NovelToon NovelToon
ANAK TIRI YANG TERLUPAKAN

ANAK TIRI YANG TERLUPAKAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Fantasi / Mengubah Takdir
Popularitas:5.1k
Nilai: 5
Nama Author: Cherlly

Sejak ibunya meninggal, hidup Bima berubah menjadi neraka setelah ayahnya membawa istri baru dan anak tirinya yang egois, membuatnya diperlakukan seperti pesuruh dan orang asing di rumahnya sendiri.
Puncaknya, ia difitnah mencuri barang berharga dan diusir begitu saja tanpa ampun, membawa luka hati yang mendalam serta sebuah kotak peninggalan misterius dari mendiang ibunya.
Tak disangka, kotak rahasia itu menjadi kunci bagi Bima untuk bangkit dari titik terendah, bermetamorfosis menjadi sosok sukses dan berpengaruh besar yang siap membuat keluarga pembuangnya bertekuk lutut memohon pengampunan.

Bantu Cherlly dengan LIKE & SUBSCRIBE /IKUTI ya kak❤️❤️, gratis kok tapi sangat berarti biar bisa update tiap hari.
Satu Like👍 dari kalian = 100 semangat.🥰🥰🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cherlly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 2

Air hujan malam itu turun semakin deras, menghantam keras aspal jalanan kota.

​Suara kecipak air terdengar nyaring setiap kali sepatu kets murah Bima menginjak genangan.

​Hembusan angin malam yang menggigilkan menembus jaket tipis yang ia kenakan.

​Bima melangkah tanpa arah, menyeret langkah kakinya yang terasa begitu berat.

​Di tangan kanannya, ia mendekap erat sebuah kotak kayu tua.

​Kotak usang itulah satu-satunya warisan berharga dari mendiang ibunya.

​"Sialan," umpat Bima tertahan di tengah gemuruh guntur.

Rasa perih akibat tamparan Hendra di pipinya masih terasa panas membakar.

​Namun, kepedihan di hatinya jauh lebih menyiksa ketimbang luka fisik tersebut.

​Bagaimana mungkin seorang ayah kandung tega membuangnya demi perempuan lain dan anak tirinya yang licik?

​"Kalian semua pasti akan menyesal," gumam Bima penuh dendam.

​Ia terus menyusuri lorong-lorong jalanan yang sempit dan gelap di pinggiran kota.

​Pijar lampu neon yang remang-remang memantulkan bayangan tubuhnya pada dinding-dinding bangunan tua.

​Matanya liar mencari tempat berteduh berharga murah karena isi dompetnya kian menipis.

​Kriet...

​Pintu kayu sebuah penginapan kelas melati berderit nyaring saat ia dorong perlahan.

​Aroma lembap dan apek langsung menyergap indra penciumannya.

​Seorang penjaga malam tampak setengah tertidur di balik meja resepsionis yang berdebu.

​"Mau cari kamar, Mas?" tanya penjaga itu dengan suara serak parau.

​Matanya melirik sekilas ke arah Bima yang berdiri basah kuyup.

​"Iya, Pak. Yang paling murah untuk satu malam," jawab Bima datar.

​Penjaga itu meraih sebuah kunci kamar berkarat yang tergantung di dinding.

​"Dua puluh ribu semalam. Di ujung koridor lantai dua, kamar nomor sepuluh."

​Bima merogoh saku, mengeluarkan beberapa lembar uang lecek, lalu menyerahkannya.

​Tanpa berkata-kata lagi, ia melangkah menaiki tangga kayu yang berderit di setiap pijakannya.

​Krok, krok, krok.

​Gema langkah kakinya memecah kesunyian malam di lorong penginapan yang lengang.

​Ia membuka pintu kamar nomor sepuluh dan langsung masuk ke dalam.

​Ruangan itu teramat sempit, hanya memuat sebuah kasur kapuk usang dan meja kecil berkaki tiga.

​Bima menutup pintu lalu menguncinya rapat-rapat.

​Ia merebahkan tubuhnya di atas kasur kapuk berdebu itu tanpa repot mengganti pakaiannya yang basah.

​Napasnya memburu, seirama dengan emosi yang bergejolak hebat di dalam dadanya.

​Ia meletakkan kotak kayu tua itu di atas meja kecil di samping pembaringan.

​"Apa sebenarnya isi kotak ini, Bu?" tanya Bima lirih, menatap nanar kotak tersebut.

​Ibunya dulu selalu berpesan agar kotak itu hanya dibuka ketika Bima benar-benar terpuruk di titik terendah hidupnya.

​Dan malam ini, titik nadir itu telah ia capai sepenuhnya.

​Bima mengulurkan tangan ke arah pengait besi kotak kayu yang sudah berkarat.

​Klik.

​Pengait itu terbuka dengan mudah tanpa memerlukan kunci khusus akibat usia kayunya yang sudah lapuk.

​Bima perlahan mengangkat tutup kotak kayu tersebut.

​Aroma wangi kayu cendana yang bercampur bau kertas lama langsung menguar ke udara.

