NovelToon NovelToon
DILUAR DIPUJA DIDALAM DIHINA Istri Pengganti Ceo Brayen

DILUAR DIPUJA DIDALAM DIHINA Istri Pengganti Ceo Brayen

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Mengubah Takdir / CEO
Popularitas:938
Nilai: 5
Nama Author: Aurelia Sadewa

Mengisahkan seorang gadis cantik yang berprofesi menjadi model, namun memiliki kita kelam semenjak ibunya meninggal dan ayahnya menikah lagi dengan seorang wanita licik dan memiliki seorang anak yang bernama Lalita. Isyana selalu di bully di hina dan di perlakuan seperti anak pelayan. Hingga pada suatu hari Isyana di jodohkan oleh ibu tirinya dengan seorang CEO dingin dan kejam bernama Brayen Lucian Alkantara...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aurelia Sadewa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Malam Kedua Yang Lebih Dekat

Matahari sudah tenggelam sempurna di Maladewa.

Setelah video call sama Kakek yang bikin Isyana malu sampai mau masuk ke dalam pasir, Brayen membawa Isyana kembali ke vila. Dress haute couture dan kalung _The Ocean's Queen_ tadi sudah dilepas pelan-pelan oleh Mbak villa.

Di atas tempat tidur, ada satu kotak lagi. Kotak putih kecil dengan pita satin.

Isyana melirik Brayen curiga, "Mas, apalagi?"

Brayen yang baru selesai mandi, hanya pakai celana linen hitam, rambutnya masih basah, tersenyum nakal, "Buka."

Isyana membuka. Di dalamnya... lingerie. Tapi bukan yang heboh.

Lingerie sutra putih, model slip dress pendek, bahannya lembut banget, tali kecil, potongannya flowy. Elegan, bukan murahan. Di sampingnya ada card kecil tulisan tangan Brayen:

_Untuk Berlian Mas ku malam ini. Pakai ini ya? Biar Mas yang bukain lagi nanti pelan-pelan. - Brayen_

Isyana langsung panas mukanya. "Mas Brayen! Ini..."

"Kenapa? Cantik banget lho. Mas yang pilihin sendiri di Paris kemarin," bisik Brayen sambil mendekat dari belakang. Tangannya yang hangat memeluk pinggang Isyana, "Coba pakai. Mas tunggu di balkon."

Isyana masuk kamar mandi dengan jantung dag dig dug.

Lima menit kemudian, pintu kamar mandi terbuka pelan.

Brayen yang lagi di balkon menoleh. Dan... diam.

Isyana berdiri di sana. Rambutnya tergerai wavy, slip sutra putih itu jatuh sempurna di tubuh mungilnya. Tidak vulgar, tapi... lembut, feminin, dan sangat menggoda dengan cara yang polos. Kulitnya yang glowing kena cahaya lampu vila.

Dia menunduk malu, tangannya meremas ujung sutranya, "Kebesaran gak Mas?"

Brayen berjalan pelan mendekat. Tidak langsung menyentuh. Dia hanya menatap.

"Isyana..." suaranya serak, "Kamu tau gak, kamu cantiknya gak ada obat kalau malu kayak gini."

Isyana makin menunduk. Tapi Brayen mengangkat dagunya pelan dengan jarinya.

"Kiss Mas boleh?"

Isyana mengangguk kecil, sangat pelan.

Dan Brayen mencium kening Isyana. Lama. Dalam. Penuh sayang. Lalu turun ke ujung hidungnya. Lalu ke pipinya.

Isyana memejamkan mata. Napasnya mulai tidak beraturan.

"Mas..." bisiknya pelan.

Brayen tidak buru-buru. Tangannya memeluk Isyana erat, membiarkan tubuh mungil itu bersandar sepenuhnya di dadanya. Dia mengelus punggung Isyana di atas sutra halus itu, menenangkan.

"Mas di sini, Berlian. Pelan-pelan aja. Kita gak buru-buru," bisik Brayen di telinga Isyana, "Malam ini Mas cuma mau peluk Isyana yang paling deket."

Mereka rebah di tempat tidur yang sudah ditaburi kelopak mawar putih. Brayen memeluk Isyana dari samping, selimut sutra menutupi mereka berdua. Ciuman-ciuman kecil mendarat di bahu, di leher, di rahang Isyana.

Isyana yang tadinya tegang, perlahan meleleh. Dia balas memeluk Brayen, menyembunyikan wajah malunya di dada bidang suaminya.

"Brayen..." suaranya kecil dan manja, "Jangan lepasin."

"Gak akan pernah Mas lepasin," jawab Brayen sambil mencium puncak kepala Isyana, memeluknya makin erat, "Kamu punya Mas sepenuhnya malam ini. Dan selamanya."

Lampu vila diredupkan. Hanya suara ombak dari luar dan bisikan manja dua orang yang saling cinta.

Dan malam kedua di Maladewa itu menjadi malam paling intim bagi mereka. Bukan karena apa yang mereka lakukan, tapi karena pelukan itu terasa paling dekat, paling tulus, dan paling membuat Isyana merasa aman seaman-amannya di dekapan Brayen.

Di dalam selimut putih itu, Berlian Mas akhirnya benar-benar tertidur pulas di dada suaminya, dengan senyum paling bahagia.

---Bersambung---

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!