Marsya, seorang istri yang selalu di hina oleh suami dan keluarga nya hanya karena dia dianggap karyawan di salah satu toko kue.
Tapi tanpa sepengetahuan keluarga suami nya, bahwa toko kue itu adalah milik nya dan dia adalah seorang sarjana.
Dia sengaja menyembunyikan identitas nya atas permintaan sang ibu, kini Marsya tahu sendiri seperti apa suami nya dan juga keluarga nya.
Selain di berikan nafkah yang jauh dari kata cukup, Marsya juga di duakan oleh suami nyam dengan seorang wanita yang merupakan rekan kerja suami nya di kantor.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leni Anita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
03
Ketika jam istirahat makan siang tiba, Arum mengirim kan lokasi restoran tempat mereka bertemu. Marsya segera meluncur ke sana dengan menggunakan taksi online.
Marsya segera masuk dan dia mencari keberadaan calon kakak ipar nya di sana, Marsya tersenyum senang saat dia melihat Arum sedang duduk di salah satu meja.
"Mbak Arum, maaf ya membuat mbak menunggu lama!" Marsya berbasa - basi dengan Arum.
"Gak kok, mbak juga barusan tiba, duduk Sya!" Arum mempersilahkan Marsya untuk duduk.
"Makasih mbak!" Marsya menarik kursi yang ada di seberang Arum.
"Pesan makanan nya dulu, mbak belum pesan tadi!" Arum memberikan buku menu pada Marsya.
"Mbak mau makan apa?" Tanya Marsya sambil membolak - balik kan buku menu yang ada di tangan nya.
"Samain aja dengan punya mu!" Jawab Arum singkat.
"Marsya segera memesan makanan dan minuman untuk mereka berdua, sembari menunggu pesanan mereka datang kedua nya pun ngobrol dengan santai.
"Oh ya Sya, mbak boleh tanya sesuatu sama kamu?" Arum bertanya pada Marsya.
"Boleh mbak, tanya aja!" Jawab Marsya sambil tersenyum.
"Ini tentang suami kamu, Dani!" Arum diam sejenak, dia ingin melihat reaksi Marsya.
"Mas Dani? Ada apa dengan mas Dani mbak?" Tanya Marsya deg - degan.
Sebenar nya Marsya juga ingin menanyakan sesuatu tentang Dani pada Arum, tapi karena Arum sudah memulai nya, maka Marsya juga bisa mencari tahu semua nya lewat Arum.
"Dani memperkenalkan Mela sebagai calon istri nya di kantor, dan dia juga mengaku bahwa dia masih lajang!" Ujar Arum pada Marsya.
"Siapa Mela itu mbak?" Tanya Marsya penasaran.
"Mela adalah salah satu staf di kantor ku!" Jawab Arum.
Marsya dan Arum menghentikan obrolan mereka, ketika seorang pelayan datang mengantar kan pesanan mereka.
"Silahkan di nikmati!" Pelayan itu berkata dengan ramah.
"Terima kasih!" Jawab Arum dengan ramah.
Marsya dan Arum kembali melanjutkan obrolan mereka sambil menikmati makan siang nya, kedua nya masih membahas tentang Dani dan juga selingkuhan nya.
"Tapi mas Dani gak tahu kan mbak tentang hubungan kita yang sebenar nya?" Tanya Marsya pada Arum.
"Ya jelas enggak lah Sya, gak mungkin juga Dani mau mengumumkan hubungan dengan Mela jika dia tahu siapa Mbak!" Jawab Arum sambil tersenyum.
"Sebenar nya akhir - akhir ini aku agak curiga sama mas Dani mbak, sikap nya berubah dingin dan cuek. Dan di tambah lagi tadi pagi aku gak sengaja lihat mas Dani sedang bermesraan dengan seorang wanita yang tidak aku kenal di dalam mobil nya!" Marsya menceritakan apa yang dia lihat tadi pagi.
"Kamu yakin akan terus seperti ini Sya? Dani udah selingkuh loh di belakang kamu!" Arum mengingat kan Marsya.
"Untuk sementara ini biar kan saja seperti ini mbak, aku akan mencari bukti - bukti yang lebih banyak tentang perselingkuhan mas Dani. Setelah itu aku akan fikir kan bagai mana baik nya!" Marsya menjelaskan rencana nya pada Arum.
