Cerita ini hanyalah karangan fiktif belaka, jika ada kesamaan tempat dan kejadian, berarti othor adalah cenayang yang hebat yang bisa menerawang. eyaaa ... canda kaleee.
Blurb:
"Eh ... asal loe tahu saja, mau ngambek mau nggak, gue tetep tampan kok!" kilah Rey.
"Kan kalau loe ngambek, loe nggak tampan Rey! Jadi jangan ngambek ya, biar tampan!" rayu Jihan lagi seraya mengerjapkan kedua matanya.
"Idih!! Loe bilang gue tampan juga nggak ikhlas buat apa?" timpal Rey.
"Ihh ... loe kok ngeselin sih! Kan gue udah nglakuin apa yang loe mau. Masa iya gara-gara gue salah sebut loe marah dan ga bantu gue, jahat loe!" rengek Jihan dengan mimik sedih dan kesal.
Rey yang di angkat adik oleh Julia sang mama dari Jihan, tidak pernah akur sedikitpun dengan gadis itu, bukan tak akur benci hanya tak akur karena belum saling mengerti.
Setting tempat bukan di indo ya, trus agama juga ga othor cantumin, takute nanti bertentangan dengan norma/ajaran yang ada, anggap aja ini cerita fiktif yang ada di dunia novel halu dan ga mungkin ada di dunia nyata.
Pict from Google, editing by Din Din
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon din din, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 17 Membujuk
"Kenapa loe nanya kayak gitu?" tanya Rey balik.
Rey tahu betul kalau Arya tidak penah mencampuri urusan pribadinya, tapi entah kenapa untuk urusan ini Arya sampai menanyakan hal itu.
"Ya ... gue hanya merasa loe nggak ada seriusnya sama Tisa," jawab Arya.
"Tenang aja, Ar! Gue tahu apa yang gue lakukan. So! don't overthink!" ujar Rey menepuk pundak Arya.
Rey melanjutkan langkahnya, tapi Arya terlihat mengepalkan tangannya merasa kesal. Malam itu Tisa menelpon Arya memintanya bertemu di sebuah Cafe.
"Udah lama?" tanya Arya yang langsung duduk di sofa berhadapan dengan Tisa.
"Nggak kok, mau minum apa? Aku yang traktir," tawar Tisa.
Arya hanya tersenyum kemudian memesan latte untuknya. Arya terkejut ketika Tisa menghubunginya, bagaimanapun ia tahu kalau Tisa dan Rey sedang berpacaran.
"Kenapa mencariku?" tanya Arya.
"Gue mau tanya sesuatu," kata Tisa.
"Tanya apa?"
"Loe udah kenal Rey lama, kan?" tanya Tisa.
Arya menganggukan kepalanya. Tisa mulai berbicara tentang keresahan hatinya, dimana ia merasa kalau Rey tidak benar-benar ingin menjalin hubungan dengan dia. Terlebih Rey sering berubah-ubah sikap yang membuat Tisa merasa bingung harus bagaimana.
Akhirnya Arya bersedia membantu Tisa untuk mencari tahu bagaimana perasaan Rey yang sebenarnya, Arya tahu betul Rey tidak pernah serius dengan seorang gadis bahkan sampai menjadikan gadis itu pacarnya. Kalau Rey ingin, sudah banyak gadis yang rela mengantri untuk jadi kekasihnya.
*
*
*
*
"Kalian kenapa bisik-bisik?" tanya Jihan menyipitkan matanya ketika melihat kedua temannya itu saling bisik.
"Oh ... nggak! Nggak ada!" jawab Chika.
"Ho oh! Nggak ada kok," timpal Shelly.
Masih menyipitkan matanya, Jihan menatap Chika kemudian Shelly. Ia tahu kedua temannya itu berbohong.
"Dih! Kalian bohong, emang gue nggak tahu kalau kalian bohong. Tuh hidung Chika kek katup oksigen kembang kempis, itu nandain dia lagi bohong. Mau ngelak kalian!" papar Jihan.
Mendengar perkataan Jihan, Chika langsung menutup hidungnya. Sudah berteman sejak lama, tentu saja Jihan tahu apa kebiasaan kedua temannya.
"Ya deh, Sorry! Kita cuman ngerasa pagi nih loe agak beda, Je!" ungkap Shelly.
"Ho oh, kemarin-kemarin loe bawaannya bersungut, Je! Sekarang loe terlihat fresh dan ceria," imbuh Chika.
Jihan melipat bibirnya kedalam, ya memang benar yang di katakan kedua temannya itu kalau dia pagi itu benar-benar dalam keadaan baik dan senang.
"Gue habis menang lotre, makanya gue senang," terang Jihan.
"Hah! Lotre apaan?" tanya Chika dan Shelly bersamaan.
Tentu saja kedua sahabat itu tidak langsung begitu saja mempercayai perkataan Jihan.
"Pokoknya lotre, nanti gue traktir makan makan deh!" ajak Jihan dengan senyum dan menaik turunkan kedua alisnya.
Meski merasa aneh dengan alasan Jihan, tapi tetap saja tuh kedua orang itu iya'in perkataan Jihan.
Ya iyalah di iya'in, kalau nggak ntar nggak di ajak makan gratis sepuasnya. Gue mau ikut daftar ah.😉😉😉
*
*
*
*
*
Jason duduk termenung di jam istirahat, Rey yang baru saja membeli minum bersama Arya langung duduk di sebelah Jason.
