NovelToon NovelToon
Sistem Om Level Dewa

Sistem Om Level Dewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Dikelilingi wanita cantik / Mengubah Takdir
Popularitas:6.9k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Hidup tenang Bayu sebagai karyawan sekaligus selebgram hancur seketika saat ia harus mengasuh enam keponakan perempuannya yang super aktif. Namun, kemunculan "Sistem Om Level Dewa" mengubah segalanya dengan menjanjikan kekayaan tak terbatas asalkan ia berhasil membuat para keponakannya bahagia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3

Dia mengeluarkan kartu itu dan melihat kilauan warna hitam pekat dengan ukiran naga emas di atasnya.

Bayu menatap kartu itu dengan perasaan kagum yang luar biasa.

"Sistem ini benar-benar tidak main-main dengan hadiahnya."

Dia lalu menatap Vanya dan Kevin yang masih berdiri dengan wajah kebingungan.

"Kau bertanya dari mana aku mendapatkan uang itu Vanya?"

"Aku rasa orang miskin sepertimu tidak perlu tahu urusan orang kaya sepertiku."

Bayu sengaja memutar Kartu Blackcard di sela-sela jarinya agar Vanya dan Kevin bisa melihatnya dengan jelas.

Mata Kevin nyaris melotot keluar saat mengenali bentuk fisik kartu tersebut.

"I-itu tidak mungkin, itu adalah Kartu Blackcard kelas atas yang hanya dimiliki oleh para miliarder!" teriak Kevin gagap.

Vanya menatap kekasihnya dengan kening berkerut bingung.

"Sayang, apa maksudmu? Bukankah itu hanya kartu mainan biasa?"

Kevin menelan ludahnya dengan susah payah lalu menatap Bayu dengan pandangan yang berubah drastis.

"Kau bodoh Vanya, kartu itu tidak memiliki batas limit dan hanya diterbitkan untuk satu orang di Jakarta."

"Bahkan ayahku yang seorang pengusaha saja tidak memenuhi syarat untuk mendapatkan kartu itu."

Suasana di sekitar meja itu mendadak menjadi sangat hening.

Vanya menatap Bayu dan Kartu Blackcard itu secara bergantian dengan tubuh gemetar.

"T-tidak mungkin, kau hanya karyawan rendahan Bayu, dari mana kau mencuri kartu itu?"

Bayu berdiri dari kursinya dan menatap Vanya dengan tatapan merendahkan.

"Kau terlalu banyak bicara Vanya, suaramu membuat telinga keponakanku sakit."

Bayu menoleh ke arah pelayan yang masih berdiri di dekat mereka.

"Mas, tolong panggilkan manajer restoran ini sekarang juga."

Pelayan itu mengangguk dan segera berlari memanggil manajernya.

Seorang pria paruh baya berpakaian jas rapi datang menghampiri meja Bayu dengan tergesa-gesa.

"Ada yang bisa saya bantu Tuan?" tanya manajer itu sopan.

Bayu menyodorkan Kartu Blackcard miliknya ke depan wajah manajer tersebut.

Mata manajer itu langsung membelalak kaget dan sikapnya berubah menjadi seratus kali lipat lebih hormat.

"T-tuan, ini adalah kehormatan besar bagi restoran kami menyambut pemegang Blackcard."

"Apa yang bisa saya lakukan untuk Tuan yang terhormat ini?" Bayu menunjuk ke arah Vanya dan Kevin yang kini terlihat pucat pasi.

"Dua orang ini sangat mengganggu kenyamanan makanku dan keluargaku hari ini."

"Aku ingin kau mengusir mereka dari restoran ini sekarang juga."

Manajer itu langsung mengangguk patuh tanpa banyak bertanya lagi.

Dia berbalik menatap Vanya dan Kevin dengan wajah dingin dan tegas.

"Maaf Tuan dan Nyonya, kalian telah mengganggu tamu VIP kami."

"Silakan tinggalkan restoran ini sekarang juga atau saya akan memanggil pihak keamanan."

Vanya mengepalkan tangannya dengan wajah memerah karena merasa sangat malu.

Banyak pengunjung restoran lain yang mulai berbisik-bisik dan menertawakan mereka berdua.

"Awas kau Bayu, aku tidak tahu ilmu hitam apa yang kau pakai tapi urusan kita belum selesai!" ancam Vanya dengan suara bergetar.

Kevin yang merasa sangat malu langsung menarik tangan Vanya dan menyeretnya keluar dari restoran.

Brak.

Pintu restoran tertutup rapat meninggalkan Bayu yang tersenyum penuh kemenangan.

"Rasanya sangat memuaskan melihat wajah sombong mereka hancur seperti itu."

Bayu memasukkan kembali Kartu Blackcard itu ke dalam sakunya dengan santai.

