Arsen Adhitama memiliki segalanya—kekayaan, jabatan, perusahaan besar, dan kehidupan yang selama ini diimpikan banyak orang. Namun, semua itu tidak berarti apa-apa setelah perempuan yang paling dicintainya pergi untuk selamanya. Sejak saat itu, Arsen berubah menjadi pria yang dingin dan mati rasa. Ia menjauh dari keluarga, berhenti menikmati kehidupannya, dan menjalani hari hanya karena belum menemukan alasan untuk benar-benar berhenti. Hingga akhirnya, ia membuat keputusan yang mengejutkan: meninggalkan pekerjaannya dan menghabiskan sisa hidupnya di panti jompo. Di tengah keputusan tersebut, hadir Alea Pramesti, sekretaris baru yang ternyata menyimpan luka yang tidak kalah dalam. Kekasih yang telah menemaninya bertahun-tahun juga telah meninggal dunia. Bedanya, Alea memilih untuk tetap menjalani hidup meskipun setiap harinya terasa berat. Pertemuan mereka tidak berjalan mudah. Arsen menganggap Alea terlalu banyak ikut campur dalam kehidupannya. Sementara Alea menganggap Arsen sebagai pria paling keras kepala yang pernah ia temui. Namun, semakin sering mereka bersama, Alea perlahan mulai memahami bahwa di balik sikap dingin Arsen terdapat seorang pria yang sebenarnya sedang berduka dan kehilangan arah. Alea tidak mencoba menghapus masa lalu Arsen. Ia hanya ingin menunjukkan bahwa kehilangan seseorang bukan berarti kehilangan seluruh alasan untuk hidup. Hari demi hari, hubungan mereka berubah. Dari sekadar bos dan sekretaris, menjadi dua orang yang saling berbagi luka. Dari dua orang asing, menjadi tempat untuk pulang. Dan tanpa mereka sadari, perasaan yang awalnya hanya berupa kepedulian perlahan tumbuh menjadi sesuatu yang jauh lebih dalam. Namun ketika Arsen akhirnya mulai membuka kembali hatinya, masa lalu datang membawa kenyataan yang selama ini disembunyikan. Sebuah rahasia tentang kematian orang yang dicintainya membuat Arsen kembali mempertanyakan segalanya. Akankah Alea berhasil membuat Arsen memilih kehidupan? Atau pada akhirnya, dua orang yang dipertemukan oleh kehilangan justru harus kembali berpisah karena masa lalu yang belum selesai? Karena terkadang, seseorang tidak datang untuk menggantikan orang yang telah pergi. Ia datang untuk mengajarkan bahwa setelah kehilangan, hidup masih layak diperjuangkan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CantiknyaKamu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MHSB
Alea bingung..”pa-pak saya izin keluar..”ujur nya pelan
“Alea..maaf..”ucap Arsen menatap Alea
Alea sangat ingin marah…saat ia memasuki lift,pikiran nya tah lari kemana,ia asal menekan tombol lift..sampai di lantai 37,sedangkan ruangan Alea di lantai 39
arghh..pak Arsen itu gila ya..sumpah gue sangat mau memaki-maki nya…tapi ni mulut…”batin Alea memukul-mukul bibir nya..
sampai diruangan,Alea segera mengambil tas dan pelataran nya,dan segara memasuki lift lagi menuju loby..
Alea memesan taxi menuju kos nya…sedangkan Arsen kembali ke setelan awal,ia pulang ke apartemen nya dan melangsungkan olahraganya..
saat alea tiba di kos,ia segara bersih-bersih dan membiarkan dirinya tertidur hingga malam,sekitaran jam 7 malam..
drtttt
drtttt
drttt
Alea terbangun karena dering ponselnya..melihat samar-samar nama kontak yang menelepon
“hmm…”
“kamu belum kirim jadwal zoom meeting saya.”
Alea terbangun,melihat jam sudah menunjukkan pukul 7,Alea merapikan rambutnya dan menjawab dengan normal..
“aduh maaf pak..saya akan kirim sekarang…”ucap Alea membuka laptop dan membuat link lalu mengirimkan ke klien dan juga divisi yang harus ikut serta dalam rapat tersebut…
telepon masih terhubung..”sudah saya kirim pak..”ujur Alea
Arsen mematikan telepon nya dan mulai masuk ke dalam zoom meeting yang sedang duduk di ruang kerjanya..
zoom meeting di mulai,beberapa pembahasan di diskusikan..Alea ikut serta dalam zoom meeting,tapi kali ini tidak begitu banyak bicara dan protes..
zoom meeting di lakukan selama 2 jam,dan kini sudah selesai..”Alea melepaskan handuk dari kepalanya untuk mengeringkan rambutnya..
