Kebangkitan goblin yang akan menjadi kuat dan akan melampaui semuanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nash, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 28.
Ratusan undead raksasa bergerak secara bersamaan, satu serangan menghantam tanah di depan goblin tapi ia melompat ke samping 'BRAKH!' tanah meledak.
Belum sempat goblin mendarat 'SWOOSH!' serangan undead raksasa lainnya menyapu dari samping, goblin berhasil menunduk tepat waktu, tangan besar itu lewat beberapa sentimeter di atas kepalanya dan goblin langsung membalas 'SLASH!'
Namun pedangnya hanya meninggalkan goresan dangkal "...Keras!"
Undead itu bahkan tidak berhenti dan terus bergerak menyerang 'BOOM!' goblin terpental jauh, tubuh kecilnya berguling di tanah hitam, kemudian ia segera bangkit akan tetapi belum sempat ia berdiri sempurna-
SWOOSH!
SWOOSH!
SWOOSH!
Tiga serangan undead raksasa menyerang bersamaan, goblin menghindar ke kanan, menghindar ke kiri, melompat, namun serangan mereka terlalu banyak 'BUKH!' satu pukulan mengenai tubuhnya dan menghantam batu.
Serangan berikutnya menghantam punggungnya dan goblin kembali terpental "....." ia sudah melawan banyak monster kuat yang beragam jenis tapi kali ini berbeda.
Mereka kuat, keras, besar, mampu bangkit lagi dan lagi tanpa henti.
Goblin tidak pernah mundur, tidak pantang menyerah, karena ia memiliki adaptasi ekstrem dan mampu mengimbangi kekuatan musuhnya bahkan bisa melampaui musuhnya jika goblin terus bertarung.
Meskipun kini dirinya terus terkena serangan bertubi-tubi tapi ia bangkit lagi, dihantam lagi, bangun lagi, dipentalkan lagi hingga tubuhnya berhasil beradaptasi dan menjadi jauh lebih kuat.
Burst energy miliknya sedikit demi sedikit telah bertambah luas dan bertambah kuat berkat adaptasinya.
Burst energy yang sebelumnya tidak membuat para undead raksasa bereaksi, kini mereka mulai bisa merasakannya dan membuat para undead raksasa itu terlihat berat terkena gelombang burst energy goblin yang terus berkembang.
BUKH!
Satu undead raksasa akhirnya terjatuh dan tidak kembali bangkit karena tekanan gelombang burst energy nya sudah cukup untuk membuat undead raksasa tidak bisa kembali hidup.
Reaksi Morgath benar-benar terkejut melihat goblin yang mampu mengembangkan burst energy nya dalam waktu singkat, karena normalnya butuh waktu sekitar berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan untuk bisa mengaktifkan burst energy tingkat awal.
Tapi goblin berbeda dan bisa mengaktifkannya bahkan mengembangkannya dalam waktu satu hari saja.
Morgath tidak diam begitu saja, ia menambahkan jumlah undead raksasanya menjadi tiga kali lipat lebih banyak.
Dengan jumlah sebanyak itu akhirnya goblin terlihat kewalahan bahkan tidak diberikan kesempatan untuk bangun.
DUAKH!!
Pandangan goblin mulai gelap, suara-suara di sekelilingnya semakin jauh, ia mencoba berdiri tapi tubuhnya akhirnya menyerah. Goblin jatuh dan tidak bisa bergerak lagi alias pingsan.
...
Entah berapa lama goblin tidak sadarkan diri setelah dirinya di keroyok oleh para undead raksasa.
Matanya perlahan terbuka, langit-langit kayu terlihat di atasnya, ia mengerjapkan mata melihat sekelilingnya seperti sebuah gubuk.
Ruangan itu kecil, ada meja kayu, rak-rak penuh botol, buku-buku tua, beberapa benda aneh yang tidak pernah goblin lihat sebelumnya.
Goblin mendudukkan tubuhnya tiba-tiba terdengar suara pintu terbuka 'KREEK...' tangannya langsung meraih senjata di dekat tempat tidur dan langsung memasang posisi bertarung.
