NovelToon NovelToon
DEWA TAMPAN JADI REBUTAN

DEWA TAMPAN JADI REBUTAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Romansa Fantasi / Reinkarnasi
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Pelangi Suci

“Su Yang, apa sebenarnya hubunganmu dengan Tetua Lan?”

“Dia hanya pelangganku.”

“Pelanggan?!” Tang Hu membelalak. “Lalu sepuluh wanita cantik yang datang mencarimu itu?”

“Pelanggan juga.”

Dahulu, Su Yang hanyalah murid pelataran luar yang diremehkan. Namun, setelah jiwa seorang kultivator legendaris terbangun dalam tubuhnya, segalanya berubah.

Dengan teknik kultivasi yang tak tertandingi dan pesona yang sulit ditolak, ia membuat para wanita di Sekte Bunga Mendalam mulai memperebutkan perhatiannya.

“Su Yang! Kalau kau membutuhkan sesuatu, datanglah kepadaku!”

“Aku juga! Jangan lupakan aku!”

Su Yang hanya tersenyum.

“Tenang saja. Akan ada cukup banyak kesempatan bagi kalian untuk mengenalku.”

Di tengah rayuan, kecemburuan, dan rahasia masa lalunya, Su Yang kembali menapaki jalan menuju keabadian. Namun kali ini, perjalanan kultivasinya mungkin akan jauh lebih ramai daripada yang ia bayangkan.

🙏🙏🙏❤️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pelangi Suci, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35 — Jejak Sang Abadi

Wanita muda itu berhenti di ambang pintu.

Rambut hitamnya diikat tinggi. Wajahnya cantik, sementara aura yang dipancarkannya jauh lebih tajam dibanding kebanyakan murid Sekte Bunga Mendalam.

Namun perhatian wanita itu justru tertuju pada Su Yang.

Ia belum pernah melihat pria setampan itu.

“Sedang apa kau di sini?” tegur Tetua Sun.

Wanita itu tersadar.

“Kakek, aku menemukan sesuatu saat menjelajahi Gerbang Ilahi.”

Namanya Sun Jingjing.

Ia mengangkat gulungan di tangannya.

“Aku tidak memahami tulisannya, jadi aku kembali untuk meminta bantuan.”

Tetua Sun menghela napas.

“Kalau tidak tahu isinya, bagaimana kau tahu benda itu berharga?”

“Karena ditemukan di Gerbang Ilahi dan disembunyikan dengan sangat baik.”

Su Yang yang semula tidak tertarik langsung menangkap satu nama.

“Gerbang Ilahi?”

Sun Jingjing menyerahkan gulungan kepada kakeknya.

Tetua Sun membukanya.

Alisnya langsung berkerut.

“Bahasa apa ini?”

“Aku pulang justru untuk menanyakan itu kepadamu.”

Tetua Sun mengamati tulisan tersebut lama.

“Aku sudah membaca hampir semua gulungan kuno di Perpustakaan Mendalam. Tapi aku belum pernah melihat tulisan seperti ini.”

“Boleh aku melihatnya?”

Suara Su Yang membuat keduanya menoleh.

Tetua Sun mendengus.

“Kau masih di sini?”

“Aku mungkin bisa membacanya.”

“Kau?”

Tetua Sun hampir tertawa.

“Aku termasuk orang yang paling banyak membaca di sekte ini. Kalau aku tidak mengenal bahasanya, apa yang membuatmu berpikir kau bisa?”

Su Yang mengangkat bahu.

“Kalau begitu lupakan.”

Ia berbalik.

“Tunggu.”

Sun Jingjing menghentikannya.

“Kakek, biarkan dia mencoba.”

Tetua Sun memandang cucunya dengan aneh.

Namun akhirnya ia melempar gulungan tersebut.

Su Yang menangkapnya.

Begitu gulungan terbuka—

matanya melebar.

Tulisan itu sangat dikenalnya.

Tidak berasal dari dunia ini.

Su Yang membacanya sekali lagi untuk memastikan.

Benar.

“Tidak mungkin…”

Sun Jingjing mendekat.

“Kau benar-benar bisa membacanya?”

Su Yang tidak menjawab.

Beberapa saat kemudian ia mengangkat kepala.

