NovelToon NovelToon
Perjalanan Dewa Alkemis Di Alam Primordial

Perjalanan Dewa Alkemis Di Alam Primordial

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Epik Petualangan / Perperangan
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: Nugraha

*𝘿𝙚𝙬𝙖 𝘼𝙡𝙠𝙚𝙢𝙞𝙨 𝙎𝙚𝙢𝙗𝙞𝙡𝙖𝙣 𝘽𝙚𝙣𝙪𝙖 𝙎𝙚𝙖𝙨𝙤𝙣 𝘿𝙪𝙖*

Ini adalah kisah Lin Xuan Sang Dewa Alkemis yang tidak sengaja bertemu dengan musuh terkuatnya Mo Xie, dua orang dari alam bawah yang tanpa sengaja terjerumus ke alam semesta yang jauh lebih tinggi.

Namun, mereka segera menyadari bahwa gelar agung, bahkan kekuasaan yang dianugerahkan oleh para Dewa dan Iblis Kuno bukanlah berkah, melainkan umpan untuk memelihara tubuh mereka hingga matang sebelum akhirnya dijadikan santapan.

Alih-alih terus saling membunuh, dua anomali ini akhirnya mengesampingkan permusuhan mereka untuk sementara.

Sebab sebelum menentukan siapa yang akan mati di tangan siapa, mereka sepakat melakukan satu hal terlebih dahulu...

Membantai para dewa serta iblis munafik dan membuat seluruh Alam Tinggi berlumuran darah

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nugraha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 18: Kuali Leluhur

Berita tentang kekalahan Pangeran Long Chen segera menyebar ke seluruh penjuru alam semesta.

Di Ibu Kota Suci Taichu, keterkejutan berubah menjadi kemarahan. Pewaris Naga Emas yang selama ini dianggap sebagai salah satu pilar masa depan ras Dewa Kuno kini dikirim kembali dalam keadaan cacat. Bahkan para tabib suci Taichu tidak mampu memulihkan kedua lengannya. Daya tolak yang ditinggalkan Lin Xuan telah menghancurkan dasar pemulihan di dalam lukanya.

Para tetua segera menuntut agar armada utama dikirim untuk meratakan Tianyu.

Namun, di tengah kegaduhan itu, Kaisar Dewa Taichu tetap diam.

Tidak ada titah perang. Tidak ada perintah untuk membunuh Lin Xuan.

Keheningan sang Kaisar justru membuat para tetua semakin gelisah.

Sementara itu, di ruang baca Menara Penguasa Tianyu, Lin Xuan berdiri di depan jendela besar. Tatapannya menembus tabir pelindung kota hingga ke langit berbintang yang terbentang jauh di luar sana.

Shen Ziyue duduk di sofa kristal sambil menyesap anggur sari bintang.

"Keheningan Ayahanda membuat para tetua kebingungan," katanya. "Mereka mengira beliau terlalu sibuk berkultivasi hingga tidak peduli pada penghinaan ini."

Ia tersenyum tipis. "Ini memberi kita waktu."

Lin Xuan tetap memandang langit.

"Dia bukan tidak peduli." Senyum dingin muncul di sudut bibirnya. "Kaisar sedang menunggu."

Ziyue mengerutkan kening.

Lin Xuan kemudian berbalik menatapnya.

"Baginya, aku belum menjadi ancaman. Sebaliknya, semakin kuat tubuhku, semakin yakin dia bahwa rencananya berjalan sesuai keinginannya."

Tatapan Lin Xuan menjadi dingin. Ia telah memahami semuanya.

Kaisar Taichu terjebak di Level 13 dan membutuhkan wadah yang cukup kuat untuk membantunya menembus batas berikutnya.

Selama kekuatannya belum mencapai tingkat yang dapat mengancam sang Kaisar, pria itu tidak akan terburu-buru bergerak.

Namun begitu tubuh Lin Xuan mencapai Level 12 atau 13, masa tenang ini akan berakhir.

Karena itu, ia harus menembus Level 11 secepat mungkin. Dan untuk melakukannya, ia membutuhkan harta yang mampu menyeimbangkan dua kekuatan yang berlawanan di dalam tubuhnya.

