NovelToon NovelToon
Ketika Istri Yang Kau Hina Menjadi Kapten Pilot

Ketika Istri Yang Kau Hina Menjadi Kapten Pilot

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Wanita Karir / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 5
Nama Author: Rere ernie

🏆🥉Juara 3 YAAW 2026 Periode 1🥉🏆

Demi cinta, Kataleya rela meninggalkan kokpit dan menyerahkan mimpinya menjadi Kapten Pilot pada suaminya, Arkana. Ia memilih menjadi istri dan ibu, mengorbankan karier yang dulu hampir berada di puncak.

Enam tahun kemudian, pengorbanan itu justru dibalas dengan pengkhianatan. Arkana berselingkuh, menghina penampilan Kataleya, dan menyebutnya wanita yang sudah tak pantas berdiri di sisinya.

Akan tetapi Arkana lupa satu hal, langit itu dulunya milik Leya. Saat wanita itu menuntut cerai dan kembali mengenakan seragam pilotnya, seluruh dunia penerbangan mulai menyadari siapa dia sebenarnya.

Di akademi pilot, ia bertemu Kaisar... pria misterius yang selalu berada di sisinya. Arkana baru sadar terlalu terlambat, wanita yang dulu ia rendahkan kini kembali terbang lebih tinggi darinya. Leya menjadi Kapten Pilot, yang tak akan pernah bisa ia miliki lagi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rere ernie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter — 30.

Hotel tempat kru maskapai menginap di Amsterdam terlihat tenang malam itu. Lampu-lampu koridor menyala redup, karpet tebal meredam suara langkah kaki para tamu yang lewat.

Setelah makan malam bersama kru, Leya kembali ke kamarnya lebih awal. Tubuhnya masih terasa lelah setelah penerbangan panjang hampir empat belas jam. Ia menutup pintu kamar, menggantung blazer seragam pilotnya di kursi, lalu berjalan ke kamar mandi. Air hangat dari shower membuat tubuhnya sedikit rileks.

Beberapa menit kemudian ia keluar dengan rambut setengah basah, mengenakan pakaian santai hotel. Ia duduk di tepi tempat tidur sambil memeriksa tablet jadwal penerbangan besok. Esok hari mereka akan kembali terbang ke Jakarta.

Tok... Tok...Tok...

Ada ketukan di pintu.

Leya mengernyit, sudah hampir pukul sepuluh malam. Biasanya para kru sudah beristirahat di kamar masing-masing. Ia berdiri dan berjalan ke pintu. Begitu dibuka, Rafi berdiri di sana.

“Ada apa?” Leya merasa tidak nyaman.

Rafi tersenyum tipis. “Aku cuma ingin bicara sebentar.”

“Nanti saja... saat briefing besok.”

Leya berniat menutup pintu, tapi tangan Rafi tiba-tiba menahan daun pintu.

“Ayolah, Leya. Ini nggak akan lama.” Nada suara Rafi terdengar memaksa.

Leya menatap pria itu dengan tajam. “Apa pentingnya sampai harus datang malam-malam begini?”

Rafi terdiam beberapa detik, lalu berkata pelan. “Aku hanya ingin minta maaf.”

Leya sedikit terkejut. “Untuk apa?”

“Untuk semua yang terjadi di akademi dulu.” Rafi menunduk sedikit, seolah benar-benar menyesal. “Aku terlalu terbawa emosi waktu itu.”

Leya ragu-ragu, namun ia tetap membuka pintu sedikit lebih lebar.

“Kalau hanya itu, kau tidak perlu—”

Belum sempat ia menyelesaikan kalimatnya, Rafi tiba-tiba mendorong pintu dan masuk ke dalam kamar.

“Rafi!” Leya langsung mundur beberapa langkah. “Keluar dari kamarku...!”

Namun Rafi malah menutup pintu di belakangnya, senyumnya berubah. Tidak lagi terlihat seperti orang yang menyesal.

“Kenapa kamu selalu dingin sekali padaku?” katanya pelan.

