NovelToon NovelToon
Istri Mafia Memilih Taubat

Istri Mafia Memilih Taubat

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Mengubah Takdir / Mafia
Popularitas:6.4k
Nilai: 5
Nama Author: mejiku

Rara, seorang gadis yang gemar membaca kisah pria tampan, tiba-tiba terbangun di dalam novel yang baru saja dibacanya. Namun, bukan sebagai pemeran utama yang baik hati, ia justru menjadi Zelara Sabiru, istri arogan, sombong, dan kejam dari seorang bos mafia bernama Bashkar Deluca. Dalam cerita asli, Zelara selalu membenci Bashkar dan ikut keluarganya menuduh sang suami sebagai dalang di balik kematian kedua orang tuanya. Bahkan, Zelara berakhir dengan nasib tragis. Namun Rara mengetahui satu rahasia yang tidak diketahui siapa pun Bashkar tidak pernah membunuh orang tuanya. Semua tuduhan itu hanyalah fitnah. Berbekal pengetahuan tentang alur cerita, Rara memutuskan mengubah takdir Zelara. Ia meninggalkan sifat buruk sang istri, memilih untuk bertaubat, dan mulai membela Bashkar yang selama ini hidup dalam kesepian serta penuh kecurigaan. Tetapi semakin Rara berusaha mengubah akhir cerita, semakin banyak rahasia keluarga Deluca yang terbongkar. Dan yang paling membuatnya bingung… Mengapa sang mafia dingin yang seharusnya membencinya justru mulai melindunginya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mejiku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

17

Pagi hari menyapa mansion Deluca dengan sisa-sisa kepingan salju yang masih menumpuk di balik jendela kaca. Suasana ruang makan keluarga yang megah terasa begitu sunyi dan kaku. Di ujung meja kayu jati berukuran panjang, Bashkar duduk tegap dalam balutan kemeja hitam yang dilapisi jas formal gelap, membaca koran bisnis harian seraya menyesap kopi hitamnya yang pahit tanpa gula.

Langkah kaki yang beritme cepat dan ceria mendadak memecah keheningan ruangan. Zela turun dengan gaun kasual bermotif bunga sederhana yang anggun. Wajahnya segar, memancarkan energi positif yang bertolak belakang dengan atmosfer dingin ruangan itu.

"Selamat pagi, Suamiku yang tampan!" sapa Zela dengan suara nyaring nan manis, menyunggingkan senyum lebarnnya yang paling cerah begitu menarik kursi tepat di samping tempat duduk Bashkar.

Bashkar sama sekali tidak bergerak. Pria itu bahkan tidak membalikkan kepalanya atau mengalihkan pandangan dari kertas koran di tangannya. Ia mengacuhkan sapaan hangat itu sepenuhnya, seolah Zela hanyalah bayangan tak kasat mata yang lewat.

Zela tidak berkecil hati. Ia hanya memanyunkan bibirnya tipis lalu menuangkan jus jeruk ke gelasnya sendiri dengan santai.

Klek.

Rian melangkah masuk ke ruang makan dengan langkah teratur. Asisten pribadi itu membawa sebuah folder dokumen tebal di tangannya, langsung berdiri tepat di sebelah meja Bashkar.

"Tuan," panggil Rian dengan suara rendah dan profesional. "Laporan mengenai acara lelang amal dan barang antik eksekutif sore ini sudah siap. Acara akan digelar di ballroom Hotel Grand Imperial. Seluruh kolega bisnis utama dan tokoh-tokoh penting underworld dipastikan hadir."

Mendengar kata 'lelang', mata Zela seketika berbinar lebar. Ia langsung menegakkan posisi duduknya, menatap Rian lalu beralih menatap wajah kaku Bashkar dengan binar penuh antusiasme.

"Lelang?! Wah, aku mau ikuttt!" seru Zela refleks, memajukan tubuhnya dan memegang lengan jas Bashkar dengan raut wajah memelas yang menggemaskan. "Mas, ajak aku ya? Plisss! Aku mau ikut ke acara lelangnya!"

Bashkar akhirnya meletakkan korannya di atas meja. Manik mata kelabunya bergulir menatap Zela dengan kilatan dingin dan penuh ketegasan.

