NovelToon NovelToon
Di Cerai Suami, Di Nikahi Tuan Muda

Di Cerai Suami, Di Nikahi Tuan Muda

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / CEO
Popularitas:183.8k
Nilai: 5
Nama Author: Yam_zhie

Dilara di cerai oleh Kevin karena wanita yang di cintai Kevin kembali.

Setelahnya Dilara melamar menjadi seorang baby sitter, dan di terima pada salah satu keluarga kaya. Dilara memang seorang sarjana, namun dia butuh pergi cepat dari rumah Kevin dan juga butuh tempat tinggal baru. intinya dia ingin lepas dari Kevin dan memulai hidup barunya.

namun, ternyata di rumah itu ada seorang tuan muda bernama Elian yang selalu membuat Dilara kesal dengan sikap dinginnya. lalu apakah pada akhirnya mereka akan saling suka? apa keluarganya akan setuju dengan hubungan mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dilara 35

JLEB.

Asha mundur satu langkah dengan wajah pucat pasi, kaku seperti patung.

"Kurang ajar kamu, Kevin!" Pak Bagas melangkah maju, mencengkeram kerah kemeja Kevin dengan murka.

"Kamu mempermainkan anak saya! Kamu mau nama keluarga saya hancur?!"

Pak Hendra langsung menepis tangan Pak Bagas dari kerah baju anaknya dengan hentakan keras.

"Lepaskan tanganmu dari anak saya, Bagas! Jangan berani-berani main fisik di rumah saya!"

"Keluarga kalian penjahat!" maki Bu Widya histeris seraya memeluk Asha yang mulai menangis meraung-raung.

"Kalian bakal menanggung akibatnya! Saya akan beberkan ke semua relasi bisnis kalau keluarga kalian tidak punya iktikad baik dan meninggalkan calon pengantin begitu saja!"

"Silakan," sahut Bu Rina dengan senyum dingin penuh martabat.

"Beberkan saja. Biar seluruh Jakarta tahu kalau kalian menuntut setengah kilo emas dan apartemen miliaran rupiah sebagai syarat menikah dengan seorang duda. Biar publik sendiri yang menilai siapa yang penjahat dan siapa yang pemeras di sini."

Kata-kata Bu Rina bagaikan tamparan tak terlihat yang seketika mengunci mulut Bu Widya dan Pak Bagas. Mereka sadar, jika cerita soal daftar tuntutan mahar fantastis itu tersebar, justru nama keluarga merekalah yang akan hancur dan dicap matrealistis oleh lingkaran sosial mereka.

"Bagus... Luar biasa keluarga kalian," desis Pak Bagas dengan gigi tergetuk menahan malu yang membakar dada. Ia menatap Kevin dengan tatapan penuh dendam.

"Kamu akan menyesal seumur hidupmu, Kevin."

"Saya sudah menyesal, Pak," balas Kevin lirih namun tegas.

"Tapi penyesalan terbesar saya adalah mencampakkan Dilara, bukan karena batal menikah dengan anak Bapak."

Pak Bagas menarik tangan istrinya dan merangkul Asha yang masih terisak histeris. "Ayo kita pergi dari rumah tidak beradab ini!"

Kevin berdiri mematung di tengah ruangan, dadanya naik turun. Ia perlahan membalikkan badan, menatap kedua orang tuanya dengan mata yang berkaca-kaca.

"Pa... Ma..." bisik Kevin, suaranya pecah seraya meluruhkan tubuhnya, berlutut di atas lantai pualam di hadapan Pak Hendra dan Bu Rina.

"Kevin minta maaf... Kevin benar-benar minta maaf sudah bikin malu keluarga..."

Pak Hendra menatap putranya yang bersimpuh di lantai. Meski amarahnya belum sepenuhnya padam, ada rasa lega yang amat besar melihat putranya akhirnya lepas dari cengkeraman wanita yang salah.

"Keputusanmu membatalkan pernikahan itu sudah benar, Kevin," ucap Pak Hendra dengan suara berat.

"Tapi ingat... keberanianmu membatalkan pernikahan ini tidak akan pernah bisa menghapus luka yang sudah kamu goreskan di hati Dilara dan juga kami berdua,"

Bu Rina berpaling muka, mengusap air matanya sendiri tanpa berniat menyentuh Kevin.