Ternyata itu adalah Morgath sambil mengangkat kedua tangannya "Tenang..." lalu berjalan pelan "Kau tidak perlu waspada seperti itu"
Goblin tetap diam dan waspada.
Morgath berjalan ke meja dan mengambil sebuah botol "Aku tidak melakukan apa pun padamu.."
"Selama kau tidak sadarkan diri, aku sudah selesai menganalisa parasit di dalam tubuhmu.."
Goblin langsung membeku "...Parasit??" memegang dadanya dan memasang wajah sangat khawatir "Kau mengambilnya?!"
Morgath menatapnya "Tidak..." jawabannya sangat tenang lalu melanjutkan "Parasit itu masih ada di tubuhmu" kemudian ia duduk.
"Aku sudah mencoba berbagai cara" sambil menunjuk beberapa botol di meja "Aku memasukkan energi sihir hitam ke dalam tubuhmu, tapi energi sihir hitamku menghilang begitu saja..."
Goblin tidak berkata apa-apa tapi ia mengetahui kalau sihir hitam yang dimasukkan kedalam tubuhnya itu sudah dimakan dan dicerna oleh parasitnya lalu merubahnya menjadi tenaga atau kekuatan seperti sebelum-sebelumnya saat ia memakan daging troll, racun mematikan, atau apapun itu.
Goblin sedikit merasa lega karena parasitnya tidak bisa diambil atau di keluarkan oleh Morgath.
Morgath menghela napas "Awalnya aku mengira parasit itu akan bereaksi pada energi sihir hitamku, ternyata aku salah... semakin aku menyelidikinya, semakin aku tidak mengerti"
Goblin masih diam hanya mendengarkan penjelasannya.
Morgath berkata "Parasit itu bukan sesuatu yang bisa kupahami dengan pengetahuan yang kumiliki" ia mengangkat bahu "Jadi aku menyerah.."
Tiba-tiba Morgath tertawa kecil "Aku tidak suka meneliti sesuatu yang sama sekali tidak bisa kupahami... Parasit dalam tubuhmu itu aneh" ia melanjutkan "...Dan kau adalah satu-satunya makhluk yang bisa memahami parasit itu dan hidup bersamamu"
Goblin menundukkan kepala, ia tidak tahu harus berkata apa, goblin melanjutkan "...Terima kasih"
"Terima kasih karena kau tidak membunuhku saat aku tidak sadarkan diri.."
Goblin sadar kalau Morgath bisa saja membunuhnya kapan saja jika ia ingin, maka dari itu goblin merasa bersyukur dan berterima kasih karena ia tidak dibunuhnya.
Morgath tersenyum kecil "Jangan terlalu berterima kasih"
Goblin berdiri dari duduknya lalu menatap keluar jendela kecil gubuk "Aku pergi..."
Morgath mengangkat alis "Pergi?"
"Ya... aku akan mencari tempat lain"
Morgath tertawa kecil "Kau memang aneh.." lalu berdiri "Kalau memang itu keinginan mu, pergilah"
Goblin hendak pergi, namun Morgath berkata "Tapi..."
"Sebenarnya kau boleh tetap berlatih disini"
Goblin menoleh.
"Aku bisa memanggil undead untuk bahan latihanmu.. kau boleh melawan mereka sesukamu, namun ada satu syarat"
Goblin berhenti dan mendengarkannya "...Syarat?"
"Kau harus membantuku.."
"Membantu?"
Morgath mengangguk "Aku sudah mendengar berita dari luar" wajahnya berubah jadi sedikit serius "Kerajaan manusia diserang oleh monster mutan aneh yang katanya memiliki kecerdasan.."
Goblin terdiam.
"Monster mutan aneh itu juga menyerang kerajaan ras lain.. Mereka terus bertambah banyak.."
Goblin masih tidak menunjukkan ketertarikan.
Morgath melanjutkan "Masalahnya mereka semua menggunakan namaku.. aku dituduh sebagai dalang di balik semuanya tanpa bukti apa pun, lucu bukan?" sambil tertawa kecil.
Goblin tidak menjawab.
"Mereka akan datang kemari cepat atau lambat"
"Manusia.."
"Elf.."
"Dwarf.."
"Beastman.."
