NovelToon NovelToon
SAAT BAHAGIA BERSAMAMU

SAAT BAHAGIA BERSAMAMU

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Cinta Seiring Waktu / Nikahmuda
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: Kholifah NH2

Marsya Arcelia Dealova, gadis cantik mahasiswi tingkat akhir yang dijodohkan dengan laki-laki pilihan dua keluarga.
Yang mana, calon suaminya itu adalah sahabat dari pacarnya.

Bagaimana Marsya akan menjani pernikahan itu? Mampukah dia berdiri diantara dua laki-laki, suami dan pacarnya?

Selamat datang di cerita ketiga ku, doain ya semoga cerita ini nggak gantung seperti yang udah udah😄
Dukung aku yaa

Selamat membaca~~~

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kholifah NH2, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PUTUS

BUGH

Kali kedua Erik memukul Kyle untuk meluapkan amarahnya, amarah yang benar-benar tidak bisa dibendung lagi, amarah yang membuat hatinya seakan meledak dan hancur berkeping-keping saat melihat perempuan yang dia cintai saling memeluk dan berciuman dengan sahabatnya sendiri didepan matanya.

Erik tersakiti, dia dikhianati. Kekasih yang dia percayai kesetiaannya ternyata tega melakukan hal menyakitkan seperti ini. Tidak pernah Erik bayangkan sebelumnya hubungannya akan hancur karena orang ketiga, padahal dia juga sangat mempercayai Kyle sebagai sahabat terbaiknya. Sekarang semuanya sudah terbukti, foto-foto yang Erik miliki adalah kebenaran yang tertunda, dia merasa sangat kecewa, kesedihannya tidak bisa dia ungkapkan.

Tetapi tetap saja, dibalik itu semua Erik masih memiliki cinta yang begitu besar untuk Marsya, kejadian di depan matanya itu tidak menghapus perasaannya begitu saja. Marsya adalah cinta pertamanya, Marsya adalah tujuan akhir dari perjalanan hidupnya. Bahkan Erik masih berharap bisa memiliki Marsya dengan mengikatnya ke sebuah pernikahan.

Erik berjalan menghampiri Marsya yang masih melindungi Kyle, pelukan Marsya pada laki-laki itu semakin memperjelas bahwa Marsya lebih memilih Kyle dan merelakan hubungannya dengan Erik. Dengan senyum nanar, Erik mencoba meraih tangan Marsya, namun Kyle menepisnya dengan sangat kasar, ingin dia tunjukkan bahwa Marsya adalah miliknya.

"Sya, jangan kayak gini. Aku bisa maafin kamu, aku bisa pura-pura buta seolah nggak terjadi apa-apa"

"Asalkan kamu nggak ninggalin aku, Sya, aku mohon" Erik memohon dengan air mata berlinang, tangannya masih berusaha menggapai Marsya meski tatapan Kyle setajam pisau kearahnya,

Kyle merasa semuanya sudah cukup, semua harus berakhir. Kyle lelah menyembunyikan pernikahannya dengan Marsya, dia lelah harus menahan rasa cemburu dan lelah melihat Marsya yang masih mempertahankan hubungannya dengan Erik. Kyle harus akhiri semuanya sekarang, sebab dia tidak mau menunggu lebih lama lagi. Tidak peduli jika Marsya masih menyayangi dan mencintai Erik, yang dia inginkan adalah kehancuran hubungan mereka.

"Kyle, please, balikin Marsya ke gue, gue benar-benar nggak bisa kehilangan Marsya"

"Gue nggak peduli meski dia pelukan sama lo, ciuman sama lo, bahkan tidur sama lo, gue nggak peduli"

"Gue cuma mau Marsya kembali ke gue. Please, Kyle, gue cuma mau Marsya"

Grep! Kyle mencengkram kaos Erik, kalimat yang Erik lontarkan benar-benar membuatnya kehilangan kesabaran. Apa yang terjadi dengan Erik? Dengan semua yang dia lakukan bersama Marsya, Erik masih bersikeras meminta Marsya kembali padanya.

"Pukul gue, Kyle! Pukul gue biar lo puas! Buat gue lumpuh, buat gue cacat!"

"Gue rela, yang penting lo balikin Marsya ke gue"

Bugh! Kyle layangkan satu pukulan diwajah Erik. Erik terlalu banyak bicara, Erik sudah menguji batas kesabarannya. Kyle menarik kaos Erik, dia memaksa Erik untuk berdiri.

"Udah cukup, Rik, gue udah muak"

"Dengerin gue baik-baik karena gue cuma ngomong ini satu kali"

"Lo harus putus sama Marsya, berhenti ngejar Marsya karena Marsya istri gue!" Kyle berteriak, dia mendorong Erik hingga tersungkur ke tanah.

