selir xiao yue anak nona muda ketiga dari keluarga xiao, dalam hidupnya cinta kebebasan tapi alangkah kagetnya tiba tiba kasim kekaisaran menyampaikan titah dirinya di angkat menjadi selir gara gara ilmu perbintangan
"oh tidakkkkkkk aku pengen bebas"
bagaimana nasibnya yang harus hidup di istana dengan aturan aturan dan saingan ?
.
.
.
.
.
seoson 1 sudah tamat dan beralih ke seoson 2
seoson dua menceritakan perjalanan liyue menjadi xiaoyue
liyue adalah putri rubah yang mengalami sidang langit dan terdampar ke dunia manusia lupa ingatan dan menjadi xiaoyue
berbagai ujian dihadapinya dan kini telah kembali ke Alam abadi tapi dia meminum pelupa ingatan ujian sidang langitnya.
yang ada dipikirannya suami dan dirinya tidak bisa menyatu karena mereka semua tidak hidup lama karena takut dia melihat orang yang di sayang meninggal satu persatu dia meminum lupa ingatan
liyue tidak tau sajah bahwa suaminya juga dari alam abadi
dan juga mereka di jodohkan, bisakah mereka bersatu lg?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon vv, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
cemburu buta
xiaoyue jengah melihat tingkah kekanakan Lian dan sekarang memikirkan hadiah apa untuk suaminya yang juga kaisar Lian karena dia tak sadar
uang yang ada di kantongnya menipis karena pembelian pedang yang mahal ini, dan uang itu hasil menabungnya selama ada di kediaman keluarga xiao, sedangkan harta yang di kasih keluarga kekaisaran dia tak ingin menyentuhnya karena dia tidak sepenuhnya melayani yang mulia kaisar jadi xiao Yue merasa tak berhak
'apa yang harus ku lakukan sekarang untuk hadiah sang kaisar? tidak mungkin aku memberikan sesuatu yang murah, ah nanti kupikirkan lagi' pikir xiao yue sambil mengernyitkan alisnya
"ada apa?" suara tenang kaisar Lian mengagetkan xiaoyue
"eh tidak" berusaha mengelak
"kamu memikirkan sesuatu?" selidik kaisar Lian
"tidak"
"jangan membodohi ku" suara tegas kaisar Lian
menghela nafas
"aku hanya kepikiran hadiah apa nanti yang ingin ku kasih kepada yang eh maksudku pada teman ku" kata xiaoyue seolah olah berfikir
lagi lagi kaisar Lian cemburu ' masih sempat-sempatnya kamu memikirkan orang lain saat bersamaku?' pikir kaisar Lian tapi berusaha menenangkan dirinya agar tak terbakar emosi
perlahan kaisar Lian cemberut
"kamu tidak rela aku ambil pedang cantik ini?"
"eh tidak kok" sanggah xiaoyue
"aku hanya kepikiran tentang kado untuk temanku dan aku wajib memberinya aku pusing memberinya apa, kalau bisa bantu aku pikir"
"pria atau wanita?"
"pria"
kaisar Lian berpikir "kenapa gak kasih baju buatanmu sendiri atau rancangan mu?" kaisar Lian menyarankan itu bukan tanpa sebab, kaisar Lian yakin Yue tidak bisa menjahit sehingga Yue tidak akan memberikan pria itu hadiah yang lebih bagus melebihi dirinya
"kau benar juga untung aku kalau ada waktu senggang juga menjahit"
"kamu bisa menjahit?" beo kaisar Lian tak percaya
"ya aku belajar dari ibuku, kenapa?"
"tidak jangan kasih dia baju hasil buatanmu" tolak kaisar Lian
sedangkan xiaoyue mengernyitkan alisnya bingung dalam benaknya siapa yang tadi menyuruhku membuat kan baju untuk nya? tanya Xiaoyue dalam hati atas tingkah kaisar Lian yang aneh menurut nya
"kenapa?"
"tidak hanya sajah kalau kamu memberinya baju kau harus memberiku juga"
"kenapa?"
"karena aku temanmu"
"bukannya kamu sudah ku kasih hadiah"
"tidak aku ingin buatanmu, aku janji akan menghargai baju buatanmu dan akan memakai nya di depan mu"
"apapun?" xiaoyue tersenyum licik
"Hem apapun" yang tak sadar akan senyum licik Xiaoyue
'akan ku kerjain kamu lian' Xiaoyue tertawa dalam hati yang kesel pada kaisar Lian yang selalu bertingkah aneh
"sudah sudah sekarang kapan kita keluar hutan ini? apa kamu punya jalan keluar?" tanya xiaoyue
"Hem aku sudah mencarinya tadi saat memburu ayam hutan ini dan tak sengaja ada jalan yang menuju ke desa kecil"
"kapan kita kesana?"
"setelah kamu mempunyai tenaga"
"aku sudah punya tenaga" jawab xiaoyue
"beneran aku sudah punya tenaga" imbuh xiao Yue yang melihat kaisar Lian tak percaya
"yaudah kita kesana sekarang juga"
sambil bangun dari duduknya
"kamu bisa jalan kan?" karena khawatir pada xiao Yue
"bisa" ucap singkat xiaoyue tapi setelah beberapa melangkahkan kakinya terasa sakit di ajak jalan tanpa aba aba kaisar Lian berjongkok di depan xiaoyue
"ayo naik"
"tidak"
"naik atau aku tinggal" ancam kaisar Lian
"baik" karena tak punya alasan lain
.
.
.
.
.jangan lupa dukung author dengan meninggalkan jejak dan dukungan semangat
karena semangat kalian membuat ku semangat
terima kasih dukungannya selama ini
.
.