NovelToon NovelToon
Terjerat Benang Merah

Terjerat Benang Merah

Status: sedang berlangsung
Genre:Percintaan Konglomerat / Romansa / Konflik etika / Balas Dendam / Perjodohan
Popularitas:389k
Nilai: 5
Nama Author: santi.santi

Ternyata, teori tentang benang merah itu memang ada. Sejauh dan selama apapun berpisah, jika ada yang belum selesai makan akan tetap bertemu dengan cara yang terkadang tak masuk dalam logika.

Siapa yang sangka, Bianca akan kembali bertemu , mantan tunangan yang dulu dijodohkan dengannya dalam keadaan Bianca yang sudah tidak seperti dulu lagi.

Tunangan yang dulunya pergi meninggalkannya karena alasan tidak mencintainya, kini justru selalu terlihat dalam hidup Bianca yang begitu pelik.

Padahal mantan tunangannya itu sudah memiliki wanita yang dicintai sejak dulu menjalin hubungan dengan Bianca.

"Bisakah kau melewatiku begitu saja saat melihatku? Jangan mendekat dan jangan ikut campur terlalu jauh ke dalam hidupku!" - Bianca -

Apa jadinya jika dua orang itu justru terikat oleh sebuah teori benang merah yang tidak pernah putus diantara mereka?

Apakah mereka akan kembali bersama meski benang merah sudah terlalu rumit mengikat mereka berdua?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon santi.santi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tanpa judul

Elgard sudah tiba di apartemen Meriana untuk menemui kekasihnya itu setelah tadi sore baru pulang dari luar negeri.

"Kau menginap di sini kan sayang?" Meriana bergelayut manja pada Elgard yang baru saja tiba.

"Tidak aku harus pulang!" Tolak Elgard karena dia memang sedang banyak pikiran.

"Kenapa, padahal aku sangat merindukanmu!" Meriana tampak kecewa dengan kekasihnya itu. Padahal malam ini dia ingin sekali menghabiskan waktu bersama Elgard.

"Aku banyak pekerjaan!"

Meriana mengendus lengan dan juga dada Elgard. Dia merasa ada yang berbeda dengan wangi dari kekasihnya itu.

"Kau punya parfum baru?" Meriana merasa belum pernah mencium parfum yang dipakai Elgard. Wanginya tidak terlalu menyengat, namun begitu menenangkan.

"Tidak!" Elgard memalingkan wajahnya.

"Kalau tidak, kenapa wangimu berbeda? Jangan bilang kalau ini parfum wanita lain!" Meriana menjauh dan menatap Elgard dengan tajam. Meriana memang sangat posesif, dulu Elgard menyukai sifat Meriana itu karena dia merasa begitu dicintai, tapi lama-lama Elgard jengah.

"Ini hanya produk sampel yang diberikan rekan dokter di rumah sakit. Aku hanya mencobanya saja!"

Sebenarnya Elgard mendapatkan parfum itu dari tempat sampah di apartemen Bianca malam itu. Bianca tampak sengaja membuang botol racikan parfumnya sendiri yang sudah habis dan hanya tinggal beberapa mili saja, tapi Elgard yang melihatnya langsung saja mengambil tanpa mengatakan apapun pada Bianca.

"Benarkah? Tapi ini seperti parfum mahal. Bolehkah aku mencobanya?"

Memang benar, Elgard pun berpikiran yang sama. Parfum yang diracik Bianca benar-benar terasa mahal. Makanya Elgard saat ini sedang mencari seseorang yang bisa membantu Bianca untuk mengembangkan parfumnya itu.

"Sudah tidak ada lagi!"

"Apa? Kau sudah menghabiskannya?"

"Namanya sampel pasti sedikit dan itu sudah aku dapatkan setelah kau pergi ke luar negeri, tentu sudah habis!" Padahal Elgard masih menyimpannya di apartemen karena baru mendapatkannya tiga hari yang lalu. Dia tentu saja tidak mau memberikannya pada Meriana karena dia saja memakainya sedikit demi sedikit.

"Ck ya sudah, tapi ngomong-ngomong kau jadi menemaniku berlibur kan?" Meriana menagih janji Elgard.

"Hmm, berikan saja jadwalmu. Nanti aku yang akan menyesuaikan!" Elgard tidak bisa menolak karena dia sudah berjanji. Nanti apa jadinya jika dia menolak, kekasihnya itu pasti akan merajuk kepadanya.

Cup...

"Terima kasih sayang!" Meriana mengecup bibir Elgard dengan gemas. Tapi Meriana langsung terbahak ketika mendengar suara perut Elgard.