“Di mana kau menemukan benda ini?”

“Katakan dulu apa isinya.”

Su Yang kembali melihat gulungan.

“Sebagian besar hanya pengantar. Penulisnya bernama…”

Ia berhenti sejenak.

“Han Xin.”

Tetua Sun langsung berdiri.

“Apa katamu?!”

Su Yang menoleh.

“Kau mengenalnya?”

“Tidak secara langsung.”

Wajah Tetua Sun berubah serius.

“Tapi nama Han Xin muncul dalam berbagai catatan kuno.”

Menurut legenda, sekitar dua ribu tahun lalu, seorang pria bernama Han Xin tiba-tiba muncul di dunia.

Pada masa ketika Alam Roh Sejati dianggap sebagai puncak kultivasi, kekuatan Han Xin jauh melampaui semua orang.

Tidak ada yang mampu menandinginya.

Ia dapat terbang tanpa Harta Spiritual, menghancurkan gunung dengan kekuatan tubuh, bahkan ada kisah yang menyebutnya mampu membelah lautan.

Karena itulah dunia menjulukinya Sang Abadi.

Sun Jingjing mendengarkan dengan mata berbinar.

“Ada orang sekuat itu?”

“Menurut catatan kuno, ya.”

Su Yang justru semakin serius.

Bagi orang-orang dunia ini, kemampuan tersebut terdengar seperti kekuatan dewa.

Baginya tidak.

Jika Han Xin berasal dari Empat Langit Ilahi, semua itu sangat masuk akal.

“Apa yang terjadi kepadanya?” tanya Su Yang.

“Setelah menguasai dunia selama sekitar dua ratus tahun, Han Xin tiba-tiba menghilang. Tidak seorang pun mengetahui ke mana ia pergi.”

Su Yang terdiam.

Dua ribu tahun.

Waktu kemunculan Han Xin hampir sama dengan periode setelah dirinya dipenjara dan kemudian dinyatakan mati.

Qiuyue juga pernah mengatakan berbagai dunia baru muncul di sekitar Empat Langit Ilahi.

Kalau Han Xin memang berasal dari sana…

Bagaimana dia bisa mencapai dunia ini?

Pertanyaan itu jauh lebih penting daripada identitas Han Xin sendiri.

Jika seseorang pernah datang—

mungkin ada jalan untuk kembali.

Su Yang memandang Sun Jingjing.

“Sekarang jelaskan Gerbang Ilahi.”

Sun Jingjing mengangguk.

“Tempat itu ditemukan awal tahun ini di Wilayah Utara. Sebuah bangunan bawah tanah yang sangat besar.”

“Seberapa besar?”

“Tidak diketahui. Setiap tingkatnya hampir sebesar sebuah kota. Setelah hampir setahun dijelajahi, baru tiga tingkat yang berhasil dipetakan sepenuhnya.”

Mata Su Yang semakin tajam.

“Apa isinya?”

“Harta. Tanaman spiritual. Senjata. Benda-benda yang bahkan belum pernah dilihat dunia ini.”

Dua pintu megah berdiri di pintu masuk sehingga orang-orang menamakannya Gerbang Ilahi.

Sebagian orang memiliki nama lain.

Perbendaharaan Sang Abadi.

Su Yang langsung memahami kemungkinan sebenarnya.

“Makam Warisan…”

Di Empat Langit Ilahi, kultivator kuat yang mendekati akhir usia sering membangun tempat tertutup dan meninggalkan warisan mereka.

Namun tempat seperti itu juga terkenal sangat berbahaya.

Warisan tidak diberikan kepada sembarang orang.

Jika Gerbang Ilahi memang peninggalan Han Xin, kemungkinan pria itu tidak pernah kembali ke Empat Langit Ilahi.

Ia mungkin telah mati di dunia ini.

Harapan Su Yang sedikit meredup.

Tetapi belum sepenuhnya padam.

Setidaknya sekarang ia memiliki bukti bahwa dirinya dan Qiuyue bukan satu-satunya orang dari Empat Langit Ilahi yang pernah mencapai dunia ini.

“Bahasa apa yang digunakan dalam gulungan ini?” Tetua Sun bertanya.

“Bahasa Suci.”