"Apakah kau menemukan sesuatu yang kuminta?"

Ziyue meletakkan gelasnya. "Ada."

Ia mengeluarkan keping giok kelabu dari cincin penyimpanan lalu melemparkannya ke udara. Cahaya segera muncul dari permukaannya, membentuk sebuah gambaran di tengah ruangan.

Reruntuhan bintang mati terbentang dalam kegelapan. Pecahan planet dan bintang-bintang yang telah padam mengambang di antara badai debu kosmik.

Itulah Reruntuhan Bintang Mati, wilayah tanpa hukum yang terletak di antara Kekaisaran Suci Taichu dan Jurang Kekaisaran Iblis Kuno.

Namun, bukan reruntuhan itu yang menarik perhatian Lin Xuan.

Di tengah kehampaan berdiri sebuah pilar cahaya purba berwarna perunggu. Di dalamnya samar-samar terlihat sebuah kuali raksasa berkaki tiga. Permukaannya dipenuhi ukiran tentang penciptaan dan kehancuran.

Bahkan melalui gambaran dari keping giok, tekanan yang dipancarkan kuali itu terasa begitu berat hingga ruang di sekitarnya bergetar.

Mata Lin Xuan menyipit.

Tungku Daging di dalam tubuhnya tiba-tiba berdenyut.

"Itu..." Hun Yuan berbicara di dalam jiwanya.. "Tuanku, itulah yang kita cari."

Ziyue menatap kuali tersebut dengan kagum.

"Legenda menyebutnya Kuali Pembelah Surga. Konon, benda itu telah ada sejak zaman sebelum ras Dewa Kuno dan Iblis Kuno terpisah."

Ia berhenti sejenak sebelum melanjutkan.

"Yang paling penting, kuali itu mampu menampung dua kekuatan yang saling bertentangan tanpa hancur."

Hun Yuan tertawa pelan.

"Itulah penyeimbang yang Anda butuhkan."

"Dengan kuali itu, daya tolak di dalam tubuh Anda dapat dikendalikan. Menembus Level 11 bukan lagi masalah."

Lin Xuan langsung berdiri. "Aku berangkat sekarang."

Ziyue ikut bangkit. "Ke Reruntuhan Bintang Mati?"

Ia segera menggelengkan kepalanya perlahan.

"Tempat itu terlalu berbahaya. Bahkan pasukan Taichu sulit memasuki wilayah tersebut. Para bandit dan pembelot dari kedua ras berkumpul di sana."

"Aku akan mengirim Pasukan Bintang untuk mengawalmu."

"Tidak perlu." Lin Xuan mengenakan jubah pengelana putih keabu-abuan. "Pasukan hanya akan memperlambatku."

Ia menatap Ziyue dengan tenang.

"Kau tetap di Tianyu. Jangan biarkan faksi Pusat mengetahui kepergianku."

Lin Xuan kemudian mendekat.

"Kau adalah perisaiku di sini, Ziyue. Aku mengandalkanmu."

Mata Ziyue berbinar. Ia mengangguk tanpa ragu. "Aku akan menjaga Tianyu."

Tatapannya berubah dingin. "Dan jangan biarkan siapa pun menyentuhmu di luar sana."

Lin Xuan tersenyum tipis.

Sesaat kemudian, tubuhnya berubah menjadi bayangan dan menghilang ke dalam kehampaan.

Di sisi lain alam semesta, jauh di bawah permukaan sebuah dimensi gelap, terbentang Jurang Tulang Kematian.

Tempat itu merupakan pusat kekuasaan ras Iblis Kuno.

Aula utamanya dibangun dari tulang makhluk raksasa. Ribuan tengkorak dewa tersusun membentuk singgasana yang mengerikan. Di atasnya duduk Kaisar Iblis Kuno dengan tubuh diselimuti Racun ungu. Tekanan yang terpancar darinya membuat udara di sekeliling berubah menjadi racun mematikan.

Di bawah takhta, seorang pemuda berlutut dengan satu kaki.

Rambut hitamnya tergerai menutupi sebagian wajah pucat. Sebuah sabit besar dari tulang hitam tersandang di punggungnya.