Alea membuka aplikasi penerbangan untuk membooking penerbangan Arsen Argani dn juga Mawar untk ke singapura
Alea memesankan Arsen dan Argani di business sedangkan ia dan mawar di ekonomi
Alea membayar lewat dari kartu Arsen yang di tangan nya..
Alea membuka ponselnya lalu mengirim fotonya ke Akbar..
“kak..hari ini ruwet banget tapi enggak banget gitu hehe..”
“kak..kak akbar ngk rindu aku apa..”
aku nya si rindu,sebelum aku ke singapura aku ke rumah kakak ya..”
“kak maaf ya…jujur aku gatau,hati aku masih stuck di kakak..aku juga bingung kenapa kak…”tulis Alea dengan mata yang berkaca-kaca..
padahal aku udh berusaha ikhlas kak..tapi rasanya itu tetap kekeh ada disini..”tulis Alea menunjuk hati nya..
“bohong kalau aku tidak skan tertarik kepada pria lain kak..,tapi aku gatau kapan waktu itu datang..”
“kakak kok gada datang ke aku sih..”tulis Alea sudah membasahi pipi nya dengan air mata..
“aku benar-benar rindu kak..aku butuh kak akbar..”lirih nya sebelum menutup obrolan mereka..
Alea menghapus air matanya,mata nya sudah bengkak dengan air mata..”bohong kalau Alea tidak merindukan kekasih nya tersebut..bohong Alea tidak menangis saat ke makam Akbar..bohong Alea melupakan atau mengikhlaskan Akbar..
ting
ting
*Mawar*
lagi apa lo..”isi pesan dr mawar..
alea membalas..”gue habis chatan sama kak akbar..”
“lah hidup lagi akbar nya..?”
“pengen nya sih gitu..”
“boleh ketawa g sih Al..”tanya mawar dengan emot ketawa.
boleh..ketawa aja..kak akbar g bakal marah,toh dia engk pernah marah..”tulis Alea
“gimana..?”tanya Mawar
“gimana apa nya..”
“perkembangan bekerja dengan pak Arsen..”tanya Mawar di dalam chat.
“bagus sih,gue sudah bisa mengikut jadwal pak Arsen dan bisa mengposisikan diri dengan semua pekerjaan yang ada..”
“yang lain..”
“apanya..”tanya Alea bingung
“ada rasa yang tumbuh g..”
“gila lo ya..ngk mungkin War..”ujur Alea
“kenapa tidak mungkin..mungkin saja kalau sudah ada aliran nya..”
“gk mungkin Mawar, gue gabisa..”
“come on Alea..kak akbar juga ngerti..”
“enggak ah..sudah ah..lo kapan balik nya..?”tanya Alea mengalihkan obrolan..
“yah gue mungkin baliknya ketika ada acara ke singapura..lo ikut kan..?”tanya Mawar..
“iya,gue sudah pesan tiketnya.”ujur Alea..
okey deh..”ujur mawar mengakhiri cht..
ini sudah pukul 10 malam..Alea merasa perut nya lapar..ia mengambil kunci motornya dan ingin membeli makanan..
ia sudah mengganti pakaian nya dengan pakaian yang panjang dan juga hoodie..
Alea menghirup udara malam,lalu menghembuskan kembali…”segar banget..”lirih nya tersenyum dan singgah di makanan siap saji..
saat sudah selesai membeli makanan siap saji,Alea singgah di minimarket…
Alea sedang sibuk memilih makanan yang ia inginkan..
Pov Arsen dan Argani..
“pak…selamat malam..”sapa Argani
“malam..ada apa..”
“judes amat pak..”
“bapak di mana..?”
“tumben kamu nanya-nanya saya..”
“saya lagi ketemu dengan wanita atas perintah mama saya..”ujur Arsen mengirim foto candid kepada Argani..
Argani kaget,kaget sekaget nya..”serius,anda menerima tawaran dari mama kamu..?
“hm”
“siapa..gimana anda tertarik tidak pak..?”
“tidak ada saya tertarik kepada wanita..saya lebih tertarik hidup di panti jompo..dan mengirim uang lebih banyak disana..”
“deep bgt pak..tapi kalau tidak tertarik kenapa di terima pak..?”
“saya hanya lagi mengisi waktu luang saya di malam hari..”
“semoga lancar pak..puji tuhan,hati bapak terketuk..”
“ya,saya yang mengetuk nya..”
“bisa saja anda ini pak..”
salam kenal yaa