"Kau ternyata lapar, biar aku pesankan makanan untukmu!"

"Aku tidak mau, bisakah kau memasak untukku?" Pinta Elgard yang bosan dengan makanan cepat saji yang selalu dipesan oleh Meriana ketika dia datang ke apartemen.

"Aku lelah sayang, biasanya juga kau yang memasak!"

"Ck, ya sudahlah!" Elgard tak mau berdebat. Dia lebih baik mengalah. Tapi mendadak, dia teringat akan masakan Bianca.

Kalau saja dia tidak ingat tujuannya datang ke rumah Bianca membawa banyak makanan waktu itu adalah untuk diberikan pada Bianca, pasti Elgard sudah menghabiskannya sendiri.

🌻🌻🌻

Mungkin orang-orang di luaran sana juga sama dengan Bianca, mereka terus mencari yang setiap hari. Namun bedanya, mereka mencari uang untuk diri mereka sendiri, bukan seperti Bianca yang mencari uang namun tak pernah menikmati hasil dari jerih payahnya itu.

Tapi mau bagaimana lagi, mau mengakhiri hidupnya pun seakan alam tak merestuinya. Padahal menurutnya, kalau dia pergi dari dunia ini, tentu saja semua masalahnya itu akan selesai.

Malam ini, Bianca sudah siap melayani para tamu yang kebanyakan pria hidung belang yang bersenang-senang menghabiskan uangnya dengan banyak wanita.

Alasan Bianca tetap berkali-kali menerima pekerjaan di sebuah club, tentu saja karena uang yang ia dapatkan lebih menjajikan. Semalam bekerja, dia bisa mendapatkan gaji tiga kali lipat dari gajinya sebagai boneka maskot. Belum lagi kalau ada yang memberinya tip.

Semua itu Bianca lakukan tentu saja dengan terpaksa. Semua pekerjaan yang dia kerjakan tidak ada yang sesuai dengan keinginannya karena impiannya sejak dulu tentu saja ingin menjadi meracik parfum dan memiliki brand miliknya sendiri.

"Datanglah ke ruang VIP, di sana ada banyak bos besar. Kau katanya butuh uang banyak!" Ucap Vivian, rekan kerja Bianca yang waktu itu meminta Bianca menggantikannya lembur.

"Kau tidak butuh memangnya?" Bianca tau kalau wanita disampingnya itu juga sering mengantongi banyak uang dari bos-bos besar itu.

"Aku bisa mendapatkan lebih banyak di ruangan lain. Tidak sepertimu yang hanya mengandalkan tip dari mereka saja!"

Bianca sama sekali tidak tersinggung karena memang rekan kerjanya selalu bicara dengan nada seperti itu.

"Baiklah, terima kasih banyak!"

"Hmm, kalau perlu kau menggatal sedikit agar dapat lebih dapat lebih banyak, semangat!"

Bianca tak menghiraukan saran dari Vivian. Kalau seperti itu, sama sekali bukan keahlian Bianca. Dia juga merasa risih kalau harus menggoda para lelaki demi uang.

Bianca sudah masuk ke dalam ruang VIP yang memag selalu penuh dengan pria berkantong tebal. Dia sengaja tidak menutup rapat pintu ruangan itu agar dia lebih mudah melarikan diri ketika ada sesuatu yang terjadi padanya.

"Silahkan Tuan!" Bianca sudah menuang minuman ke dalam gelas mereka.

Di dalam ruangan itu, ada lima orang pria, tiga diantaranya pria paruh baya dan dua lainnya masih cukup muda. Di sana juga ada lima orang wanita yang masing-masing menemani satu pria. Bianca di sana hanya sebagai pelayan yang akan menuangkan minuman atau mengambilkan pesanan makanan atau yang lainnya untuk mereka.

"Hey Nona!"

Brak..

Satu bendel uang dilemparkan ke atas meja tepat di hadapan Bianca.

"Uang itu akan jadi milikmu asal kau bisa menghabiskan minuman ini!"

Bianca disodorkan minuman yang masih penuh di dalam botol.

"Aku tambah jika itu kurang!" Satu bendel uang ditambah di hadapan Bianca.

Uang sebanyak itu bahkan lebih dari gajinya satu bulan. Tapi Bianca tidak bisa minum alkohol terlalu banyak karena seidkit saja sudah membuatnya mabuk berat.

"Kau tidak mau Nona? Atau masih kurang?"

Brak..

Mereka melempar dua bendel lagi, jadi sekarang ada empat uang dengan jumlah yang sangat besar bagi Bianca.