​Di dalam kotak itu tidak tersimpan uang tunai ataupun perhiasan mewah seperti barang simpanan orang kaya.

​Yang ada hanyalah sebuah buku catatan tebal bersampul kulit hitam dan sebuah kunci perak kecil berukiran unik.

​Bima mengambil buku catatan tersebut dan membuka halaman pertamanya.

​Tulisan tangan yang sangat rapi milik mendiang ibunya langsung menyambut matanya di bawah temaram lampu bohlam kuning.

​"Jika kamu membaca tulisan ini, berarti suamiku telah menunjukkan sifat aslinya dan kamu telah diusir dari rumah itu," batin Bima membaca dengan suara bergetar.

​Halaman-halaman berikutnya memuat deretan nama perusahaan, rekam jejak finansial masa lalu, serta sebuah peta kecil.

​Ibu Bima ternyata bukanlah wanita sembarangan sebelum ia menikah dengan Hendra.

​Semasa hidupnya, mendiang ibunya adalah pewaris tunggal dari sebuah perusahaan logistik besar yang direbut perlahan oleh rekan bisnisnya sendiri,yang kini bersekongkol dengan Hendra.

​Bima terbelalak membaca deretan nama pengkhianat di balik kebangkrutan ibunya di masa lalu.

​"Jadi... Ayah ikut terlibat dalam kehancuran Ibu?" gumam Bima dengan suara sedingin es.

​Amarah yang tadi sempat mereda kini kembali membakar sekujur tubuhnya tanpa ampun.

​Hendra bukan sekadar ayah yang tidak adil, melainkan bagian dari komplotan busuk yang menghancurkan hidup mendiang ibunya demi harta.

​Bima mengepalkan kedua tangannya hingga kuku-kuku jarinya menancap perih di telapak tangan.

​Tidak ada lagi sisa rasa hormat ataupun kasih sayang untuk pria yang dulu ia panggil ayah.

​"Aku bersumpah akan merebut semuanya kembali dari kalian," desis Bima dengan tatapan penuh tekad membaja.

​Ia menutup kembali buku catatan itu dengan perlahan. Di luar jendela, petir menyambar dengan keras seolah menjadi saksi sumpah seorang anak yang terbuang.

1
Aman Wijaya
lanjut terus Thor di tunggu updatenya 💪💪💪
Cherlly: iya kak ku😘😘
total 1 replies
Cherlly
makasih kaka suport nya😘😍
Aman Wijaya
gaaas njeduk pooolll Thor lanjut terus semangat semangat semangat dalam berkarya
Cherlly: makasih kaka udah membaca sejauh ini😘😘😘
total 1 replies
Aman Wijaya
top markotop top lanjut terus Thor
Aman Wijaya
jooooz pooolll mantab Thor lanjut terus
Cherlly: trimakasih sudah baca sejauh ini kaka😍😍😍
total 1 replies
Aman Wijaya
lanjut terus
Cherlly: iya kaka kami akan lanjyutin cerita nya sampai tuntas😊😊😊😘
total 1 replies
Aman Wijaya
jooooz pooolll Thor lanjut terus
Cherlly: siap kaka semangat kaka adalah motivasi saya untuk berkarya😍
total 1 replies
Aman Wijaya
jooooz pooolll Bima lanjut
Cherlly: siap kaka ikutin ya keseruan nya😊😊😊

Bantu Cherlly dengan LIKE & SUBSCRIBE /IKUTI ya kak❤️❤️, gratis kok tapi sangat berarti biar bisa update tiap hari.
Satu Like👍 dari kalian = 100 semangat.🥰🥰🥰
total 1 replies
Aman Wijaya
rahasia Bima mulai terkuak sedikit demi sedikit
Cherlly: iya kaka lanjutin biat nambah seru😍😍

Bantu Cherlly dengan LIKE & SUBSCRIBE /IKUTI ya kak❤️❤️, gratis kok tapi sangat berarti biar bisa update tiap hari.
Satu Like👍 dari kalian = 100 semangat.🥰🥰🥰
total 1 replies
Aman Wijaya
semangat Bima
Cherlly: makasih kaka

Bantu Cherlly dengan LIKE & SUBSCRIBE /IKUTI ya kak❤️❤️, gratis kok tapi sangat berarti biar bisa update tiap hari.
Satu Like👍 dari kalian = 100 semangat.🥰🥰🥰
total 1 replies
Tatiek Faruq
aku mampir thor, lama² dibaca seru juga
Cherlly: ttimakasih kaka sudah mampir ikutin keseruan cerita nya ya kaka biar saya nambah semangat untuk berkarya😍😍😍

Bantu Cherlly dengan LIKE & SUBSCRIBE /IKUTI ya kak❤️❤️, gratis kok tapi sangat berarti biar bisa update tiap hari.
Satu Like👍 dari kalian = 100 semangat.🥰🥰🥰
total 1 replies
༺⬙⃟⛅cap badakℛᵉˣ
kak mampir novelku "Vampir vs Serigala versi novel" makasih
Cherlly: makasih kaka nanti sama2 baca kita
total 6 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!