NovelToon NovelToon
Komandan Galak Itu, Suamiku

Komandan Galak Itu, Suamiku

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Menikahi tentara / Dokter / Tamat
Popularitas:279.9k
Nilai: 5
Nama Author: Eli Priwanti

Bagi Rahma Wulandari, Sakti Prawira adalah sosok kakak asuh masa kecilnya yang galak dan protektif. Namun, garis takdir mendadak berubah ketika impiannya menjadi dokter terancam kandas akibat kesulitan ekonomi. Satu-satunya jalan keluar yang ditawarkan orang tuanya adalah sebuah perjodohan. Demi masa depan, Rahma akhirnya pasrah. "Gak apa-apa deh nikah sama Kak Sakti, dia sudah aku anggap seperti kakaku sendiri!"

Di sisi lain, Sakti seorang Komandan TNI AD yang terkenal tegas, kaku, dan berhati dingin sejak ditinggal menikah oleh masa lalunya merasa tak habis pikir. "Kenapa aku harus menikah dengan gadis bau kencur dan masih ingusan itu?" protesnya keras. Baginya, menikahi sahabat adiknya sendiri adalah hal yang konyol.
Namun, titah orang tua tak bisa diganggu gugat. Pernikahan beda usia dan prinsip ini pun tetap terjadi.

Mampukah pernikahan yang terbentur perbedaan usia, prinsip, dan watak ini menumbuhkan benih-benih asmara?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eli Priwanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 25

Malam semakin larut, jarum jam sudah merambat naik mendekati tengah malam. Dinginnya angin malam asrama akhirnya memaksa Sakti mematikan puntung rokok terakhirnya di asbak. Namun, alih-alih melangkah menuju kamar utama, pria tegap itu justru menghentikan langkahnya di ruang tamu.

Mengingat gejolak hasratnya yang sempat lepas kendali di dapur tadi, Sakti memantapkan hatinya. Ia tidak mau sampai khilaf untuk kedua kalinya. Di kamar hanya ada satu ranjang sempit, dan jika ia nekat tidur di sana, ia takut pertahanan imannya runtuh lalu kebablasan mengeksekusi Rahma tanpa landasan cinta. Sakti tidak ingin hal itu terjadi. Dengan helaan napas pasrah, sang Komandan akhirnya merebahkan tubuh tingginya di atas kursi ruang tamu yang keras dan sempit.

Sementara itu di dalam kamar, Rahma masih didera rasa kesal yang teramat sangat. Perkataan Sakti di meja makan tadi benar-benar telah menyinggung perasaannya sebagai seorang wanita. Karena emosi yang melambung tinggi, Rahma akhirnya memilih untuk memejamkan mata dan tidur, masa bodoh dengan suaminya yang tak kunjung kembali dari teras luar. Ia sama sekali tidak tahu bahwa malam itu, Sakti sengaja mengalah dan meringkuk kedinginan di ruang depan.

Keesokan paginya, sayup-sayup matahari fajar mulai muncul. Rahma terbangun, dan hal pertama yang ia sadari adalah sisi kasur di sebelahnya yang masih rapi dan kosong melompong. Dengan dahi berkerut, ia bergegas beranjak dan membuka pintu kamar untuk mencari keberadaan suaminya.

Langkah kaki Rahma mendadak terhenti di ambang pintu ruang tamu. Sepasang bola matanya membelalak terkejut saat mendapati sosok Sakti tengah tertidur pulas di atas kursi sofa yang sempit. Karena panjang kursi yang tidak sebanding dengan tinggi badannya, kedua kaki kekar pria itu terpaksa menekuk dengan posisi yang terlihat sangat tidak nyaman.

Namun, rasa kesal dan amarah yang menggelayuti hati Rahma sejak semalam seketika sirna tanpa sisa begitu ia mengamati wajah suaminya lebih dekat. Pagi ini, tubuh kekar sang perwira tampak bergetar, menggigil kedinginan tanpa selimut. Wajah tegasnya yang biasa tampak sangar kini terlihat sangat pucat, dengan bibir yang sedikit mengering.

Panik melanda seketika. Rahma buru-buru mendekat, lalu berlutut di samping kursi dan menempelkan punggung tangannya ke kening Sakti.

"Ya ampun, Kak! Kamu demam?" tanya Rahma dengan suara bergetar panik saat merasakan suhu panas yang menyengat dari kulit suaminya.

Sakti perlahan membuka kedua kelopak matanya yang terasa berat. Dengan pandangan yang agak sayu, ia menatap wajah cemas Rahma yang berada tepat di atasnya. Sang Komandan hanya bisa mengangguk lemah, disusul dengan suara batuk yang terdengar kering dan menyiksa dadanya.

"Uhuuk! Uhuuk... iya, Ma. Badanku... agak meriang," jawab Sakti dengan suara yang serak dan parau.

Melihat kondisi suaminya yang mendadak rapuh seperti ini, naluri Rahma sebagai seorang calon dokter sekaligus seorang istri langsung mengambil alih. Namun di dalam hatinya, ia tetap tidak bisa menahan se-bersit gumaman heran.