"Tidak," jawab Bashkar singkat tanpa ragu. "Itu bukan tempat untuk bermain-main."

"Aku gak bakalan bermain-main, Mas! Sumpah!" janji Zela memburu, memegang dadanya sendiri. "Aku bakal duduk manis di samping kamu, gak akan bikin ricuh, gak akan bikin malu! Ajak aku ya? Daripada aku bosan sendirian di rumah tebal salju gini?"

Bashkar menatap mata bulat Zela yang berbinar tulus seraya terus melontarkan permohonan. Keheningan tercipta selama beberapa detik sebelum Bashkar menghembuskan napas pelan dari hidungnya.

"Jangan membuat ulah," tegas Bashkar dengan suara rendah yang menakutkan. "Satu gerakan mencurigakan darimu, aku akan langsung menyuruh orang untuk membawamu pulang."

"Janji!" pekik Zela kegirangan, menyunggingkan senyum lebarnya yang amat manis. "Aku janji gak akan bikin ulah! Makasih Suamiku sayang! Aku berlari mau bersiap-siap dulu!"

Tanpa menunggu balasan Bashkar, Zela meloncat dari kursinya dan berlari-lari kecil menuju kamarnya di lantai atas untuk berdandan, meninggalkan Bashkar yang hanya menatap punggungnya dengan tatapan datar tak terbaca.

Beberapa jam kemudian, sebuah mobil limousine hitam mewah membelah jalanan kota dan berhenti tepat di depan pelataran Hotel Grand Imperial. Karpet merah membentang dari pintu mobil hingga ke pintu masuk ballroom yang dijaga ketat oleh puluhan pengawal bersetelan jas tegap.

Bashkar melangkah keluar lebih dulu, membetulkan kancing jas mewahnya. Pria itu berbalik dan mengulurkan tangannya pada Zela.

Zela yang mengenakan evening dress berwarna hitam elegan dengan potongan anggun meriah meraih uluran tangan Bashkar. Namun, begitu kakinya menyentuh karpet merah dan melangkah memasuki ballroom yang teramat luas dan megah itu, aura di sekitarnya mendadak berubah sangat pekat.

Ruangan itu dipenuhi ratusan tamu undangan dari kalangan atas para konglomerat, pejabat tinggi, hingga para pemimpin faksi underworld yang memancarkan dominasi berbahaya. Kilatan lampu kilat kamera wartawan, denting gelas kristal, dan tatapan-tatapan tajam dari para kolega bisnis langsung tertuju pada pasangan tersebut.

Melihat banyaknya pasang mata yang menatap mereka dengan intimidasi dan bisik-bisik penuh kecurigaan, dada Zela mendadak berdesir hebat. Jantungnya berdegup kencang, dan hawa dingin menjalar di telapak tangannya. Selama ini ia hanya membaca gambaran acara lelang eksklusif di dalam novel, namun merasakan langsung aura mematikan dan tekanan sosial dari puluhan orang berkuasa di ruangan ini membuatnya mendadak gugup dan takut.

Genggaman tangan Zela pada lengan kokoh Bashkar refleks makin mengencang. Tubuh rampingnya tanpa sadar makin merapat ke sisi tubuh suaminya, mencari perlindungan di balik keteguhan sosok mafia di sebelahnya itu.

Seorang manajer berjas rapi bersama beberapa staf senior berpakaian formal bergegas menyambut kedatangan mereka di ambang pintu ballroom. Dengan sikap yang sangat membungkuk dan penuh penghormatan, manajer itu mengarahkan jalan bagi sang penguasa underworld.

"Selamat datang di Grand Imperial, Tuan Deluca, Nyonya," sapa manajer itu dengan suara bergetar pelan karena canggung dan tegang. "Suatu kehormatan besar bagi kami atas kehadiran Anda berdua. Tempat duduk paling depan di area VVIP sudah kami siapkan."

Bashkar hanya mengangguk tipis tanpa ekspresi, melangkah tegap menembus kerumunan tamu berkelas yang membelah jalan memberi ruang untuknya. Zela yang genggaman tangannya masih tertaut erat di lengan Bashkar mengekor, mencoba menetralkan rasa gugupnya saat dipandu menuju meja barisan paling depan—posisi paling eksklusif yang berhadapan langsung dengan panggung utama lelang.