Sinta menarik ujung baju Bayu sambil menatapnya dengan penuh tanda tanya.

"Om Bayu, sejak kapan Om punya kartu sakti berwarna hitam itu?"

"Lalu kenapa pria sombong tadi kelihatan sangat ketakutan melihat kartu Om?" Bayu terdiam sejenak mencoba mencari alasan yang masuk akal untuk keponakannya.

"Ini hanya kartu khusus yang diberikan oleh bos besar di kantor Om Sinta."

"Karena Om bekerja dengan sangat baik jadi Om mendapat fasilitas khusus ini."

Sinta menyipitkan matanya masih sedikit tidak percaya dengan alasan tersebut.

Namun dia memutuskan untuk tidak bertanya lebih lanjut karena perutnya sudah sangat kenyang.

"Terserah Om saja, yang penting kita tidak diusir dari tempat ini."

Bayu bernafas lega karena berhasil mengelabui keponakannya yang sangat kritis itu.

"Baiklah anak-anak, karena perut kalian sudah kenyang bagaimana kalau kita pulang sekarang?"

"Horeee ayo kita pulang Om, Rara mau main boneka di apartemen!" Bayu segera menggandeng tangan Rara dan Luna untuk berjalan keluar dari restoran.

Keempat keponakan lainnya mengikuti dari belakang dengan wajah ceria.

Saat mereka berjalan melewati lobi utama mall, Bayu teringat akan hadiah mobil dari sistem.

"Sistem bilang mobilnya diparkir di lobi VIP mall ini kan?"

Bayu mengarahkan langkah mereka menuju pintu keluar khusus tamu VIP.

Dari kejauhan, sebuah mobil sport Lamborghini Aventador berwarna hitam mengkilap tampak terparkir gagah.

Desainnya yang futuristik dan bodinya yang ceper membuat semua orang di lobi terus menatap mobil itu.

Beberapa orang bahkan sibuk memfoto mobil mewah itu dengan ponsel mereka.

Bayu menelan ludahnya melihat kemewahan mobil yang kini menjadi miliknya itu.

"Mobil itu benar-benar terlihat seperti monster jalanan yang sangat buas."

"Gila, aku benar-benar menjadi orang kaya sungguhan dalam waktu kurang dari setengah hari."

Kania dan Bella menunjuk mobil itu dengan mulut terbuka lebar.

"Om lihat, mobil itu keren sekali seperti mobil robot di televisi."

Bayu tersenyum tipis dan merogoh saku celananya mencari sesuatu.

Tangannya menyentuh sebuah benda padat berbentuk kunci dengan logo banteng emas di atasnya.

Bayu mengeluarkan kunci itu dan menekan tombol yang ada di tengahnya.

Bip bip.

Lampu Lamborghini hitam itu menyala terang disertai suara mesin yang berderum pelan.

Pintu mobil itu terbuka perlahan ke atas menyerupai sayap burung yang mengepak.

Semua orang di lobi VIP mall langsung terdiam dan menoleh ke arah Bayu.

Mereka menatap pemuda berpakaian kasual yang sedang menggandeng enam anak perempuan itu dengan tatapan tidak percaya.

Keenam keponakan Bayu juga ikut membeku di tempat mereka berdiri.

Sinta menatap Bayu dengan mata terbelalak lebar seolah melihat hantu di siang bolong.

"O-om Bayu, jangan bilang kalau mobil robot itu adalah milik Om?"

Bayu membusungkan dadanya dan memberikan senyuman paling menawan yang dia miliki.

"Tentu saja ini milik Om kalian yang paling tampan ini Sinta."

"Ayo semuanya naik, kita akan pulang menggunakan sayap malaikat hitam ini hari ini."

Keenam gadis kecil itu menjerit kegirangan dan langsung berlarian menuju mobil mewah tersebut.

Bayu menatap langit-langit mall dengan perasaan syukur yang sangat luar biasa.

"Terima kasih Sistem Om Level Dewa." "Mulai hari ini, hidup miskinku benar-benar sudah berakhir selamanya."

Bayu melangkah pasti menyusul keponakannya untuk memulai kehidupan barunya yang luar biasa.

1
Adelina Lin
thor,gimana ibunya anak anaknya gk diceritakan lagi
kiyoe: heheh iyaa nanti muncul kok kak ibu dari keenam anak² itu 🙏
total 1 replies
Wega Luna
yu, ponakan2 mu itu bisa dibuat model juga🤣🤣🤣🤣🤣
Wega Luna
apa gunanya sistem kalo tidak memberi peringatan, jangan sampai lah terjebak terlalu jauh ,semoga ketahuan,
Adelina Lin: thor jangan sampai rencana busuknya si vanya terlaksana, kasihan bayu dan keponakannya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!