Leya merasakan sesuatu yang tidak beres, ia berjalan cepat menuju pintu. Namun sebelum sempat membukanya, Rafi lebih dulu menahan tangannya.

“Lepaskan!” Leya berusaha menarik tangannya.

Namun pegangan pria itu semakin kuat, suasana kamar mendadak tegang. Rafi menatap wajah Leya dari jarak sangat dekat. Untuk sesaat, sesuatu yang gelap melintas di matanya.

“Aku selalu penasaran…” gumamnya pelan. “Kenapa semua orang selalu memujimu...”

Leya menggertakkan gigi. “Kalau hanya untuk bicara seperti ini, lepaskan tanganku.”

Rafi tidak menjawab, tapi tatapannya berubah aneh seolah sedang berperang dengan pikirannya sendiri. Ia mengingat semuanya sejak awal, ruangan akademi penerbangan. Instruktur yang selalu memuji nilai Leya. Sorak teman-teman mereka. Dan dirinya, yang akhirnya hanya menjadi co-pilot.

Selama ini ia selalu mengatakan pada dirinya sendiri bahwa ia membenci Leya, karena wanita itu merebut posisi kapten yang seharusnya jadi miliknya. Namun sekarang saat berdiri sedekat ini, Rafi tiba-tiba menyadari sesuatu yang pahit. Ia tidak pernah benar-benar membenci Leya. Yang ia benci adalah... dirinya sendiri.

Karena ia tahu satu hal yang tidak pernah mau ia akui, kemampuannya memang kalah dari Leya. Dan Leya, lebih layak memimpin pesawat daripada dirinya. Kesadaran itu datang seperti tamparan keras, tangan Rafi yang tadi mencengkeram pergelangan Leya perlahan mengendur.

Leya langsung menarik tangannya.

“Apa sebenarnya maumu?” tanya Leya tajam.

Rafi menatap intens Leya, lalu tertawa pahit. “Aku bodoh.”

Leya mengernyit.

Rafi mengusap wajahnya dengan kasar. “Aku selalu bilang pada diriku sendiri, kalau aku benci padamu. Tapi sebenarnya… aku hanya tidak mau mengakui kalau aku kalah.”

Leya terdiam.

Rafi menghela nafas panjang. “Di akademi saat kamu mengalahkanku dan jadi kapten pilot… yang paling membuatku marah bukan kamu, tapi diriku sendiri.”

Suasana kamar mendadak sunyi, beberapa detik kemudian...

BRAK!

Pintu kamar tiba-tiba terbuka dengan keras, daun pintu menghantam dinding. Keduanya langsung menoleh, Kaisar berdiri di ambang pintu. Wajahnya gelap, matanya langsung tertuju pada Rafi yang berdiri sangat dekat dengan Leya.

“Lepaskan dia.” Suara Kaisar rendah, namun mengandung ancaman yang jelas.

Rafi langsung mundur dua langkah. “Aku tidak melakukan apa-apa.”

Kaisar berjalan masuk, tatapannya tajam. Ia berdiri di depan Leya seperti pelindung. “Apa yang terjadi?”

“Dia datang untuk bicara.” Leya menghela napas pelan.

Kaisar menatap Rafi dengan dingin.

Rafi menundukkan kepala sedikit. “Aku sudah selesai bicara.”

Nada suaranya tidak lagi menantang seperti dulu, Rafi pun berjalan menuju pintu. Sebelum keluar, ia berhenti sebentar. Lalu ia berkata tanpa menoleh. “Besok... aku akan mengajukan pemindahan rute.”

Setelah itu ia keluar dari kamar, pintu tertutup kembali. Ruangan kembali menjadi sunyi.

“Kamu nggak apa-apa, kan?” tanya Kaisar, dia memegang bahu wanita itu dengan pandangan cemas.

Leya mengangguk pelan. “Aku baik-baik saja.”

Kaisar menghela nafas panjang. “Aku curiga saat melihat dia naik ke lantai kamar kru, jadi aku ikuti dia.”

