NovelToon NovelToon
Kultivator Iblis

Kultivator Iblis

Status: sedang berlangsung
Genre:Ahli Bela Diri Kuno / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Bullying dan Balas Dendam
Popularitas:455
Nilai: 5
Nama Author: Yusub Gultom

Kebencian adalah awal dari kehancuran yg akan ku persembahkan kepada langit, dendam yg terpendam akan ku ukir setajam pedang pusaka, terkadang takdir memang sungguh lucu, dengan sebilah pedang di tangan akan ku tunjukkan kepada langit , dengan sebilah pedang di tangan aku akan menentang takdir langit, dengan sebilah pedang akan ku hancurkan para dewa, dengan sebilah pedang akan ku ukir namaku, dengan sebilah pedang di tangan akan ku ukir namaku sebagai legenda kultivator iblis, kultivator yg paling menakutkan dan paling kejam yg pernah ada.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yusub Gultom, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

17. Mempertemukan Kembali jiwa Yang Hilang

Seolah tidak peduli berapa banyak luka di tubuhnya, darah menetes dari sudut bibirnya, badannya terikat rantai. Namun senyuman terus mengembang dari bibirnya.

Dia merasa saat ini adalah pria yang paling beruntung, bahkan dia tidak merasa ada luka di tubuhnya.

Dia menatap wajah pemuda didepannya. Tidak ada riak, tidak ada kerutan, tidak ada kepanikan. Seolah-olah sudah melewati ratusan zaman, seolah-olah pemuda di hadapannya telah berulang kali bangkit dari Kematian.

Pemuda itu tentunya adalah Xuan, yang sekarang sudah menjadi Bai Xuan, yang sibuk meramu segala jenis obat. Herbal-herbal langka berserak di tanah bahkan tidak terhitung jumlahnya.

Tungku kekacauan seketika di keluarkan. Puluhan tanaman herbal langka di masukkan kedalam tungku. Api kekacauan di kontrol dengan sempurna. Setelah beberapa saat menunggu, puluhan butir pil semi dewa tingkat rendah telah jadi.

Xuan membuka rantai yang menyegel ayahnya, kemudian meremasnya menjadi debu. Setelah itu dia memberikan satu pil kepada ayahnya.

Xuan membantu ayahnya menyerap khasiat dari pil tersebut. Pil itu adalah pil untuk mengobati luka dalam, jantung dan dantian yang telah rusak bahkan hati sudah hampir membusuk akibat mengkonsumsi racun tingkat rendah setiap hari.

Setelah mengkonsumsi puluhan pil, akhirnya selesai juga tanpa bicara. Xuan mengambil tong air dari cincin penyimpanannya lalu membersihkan tubuh ayahnya dan memakaikan jubah mahal.

"Ayah."

Tubuh Jenderal yang perkasa itu akhirnya bergetar di pelukan putranya. Dia tidak berbicara. Dia sudah lama menunggu panggilan itu.

"Ayah."

"Putraku."

Matanya sangat cerah, wajahnya terlihat sangat bahagia, senyum yang terus mengembang dari bibir sang mantan Jendral seolah tidak pernah terlihat punya masalah sebelumnya.

"Putraku sudah dewasa sekarang. Hatinya sebesar benua, seluas semesta. Terimakasih putraku. Terimakasih atas belas kasihanmu pada klan Ayah. Biarkan ayah beristirahat sebentar."

"Baik ayah."

Xuan membuat segel racun di mulut gua setelah membaringkan ayahnya. Seketika mulut gua itu berubah menjadi batu berasap ungu, jika diperhatikan luar gua. Ia juga membuat formasi pembunuhan tingkat tinggi. Setelah itu ia membuka cincin dijari tangannya lalu menyuntikkan energinya. Cincin itu membesar, kemudian Ia menyegel kembali cincin itu dengan segel kegelapan. Rantai-rantai raksasa bermunculan dari kehampaan silih berganti mengikat cincin tersebut.

Xuan masuk kedalam cincin itu, lalu muncul di mana ibunya bermeditasi.