“Bahasa Suci?”

“Bahasa yang digunakan oleh orang-orang dari tempat yang jauh lebih tinggi daripada dunia ini.”

Su Yang menyerahkan gulungan kembali.

Tetua Sun menyipitkan mata.

“Dari mana kau mempelajarinya?”

Su Yang tersenyum.

“Kau bukan satu-satunya orang yang suka membaca.”

“Kau bocah—!”

Su Yang sudah berjalan keluar sebelum Tetua Sun selesai memarahinya.

Sun Jingjing terus menatap punggungnya.

“Siapa dia?”

“Su Yang. Murid yang baru saja masuk Pelataran Dalam dan sudah membuat masalah.”

Tetua Sun mendengus.

“Jangan terlalu dekat dengannya.”

Sun Jingjing kembali melihat gulungan.

Nama Su Yang telah tertanam dalam pikirannya.

Sementara itu, Su Yang berjalan meninggalkan Kantor Disiplin dengan pikiran yang jauh lebih sibuk dibanding ketika datang.

Masalah Gu Wei sudah tidak penting.

Qi Surgawi di tubuhnya.

Han Xin.

Gerbang Ilahi.

Tiga hal itu muncul hampir bersamaan.

Dan semuanya seolah menunjuk ke arah satu kemungkinan.

Ada rahasia jauh lebih besar tersembunyi di dunia muda ini.

Su Yang berhenti sejenak dan memandang langit.

“Han Xin…”

Senyum tipis muncul.

“Kalau kau benar-benar berasal dari Empat Langit Ilahi, kuharap kau meninggalkan sesuatu yang berguna untukku.”

Untuk pertama kalinya sejak mengetahui bahwa tidak ada jalan keluar dari dunia ini, Su Yang kembali menemukan sebuah jejak.

Jejak menuju rumah.

......................

Bersambung...

1
septian arista
sangat seru dan menarik
Syeh Fahru
manta;bbbbbbs
Syeh Fahru
lanjut..biar lebih seru
Syeh Fahru
semangat..lnjtksn👍💪
Syeh Fahru
lumayan runtut ceritanya
Pelangi SUCI: mksih bosku 🙏 sehat selalu dan banyak rezekinya 🤲🙏
total 1 replies
Syeh Fahru
mantab..lanjut💪
Syeh Fahru
lanjut👍
septian arista
tapi sepertinya akan bagus kalau jadi partner kultivasi ganda🤭🤭🤭🤣🤣🤣
septian arista
kenapa setelah menghabisi lawannya tidak mengambil cincin penyimpanannya siapa tahu ada sumber daya ataupun sesuatu yang berharga di dalamnya
septian arista
👍👍👍
septian arista
aduh tokoh utamanya agak jail juga orangnya
udah tahu wajahnya saja bisa membuat para lelaki iri hati malah dengan sengaja mengajak semua wanita di rumah makan untuk bergabung dengan dia🤭🤭🤭🤣🤣🤣
septian arista
Terus semangat kakak
semoga dalam beberapa hari dekat ini akan ada lebih banyak atensi dan juga apresiasi untuk semua karyamu👍👍👍
Pelangi SUCI: mksih 🙏
total 1 replies
septian arista
ini Amankah🤔🤔🤔
karena sebelum ini ada beberapa novel yang seperti dihapus karena mungkin terdapat adegan yang tergolong vulgar
Aku berharap ini akan terus berlanjut sampai ceritanya benar-benar tamat
septian arista
semakin menarik👍👍👍👍👍👍👍
septian arista
benar-benar wanita yang keras kepala terlalu angkuh dan arogan serta tidak tahu berterima kasih
septian arista
ayo lanjut terus👍👍👍
Pelangi SUCI: Asiiaaaap, mksih bosku 🙏 jangan lupa share ke teman-teman 🙏
total 1 replies
septian arista
menarik👍👍👍
septian arista
sepertinya cucu dari ketua Sun yang akan jadi pasangan pertamanya
septian arista
kultivasi ganda🤔🤔🤔🤭🤭🤭😀😀😀
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮
hlo KA bisa berikan ulasan dengan jujur ke novel ku . semoga semoga KK suka hingga sampe jadi untuk favorit 😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!