“Rafi hanya mengatakan apa yang dia rasakan padaku. Dia—”

“Apa? Apa maksudmu?” Kaisar langsung memotong, suaranya sedikit meninggi. “Jangan bilang dia juga mencintaimu seperti aku?”

Leya malah tergelak, ia benar-benar tidak menyangka Kaisar bisa cemburu sampai tidak rasional seperti ini.

“Bukan begitu,” katanya sambil masih menahan tawa. “Dia cuma meluapkan perasaannya, karena gagal jadi kapten. Dia bilang sebenarnya dia tidak membenciku… dia hanya benci pada dirinya sendiri karena tidak mau mengakui kekalahan.”

Leya mengangkat bahu ringan. “Jadi mulai sekarang, kita bisa tenang.”

Kaisar terdiam karena sedikit terkejut. Rafi yang selama ini selalu memusuhinya dan Leya… akhirnya memilih mundur dan berdamai.

Beberapa minggu kemudian...

Setelah semua keputusan maskapai keluar, Arkana seolah menghilang begitu saja. Tidak ada yang tahu di mana pria itu berada. Setelah dibebastugaskan dari maskapai dan kasusnya mencuat, Arkana benar-benar seperti ditelan bumi.

Teleponnya tidak aktif, alamat lamanya sudah tidak bisa didatangi karena sudah terjual. Bahkan beberapa rekan pilot yang dulu dekat dengannya tidak pernah lagi melihatnya muncul di maskapai. Seolah-olah, pria pengkhianat itu memilih menghilang... dari dunia yang dulu begitu ia banggakan.

Sementara itu…

Di sebuah rumah kontrakan kecil di Jakarta, seseorang duduk diam di lantai dengan wajah lelah. Shanaz menatap layar ponselnya yang sudah penuh dengan panggilan tak terjawab, semua panggilan itu tertuju pada Arkana. Namun tidak ada satu pun yang tersambung, Ia mengusap wajahnya dengan frustasi.

Sudah berminggu-minggu ia mencoba mencari pria itu. Setelah keluar dari rumah sakit, Shanaz bahkan sempat mendatangi alamat rumah lama Arkana. Namun yang ia temui hanya orang asing yang kini menjadi pemilik rumah itu. Rumah yang dulu ia pikir akan menjadi tempat tinggalnya bersama Arkana setelah pria itu menjadi duda, ternyata harta gono-gini perceraian Arkana dan Leya.

Bahkan saat Shanaz masih dirawat di rumah sakit selama seminggu, pria itu hanya menghubungi orang tuanya untuk datang menjaganya. Itu pun hanya sekali, dan setelah itu tidak ada kabar lagi.

Shanaz menunduk, matanya terasa panas.

“Mas Arkana, dimana kamu... ” gumamnya pelan.

Namun ruangan kontrakan itu tetap sunyi, tak ada jawaban. Kontrakan yang Shanaz tinggali sekarang bahkan jauh dari kata nyaman, hanya satu kamar kecil dengan kipas angin tua di sudut ruangan. Tidak ada furnitur mewah, tak ada lagi lemari pakaian besar. Bahkan sudah tak ada tas-tas mahal seperti dulu, karena sebagian besar barangnya sudah ia jual untuk bertahan hidup.

Dulu… sebagai pramugari maskapai besar, hidupnya terlihat glamor. Seragam rapi dengan make up yang sempurna. Terbang ke berbagai negara. Namun sekarang, semuanya telah hilang. Itu balasan yang pantas untuk wanita yang dengan sadar merebut suami orang. Apapun yang terjadi padanya sekarang... hanyalah akibat dari perbuatannya sendiri.

