NovelToon NovelToon
Pesugihan Tuyul

Pesugihan Tuyul

Status: sedang berlangsung
Genre:Iblis / Horor / Misteri
Popularitas:46.6k
Nilai: 5
Nama Author: novita jungkook

Rania menatap tubuh Rina yang terlihat begitu kurus kering seolah tidak memiliki daging, padahal bisa dibilang bahwa Rina memiliki porsi makan yang begitu banyak ketika sedang mengisi perut, namun entah ke mana semua makanan yang sudah masuk sehingga dia terlihat begitu kurus dan pucat.

"Kok Mbak punya air susu?" Rania bertanya dengan nada heran.

Namun pertanyaan itu tidak pernah Rina jawab, tentu saja membuat Rania semakin bingung sehingga dia memutuskan untuk mencari tahu Dan setelah sedikit demi sedikit mengetahui maka Rania yang menjadi sangat syok, terlebih lagi dia juga menyadari bahwa Rina sama sekali tidak memiliki bayi namun dia terus memiliki air susu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18. Suara tangisan anak

Saat para warga sedang membaca tahlil di malam hari, mereka mendadak saja dikejutkan dengan suara bocah yang sedang menangis dan tidak tahu itu berasal dari mana karena suara tangisan itu seolah menggema di dalam rumah, sementara tidak ada warga yang membawa anak kecil malam ini sehingga mereka merasa bingung dengan suara tangisan yang mendadak saja datang.

Para Ibu Ibu yang ada di bagian belakang juga merasa heran karena suara tangis itu terkadang dekat dan terkadang juga menjauh, tapi tidak ada yang merasa takut karena mereka bisa membedakan sendiri mana suara tangisan dari sosok arwah yang gentayangan atau suara tangisan anak kecil seperti ini.

Rania yang duduk gelisah karena sebenarnya di malam-malam Sebelumnya dia juga pernah mendengar suara anak menangis seperti itu, dan saat dirinya berusaha untuk mencari maka suara tangisan tersebut segera lenyap entah ke mana sehingga membuat Rania kebingungan dan sampai sekarang dia belum mengetahui sumber suara itu.

Sebab Ilham dan juga Rina sama sekali tidak memiliki anak sehingga wajar bila mereka semua bertanya-tanya Kenapa ada segala anak yang sedang menangis, Ayu sudah berulang kali melirik kepada Rania namun dia tidak berani banyak bertanya karena menurut Ayu sendiri gadis ini sama sekali tidak mengetahui apa yang telah terjadi.

"Anak siapa sih? dari tadi lho aku mendengar suara menangis itu." Ros bertanya kepada Lasmi.

"Lah aku juga tidak tahu karena tidak ada yang membawa anak ini sebenarnya." Lasmi menatap ke sana kemari.

"Anak nya Pak Bujang paling, kan yang paling kecil itu suka menangis Kalau ditinggal." Ayu yang langsung memberikan jawaban.

"Tapi aku tadi melihat kalau Dandi pergi bersama dengan Pak Bujang." bantah Atun.

Ayu yang Mendengar hal itu jadi terdiam karena dia tidak tahu harus memberi alasan apalagi agar mereka semua bisa tenang, kalau rombongan para wanita sudah merasa takut maka mereka Pasti akan sangat ribut sekali.

"Suaranya kadang mendekat dan kadang juga menjauh, seperti anak yang sedang tantrum!" Arin berkata serius.

"Mirip kalau lagi ditinggal ibu." celetuk Winar.

"Ah Mungkin memang anak tetangga kita sedang menangis karena ingin sesuatu." Ayu tetap saja berpikiran positif.

"Anak tetangga yang mana? kan anak kecil yang sering menangis itu cuman Dandi saja." bantah Arin.

"Benar, Dandi yang sering menangis kalau keinginan dia tidak dituruti." Ros juga setuju dengan ucapan Arin.

"Heh lagi baca tahlil tapi malah ngerumpi saja tentang anak menangis!" Mbok Inem memarahi mereka yang sejak tadi terus aja ribut.

"Maaf, Mbok!" mereka semua langsung terdiam karena merasa sungkan.

Mbok Inem menghelai nafas panjang dan dia kembali fokus untuk membaca tahlil bersama dengan bapak-bapak yang lain pada bagian depan, tapi padahal sebenarnya para lelaki itu juga merasa bingung dengan suara tangisan yang terus muncul di telinga mereka sehingga pembacaan tahlil ini seperti agak kurang fokus untuk diikuti oleh yang lain.

"Ada suara anak yang sedang menangis sejak tadi.'' Pak Edi berbisik kepada Randy.

"Aku juga mendengar sejak tadi karena suara itu kadang dekat kadang menjauh." Randy mengangguk dan menatap sekitar.

"Rasanya tidak ada kok yang membawa anak malam ini." Pak Edi juga ikut merasa bingung.

"Ini suara menangisnya sudah yang terlihat sangat parah ya, menangis karena apa kira-kira?" Randy Malah penasaran dengan hal itu.

"Kau merasa tidak kalau kadang suara menangis itu seperti ada dalam telinga kita?" Pak Edi bertanya dengan suara yang begitu lirih sekali.

"Betul." Randy mengangguk karena sejak tadi dia juga merasakan tentang hal itu.

