NovelToon NovelToon
Dewa Lukis Kecantol Siluman Rubah

Dewa Lukis Kecantol Siluman Rubah

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Cinta Beda Dunia / Suami amnesia / Fantasi
Popularitas:905
Nilai: 5
Nama Author: Musang_Galau

Chandra adalah dewa jatuh yang turun ke bumi menjadi manusia, dia tidak menyadari kekuatan dewa nya tidak hilang. Kesehariannya adalah melukis dan menjualnya di pasar, hidupnya berubah setelah memasuki galeri teratai hitam menemukan banyak keberuntungan dan juga harem yaitu Yueji siluman rubah ekor sembilan cantik dan mempesona, . Apakah hubungan Chandra akan menyadari bahwa dirinya adalah seorang dewa jatuh setelah bertemu Yueji?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Musang_Galau, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Penomena Langit

Dokter pun kini tiba di Galeri seni teratai hitam.

"Dokter, gimana istri saya? "

"Nyonya, hanya salah makan saja, Tuan. Tidak begitu fatal, saya racikan obatnya sebentar. "

"Baik, Dokter. "

Chandra, mendekat ke arah dipan, dimana Yueji terbaring lemas.

"Kamu ini cantik-cantik rakus yah, makanya jangan usil mulu, Sayang, " ucap Chandra sambil membelai dahi Yueji

Yueji pun perlahan matanya terbuka.

"Sayang, aduh! " Yueji kini terbangun sambil memegang perutnya.

"Kamu jangan banyak gerak dulu, Sayang. Tunggu dokter kasih obat dulu yah? "

Yueji hanya mengangguk, lalu membenamkan dirinya dalam pelukan kepada Chandra.

Kakek Lubis mendekat, lalu memberi hormat kepada Yueji.

"Leluhur, kalau masih terasa sakit apa mau dirawat di rumah sakit saja? "

"Tidak usah, aku disini saja."

"Baiklah, leluhur. "

Lalu, Kakek Lubis berjalan ke arah Chandra sambil membisikan sesuatu.

"Chandra, sebaiknya leluhur kalau masih terasa sakit kita bawa ke rumah sakit saja? "

"Bukan tidak mau, Paman. Tapi aku takut, jarum infusan patah semua. Khawatir membuat kegaduhan rumah sakit."

"hemm, kamu ada benarnya juga! Yasudah, lagian leluhur itu ratu siluman masa kalah dengan sakit perut? "

"Takdir tidak ada yang tahu, Paman. Tapi aku akan berusaha menjaga istriku."

"Ayoyoy, bagus .Bagus, Chandra! Kamu memang lelaki yang bertanggung jawab. "

Yueji yang sedang lemas dalam pelukan Chandra, lalu melirik tajam Kakek Lubis.

"Bocah! Sekali lagi kamu berisik aku cakar kamu! "

"Maafkan, Maafkan saya leluhur. "

Kakek Lubis lalu kembali ke posisinya.

Kini Dokter sudah selesai meracik obat, lalu memberikannya kepada Chandra.

"Tuan, ini obatnya. Berikan kepada nyonya 3x dalam sehari. Sebelum meminumnya, pastikan nyonya sudah sarapan bubur dulu. "

"Baik, Dokter. Terima kasih banyak. "

"Kalau gitu saya izin pamit dulu. "

Chandra lalu menatap Sisi.

"Sisi, antar dokter sekalian bayar yah! "

"Baik, Tuan, " jawab Sisi sambil mebungkukkan badannya.

"Tunggu! " Kakek Lubis menjegal Sisi.

"Biar aku saja yang bayar, kamu buatkan bubur untuk leluhur saja. "

"Baik, Kakek. " Sisi segera beranjak menuju dapur.

Yueji lalu menatap Chandra sambil memegang lengannya.

"Sayang, aku tidak mau bubur! "

"Orang sakit, dilarang request yah! "

"Sayang... " Yueji menggoyang-goyangkan lengan Chandra.

"Untuk sementara makan dulu bubur yah, Sayang. Aku janji kalau sudah sembuh, baru aku ajak kamu makan diluar yang enak sepuas mungkin. "

Mendengar hal tersebut wajah Yueji berbinar.

"Benarkah, Sayang? "

"Tentu dong, kapan aku bohongin kamu? "

"Makasih, Suamiku. "

Yueji kini memeluk erat Chandra.

Chandra dengan tatapan tulus menatap istrinya itu.

Walaupun kamu siluman rubah, tapi tetap saja kamu istriku yang manis.

Tangan Chandra perlahan membelai kepala Yueji.

Yueji pun menengadahkan wajahnya.

"Sayang, apa kamu lagi mau? "

"Mau apa? "

Tangan Yueji nakal meraba tubuh Chandra, menggapai hingga kesela yang tak seharusnya dipegang.

"Sayang, kamu ini ngapain? "

"Sayang, ayo... " Yueji meremas-remas tangannya.

Seketika Chandra lemas.

"Jangan sekarang dong, aku mau coba studio baruku, Sayang. "

"Ahh, mau sekarang! "

Remasan tersebut semakin membuat Chandra tidak bisa menahan keseimbangan, lalu dia menopang badannya dengan cara kedua tangan memegang bahu kedua istrinya yang halus.