'Ya ampun... aku pikir tentara berbadan kekar dan galak seperti Kak Sakti ini tidak bisa sakit. Rupanya dia bisa tumbang juga gara-gara nekat tidur di luar ruangan semalaman,' batin Rahma cemas, melupakan sepenuhnya rasa dongkolnya semalam demi merawat pria yang kini menjadi tanggung jawabnya itu.

Melihat kondisi suaminya yang terkulai lemas, Rahma tidak tega. Ia segera meraih lengan kekar Sakti lalu mengalungkannya ke atas bahunya yang mungil. Dengan sekuat tenaga, ia membantu perwira tegap itu untuk bangkit dari kursi sofa yang sempit dan memapahnya pelan-pelan menuju kamar utama. Sakti sendiri hanya bisa pasrah, kepalanya terasa berdenyut hebat dan pandangannya sedikit berkunang-kunang.

Setelah berhasil merebahkan tubuh Sakti di atas kasur dan menyelimutinya, Rahma menatap wajah pucat suaminya dengan cemas.

"Kak, sebaiknya aku panggil dokter untuk periksa kamu ya?" tanya Rahma menawarkan.

Sakti menggeleng lemah, mencoba mempertahankan sisa-sisa gengsinya.

"Tidak usah, nanti juga sembuh... Kamu saja yang obati aku, bukankah kau itu calon dokter?"

"Tidak bisa, Kak! Aku itu masih mahasiswi, belum jadi dokter resmi. Mana berani aku sembarangan memeriksa kesehatan Kakak," omel Rahma gemas. "Sebaiknya Kakak istirahat dulu di sini. Aku keluar sebentar untuk memanggil dokter ke sini. Bukankah di markas ada tim medis yang selalu standby di sana?"

Sakti menghembuskan napas berat.

"Ada sih... Ya sudah, kamu hati-hati, Rahma. Eh, tapi kamu ke sana naik apa? Kalau jalan kaki lumayan jauh dari sini."

"Kan ada motornya Kak Sakti?" jawab Rahma enteng.

Mendengar jawaban dari istrinya, Sakti seketika melotot terkejut, mengabaikan rasa pusing di kepalanya. "Kamu yakin mau bawa motor gede milikku? Mending jangan deh! Nanti kalau kamu nyungsep ke selokan bagaimana? Apakah kau tidak ingat saat dulu jatuh ke got saat bermain sepeda dengan Salma? Kau hanya bisa menangis!" keluh Sakti gemas.

Rahma mendengus kesal seraya berkacak pinggang. "Sudah ah, Kak, nggak usah bahas masa lalu! Aku bisa kok bawa motornya Kakak."

Meskipun Rahma menjawab dengan nada nekat, Sakti masih diliputi keraguan besar. Motor miliknya adalah Kawasaki Ninja 250R yang berbobot berat dan bertenaga besar. Ini bukan masalah takut motornya lecet, melainkan murni karena ia mencemaskan keselamatan istrinya.

Namun, Rahma sudah bulat tekadnya. Ia segera menyambar kunci motor di atas nakas dan melangkah keluar. Sebenarnya, ia tidak senaif yang Sakti pikirkan, Rahma pernah beberapa kali mengendarai motor trail milik sepupunya yang berkuliah di Jogja saat liburan mudik. Pikirnya, mengendarai motor sport milik Sakti tidak akan jauh berbeda.

Brummm... Brummm!

Suara raungan mesin dua silinder terdengar membelah keheningan kompleks asrama. Meskipun awalnya agak kaku dan sempat canggung mengimbangi bobot motor yang berat, lambat laun Rahma berhasil menguasai keadaan. Dengan perlahan namun pasti, ia mengendarai motor gede milik suaminya itu membelah jalan asrama menuju Markas Siliwangi yang berjarak kurang lebih 500 meter.

Kehadiran Rahma di depan gerbang Markas Militer Siliwangi dengan menunggangi motor yang sudah sangat familiar itu seketika mencuri perhatian. Seluruh prajurit tahu betul bahwa motor sport hitam tersebut adalah milik Kapten Sakti, komandan galak yang paling mereka segani di lapangan latihan.

"Wuih... Istri pak komandan galak pagi-pagi begini tumben sudah ada di sini? Mana bawa motor pak komandan lagi!" bisik Praka Dadang yang kebetulan sedang berjaga, menatap takjub ke arah Rahma yang baru saja menurunkan standar motor.

Rahma mematikan mesin, melepas helmnya, lalu melangkah menghampiri. Begitu melihat sosok Praka Dadang, ia langsung mengenali wajah prajurit yang kemarin sempat berkunjung dan ikut menertawakan suaminya.

"Permisi, Pak, apakah saya boleh meminta bantuan?" tanya Rahma sesantun mungkin.

"Siap, boleh, Bu Komandan! Apa yang bisa saya bantu?" sahut Praka Dadang dengan sikap tegap memberikan hormat.