Akhirnya, Kyle ungkapkan apa yang tertahan didalam hatinya, Kyle ungkapkan apa yang seharusnya dia ungkapkan sejak awal pernikahannya. Ya, harusnya dia sudah melakukan itu sebelum semuanya menjadi rumit seperti ini. Kesepakatan yang dia buat dengan Marsya untuk merahasiakan pernikahan ternyata membuat mereka bertiga tersiksa.

Sekarang semuanya sudah terbongkar, Kyle berharap semuanya berakhir disini. Dan Marsya, dia harus menerima keputusan Kyle yang memilih mengungkap semuanya dengan lebih cepat, Kyle tidak mau bertele-tele lagi.

Leo membantu Erik berdiri, dia meminta Erik untuk tegar dengan mengusap bahunya

"Kamu mau kita putus, Sya?"

Pertanyaan Erik membuat Marsya terdiam, tangannya turut mengepal dan gemetar. Marsya menatap Erik, terlihat air mata laki-laki itu perlahan tumpah, tatapan matanya seakan memohon agar Marsya mempertahankan hubungan mereka. Namun sekilas, tatapan Marsya berpindah ke Kyle, suaminya terlihat menyeramkan, tatapannya sangat tajam seakan meminta Marsya untuk mengakhiri drama yang melelahkan ini.

Baiklah, Marsya harus memberikan jawabannya sekarang juga, jawaban yang akan menjadi penentu hubungannya dengan Erik. Dan jawaban yang akan menjadi babak baru rumah tangganya bersama Kyle.

Marsya menghela nafas panjang sebelum menganggukkan kepalanya, "Iya, aku mau kita putus"

Jawaban yang sangat memuaskan untuk Kyle, begitu pun dengan Leo yang ikut mengangguk, sepertinya Leo juga lelah menyaksikan cinta segitiga diantara mereka, Leo lelah menyaksikan kedua sahabat berseteru tiada henti.

"Ya, oke, nggak apa-apa, Sya" Erik menghapus air matanya, dia tatap dua pasang cincin yang tersemat dijari Marsya dan Kyle. Erik merasa bodoh, dia pernah mencurigai Kyle memakai cincin pernikahan beberapa waktu lalu, ternyata benar saja, cincin itu adalah tanda bahwa sang kekasih dan sahabatnya sudah bersatu dalam ikatan pernikahan dibelakangnya.

Erik semakin hancur, dunianya runtuh seketika. Bagaimana mungkin dia baru menyadari hal itu? Dan yang terpenting, bagaimana bisa Marsya menikah dengan Kyle? Erik tahu betul Marsya sangat mencintainya, dia tidak salah mengenal Marsya. Mustahil jika mereka benar-benar menikah, Erik merasa ada yang tidak beres, pernikahan itu pasti terjadi karena adanya kesalahan, ya, Erik sangat yakin.

"Sya? Aku mau tanya, apa kamu nikah sama Kyle karena kamu hamil duluan? Iya?"

"ERIK!" Leo berteriak, Leo mencengkram kaos Erik, dia tatap Erik dengan sengit. Ucapan Erik sudah melewati batas, dengan kalimat itu bukan hanya Kyle atau Marsya marah, tetapi dia juga.

"Lo tolol, ya? Kalau ngomong jangan kelewatan! Lo kurang ajar namanya"

"Udah deh, Rik, lo cabut sekarang. Semua udah selesai" Leo mengusir Erik pergi, mendorong Erik menuju mobilnya dan dia hempaskan Erik dengan kasar sampai tersungkur diatas kap mobilnya.

Disisi lain, Marsya merasa lelah setelah menghadapi segala keributan yang terjadi sore itu. Pikirannya kacau dan berantakan, rasa emosionalnya dipermainkan disana. Sedih, marah, kecewa campur aduk menjadi satu. Marsya butuh waktu untuk menenangkan pikiran. Saat hendak masuk kedalam mobil, Kyle menahan pintunya, Kyle memohon agar Marsya ikut pulang bersamanya. Namun Marsya menyingkirkan tangan Kyle tanpa mempedulikannya.

"Aku lagi pengen sendiri, Kyle, jangan ikutin aku"

...••••...

To be continued

Hayoo hayooo siapa yg gak sabar liat Marsya sama Erik putus??? kalian senang atau sedih nihh komen dibawah yaa??

jangan lupa Kasih like dan hadiahnya yaaaa

1
rayhan dirgantara
belalai apa tu🫪🫪🫪🫪
rayhan dirgantara
hi nma aku rayhan ak suka crrita kmu ka aku kls 4sd ka
Kholifah NH2: anak kelas 4 sd bacanya komik yang lucu lucu aja ya dek, jangan yang ini nanti dimarahin mama🥰
total 1 replies
rayhan dirgantara
jjur krng pjng,bacany cma semenit torrr pjgngin lg dong smngat y😌
rayhan dirgantara
Kelazzzzzz
Tiaraa Kayla
ini kurang ajar si
Tiaraa Kayla
what😰
Tiaraa Kayla
rahasiain pernikahan tp mereka kiss di parkiran,ada yg liat ga th
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!