"Pintu maaf dari Mama dan Papa mungkin ada, Kevin. Tapi penyesalanmu hari ini... harus kamu tanggung seumur hidupmu."

"Kalaupun kamu memilih kembali kepada Dilara dan dia menerimanya lagi, maka yakinlah jika kamu tak akan menemukan Dilara yang sebelumnya. Karena Dilara yang dulu sudah kamu sakiti dan hancurkan,"

Kevin membenamkan wajahnya ke lantai pualam yang dingin, menangis terisak-isak dalam kehampaan yang tak bertepi, menyadari bahwa meski ia telah bebas dari perangkap Asha, wanita tulus yang amat dirindukannya kini telah berada di tempat yang sangat jauh, dilindungi oleh pria lain yang jauh lebih pantas darinya.

Pak Bagas menghentikan langkahnya tepat di ambang pintu, tangannya melayang di udara sebelum menyentuh gagang kayu mahoni tersebut. Ia menoleh perlahan, menarik napas panjang seraya mencoba meredam raut wajah murkanya menjadi topeng diplomasi. Rasa malu yang membakar dadanya terpaksa ia tekan dalam-dalam demi satu hal: gengsi dan kehormatan keluarga yang dipertaruhkan.

Ia berbalik, menatap Pak Hendra dan Bu Rina dengan mata menyipit tajam.

"Hendra... Rina..." panggil Pak Bagas, suaranya berubah berat dan sarat akan desakan yang dipaksakan tenang.

"Coba kalian gunakan akal sehat dan otak dingin malam ini. Pernikahan ini tinggal menghitung hari! Hanya hitungan minggu! Katering sudah dibayar down paymentnya, dekorasi gedung bintang lima sudah difinalisasi, dan yang paling krusial..."

Pak Bagas melangkah dua gelombang mendekati meja tamu, menepuk saku jasnya sendiri.

"Undangan fisik sudah mulai disebar sejak tiga hari lalu! Beberapa menteri, mitra bisnis utama perusahaanku, dan relasi penting perusahaanku sudah menerima kartu undangan itu! Kalian pikir ini main-main?!"

Bu Widya yang tadinya merangkul Asha kini ikut melangkah maju. Usapan air mata di pipinya mengering, berganti dengan sorot mata menuntut yang amat agresif.

"Betul kata Papanya Asha!" seru Bu Widya, suaranya bergetar menahan kepanikan yang amat sangat.

"Kalian mau ditaruh di mana muka keluarga kita kalau acara ini mendadak batal?! Apa kata media sosial? Apa kata teman-teman arisan Tante? Mau dibilang anak Tante ditinggal di H-minus beberapa minggu sebelum akad?! Hancur harga diri Asha, Hendra!"

Asha yang berdiri di samping ibunya ikut memainkan peran dramatisnya kembali. Ia mengusap pipinya yang basah, menatap Kevin dengan tatapan memelas yang dibuat-buat, memegang jemari tangannya yang saling bertaut gundah.

"Kev... tolonglah, Kev..." bisik Asha parau, memohon dengan nada lirih yang memilu.

"Kita bisa bicarakan mahar itu lagi secara kekeluargaan... Kalau logam mulia setengah kilo terasa terlalu berat buat kamu saat ini, kita bisa kurangin! Apartemen di Kemang bisa atas nama kita berdua dulu, bukan atas namaku sendiri! Tapi tolong... jangan batalkan pernikahan ini... Aku mohon, Kev. Aku tidak sanggup menanggung malu kalau sampai ditolak di depan semua relasi Papa..."

"Dengar itu, Kevin?!" potong Pak Bagas cepat, menunjuk Asha lalu menatap Kevin lurus-lurus.

"Anakku sudah merendahkan harga dirinya untuk memberi keringanan! Kurang fleksibel apa lagi kami?!"

Pak Hendra tertawa pelan, sebuah tawa kecil penuh nada ejekan yang membuat atmosfer di ruangan itu semakin memanas. Ayah Kevin itu menyilangkan tangan di dada, berdiri kokoh tanpa niat bernegosiasi sedikit pun.

"Keringanan?" cibir Pak Hendra tajam.