Ia berjalan sambil mengendong ayahnya, ia mendekati ibunya.

Tiba-tiba ibunya terjaga

"Ibu."

"Aku serahkan ayah pada ibu, ayah sudah aku obati, hanya tinggal pemulihan."

"Suamiku, ternyata putra kita lah yang membawamu pulang."

Air mata menganak sungai di wajah ibunya, tubuh wanita itu bergetar. Bibir wanita itu bergerak-gerak seolah-olah ingin mengatakan sesuatu, namun tidak ada suara yang keluar dari tenggorokannya. Dia hampir tidak mengenali suaminya jika bukan putranya yang membawanya ke hadapannya. Tubuh gagah perkasa dulu , sekarang sudah seperti kerangka.

"Ibu, jika ada yang perlu, segera kabari aku."

"Tunggu sebentar, biarkan ibu memeluk ayahmu, sudah lama sekali kami tidak bertemu."

"Baik Bu."

Xuan mengeluarkan pusaka dewa jarum beracun bersama kitabnya. Mengeluarkan berbagai macam herbal langka, berbagai macam hidangan lezat untuk pemulihan. Membuat berbagai catatan.

"Apakah kamu akan pergi?"

"An'er akan pergi, ibu pelajarilah pusaka dewa jarum beracun untuk senjata tersembunyi. Jika ibu sudah menguasainya. An'er akan memberikannya kepada bibi Lie. Agar bibi ikut berkompetisi di kekaisaran tengah."

"Baik An'er."

"Ibu, jika ayah sudah mulai pulih, berikan kitab pusaka langit bersama tehnik tombak langit serta pisau langit ini. Kitab ini adalah satu kesatuan. Pisau langit ini adalah senjata tersembunyi."

"Apakah kamu tidak menunggu ayahmu bangun?"

Wanita itu sepertinya ingin mereka bertiga berkumpul sebentar saat Bai Yang bangun.

"Ibu, maafkan An'er, tidak ada yang menjaga cincin ini di dalam goa. Aku tidak bisa meninggalkannya dalam waktu yang lama."

Walaupun saat ini mereka di hutan terlarang yang sangat menakutkan, namun Xuan tidak tenang jika meninggalkan cincin itu di dalam goa. Padahal ia tau pasti elang merah ada disana.

"Baiklah putraku, pergilah. Aku akan fokus untuk pemulihan ayahmu. Turnamen kekaisaran selatan akan segera berlangsung, pergilah ke kota Nanjing untuk bersantai atau temukan gadis salju di lembah salju kesunyian, di tebing salju. Gadis itu juga sudah banyak mengalami penderitaan sama sepertimu."

"Baik bu, aku pergi sekarang."

"Berhati hatilah di setiap langkahmu, putraku!"

Gumam wanita itu setelah Xuan telah menghilang dari hadapannya, dia hanya menatap tempat putranya berdiri.

Xuan muncul didalam goa, lalu mengambil cincin segel benua tersebut dan memakainya.

Saat tiba di lembah terlarang tiba-tiba elang merah muncul entah dari mana.

"Apakah kamu rindu tempat ini?"

"Tentu saja, tempat ini tidak akan pernah kulupakan."

Lembah terlarang adalah sebuah lembah yang sangat menakutkan antara klan Bai dan tebing Salju. Lembah ini sangat menakutkan bagi kekaisaran selatan. Kabarnya belum ada seorang kultivator yang berhasil selamat setelah memasuki tempat tersebut selama hampir ribuan tahun dan bahkan hingga saat ini. Hanya Xuan satu-satunya yang berhasil selamat setelah memasuki lembah terlarang. Tempat itulah awal mula ia bertemu Elang Merah.

"Bagiamana kondisi Ayahmu?"

"Tinggal pemulihan saja!"

"Kemana rencana kita."

"Tebing Salju."

"Apakah kamu akan ketemu dengan gadis itu?"

"Ya, aku dengar dia telah di usir dari lembah salju kesunyian menjadi pelayan restoran keluarganya. Sebab, hingga saat ini gadis itu tidak bisa berkultivasi."

