yang lewat hanya menjadi penonton dan melengos begitu saja. Meskipun mereka sedikit penasaran tapi nggak ada yang berani dengan Dania karena mereka pikir Dania adalah putri keluarga konglomerat nomor satu.
Langit menghempaskan tangan Dania dengan kasar tapi wanita itu seakan enggan untuk melepaskan nya. Dia memeluk kaki Langit dan menangis meminta pertolongan. Sebisa mungkin Langit menghindar tapi Dania tetap tidak mau melepaskan nya membuat Langit merasa frustasi. Belum sempat dia berbicara, angin segar sudah datang.
BRUK
AARRGGGGGG
Dania merasakan sakit di kulit kepalanya saat sesuatu menjambak dan menarik nya ke belakang. "Angel?" Dania melotot karena itu adalah perbuatan Angel. "Kamu ngapain disini?" Dalam hati Dania menggerutu. Ganggu orang aja, nggak tau apa lagi PDKT.
Angel menatap dingin Dania namun segera ekspresi wajah nya mencair. "Ya ampun Dania! Kamu kenapa? Kok kaya kesakitan gitu?"
"Keseleo katanya, " Bukan Dania tapi Langit yang jawab.
"Keseleo?" Angel menutup mulut dengan satu tangan, berpura-pura terkejut. "Astaga! Bisa bahaya kalo di biarin, gimana kalo aku bantuin aja ya, kalo telat di tanganin bisa lumpuh tuh kaki." Tatapan Angel sangat mengerikan dimata Dania. Dengan cepat Dania menggeleng.
"Nggak usah, makasih, " Lebih baik dia melarikan diri dari pada berurusan dengan Angel yang sekarang. Apa lagi tatapan mata gadis itu seperti ingin memangsa nya. Tapi memang terkadang apa yang kita mau tidak sesuai dengan kenyataan.
"Eits, tunggu dulu." Angel buru - buru mencegah saat Dania hendak bangun. "Kalo kelamaan di obatin nya bisa bahaya buat tulang.. Tenang saja! Aku nggak bakal minta bayaran kok, lagian kan kita sepupu. Masa iya aku setega itu biarin kamu kesakitan.. Sini biar aku kasih pengobatan yang di jamin langsung manjur, " Angel mengangkat satu kaki Dania dengan posisi kedua telapak tangan menopang tubuh nya yang terbaring di lantai, gadis itu menelan saliva dan berontak.
Tapi...
KREKKKKKK
AAAAAAAAA
Terlambat! Dania menjerit saat Angel memutar pergelangan kakinya dengan satu gerakan. Suaranya terdengar sangat pilu penuh derita kesakitan.
"Kayanya memang urat nya miring deh.. Harus di benerin nih, bisa bahaya nanti.. " KREKKKKKK.. Angel kembali memutar ke arah yang berlawanan bersamaan dengan jeritan teriakan Dania yang kembali menggema.
"Masih belum bener.. " KREEKKKKKK.. AAAAAAAAA...
"UDAH! KAU MAU MEMBUATKU LUMPUH?!" Bentak Dania, suaranya antara kesakitan dan frustasi.
"Loh, aku ini lagi mengobati loh.. Tahan dikit! Bentar lagi sakit nya berganti nikmat. " KREEEKK.
"STOP! HIKS HIKS HUWAAAAAA, MAMAAA! SAKIIIT!" Dania tidak bisa menyembunyikan rasa sakit di pergelangan kakinya.
"Iya memang sakit, makanya tulang nya harus di lurusin lagi.. " KREEKKK.. Jangan kan Dania, Langit yang mendengar suara nya saja jadi ikutan ngilu. Karena rasa sakit yang tidak bisa di tahan lagi. Akhirnya Dania jatuh pingsan.
Tapi...
KRETEKKKK
AAAAAAAA
Pingsan nya tidak jadi.. Angel benar - benar membuat Dania merasa lemas seketika. Dengan kasar Angel membanting kaki Dania ke lantai sampai gadis itu berteriak lagi dan lagi.
"Nah, udah bener.. Sekarang coba berdiri.. Di jamin pasti langsung bisa, "
Dania menggeleng. Dalam hati kembali menggerutu. "Bisa apanya! Yang ada kaki Gue udah patah beneran ini.. "
"ANGEL!!!"
•
•
•
BERSAMBUNG