NovelToon NovelToon
Super Sistem Pekerjaan Impian

Super Sistem Pekerjaan Impian

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Crazy Rich/Konglomerat / Mengubah Takdir
Popularitas:10.7k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Setelah dipecat dari pekerjaannya dan diputuskan oleh sang pacar di hari yang sama, Bima Aditama mengira hidupnya telah hancur, hingga sebuah "Sistem Pekerjaan Impian" mendadak muncul dan memutarbalikkan nasibnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34

Langkah kaki Bima dan Siska bergema pelan di sepanjang lorong lantai tiga Mal Grand Pusat.

Siaran langsung di ponsel Siska masih terus berjalan dengan jumlah penonton yang stabil di angka dua puluh ribu orang.

Para penonton masih terus membanjiri ruang obrolan dengan pujian dan rasa kagum atas kejadian gila di butik jam tangan tadi.

Siska memegang tongkat kameranya dengan senyum lebar yang tidak bisa disembunyikan.

"Bagaimana semuanya? Malam ini benar-benar tidak terduga kan?" sapa Siska ke arah kamera dengan nada ceria.

"Aku sudah bilang dari awal kalau pria di sebelahku ini bukan orang sembarangan."

Bima hanya berjalan santai dengan kedua tangan di dalam saku celananya.

Dia tidak membawa kantong belanjaan apa pun karena manajer butik jam tangan tadi bersikeras untuk mengirimkan kotaknya langsung ke mobil Bima.

Mereka berdua berjalan melewati deretan butik pakaian dan tas bermerek internasional.

Langkah Siska mendadak sedikit melambat saat mereka melewati sebuah butik mode ternama dari Prancis.

Gadis itu menundukkan wajahnya dan memutar arah kameranya agar tidak menyorot ke dalam butik tersebut.

Bima menyadari perubahan sikap mahasiswinya itu dan menghentikan langkahnya.

"Ada apa Siska?" tanya Bima dengan nada tenang.

Siska tersenyum canggung dan menunjuk butik mode tersebut dengan dagunya.

"Tidak apa-apa Kak, aku cuma teringat kejadian tadi sore sebelum aku ditelepon ibuku."

"Tadi sore aku berniat masuk ke butik itu untuk melihat-lihat tas keluaran terbaru mereka."

Siska menghela napas pelan dengan raut wajah sedikit sedih.

"Tapi satpam dan pelayan tokonya langsung mengusirku dari pintu depan."

"Mereka bilang pembuat konten jalanan sepertiku dilarang masuk karena akan menurunkan kelas butik mereka."

Ruang komentar di siaran langsung Siska langsung dipenuhi oleh dukungan dari para penonton.

Mereka juga ikut kesal karena perlakuan diskriminatif yang dialami oleh idola mereka.

Bima menatap butik pakaian yang sangat sepi pengunjung tersebut dengan pandangan datar.

"Kenapa kamu harus merasa sedih ditolak oleh toko yang pelayannya tidak punya etika?" tanya Bima memecah keheningan.

"Tapi Kak, itu kan butik langganan para artis dan sosialita kelas atas."

"Wajar saja kalau mereka punya aturan ketat untuk menyaring orang biasa sepertiku."

Bima menggelengkan kepalanya perlahan, menolak logika yang sudah tertanam di kepala gadis itu.

"Di dunia bisnis, pelanggan adalah raja, Siska."

Bima menunjuk ke arah pintu kaca butik yang tertutup rapat tersebut.

"Uang yang keluar dari dompet seorang pemulung dan uang yang keluar dari dompet seorang pejabat nilainya sama persis."

"Kalau mereka menolak untuk melayanimu, itu berarti mereka yang tidak pantas menerima uangmu."

Siska terdiam mendengar kalimat filosofis yang meluncur begitu saja dari mulut Bima.

Kata-kata itu terdengar sangat sederhana namun berhasil mengangkat kembali harga dirinya yang sempat jatuh.

Tap tap tap.

Suara derap langkah kaki tergesa-gesa dari banyak orang tiba-tiba terdengar menggema dari ujung lorong mal.

Bima dan Siska menoleh ke arah sumber suara tersebut.