"Naiklah, Aku ingin menjelajahi wilayah kekaisaran selatan ini karena udara sudah mulai sejuk."

"Apakah tidak ada penguntit disini?"

"Apakah mereka tidak takut mati berani menguntitku? Aku sudah berhasil menyatukan mahkota cahaya sembilan surga dan untuk menyamarkan energiku.

"Apakah kamu menemukan sesuatu di lembah siluman."

"Tidak, tapi lembah misterius."

Aku menemukan batu jamrud biru. Sebelum kemu memecahkan segel itu sebaiknya kasih kalung ini agar energinya tidak bocor. Jika tidak kamu akan kehilangannya. Sambil memberikan kalung buatan elang merah tersebut.

"Terimakasih banyak." Xuan menerima kalung itu sambil menatapnya, ternyata itu yang di cari elang merah selama ini sebelum bertemu dengan Gadis salju kesunyian.

Hanya dalam sekejap mata mereka sudah sampai, kecepatan terbang elang merah sama seperti kilat. Puluhan kilometer hanya di lalui dalam beberapa detik saja.

"Kita sudah sampai, Kita istirahat dulu di kota salju.

"Baik, pergilah. Aku mau jalan jalan dulu."

"Bolehkah aku meminta tolong, tolong kabari paman Bai Qin dan paman Yang Da agar berkunjung ke klan Bai. Aku tidak bisa menahan diri jika aku berkunjung kesana?"

"Baik, pergilah temui gadis itu."

"Selamat bersenang-senang."

Xuan berjalan kaki menuju kota Salju. Setelah beberapa menit dia hampir tiba di gerbang kota, namun ada ada sesuatu yang membuatnya penasaran. Ia menajamkan pendengarannya lalu menyamarkan keberadaanya dan mulai menguntit. Setelah itu dia kembali berjalan santai.

"Tiga koin emas, Tuan Muda."

"Apakah kota ini sudah berubah menjadi pemakaman, Paman ?"

"Apa maksud anda, Tuan Muda?"

"Kenapa tidak ada manusia yang berkunjung."

"Kebetulan ada pendaftaran untuk memasuki makam leluhur sekte tebing salju. Orang-orang ingin mencari keberuntungan, kebetulan besok makam itu akan terbuka. Anda dilarang memakai topeng jika ingin mendaftar. Tunjukkan identitas anda Tuan Muda."

"Baik paman." Namun Xuan tak kunjung melepas topeng peraknya." Anda sangat sopan. Aku menyukainya."

Xuan mengeluarkan seribu koin emas dan beberapa pil penyembuh, kitab tingkat menengah serta sebuah senjata." Pulanglah paman, berhentilah menjadi penjaga gerbang kota. Sembuhkan penyakit istri dan anakmu, jika kamu telat, kemungkinan mereka akan mati hari ini."

Xuan tau siapa yang di jaga pria paruh baya itu.

"Tuan Muda."

Keberuntungan macam apa ini?

Tubuh pria itu bergetar hebat setelah menerima cincin penyimpanan dan memeriksanya. Dia bersujud di tanah dan mengucapkan banyak terimakasih.

Bahkan kedua temannya yang ikut menjaga gerbang kaget, keberuntungan apa yang didapatkan teman mereka sehingga mendapat koin harta sebanyak itu.

"Pergilah kota beiping, Kunjungi menara elang merah. Katakan agar mereka mengantarmu ke sekte angin selatan. Katakan juga kepada Patriark sekte bahwa, kultivator bertopeng emas yang menyuruhmu."

"Ku... Ku... Ku.... Kultivator bertopeng emas."

" Apa?"

"Apakah kita kedatangan pahlawan?"

Kedua temannya yang paling kaget. Mereka seolah olah bermimpi hingga menampar wajah Meraka sendiri.

'Oh Dewa, Apakah ini takdir atau Aku yang mendapat keberuntungan dariMU?'