"Sampai kapan Sya kamu mau terus di rendah kan oleh Dani dan keluarga nya, kasihan Mama dan yang lain nya mikirin kamu terus!" Arum berkata pada calon adik ipar nya.
"Mbak, untuk saat ini aku mau minta tolong sama mbak. Jangan kasih tahu mas Galih dan juga yang lain nya, biar kan aku mencari bukti dulu. Setelah itu aku janji gak bakal mengecewakan semua orang lagi!" Marsya meminta tolong pada Arum.
"Baik lah Sya, tapi kalau mbak boleh memberi saran sebaik nya kau berfikir ulang Sya sebelum semua nya terlanjur jauh. Dani dan keluarga nya hanya menganggap mu sebagai babu gratisan di rumah nya. Mereka semua hanya perduli pada uang dan wanita yang bisa memberi mereka uang saja!" Arum menasihati Marsya.
"Mbak, selama ini aku selalu menerima semua perlakuan mas Dani dan juga keluarga nya. Aku menganggap nya sehabis sebuah bhakti, tapi setelah mengetahui bahwa mas Dani sudha selingkuh. Aku sudah tidak mau lagi menjadi Marsya yang lemah lagi mbak!" Marsya berkata dengan nada kecewa.
"Kamu harus bangkit Sya, jangan lemah!" Arum menyemangati Marsya.
"Iya mbak, mulai sekarang aku akan mencari bukti - bukti perselingkuhan mas Dani. Mbak mau kan membantu aku, mbak bisa mengirim kam foto atau pun video saat mereka sedang berada di kantor!" Marsya meminta tolong pada Arum.
"Tentu Sya, mbak akan dengan senang hati membantu mu!" Arum tersenyum pada Marsya.
"Sekarang aku tahu mbak, apa alasan Mama yang meminta ku untuk menyembunyikan identitas ku di hadapan mas Dani dan juga keluarga nya. Mungkin ibu punya firasat tentang mas Dani dan keluarga nya!" Marsya berkata dengan nada sendu.
"Kamu jangan sedih lagi Sya, mbak akan membantu mu. Kamu tidak sendiri!" Arum berkata pada Marsya.
"Terima kasih mbak, aku bersyukur mas Galih menemukan wanita sebaik mbak!" Uajr Marsya sambil tersenyum.
Marsya membuka ponsel nya setelah dia selesai makan, dia melihat bahwa Dani mengirim ka ln pesan mesengger pada nya lewat akun palsu nya.
"Dasar laki - laki buaya!" Ujar Marsya sambil mengeleng kan kepala nya.
"Ada apa Sya?" Tanya Arum heran.
"Ini mbak, tadi aku sengaja mengirim permintaan pertemanan dengan mas Dani lewat akun palsu. Dia langsung nge DM aku setelah dia melihat foto profil nya adalah wanita cantik. Dasar laki - laki buaya, suka tebar pesona!" Marsya baru tahu bahwa suami nya adalah laki - laki buaya darat.
"Sya, mbak kembali ke kantor lagi ya. Nanti kalau ada informasi mbak kabari kamu lagi ya!" Arum berpamitan pada Marsya setelah membayar tagihan makan siang mereka berdua.
"Iya mbak, aku juga mau kembali ke toko lagi!" Marsya pun ingin segera kembali ke toko nya.
Marsya ingin membalas pesan yang di kirim kan oleh Dani, dia akan tetap berpura - pura tidak mengenal Dani dengan menggunakan akun palsu.
[Hai cantik, boleh kenalan gak?] begitu lah bunyi Dm dari Dani.
[Gak boleh lah, takut nya istri nya marah!] Balas Marsya dengan pura -pura jual mahal.
[Belum punya istri kok, masih lajang!] Balas Dani lagi.
"Dasar laki - laki buaya, udah punya istri dan juga selingkuhan masih ngaku lajang. Dasar laki - laki tidak tahu malu!" Guman Marsya sambil menggeleng - geleng kan kepala nya.
Dani terus mengirim kan pesan dengan penuh rayuan, Marsya pun melayani nya. Dia ingin melihat sampai sejauh mana kegilaan suami nya.
'Kita akan lihat mas, seperti apa diri mu yang sebenar nya. Aku akan terus menyamar dan pura - pura tidak mengenali mu mas. Kita lihat saja mas, setelah aku mengetahui kebusukan mu. Aku pastikan kau akan menyesal' Guman Marsya di dalam hati.