"Kamu jangan remas-remas kayak gitu, aku geli , Sayang! "

"Biarin, kamu kan suamiku! "

Chandra dengan raut wajah, antara geli, enak dan lemas bercampur satu pada nampak di wajahnya yang tampan.

Ya ampun, memang istriku ini rubah betina!

Dengan sisa tenaga yang ada, Chandra menarik kembali lengan Yueji.

"Nanti saja, Sayang. Malam yah, aku pergi dulu dah."

Brak!!!

Pintu sudah di tutup, dan kini Chandra menempelkan punggung nya dibalik pintu.

"Astaga, punya istri begini amat! "

Sisi pun kini berjalan ke arah kamar Yueji dan Chandra dengan semangkuk bubur di tangannya, kini dia berdiri dihadapan Chandra.

"Tuan, kenapa? Terus tongkat apa yang ada dibalik celana, Tuan? "

Mendengar ucapan Sisi, Chandra yang sedang mengambil nafas pun seketika matanya terperanjat. Dan refleks menutup bagian tersebut.

"Kamu ini sama saja! " ucap Chandra lalu berjalan menjauh dari arah kamar.

Sisi termenung, menatap ke arah Chandra yang kini pergi menjauh.

"Maksud, Tuan apa yah? Sudahlah lebih baik aku antarkan bubur dulu ke nyonya. "

Sisi pun kini membuka pintu, lalu masuk kedalam kamar.

Segera Chandra berlari ke arah studio barunya.

"Akhirnya, bisa kabur juga! " ucap Chandra sambil menghela nafas.

Kini matanya terpana, melihat studio lukisnya yang begitu nyaman. Dia meraba kursi kerja, meja gambar yang bisa diputar. Dan interior yang tidak terlalu terang ataupun gelap, cahaya pendar ruangan yang sangat cocok untuk menuangkan maha karyanya.

"Akhirnya aku punya studio lukis, yuhuu! "

Teriak Chandra kegirangan, kini dia terduduk di kursi kerja. Lalu mulai memasang kanvas miliknya, matanya menatap tajam kanvas dan kuas terpajang di telinga kanan Chandra.

"Aku melukis apa yah, hari ini? "

Chandra berusaha mencari ide dahsyat. Hingga hal tersebut memicu energi dewanya, langit seketika berubah menjadi gelap, diiringi petir-petir emas.

kelompok Sekte Alam surgawi dari barat melihat kejadian tersebut.

Leluhur sekte Alam Surgawi Romo, berdiri seketika dari posisi sila nya.

"Apa! Ada yang sedang terobosan di dunia fana ini? Ditempat yang minimeenergi dia senekad itu! Siapa dia? "

"Dandi! "

Teriakan Romo, terdengar oleh ketua Sekte lalu berlarian ke arah Paviliun Surgawi.

"Romo, memanggil Dandi? "

"Dandi, coba kamu periksa di kota barat. Disana sepertinya ada kulativator yang tersesat, aku sendiri tidak yakin di Alam Fana ini yang tertinggi hanya Grandmaster, mungkinkah ada kultivator setinggi itu hingga bisa mengguncang langit? "

"Baik, Romo, saya akan segera mengecek kesana! "

Dandi berdiri dari sujudnya, lalu bergegas menuju luar Paviliun.

"Tunggu! "

Dandi terdiam, lalu membalikan badannya.

"Iyah, Romo? "

"Bawa liontin ini, dia akan bercahaya terang kalau sampai orangnya ketemu! "

"Baik, Romo! "

Dandi lalu melanjutkan langkah kakinya, perlahan keluar dari Paviliun Surgawi.

Leluhur sekte, dengan dahi berkerenyit, dia terlihat bingung seakan masih tidak percaya kalau benar ada kultivator di bumi.

Apa aku salah? Tapi aku merasakan getaran hebat, dia jelas-jelas bukan Grandmaster!

Romo lalu kembali dalam silanya, melanjutkan meditasinya yang terganggu.

Dandi kini sudah menginjakan kaki di kota barat, tepatnya di kota bunga teratai.

"Dila, bagaimana kamu sudah cek pusaran langit itu dimana bermuaranya? "

Dandi berkata kepada bawahannya yaitu jendral kiri Dila, wanita tangguh namun cantik bak bidadari.

"Maaf, Ketua. Setelah aku amati, pusaran itu tepat di atas pasar. "

"Pasar? Mana mungkin berkultivasi disana? "

Dandi lalu menggulir tasbih kayunya.

Apa mungkin leluhur melakukan kesalahan?

"Dila, kamu bawa liontin Giok ini. Kamu pergi kepasar tersebut, kalau liontin ini bercahaya disana lah pusat orang yang kita cari! "

"Baik, Ketua. "

Dila pun dengan cepat meloncat, hingga dia tidak terlihat dari hadapan Ketua Sekte Alam Surgawi.

Dandi menatap langit, sambil tangan yang tidak berhenti bergulir.

Aku penasaran, benarkah masih ada kultivator di abad ini?

1
Ruang Senddu
lumayan seru
Waaaaaa_
Hallo aku mampir
Alinsyah 70: Makasih loh udah mampir, maaf loh kalau ceritanya kurang bagus
total 1 replies
Ruang Senddu
seru, mari saling dukung
Doodle Music
semangat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!