Goblin mengangkat bahu "Itu masalahmu.."
Morgath tersenyum "Aku bisa saja menghadapi mereka semua sendirian..."
"Tapi ada satu hal yang membuatku sedikit khawatir.. dia adalah Marshall Winsey!"
Tubuh goblin seketika menegang mendengar nama itu, matanya berubah tajam, tangannya mengepal.
Morgath menyadarinya "Kau mengenalnya?"
Goblin tidak menjawab, tapi wajahnya mengingat kembali rasa sakit, pembantaian orc, laboratorium, pedang besar yang mengerikan, dan ketakutan.
Goblin menggeram pelan "...Marshall"
Morgath memperhatikan perubahan ekspresinya "Aku mengerti"
Lalu goblin menatap Morgath "...Baiklah, aku akan membantumu"
Morgath tersenyum "Baiklah kalau begitu.."
Keesokan harinya.
Goblin terlihat sedang bertarung melawan tiga ratus undead raksasa dan dua ratus undead biasa.
Goblin berdiri di tengah ratusan undead, tidak seperti sebelumnya, kali ini ia tidak kewalahan, ia lebih fokus, lebih tenang, tentunya lebih kuat.
Energi mengalir 'FWOOOM!!!' dan langsung mementalkan para undead di sekitarnya. Burst Energy miliknya semakin kuat dan bisa ia kendalikan dengan sempurna.
Satu demi satu para undead itu terjatuh dan tidak bisa bangkit kembali karena burst energy nya yang terlalu kuat.
Singkat waktu, goblin sudah berhasil mengalahkan semua undead itu, napasnya stabil, staminanya tidak berkurang.
Morgath berdiri di kejauhan dan hanya diam saja, tidak terkejut lagi dengan kemampuan berkembang pesat milik goblin.
Hari demi hari ia terus berlatih melawan para undead kelas bawah, undead kelas menengah, bahkan sekarang ia sudah bisa mengalahkan undead tingkat tinggi miliki Morgath berkat adaptasinya.
Undead tingkat tinggi itu adalah seekor skeleton Wyvern dan Gigantic Python skeleton, undead tingkat tinggi itu juga bisa mengeluarkan burst energy dan kekuatan mereka sudah pasti sangatlah kuat diluar akal sehat siapapun.
BRUUGH!!!
Para undead tingkat tinggi sudah dikalahkan lagi.
Goblin menatap Morgath "...Masih ada yang lebih kuat?"
Morgath tersenyum "Tentu" namun ia menggeleng "Tapi tidak sekarang.. aku harus menghemat energi sihir hitamku untuk menghadapi dia"
"Marshall?"
"Ya"
Goblin menatap langit tanah hitam, tangannya mengepal, kali ini bukan karena takut melainkan karena ia juga menunggu saat itu, saat dirinya bertemu kembali dengan manusia yang pernah mengalahkannya dan membuatnya takut.
Morgath berkata "Jangan terlalu memikirkannya.. dia adalah lawanku sesama emperor, kau hanya perlu melawan para serangga pengganggu"
Goblin menoleh dan baru sadar "Kau seorang emperor juga?!"
"Ya begitulah"
"Kau belum bisa menghadapinya sekarang.. Marshall itu ada di tingkat emperor tingkat lanjut menuju tingkat Monarch, aku pun tidak yakin bisa mengalahkannya..."
Goblin tidak mengerti tentang apa yang dikatakan oleh Morgath barusan, apa itu monarch? tapi yang ia tahu adalah masih ada yang lebih kuat daripada seorang emperor yaitu tingkat monarch.
"Monarch??..."
"Ya.. Monarch itu adalah tingkat tertinggi di antara semuanya, dan yang memegang tittle itu hanya ada tida orang dari berbagai ras"
"Marshall adalah satu-satunya ras manusia yang menuju tingkat monarch"
Saat Morgath sedang menjelaskan sesuatu tentang itu tiba-tiba wajahnya langsung berubah menjadi berkerut marah dan memasang ekspresi sangat serius.
"Ada apa?"
"Dia sudah dekat!!"
Goblin langsung memahaminya kalau Marshall sudah sangat dekat ke tanah hitam ini.