Tuan Muda ras Iblis Kuno.

Satu-satunya keberadaan yang mampu berdiri sejajar dengan Lin Xuan.

"Mo Xie."

Suara Kaisar Iblis terdengar berat.

"Bagaimana keadaan Tulang Surgawimu setelah pertempuran di Tianyu?"

Mo Xie mengangkat wajahnya.

"Tulang Surgawi hamba telah mencapai Tahap ke-10, Yang Mulia."

Ia terdiam sejenak sebelum melanjutkan.

"Namun, ada sesuatu yang terasa ganjil."

Mo Xie mengepalkan tangan di balik jubah.

Setiap kali Tulang Surgawinya menjadi lebih kuat, ia merasakan seutas hukum asing merambat di sepanjang tulang belakangnya. Asal kekuatan itu jelas berasal dari takhta di hadapannya.

Kaisar Iblis bukan sedang membantunya berkultivasi. Ia sedang menanam sesuatu di dalam tubuhnya.

Namun, Mo Xie menyembunyikan kecurigaannya dan menundukkan kepala.

"Hamba membutuhkan lawan yang lebih kuat untuk menembus tahap berikutnya."

Kaisar Iblis tertawa. "Bagus. Kalau begitu, kau akan mendapatkannya."

Racun ungu di sekelilingnya beriak.

"Kuali Pembelah Surga telah muncul di Reruntuhan Bintang Mati."

Mata Mo Xie menyipit.

"Bawa kuali itu kepadaku." Suara Kaisar Iblis menjadi semakin dalam.

"Dengan kekuatannya, aku dapat memurnikan darah di dalam tubuhmu dan membuat Tulang Surgawimu mencapai tingkat kemurnian tertinggi."

"Berangkatlah."

"Baik, Yang Mulia." Mo Xie bangkit lalu meninggalkan aula.

Begitu keluar dari istana tulang, seorang wanita berjubah merah telah menunggunya.

Ia mendekati Mo Xie dan menyentuh pipinya. Darah Yin murni mengalir dari telapak tangannya, membuat rasa panas dan nyeri yang memenuhi tubuh Mo Xie perlahan mereda.

"Kau juga merasakannya, Suamiku?"

Suara Xue Ling'er begitu lembut hingga hampir tak terdengar.

"Tatapan Kaisar itu. Dia tidak memandangmu seperti seorang ayah memandang anaknya."

Mata Mo Xie menjadi dingin. "Dia memandangku seperti mangsa."

Ia menggenggam tangan Xue Ling'er.

"Kaisar tua itu kayaknya menginginkan Tulang Surgawiku untuk menerobos batasannya."

Mo Xie mencabut Sabit Tulang Hitam dari punggungnya. Ruang di hadapannya langsung terbelah.

"Kita akan mengambil Kuali Pembelah Surga. Aku tidak akan menyerahkannya kepadanya."

Tatapan Mo Xie dipenuhi niat membunuh.

"Kuali itu akan kugunakan untuk memutus ikatan di dalam tulangku dan menerobos Level 11."

1
Raju
jossssss
Raju
alankah terjadi perang besar dan menghancurkan kota atau awal dri sebuah aliansi ??
Raju
lin xuan sang kaisar obat jadi pegawai dadakan ....😁😁
Celestial Quill: hahahah, mungkin cape jadi kaisar terus😄
total 1 replies
Raju
hm... lin xuan... keanya serba bisa ni org... dri kultivator, pemusnah massal, pembuat drama terbaik, hingga jadi tukang bengkel pun bisa keanya ...🤣🤣🤣
Celestial Quill: hahaha😄😄
total 1 replies
Raju
poin yg q kumpulkan selama ribuan tahun Meluncur Thor....!! 😁😁
Raju
ternyata pendatang lbih ganas dri pada penunggu....🤣🤣🤣
Raju
perebutan kristal dimulai...
Raju
vote meluncur buat karyamu Thor...!!
Celestial Quill: Terimakasih, semoga karya baru dapat menghibur. Selamat membaca
total 1 replies
Green Boy
Mantap Thor
Celestial Quill: Terimakasih
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!