Setelah mereka duduk anggun di kursi berpelapis beludru merah yang mewah, acara lelang pun dimulai. Sang auctioneer di atas panggung mulai memamerkan dan menawarkan berbagai macam barang antik bernilai fantastis, mulai dari perhiasan berlian langka abad ke-18, lukisan minyak klasik karya maestro ternama, hingga guci porselen kuno dari dinasti Tiongkok.

Zela memangku dagunya dengan sebelah tangan, menatap jajaran barang-barang mahal itu tanpa minat sedikit pun. Matanya mengantuk melihat angka-angka penawaran yang melambung hingga puluhan miliar rupiah hanya untuk sekadar vas tua atau cincin bermata zamrud.

Hobi orang kaya bener-bener aneh ya, gumam Zela menggerutu dalam hatinya seraya memutar bola matanya pelan. Beli barang tua bernilai miliaran cuma buat dipajang di sudut rumah doang. Kalau gue yang punya uang segitu, mending buat beli seblak se-pabrik sama rumah makan padang lima cabang...

Namun, kebosanan Zela mendadak buyar total saat petugas panggung mendorong sebuah troli khusus yang ditutupi kain beludru hitam. Ketika kain itu disingkap, sebuah patung ukiran kayu gelap berbentuk burung elang gagah dengan mata berhiaskan batu perak terpampang di atas podium.

Deg.

Dada Zela mendadak berdesir hebat. Sensasi dingin secara mendadak menjalar dari tengkuk hingga ke jemari tangannya. Otaknya berputar keras, ingatan tentang alur novel yang pernah ia baca tiba-tiba melintas cepat bagaikan kilatan petir.

Tunggu... patung burung itu?! batin Zela histeris, matanya membelalak lebar menatap patung kayu tersebut.

Kesadaran menghantamnya tanpa ampun. Keringat dingin merembes di pelipisnya sewaktu potongan ingatan plot novel itu menyatu sempurna di kepalanya.

Anjirrrr! Kok gue bisa lupa sama plot penting ini sih?! jerit Zela panik setengah mati di dalam hatinya. Di bab ini, patung burung elang itu dirancang khusus oleh faksi musuh buat membunuh Bashkar! Di dalam rongga patung kayu itu ada bom rakitan berdaya ledak tinggi yang dikendalikan remote pemicu!

Ia mengingat persis bagaimana kejadiannya di novel: Bashkar akan memenangkan lelang patung itu dengan harga tertinggi. Tak lama setelah patung itu diserahkan ke tangannya di belakang panggung, bom tersebut meledak hebat! Meski Bashkar tidak tewas karena refleks pertahanannya yang luar biasa, ledakan itu membuat tubuhnya terluka parah, mengalami pendarahan hebat, dan menjadi pemicu awal jatuhnya kekuatan faksi Deluca di dunia underworld.

Mata Zela melirik cepat ke arah Bashkar yang duduk tenang di sampingnya. Pria itu menatap patung burung di panggung dengan manik mata kelabu yang pekat, menunjukkan gestur bahwa ia berniat mengangkat papan penawarannya!

1
Icon Diamon
bagus thor buatlah penyesalan terdalam atas kematian zelara karna sikapnya kepada clarissa membuat kemtian bagi zelara ,,aku setuju baget thor lw zelara tiada,,,
Candi Ci
ceritan bagus thor ,,semangat thor ,,lebih semangat lagi buat zelara meningal atau dia hidup kembali tapi dengan ilang ngatan dan pergi jauh dari si baskhar itu ,,💪💪👍
N. Siti 12mplb_ukk
lnjut💪
Herlina Susanty
lanjut thor smgt 💪
Azura75
pisah aja lah.. toh kamu juga nggak hamil. pindah ke luar negri. mulai semua dr awal hidup baru & dgn identitas baru. drpd makan hati dgn suami kyk gitu.
anonim
double up please?🙏
Pelangi Jingga
di tunggu kelanjutannya tor
Apis
ini sebenarnya temanya apa yathor di indo pa di barat, ko manggilnya mas mb tp ada musim saljunya
Gustinur Arofah
karya baru semangat💪💪💪, sdh vote, like, komen, bunga dan kopi biar makin semangat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!