1
Memyr 67
𝖺𝗋𝗄𝖺𝗇𝖺 𝗅𝖾𝖻𝗂𝗁 𝗌𝗎𝗄𝖺 𝗆𝖾𝗇𝗒𝗂𝖻𝗎𝗄𝗄𝖺𝗇 𝖽𝗂𝗋𝗂 𝖽𝖾𝗇𝗀𝖺𝗇 𝗌𝖾𝗅𝗂𝗇𝗀𝗄𝗎𝗁𝖺𝗇 𝖽𝖺𝗋𝗂𝗉𝖺𝖽𝖺 𝖻𝖾𝗋𝗌𝖺𝗆𝖺 𝖺𝗇𝖺𝗄𝗇𝗒𝖺, 𝗆𝖺𝗌𝗂𝗁 𝗆𝖾𝗋𝖺𝗌𝖺 𝗆𝖺𝗎 𝗆𝖾𝗋𝖾𝗇𝗀𝗄𝗎𝗁 𝖺𝗇𝖺𝗄𝗇𝗒𝖺? 𝖼𝗈𝗐𝗈𝗄 𝖻𝖾𝗀𝗈
Memyr 67
𝗇𝗀𝖺𝗉𝖺𝗂𝗇 𝖺𝗋𝗄𝖺𝗇𝖺 𝗆𝖺𝗋𝖺𝗁 𝗆𝖺𝗋𝖺𝗁. 𝗅𝖺𝗋𝗂 𝗌𝖺𝗃𝖺 𝗄𝖾 𝗉𝗋𝖺𝗆𝗎𝗀𝖺𝗋𝗂 𝗄𝖾𝗌𝖺𝗒𝖺𝗇𝗀𝖺𝗇 𝖻𝗎𝖺𝗍 𝗌𝖺𝗇𝗍𝖺𝗒 𝗌𝖺𝗆𝗍𝖺𝗒.
desy meytha sumbayak
bagus cerita nya.....ttp semangat
Mayang Tomat
ya ampun..kukira hny perasaanku saja suami ngidam.ternyata beneran ada ya,4 × hamil,4 × suami yg ngidam🤣💪
Mutia Mobile
kok aku ngak di undang leya ya 🤭
Punkpunk 234
😡😡😡😡
Punkpunk 234
eett daakh.. othoorr kapan dimetonginnya c Kunti Shanaz haahh..?!!!? 😡😡😡
Punkpunk 234
hmm.. jadi mikir aku tuh 😉 jangan² akhir ceritanya nanti bakal rame sama yg reunian neechch..😂😂
Lesmana
❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤
Punkpunk 234
wadduhh c Kunti Shanaz sedang menggali lubang kubur nya sendiri..😂😂
Punkpunk 234
pa kabarnya c Kunti Shanaz ?!?
Punkpunk 234
novel yg kerreenn.. aku suka bngt cerita yg begini 😍👍👍😍
Punkpunk 234
arkana.. sombongnya mo nyundul langit.. mentang² pilot.. ngawang² terus.. berasa langit miliknya..😂😂🤭 pdhl diatas langit masih ada langit..😡
Lesmana
woowww ini istri2nya yg kelak para suaminya kena hiv berjamaah 🤣🤣🤣
Setiawan
yah elu emang ky sampah sih.. sama laki org nyosor mulu 😅😅😅
rahmah
ceritanya bagus jarang banget cerita kehidupan pilot dan ini juga banyak yg terinspirasi kalau tertimpa masalah apapun itu mau di selingkuhi putus cinta di pecat dari pekerjaan dll harus bangkit kembali dan leya arkana kaisar kan pilot tapi anaknya gak jadi pilot ya tapi dapat menantu pilot itu Janeta calon istrinya Arsen semoga bahagia selalu..🥰
rahmah: bangkit kembali jadi lebih baik kalau Shanaz malah berakhir kena penyakit..😁
total 2 replies
Lesmana
ini perempuan kaga ada kapok2nya😤😤 di ksh hidup enak , malah nyari mslh trus.. tunggu hancur lebur br berenti kynya si shanaz😤😤
Widia Aja
Pasti sebentar lagi giliran Viola yg beraksi dng dendam dan kelicikannya...
Widia Aja
Viola jadi Shanaz kedua.... obsesi yg mengerikan...
Widia Aja
Cerita yg Sungguh2 KUSUT...😄🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!