"Minum!" Rey menyodorkan sekaleng softdrink pada Jason.
"Thank's," Jason menerima.
Mereka duduk dibangku yang berada disisi lapangan basket, sama-sama menenggak softdrink menatap langit yang cerah.
"Fix! Gue galau!" ungkap Jason tiba-tiba.
Rey dan Arya sama-sama hanya berdeham mendengar ucapan sahabatnya itu.
"Kalian tahu nggak?" tanya Jason menoleh pada Rey kemudian pada Arya.
Kedua temannya itu hanya menggelengkan kepala tanda tidak tahu apa yang sedang di rasakan sahabatnya. Jason menghela napas kasar kemudian menenggak lagi minumanya.
"Gue galau karena Jihan menolak pas gue mau nyium dia," ungkap Jason.
Mendengar kata yang keluar dari mulut Jason, Rey yang sedang minum auto tersedak membuat air yang masuk ke mulutnya keluar lagi. Arya dan Jason yang merasa Rey bereaksi berlebih pun menatap padanya.
Mengelap mulutnya, Rey sadar kalau kedua temannya itu menatap serius padanya.
"Kenapa kalian?" tanya Rey yang masih sedikit terbatuk.
"Loe kenapa Rey?" tanya Jason.
"Sudah tahu tersedak, masih nanya!" jawab Rey.
"Ya tahu, Rey! Loe tersedak, tapi kenapa bisa tersedak?" tanya Jason lagi.
"Kaget!" jawab Rey.
"Kaget kenapa?" tanya Arya yang juga penasaran.
"Kaget! Seorang Jason di tolak cewek. Ck ... ck ... ck, kasihan ... sepertinya pesona loe nggak mempan dan nggak ngaruh ke Jeje," cibir Rey agar Jason tidak curiga.
Jason menghela napas, ia menyandarkan punggungnya di bangku, menatap kembali langit yang biru.
"Sepertinya tidak akan mudah mendapatkan gadis itu sepenuhnya, mungkin gue harus lebih berusaha lagi," keluh Jason yang kemudian di akhiri dengan kata penyemangat.
Rey tidak merespon kata yang di ucapkan oleh Jason, ia melanjutkan minumnya seraya menatap langit. Sedangkan Arya masih menatap Rey dengan rasa tidak percaya.
Arya masih ingat juga apa yang dikatakan Tisa, gadis itu mengatakan jika curiga ada hubungan lain antara Jihan dan Rey.
*
*
*
*
*
jihan setengah berlari mengejar Rey ketika melihat pemuda itu yang sedang berjalan ke parkiran motor.
"Rey! Tunggu!" panggil Jihan mengejar Rey.
Rey yang mendengar suara Jihan pun berhenti, ia menoleh Jihan yang mendekat padanya.
"Apa?" tanya Rey sedikit ketus.
"Ihh ... Rey! Belum juga omong, loe udah jutek amat sama gue!" protes Jihan dengan mimik memelas.
"Mau ngomong tinggal ngomong! Nggak usah pake mimik wajah kayak gitu, nggak mempan buat gue, Je!" cibir Rey.
Kesal dengan apa yang di ucapkan oleh Rey, Jihan tetap harus bersikap tenang untuk bisa memuluskan apa yang ingin dia ucapkan pada pemuda itu.
"Ya sorry kalau nggak mempan! Gue cuman mau minta tolong!" ucap Jihan.
Rey mengernyitkan dahi ketika mendengar kata minta tolong keluar dari mulut Jihan.
"Loe ikut Camping ya, Rey! plis!" pintaJihan memelas.
Mendengar permintaan jihan, Rey bisa menebak apa yang terjadi. Ini pasti ada hubungannya dengan izin dar Julia.
"Gue udah bilang kan, Je! Gue nggak ikut!" jawab Rey.
Seakan tidak ingin memperpanjang pembicaraan itu, Rey naik ke atas motornya bersiap untuk pergi. Namun siapa sangka jika Jihan menahannya.
"Ayolah, Rey! Ini pertama kalinya gue ikut Camping, gue benar-benar pengin ikut, Rey!" tandas Jihan seraya memegang lenga Rey.
Menghela napas kasar, Rey menatap Jihan yang terlihat memelas.
"Itu bukan alasan loe ingin ikut kan, Je? Bilang aja loe mau dekat sama Jason, makanya loe maksa agar bisa ikut. Gue sih ogah, jadi gue tetep nggak akan ikut!" tolak Rey lagi.
"Loe kok kejam sih, Rey! Loe nggak kasihan sama gue!" lagi-lagi Jihan memelas.
"Nggak! bukannya loe pernah bilang nggak mau bantuan gue, ya ... fix, gue nggak bakal bantuin loe!" ucap Rey dengan senyum meledek.
Rey kemudian langsung menyalakan mesin motornya dan pergi begitu saja meninggalkan Jihan yang masih tidak percaya kalau permintaannya bakal di tolak mentah-mentah oleh Rey.
*
*
*
*
*
*
...Bantu Like dong😓😓😓 serius othor pengen di like ma koment. pengen ngrasain dapat like berjibun kek apa. serius kalau like komennya berjibun, othor bakal rajin creejiiii up meski dobel, oceh😎😎...
..._...
..._...
..._...
...Baca Novel Author yang lain juga ya .... nggak baca nggak pa pa seh, asal mampir di like ma koment Author udah seneng 😘😘😘...
...Thank u...