NovelToon NovelToon
GADIS KECIL SANG PEMBUNUH BAYARAN

GADIS KECIL SANG PEMBUNUH BAYARAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Fantasi Isekai / Romansa Fantasi
Popularitas:441
Nilai: 5
Nama Author: Rienza27

Dendam akibat pembantaian keluarganya menjadikan Leo Cristian Theodore (18) seorang pembunuh bayaran berdarah dingin sejak usia sepuluh tahun. Namun, hidupnya berubah drastis saat ia menjalankan misi membasmi sebuah keluarga dan menemukan seorang anak perempuan bernama Vellora Zavendra (5thn) bersembunyi di dalam lemari.

Alih-alih merasa takut saat ditodong pistol, Vellora justru memeluk erat Leo dan memohon untuk dibawa pergi karena sebatang kara. Pelukan polos tersebut meruntuhkan pertahanan sang pembunuh bayaran, membuatnya melihat bayangan dirinya sendiri di masa lalu.

Sejak pertemuan dengan gadis kecil itu kini mengubah hidupnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rienza27, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

17. BEDA KELAS

Di dalam kabin mobil sport mewah yang melaju membelah jalanan pagi, hawa dingin AC seolah tak mampu mendinginkan omelan Leo. Tuan Muda yang dulunya terkenal sedingin es itu kini resmi bermutasi menjadi sosok kakak yang super protektif, cerewet, dan sangat posesif sejak Vellora beranjak dewasa.

"Vell, besok beli rok seragam baru yang panjangnya sampai mata kaki! Apa-apaan rok pendek dan ketat seperti itu? Kau mau pamer paha dan diliatin mata keranjang cowok-cowok kurang ajar di sekolahmu, hah?!" omel Leo dengan tatapan tajam dan dingin, sesekali melirik kaki Vellora dari kaca spion.

Vellora, yang kini tumbuh menjadi gadis mempesona dan tak bisa berhenti bicara, hanya memutar bola matanya dengan santai. "Ya ampun, Kak Leo! Bentar lagi juga lulus, buat apa buang-buang uang mengganti rok? Lagian ini seragam standar dari sekolah, tahu!" balasnya cuek, asyik merapikan rambut panjangnya.

Leo hanya bisa memijat pangkal hidungnya, geleng-geleng kepala meratapi nasib. Setelah empat puluh lima menit menempuh perjalanan, mobil itu akhirnya berhenti dengan mulus di depan gerbang megah SMA Atlantis 3.

"Itu Luna!" seru Vellora kegirangan saat melihat sahabatnya di depan gerbang. "Ya sudah, Kak, aku berangkat dulu! Eh, tunggu... uang sakuku mana?" tagih Vellora, menengadahkan tangan mungilnya dengan wajah memelas tanpa dosa.

"Sudah Kakak transfer ke rekeningmu tadi pagi," hela Leo pasrah.

"Asyiiik! Makasih, Kakak tampan! Muach!"

Tanpa aba-aba, Vellora memajukan wajahnya dan mengecup pipi Leo dengan bunyi yang nyaring.

Bagi Vellora, itu hanyalah kebiasaan murni yang terbawa sejak ia masih kanak-kanak, sebuah tanda terima kasih biasa. Namun bagi Leo... tubuhnya mendadak kaku seperti tersambar petir. Semburat merah jambu menjalar cepat di kedua pipinya hingga ke ujung telinga. Seumur hidupnya yang keras dan berlumur darah, Leo tidak pernah berinteraksi intim dengan wanita mana pun, ia hanya mendekati wanita demi mencari informasi musuh. Mendapat kecupan dari gadis secantik Vellora yang kini sudah mekar menjadi wanita dewasa, entah mengapa membuat jantungnya berdegup dengan ritme yang ganjil dan memabukkan.

Berusaha menutupi wajahnya yang memerah, Leo membuang muka, buru-buru menginjak pedal gas, dan melesat pergi segera setelah Vellora keluar dari mobil.

"Lunaaa!" sapa Vellora riang, berlari kecil menghampiri sahabatnya.

"Hei, Vell! Setelah libur panjang, akhirnya kita resmi jadi senior! Ayo cepat ke papan pengumuman, kita lihat kita ditempatkan di kelas mana! Semoga kita sekelas lagi!" pekik Luna heboh, menarik tangan Vellora menerobos kerumunan siswa yang berdesakan.

Namun, setelah susah payah menyipitkan mata membaca deretan nama di mading, harapan mereka hancur berkeping-keping. Nama Vellora tertera manis di kelas XII-3A, sedangkan Luna nyasar di daftar XII-3B.

"Yaaaahh... kita beda kelas, Vell! Dunia sungguh kejam!" ratap Luna cemberut, pura-pura menyeka air mata khayalan di sudut matanya.

"Tidak apa-apa, Luna. Nanti pas bel istirahat kita kan masih bisa bertemu dan makan di kantin bareng," hibur Vellora sambil tersenyum tipis.

Mereka pun berpisah dengan lambaian tangan dramatis di lorong sekolah. Vellora melangkah masuk ke kelas 3A dan memilih duduk di bangku barisan tengah. Baru saja ia meletakkan tas, sebuah ransel dilempar dengan kasar ke meja tepat di belakangnya.

Vellora menoleh. "Kenzi?!"

"Sialan. Luna mana?" tanya Kenzi dengan wajah masam dan rambut acak-acakan. Bagi Kenzi, terperangkap di kelas yang sama dengan Vellora tanpa kehadiran Luna adalah definisi murni dari 'sangat menyebalkan'.

"Luna di kelas 3B," jawab Vellora datar.

"Cih," decak Kenzi malas. Ia langsung menelungkupkan kepalanya di atas meja, bersiap melanjutkan tidur paginya yang tertunda.

Tak lama, guru Fisika masuk ke kelas. Namun, karena ini adalah hari pertama dan LKS belum dibagikan dari guru, sang guru hanya memberikan keterangan singkat lalu kembali ke ruang guru. Kelas pun resmi berubah menjadi 'jam kos' alias jam kosong—surga dunia bagi anak SMA. Desas-desus gosip terbaru, cerita liburan, dan gelak tawa langsung pecah memenuhi setiap sudut ruangan.

Di tengah keributan itu, seorang gadis berwajah manis yang duduk di sebelah Vellora menyapa malu-malu. "Hai, kenalin, aku Alena."

"Hai juga, aku Vellora!" balas Vellora dengan senyum ramah yang selalu sukses mencairkan suasana.

"Boleh kita berteman?" tanya Alena ragu-ragu.

"Tentu saja!" sahut Vellora antusias.

Keduanya langsung akrab seolah sudah berteman lama. Vellora dan Alena larut dalam obrolan seru membahas drama di kelas sebelumnya, sementara di belakang mereka, Kenzi tertidur pulas hingga nyaris mendengkur. Ketenangan jam kos yang menyenangkan itu terus berlanjut hingga akhirnya bel istirahat berbunyi nyaring, memanggil para siswa untuk menyerbu kantin.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!