"Kebetulan suami saya sedang sakit di rumah dinas. Bisakah saya memanggil dokter markas untuk memeriksa kondisi suami saya sekarang?"

Mendengar ucapan Rahma, mata Dadang melotot jenaka. Di dalam hatinya, ia langsung bersorak puas.

'Buset, komandan galak bisa sakit juga? Kok bisa sih? Mungkin gara-gara semalam kebanyakan ngegarap sawah, aish... kelewat gragas jadi tumbang, kan? Beda banget sama Bu Komandan yang masih terlihat segar bugar begini. Akhirnya, ada juga yang bisa mengalahkan si komandan galak itu!' batin Dadang tertawa penuh kemenangan.

Namun di luar, Dadang buru-buru memasang ekspresi sigap. "Siap, baik, Bu Komandan. Mari saya antar langsung ke ruangannya Mayor Adnan. Kebetulan beliau dokter militer di sini, dan setiap prajurit yang sakit pasti beliau yang menanganinya!"

"Terima kasih banyak, Pak," ucap Rahma lega.

Rahma pun melangkah mengekor di belakang Praka Dadang yang menuntunnya menyusuri koridor markas menuju ruangan tim medis, berharap suaminya bisa segera ditangani dengan baik.

Bersambung...

1
Hilmiya Kasinji
ijin baca kak
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: terimakasih sudah mampir, kak 😊🤗
total 1 replies
juwita
ini si sakti bodoh apa bego. ngpain ngejaga hati buat mantan yg udh jd istri org. mending kasihkan rasa itu buat istri sah mu. gedek banget sm laki" ky gitu yg masih mengharapkan mantan😡😡
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: timpuk aja kak, aku ikhlas 🤣🤣🤣
total 1 replies
juwita
lgian udh nikah sah ngpain tidur pisah kamar aneh" km sakti umur udh tuir gitu kelakuan ky bocah🤣🤣🤣
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: /Curse//Curse//Curse//Curse/
total 1 replies
juwita
jorok Rahma knpa g di keluarin aj dr pd di tarik lg keatas🤣🤣🤣
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: /Curse//Curse//Curse/
total 1 replies
Deera__
aiih yg mau anu anu mereka kenapa aku yg jadi dah Dig dug deg deg an begini.. alamakkkk ... 🤣🤣🤣🤣🤣/Shame//Shame//Sweat//Sweat//Sweat/
Deera__: hahahahaa🤣🤣🤭🤭🙈🙈🙈
total 2 replies
Deera__
heh enemia ya eh salah amnesia ya kau pak Komandan.🤣🤣/Facepalm//Facepalm/ sadarlah kau itu galak bin kejam. suka judesss dan beri hukuman suka² lgi🤣🤣🤣🤣
Deera__: /Tongue//Tongue//Tongue/

kabuurrr

🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🤸🏻‍♀️
total 2 replies
juwita
udh tau cwek g bener ninggalin km dmi yg mapan. msh aj di cintai. buang rasa yg mau buat cwek gitu mah
Deera__
benar itu Cok Ucok🤣🤣🤣🤣🤣
Deera__
astaga gelii aku /Joyful//Joyful/ GK suka pink
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Eh udah tamat saja.
kelahiran Bima ternyata sebagai penghujung cerita.😁
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Wah baby Boy nih, kayaknya bakal jadi kesayangan semua Opa Oma'nya.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Akhirnya yang di tunggu² calon anggota baru hadir juga.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Tenang pak Wira, sebentar lagi pasti doanya terkabul.

tapi Emang Rahma lagi libur tah masa magang di RS bandungnya.🤔😁
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
mayor Adna sudah ga jomblo lagi.🤭
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: betul 🤗🤗🤗
total 1 replies
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Selesai juga masalahnya.👍
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
babat sampe habislah sekalian orang yang terlibat di institusi atas biar malu sekalian karna sudah salah menggunakan jabatannya.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Profesor Asha dan mayor Yuda teman terThe best, saling bantu dan tau balas budi tanpa iri hati.👍
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Syukurnya ada prof Asha dan dokter Adnan jadi kamu terselamatkan dari pikiran egatifmu sendiri Rahma... lain kali di konfirmasikan dulu baru ambil keputisan kalaupun mau sendiri dulu asal jangan bikin suami mu panik dan malah memperbesar masalah kalau seandainya ada orang lain yang ambil kesempatan di tengah masalahmu dengan Sakti
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Rahma ini lemah banget, kemana keberanian dan otak cerdasmu sebagai calon dokter harusnya sebagai calon dokter yang kerjanya bituh otak yang tenang saat melakukan tindakan bisa juga harus lebih tenang dalam masalah RTnya dan lebih hati² ambil keputisan ga ceroboh dikit² kabur
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Hayo loh harus jujur dari pada kedepannya jadi bumerang kalau tiba² Rahma tau dari orang lain atau bisa jadi Dinda datangin Rahma dan ngarang cerita, Sakti.
jadi mending jujur saling terbuka daaannn belajar komunikasi yang lancar.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!