"Uang itu semuanya akan jadi milikmu, asal kau meminumnya di sini!" Ucap salah satu pria paruh baya sambil menepuk pahanya.

"Biar aku saja kalau dia tidak mau!" Wanita dari pria paruh baya tadi mengambil inisiatif. Siapa yang tidak tergiur melihat uang sebanyak itu.

Entah apa yang merasuki Bianca, dia langsung berdiri mengambil botol itu. Apa yang Bianca lakukan tentu saja membuat semua yang ada di sana tertawa terbahak-bahak.

Tapi Bianca telrihat acuh, dia justru berjalan mendekat ke arah pria tadi dengan langkah yang sedikit ragu.

"Hanya minum di pangkuannya saja Bee!" Bisiknya dalam hati.

Srett...

Pria tadi menarik tangan Bianca hingga kini Bianca jatuh di pangkuannya.

Rasanya Bianca benar-benar ingin mendorong pria itu dan memecahkan botol di tangannya ke kepala pria paruh baya yang memangkunya saat ini. Tapi dia butuh uang, dia tidak bisa melakukan itu.

Bianca memejamkan matanya, mulai meneguk minuman itu dengan cepat tanpa memikirkan apa yang akan terjadi setelah ini kalau dia menghabiskan satu botol minuman itu.

"Hahaha.." Diara tawa menggema di ruangan itu karena mereka semua menganggap aksi Bianca adalah hiburan bagi mereka.

Telinga Bianca mulai berdengung dan gak begitu jelas mendengar tawa dari mereka semua, pandangannya juga kabur.

"Kau ternyata cantik juga Nona!" Tangan pria itu mengusap paha Bianca, kemudian bergerak naik hingga pinggang dan terus naik ke lengan dan ingin menyentuh aset milik Bianca.

Braak...

1
Ari Atik
leganya......😊
Cahaya
lanjut
Aprisya
sekarang giliran kamu del yang minta Kevin untuk membuktikan çintanya pada kamu,,, kasih syarat pada Kevin untuk memberikan semua aset miliknya atas nama kamu🥰🥰🥰🥰
Kumala
syukur lah kandungan adel ngak kenapa-napa.jangan luluh dulu biarkan kevin berjuang enak banget sudah menyakiti hati adel sedemikian rupa dengan kata2 nya tuh.
Nureliya Yajid
lanjut thor
Nurminah
semoga orang tua adel membawa anaknya pulang sendirian enak woi terasa kesepian nya
@ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ ⍣⃝🦉ꪻ꛰͜⃟ዛ༉
dell jangan sampe menyesal juga loh seperti kevin, maafkan lah kevin
Yatiek Widhodho
dell ojo percoyo sikkk...
diem wae sikk...ben kevin usaha nehh🤣🤣🤣🤣kapok wi pinn🤣🤣🤣🤣🤣
Maharani Rani
lanjutt kak😍😍😍
Anonymous
yahh jangan langsung luluh dan percaya dell...pliss thor bikin adel lebih tegas dan ga mudah maafin kevin, biar kevin juga lebih berjuang 😌
Hanima
Lanjut Edelll..
Rina Wati.S
lanjut kak.
semangat kevin
Anonymous
lanjutt
Esther
Adel sudah krisis kepercayaan sama kamu Vin, wajar kalau dia marah
Cahaya
a7uhh biki dgdgan ini
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
emang dasar caper juga si sofia. knp coba harus di WA lagi si kevin nya. kan biss ngomong di kantor tadinya.
Dew666
💜👄🏆
Anonymous
jangan langsung dimaafin del, enak aja.... biar kevin ini benar benar jera dan kalo bisa dia ngerasain apa yg adel rasain dulu thor, kesalahan dia tuh banyak bgt loh dan ga bisa dikatakan masalah sepele..pertama dia udah ngerendahin istrinya sendiri, terus masih bantuin mantannya dengan royal sedangkan istrinya disuruh hidup pas pasan (ga masuk akal😌), awalnya ga mengakui anaknya sendiri, bantu mantannya tanpa seizin istrinya.... COBA ISTRI MANA YG GA NGAMUK DAN KECEWAA
Anonymous: harusnya sofia juga tau diri lah, kalo emang ga mau ada salah paham ya dia harusnya nemuin kevin di rumahnya biar clear jangan cuma ketemu berdua....kevin juga bloon bgt deh, harusnya sebelum ambil keputusan buat bantuin orang, dia minta izin dulu ke adel sbg istrinya
total 1 replies
Ari Atik
hampir saja.....
semoga masalah cepat selesai....
Aprisya
wajar sih Adel marah vin,,,, selamat berjuang ya vin🔥🔥🔥🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!