NovelToon NovelToon
Cinta Terlarang Di Pabrik Sawit

Cinta Terlarang Di Pabrik Sawit

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / Cinta Terlarang
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Siska Delvi

Nadia seorang gadis yang diterima kerja sebagai admin di sebuah pabrik sawit di kabupaten Dharmasraya sumatera Barat terlibat cinta terlarang dengan asisten manager di pabrik sawit tersebut yang bernama Arif, mereka sama-sama tidak bisa memendam perasaan karena sering bertemu di tempat pekerjaan, padahal mereka sama-sama punya tunangan di kampung nya masing-masing siapa kah nanti yang akan di pilih Nadia apakah Arif Assisten Manager atau Tunangannya yang bernama Rizki seorang guru sejarah di kampung halamannya di padang panjang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siska Delvi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19 Paginya Menyesal

Jam enam pagi, alarm mess putri bunyi.

Nadia bangun dengan mata bengkak. Semalaman tidak tidur. Bibirnya masih terasa hangat bekas ciuman di gudang arsip semalam.

Di meja kecilnya ada cermin retak. Nadia lihat wajahnya sendiri. Rambut panjangnya yang diikat kuda berantakan, mata sembab.

"Ya Allah, apa yang aku lakukan semalam?" gumam Nadia pelan. Ia tutup muka dengan kedua tangan.

Di mess putra, Arif juga bangun dengan keadaan sama. Tidak tidur semalaman. Ia mandi dengan air dingin jam lima pagi, coba hilangkan rasa bersalah.

Di kepalanya masih terngiang kata-katanya semalam: "Kita anggap aja tidak pernah terjadi ya? Kita lupakan."

Tapi bagaimana bisa lupakan kalau rasanya masih ada di bibir?

Jam tujuh pagi, ruang administrasi.

Nadia datang paling pagi, seperti biasa. Ia sengaja datang jam tujuh kurang, biar tidak ketemu Arif.

Tapi Arif sudah ada di sana, sudah duduk di ruangannya, dengan pintu terbuka. Ia juga sengaja datang lebih pagi.

Mereka berdua saling lihat dari jauh. Canggung.

Mbak Sari yang baru datang bawa gorengan, langsung merasa ada yang aneh.

"Eh, Bu Nadia, Pak Arif, pagi-pagi sudah rajin ya? Tumben berduaan di kantor pagi-pagi?" goda Mbak Sari, tidak tahu apa yang terjadi semalam di gudang arsip.

Nadia langsung gugup. "Enggak, Mbak, saya... saya cari buku timbangan 2020 kemarin yang belum ketemu."

Arif juga gugup. "Saya... saya cek email dari pusat, Mbak."

Mbak Sari menatap mereka berdua curiga, tapi tidak tanya lagi.

Seharian itu, mereka berdua jaga jarak satu meter. Tidak ada yang berani ngobrol. Kalau harus bicara soal kerjaan, bicaranya formal sekali.

"Nadia, tolong fotokopi laporan ini tiga rangkap ya," kata Arif, Suaranya kaku.

"Iya, Pak Arif," jawab Nadia, juga kaku.

Bu Lastri yang lihat dari meja sebelah, bisik ke Mbak Sari, "Ada apa dengan dua orang itu? Kemarin mesra di hujan-hujanan, sekarang kayak musuhan?"

Mbak Sari mengangkat bahu.

Jam makan siang, kantin.

Nadia makan sendirian di meja pojok. Arif makan dengan Pak Hendra dan Pak Bambang di meja tengah, tidak lihat ke arah Nadia sama sekali.

Karin yang masih tidur di mess tamu ber-AC, turun ke kantin jam dua belas siang dengan baju dokter putihnya yang bersih. Ia langsung duduk di sebelah Arif, manja.

"Sayang, kamu kok gak bangunkan aku makan siang? Aku tunggu kamu di mess tamu dari tadi," kata Karin manja di depan semua orang.

Arif mengangguk kaku. "Maaf, Sayang, saya meeting sama Pak Hendra."

Karin lihat ke arah meja pojok, lihat Nadia makan sendirian. Karin senyum puas.

"Nadia, sendirian saja?

Nadia tidak jawab cuma fokus makan.

Arif yang dengar itu, tangannya mengepal di bawah meja, tapi ia tahan. Ia tidak mau bikin ribut lagi di kantin seperti kemarin.

Sore jam lima, semua karyawan sudah pulang.

Nadia masih di ruang administrasi, pura-pura sibuk bereskan arsip biar tidak pulang duluan dan ketemu Arif di parkiran.

Arif juga masih di ruangannya, pura-pura cek email.

Tinggal mereka berdua lagi di gedung administrasi yang sepi.

Hening lama.

Akhirnya Arif berdiri, jalan pelan ke meja Nadia.

"Nadia," panggil Arif pelan.

Nadia menoleh, kaget. Ini pertama kalinya seharian Arif panggil dia dengan suara pelan, bukan suara formal.

"Iya, Pak?" jawab Nadia, suaranya hampir nangis.

Arif tarik napas panjang.

"Yang semalam di gudang arsip... saya minta maaf. Saya yang mulai duluan. Saya yang salah. Kamu jangan merasa bersalah ya," kata Arif pelan.

Nadia menggeleng, air matanya jatuh.

"Bukan salah Bapak aja, Pak. Saya juga yang balas. Saya juga salah. Kita sama-sama salah," kata Nadia.

Arif lihat air mata Nadia, ia ingin hapus seperti semalam di gudang arsip, tapi ia tahan. Tangannya berhenti di udara.

"Kita janji kemarin mau lupakan, ya? Kita harus tepati janji itu, Nadia. Kalau tidak, kita bisa hancur. Saya bisa dipecat, kamu bisa dipecat, tunangan kita bisa batalkan lamaran, Mama kita bisa sakit," kata Arif, suaranya berat.

Nadia mengangguk sambil nangis pelan.

"Iya, Pak. Kita lupakan. Kita janji cuma jadi teman kerja aja. gak lebih," kata Nadia, mengulang janji semalam.

Arif ulurkan tangan untuk salaman, seperti teman kerja.

"Teman kerja?" tanya Arif.

Nadia sambut tangan Arif, salaman. Tangan Arif masih kasar, tangan Nadia masih lecet bekas angkat karung pupuk.

"Teman kerja," jawab Nadia.

Tapi salaman mereka agak lama, tidak langsung lepas. Mata mereka saling kunci.

Dan di luar jendela ruang administrasi yang sudah gelap, ada yang melihat mereka salaman lama itu.

Karin.

Karin berdiri di luar jendela, dengan jas dokter putihnya, melihat Arif dan Nadia salaman di dalam ruangan yang sepi. Wajah Karin merah padam menahan marah dan cemburu.

Karin tidak masuk, tidak teriak. Ia hanya foto diam-diam dari luar jendela dengan HP-nya.

Foto salaman itu, ditambah foto waktu hujan kemarin

Dua bukti yang akan meledak jadi kebocoran besar nantinya dan akan dikirim ke grup WA pabrik, sampai akhirnya sampai ke Rizki di Padang dan Mama Nadia jatuh sakit karena malu.

Tapi malam itu, di ruang administrasi yang sepi, Arif dan Nadia masih pegang janji mereka: lupakan ciuman di gudang arsip.

Janji yang mereka tahu, tidak akan pernah bisa mereka tepati.

Bersambung

---

1
𝐀⃝🥀Weny
semoga kalian berjodoh🤲 tambah up lagi dong thor 😊
𝐀⃝🥀Weny: 😊😊😊😊😊
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!