"Bagas, dengar baik-baik. Masalahnya bukan lagi terletak pada berapa gram emas yang kamu tawar seperti pedagang sayur di pasar malam. Masalahnya adalah cara kalian yang dari awal menekan dan memeras anak saya!"

"Hendra! Ini soal nama baik keluarga besar kita!" bentak Pak Bagas dengan urat leher menegang.

"Kalau kamu membatalkan ini, bukan cuma namaku yang tercoreng, tapi nama perusahaan keluarga kalian juga akan terseret! Aku bisa pastikan seluruh relasi bisnisku menarik investasi dan memutus kerja sama dari perusahaanmu! Apa kamu mau bisnismu hancur cuma gara-gara masalah mahar anak-anak?!"

"Ancam saya dengan bisnismu, Bagas?" ancam Pak Hendra balik, menyunggingkan senyum sinis yang amat dominan.

"Silakan putus semua relasi itu malam ini juga! Saya lebih baik kehilangan jutaan dolar dari bisnis daripada harus menerima menantu dan besan yang memandang pernikahan tak ubahnya sebuah lelang harta!"

"Kurang ajar kamu, Hendra!" pekik Bu Widya histeris.

"Rina! Kamu diam saja melihat suamimu mengacaukan masa depan anak-anak kita?! Kamu wanita, Rina! Kamu tahu kan rasanya kalau anak perempuanmu dipromosikan ke seluruh Jakarta lalu tiba-tiba batal nikah?!"

Bu Rina menatap Bu Widya dari atas ke bawah dengan pandangan muak yang tak tertutup.

1
nely_48
sungguh menegangkan baca nya ge ahhh
nely_48
msh kecolongan kneh,,, orgil bebas dr penjara sungguh berbahaya s melly
nely_48
shaka sll yg terasbun 😂😂
nely_48
jangan ² pake Szuitsal baby Cologne
nely_48
robot Wijaya cnah shaka mh ngasih nama buat adik nya 😆😆😆
nely_48
borong semua az dilara
Lia Rahmawati
Alhamdulillah selamat dilara,udah tegang banget😔
Iffanaya 😽
lanjut Thor, bikin deg²an wey pls tu Rani langsung dobrak pintu nya gk usah manggil petugas keamanan kelamaan wey
Rohmi Yatun
haduuhh bikin deg2an aja ni... lanjut thor
nely_48
Selamat ya dilara,, atas kehamilan mya
nely_48
bucin² d rmh,, ai d luaran mh dilara ga ada pengawalan
Ambu Rinddiany Thea
dilara ambu pilihin atu aja baju busui nya 🤭
nely_48: mau nyusuin elian ath 🤭
total 1 replies
Nur Bani
pak andrian itu..twrnyata bpknya eelan..di kira asistenye
Ambu Rinddiany Thea
dilara boleh gantian ga sejenak posisinya sm Ambu gt .. 🤭😩
Ambu Rinddiany Thea: sujud sukur ambu mah lmn s abah ampe ka langsing 🤣🤣🤣
total 2 replies
Lim Kursini
dunia halu emang mudah hamil kembar aku jadi iri pingin punya bayi kembar
Yam_zhie: aku juga pengen punya anak kembar. tapi inget ada bocah di rumah yang bikin emosi tiap hari. othor mengurungkan niat punya anak lagi dan tutup pabrik 🤣
total 1 replies
nely_48
ko bisa d Terima jd asisten sekretaris sih org tdk ber adab n nol etitude kya s mely
nely_48
elian kata nya kau cinta mati pd istri mu,, Knp istri tercinta mu ga ada pengawalan ketat n pengawal bayangan yg melindungi nya saat istri mu sedang tdk bersama mu ❓
mana bukti keposesifan cinta mu elian, mana ❓❓ lihat istri mu d serang, d hina staf bawahan mu loh
gemes pd elian ih😤😤
nely_48
itu peringatan buat mu ya elian n dilara,, sesuaikan standar penampilan org kaya itu hrs elegan n berkelas,,, jgn bilang sederhana. big no ya,,, semurah² nya standar gamis org kaya pst kelihatan elegan mahal biarpun tdk glamor
nely_48
gagal ngadon kn elian,, gmn mau jd baby triplets ath dilara
Ambu Rinddiany Thea
aslina hyg nyered awakna make kuda talian hela beheng na 🤣
Ambu Rinddiany Thea: /Good/
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!