Lima orang pria berjas hitam rapi sedang berlari kecil menghampiri mereka berdua dengan wajah penuh keringat.

Pria yang berada paling depan tampak sedikit lebih tua dengan tanda pengenal logam emas menempel di dada kirinya.

Pria itu adalah Pak Gunawan, Direktur Utama pengelola Mal Grand Pusat.

"Tuan Bima! Tuan Bima Aditama!" panggil Pak Gunawan sambil melambaikan tangannya dari kejauhan.

Bima tetap berdiri di tempatnya dengan santai menunggu rombongan itu mendekat.

Pak Gunawan akhirnya berhenti tepat di depan Bima dengan napas terengah-engah.

Dia langsung membungkukkan badannya sangat dalam untuk memberikan penghormatan tertinggi.

"Akhirnya saya berhasil menemukan Anda, Tuan Bima," ucap Pak Gunawan dengan suara bergetar karena kelelahan.

Siska mundur selangkah karena terkejut melihat direktur mal termewah ini bersikap seperti bawahan di depan Bima.

"Ada keperluan apa mencari saya sampai harus berlari seperti itu?" tanya Bima dengan nada santai.

Pak Gunawan menegakkan tubuhnya dan mengambil sebuah kotak kayu kecil berlapis beludru dari tangan asistennya.

Dia membuka kotak itu dengan sangat hati-hati dan menyodorkannya ke hadapan Bima.

Di dalam kotak tersebut terdapat sebuah kartu logam tebal berwarna hitam pekat dengan ukiran berlian kecil di sudutnya.

"Saya datang untuk menyerahkan kartu identitas Member Diamond ini secara langsung kepada Anda, Tuan Bima."

Siska dan puluhan ribu penonton di siaran langsungnya nyaris berhenti bernapas mendengar nama kartu tersebut.

Member Diamond adalah kasta pelanggan tertinggi yang pernah ada di pusat perbelanjaan ini.

Konon kabarnya, hanya ada kurang dari sepuluh orang di seluruh negeri yang memiliki kartu tersebut.

"Member Diamond?" tanya Bima sambil mengambil kartu logam dingin itu dengan dua jarinya.

"Benar Tuan Bima," jawab Pak Gunawan dengan senyum yang sangat menjilat.

"Sistem pusat kami baru saja mendeteksi total pembelanjaan Anda hari ini telah melewati angka tiga puluh lima miliar rupiah."

"Sesuai dengan regulasi mal kami, Anda secara otomatis diangkat menjadi pelanggan dengan kasta tertinggi."

Bima membolak-balikkan kartu itu sejenak lalu memandangnya dengan tidak tertarik.

"Lalu apa gunanya kartu ini selain untuk pamer?" tanya Bima polos.

Pak Gunawan buru-buru menjelaskan berbagai keistimewaan yang tidak masuk akal dari kartu tersebut.

"Dengan kartu ini, Anda memiliki akses parkir VVIP tepat di depan lobi utama, Tuan."

"Anda juga bisa meminta pihak mal untuk menutup toko mana pun selama beberapa jam agar Anda bisa berbelanja secara privat."

"Bahkan, jika ada penyewa toko yang berani membuat Anda merasa tidak nyaman, kami bisa memutus kontrak sewa mereka hari ini juga."

1
Naga Hitam
wahh tidak ada truk tronton
YUI: tidak perlu ketabrak truk dulu🤣🤣
total 1 replies
Yuliana Tunru
bodoh dan arogan x kau vina ..tak sabar mau tau gmn reaksi x saat tau siapa bima 🤣🤣 makin seruuu dan yg pasti up x benar2 bikin puasss 👍👍
Oarashi
gas
Yuliana Tunru
cuma bisa bilang wooow bima ..cslon pacar udaman tuh siska 🤭🤭
Kasma Wati
.🤣🤣🤣🤣🤣
Heri Susanto8246
bodoh
Yuliana Tunru
up x ndk kaleng3 ..ma kasih thorr 💪💪 trs ya 👍👍
aldo
lanjut author semangat terus 🙏🙏🙏🙏
Yuliana Tunru
cerita yg bagus thorr wuka gaya bima yg tenang tp cerdik..bonus vote buat kisah mu
YUI: terimakasih kak☺️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!