Tubuh pria itu bergetar kembali, wajah tuanya menegang. Informasi di wilayah utara yang beredar, jika kultivator bertopeng emas datang berkunjung ke suatu tempat, maka tempat itu sudah melakukan kesalahan. Namun itu hanyalah rumor, pria tua itu tidak akan percaya lagi berita itu mulai sekarang. Buktinya Dewa yang mengirim kultivator bertopeng emas untuk bertemu dengannya.

"Baik Tuan muda, besok aku akan langsung pergi ke kota beiping." Pria tua itu hampir lupa perintah Xuan, ketika mendengar kultivator bertopeng emas.

"Lebih cepat, lebih baik paman." Kata Xuan tegas.

'Mudah mudahan wanita itu dan putrinya selamat, dia akan menjadi salah satu kultivator wanita hebat di masa depan. Apakah Paman Bai Qin belum mengucapkan terimakasih kepadaku setelah menemukan istri dan putrinya!'

Kebetulan Xuan mendengar dari kejauhan pria tua itu berbisik kepada temannya, bahwa anak dan istri Bai Qin yang dia jaga sedang sakit keras, sehingga dia menjadi penjaga gerbang untuk membeli obat.

"Jika klan Bai masih tidak bisa bersikap setelah mengusir istri paman Qin. Aku tidak tau apakah masih bisa menahan diri?"

"Antarkan aku berkeliling kota ini." Sambil memberikan Lima puluh koin emas kepada penjaga gerbang lainnya.

"Baik Tuan Muda."

'Aku sudah dua tahun menjaga gerbang kota ini. namun baru kali ini, kreta mewah ini bergerak dari tempatnya. Aku salah satu dari beberapa pria yang beruntung bertemu dengan pahlawan kami. Menjaga gerbang ini sepertinya keberuntungan langit.'

Pria itu merasa paling beruntung diantara pria lainnya walau hanya bertemu Xuan, Dia langsung mengambil kreta kuda mewah tersebut dengan bayaran lima puluh koin emas untuk berkeliling kota salju.

"Kemana kita, Tuan Muda?" Tanya pria itu penuh semangat, energinya seolah-olah kembali penuh hanya dalam hitungan detik.

"Bawa aku berkeliling sebentar."

Setelah beberapa jam berkeliling, Xuan mulai bosan, karena menurutnya tidak ada yang menarik sama sekali.

"Apa yang membuat pria senang."

"Tentu arak dan wanita, serta uang yang banyak Tuan Muda!"

"Menyedihkan."

"Apa?, Eh maksudku kemana lagi kita, Tuan Muda?"

"Restoran tebing salju."

"Baik, Tuan muda."

Setelah tiba di restoran tebing salju Xuan memberikan sepuluh koin emas sebagai tips.

" Pulanglah!"

"Terimakasih, Tuan Muda. Anda memang orang hebat yang berjiwa besar, akhirnya setalah sekian lama Dewa mengirim orang baik hari ini."

'Aku sangat bahagia sekarang, sepuluh koin emas bukanlah hal mudah di dapatkan, hanya mengantar sang pahlawan sudah mendapat keberuntungan langit.'

Kusir kreta mewah itu pergi dengan senyuman mengembang dari bibirnya, bahkan tidak terputus walau pria itu sudah berada di kejauhan. Lima puluh koin emas sebagai bayaran kreta mewah itu dia serahkan kepada tuan kota, untuk pembangunan kota salju. Kreta itu adalah milik kota salju jika ada pengunjung yang membutuhkan. Sepuluh koin emas adalah miliknya.

Xuan hanya bisa menggelengkan kepala melihat tingkah penjaga gerbang itu, karena senyuman yang tidak ada habisnya dari bibir pria itu. Seolah penjaga gerbang itu adalah manusia satu satunya paling bahagia saat ini. Xuan hanyalah menumpang karena mendapat tugas dari Dewa keberuntungan.

1
Yusub Gultom
Ayo teman-teman bantu dong penulis serampangan ini, ini kontrak pertamaku, aku ingin masukan dari teman teman, 🙏🙏🙏, bantu like, komen, subscribe, agar aku lebih semangat update tiap malam, tanpa di like pun aku semangat apa lagi ada support dari kalian
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!