Tapi mata mereka sudah mencari kemana-mana namun tidak berhasil menemukan seseorang yang sudah membawa anak kecil itu, semua orang terlihat datang sendiri dan mereka juga kelihatan bingung untuk mencari tahu siapa yang sedang menangis dan kenapa sampai histeris seperti itu tak kunjung di diamkan oleh orang tua nya.

Tanpa mereka ketahui bahwa suara menangis itu berasal dari kamar Ilham, kamar yang menyimpan sejuta misteri karena sampai sekarang tidak ada yang mengetahui bahwa Ilham telah memelihara tuyul dan saat ini tuyul itu menangis kencang karena dia menginginkan susu milik Rina, anak kecil itu tidak mau pergi karena dirinya tetap ingin minum susu terlebih dahulu.

"Kau jangan membuat aku gila ya!" Ilham membentak anak kecil yang sedang menangis di depan dia.

"Huhuhuuuu mau susu." Anak itu tidak peduli dan dia tetap saja menangis.

"Diam kau bangsat!" Ilham kalap dan membawa tubuh anak itu Dan Dia banting.

Braaaaak.

"Jangan kau buat aku semakin gila karena sekarang saja aku tidak tahu mau mencari kemana Ibu susu untuk dirimu itu!" Ilham melotot.

"Aku mau susu Ibu." rintih anak kecil dengan telinga mencuat panjang.

Plaaaaak.

"Kau yang sudah membunuh Rina, lalu sekarang kau bertingkah dan menginginkan dia datang kembali." Ilham kalap dan menampar kepala bocah tersebut.

Bocah itu sama sekali tidak melawan dan dia hanya bisa menangis karena sejatinya dia tetap anak kecil yang menginginkan kasih sayang serta air susu ibu, Siapa yang sudah dia ikuti maka dirinya akan menganggap orang tua, jadi meski apa saja yang dilakukan oleh Ilham maka dirinya tidak akan pernah melawan.

"Kalau kau terus bertingkah seperti ini maka aku akan membuang dirimu ke dalam Sungai itu." ancam Ilham.

"Huhuhuuuu Ibuuuu!" bocah kecil menangis seperti meminta pertolongan.

"Diam kau setan, Aku tidak mau bilang nanti ada orang yang mendengar kau sedang menangis seperti ini." Ilham terlihat sangat geram dan juga marah.

"Ayah jahat, aku mau sama Ibu saja!" teriak bocah kecil itu.

Nafas Ilham naik turun karena emosi yang terkumpul di dalam dada ini, andai saja dia tidak menginginkan uang yang lebih banyak maka dirinya tidak mau repot untuk mengurus bocah kecil seperti itu, Ternyata begitu menguras emosi sehingga dirinya sampai kalap dan akan menghajar tuyul itu habis-habisan.

Cletassss.

Cletasssss.

"Aaaaaah sakit!" tuyul kembali menjerit kesakitan karena Ilham menghajar dia dengan sepotong Bambu Kuning.

"Ini akibatnya bila kau tidak mau diam dan terus menangis seperti itu." Ilham tidak peduli dan dia terus saja menghajar.

"Ibuuuuuu.... tolong aku, Bu!" tuyul itu menangis dan memanggil Rina.

Karena tuyul itu yang tak kunjung mau diam maka Ilham semakin menggila saja dan terus memukuli menggunakan bambu kuning tersebut, padahal sekarang di luar sana para pelayat sedang membaca tahlil namun dia tidak ikut berkumpul dengan mereka karena sibuk mengurus tuyul yang sedang menangis karena menginginkan air susu ibu.

Selamat siang, jangan lupa like dan komentar kalian semua buat cerita autor Novita Jungkook, banyakin like-nya ya karena kita besok mau ajukan kontrak.

1
Raffaza Direzky87
biarkan aja gak usah di bantu
Ass Yfa
setidaknya Rania..nggk dikejar tuyul itu lagi kalo Delisa mau nikah sama Ilham
Ayuk Witanto
ah moga saja purnama mau membantu...
Ayuk Witanto
biarlah si Delisa jadi ibu susunya si tuyul
Ayuk Witanto
lanjut
Ayuk Witanto
Linda itu apa yang tinggal di rumah kosong
Ayuk Witanto
apa itu rina
Ayuk Witanto
Alhamdulillah
Ela Jutek
emang perlu di tabok si Pur sekali kali
Iis Dawina
kan yg di judul sebelumnya Zidan meninggal makan jamur beracun
vania larasati
lanjut kak
ismi
ini gimana rina kok main setuju saja adiknya disusu tuyul,,
Yeyet Rohaeti
siang thor, di sini Zidan udah meninggal ya thor?
Tri Lestari
yang di untungkan si Ilham ini
putri wahyu
siang jg Bess..
Ani_Sudrajat
Kok gak punya lawan thor emang Zidan kemana??
MiilaaManurung: Racun yang tertinggal
total 4 replies
Eli Rahma
delisa metong euyy..
Apriyanti
MLM jg thor, rasain kau Delisa terlalu serakah dgn harta org akhirnya tewas jg
Apriyanti
lanjut thor 🙏
Yeyet Rohaeti
malam juga thor, akhirnya si Delisa mati juga 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!