NovelToon NovelToon
Love Me Honey

Love Me Honey

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:1.7M
Nilai: 5
Nama Author: putri_tidur

Kanaya harus rela kehilangan impiannya untuk melanjutkan studinya keluar negeri karena harus menggantikan kakak sepupunya menikah dengan seorang pria bernama Bryan Anugerah yang merupakan CEO dari perusahaan Anugerah Group.
Bryan yang masih mencintai mantan calon istrinya itu sudah menyatakan bahwa tidak akan pernah mencintai Kanaya.
Namun seiring berjalannya waktu perasaan Bryan mulai berubah kepada Kanaya.
Mampukah Bryan mencuri hati Kanaya?
Dan berhasil kah Kanaya mempertahankan tembok dihatinya untuk tidak jatuh hati kepada Bryan?
Yuk Langsung saja baca kisah Bryan dan Kanaya di Love Me Honey
Happy reading ..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon putri_tidur, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17

...17...

 “lu ikut ya entar sore kumpul tempat biasa” ajak Sammy

“iya bro, lu ikutan napa biar kita bisa kayak dulu lagi ngumpulnya lengkap” sambung Roni.

Mendengar ajakan kedua sahabatnya itu pun Bryan terdiam sejenak berfikir, memang semenjak menikah Bryan belum pernah lagi menginjakkan kakinya ke salah satu Bar yang sering mereka kunjungi bersama.

”emm oke entar sore gue ikut” jawab Bryan

“nah gitu dong, baru namanya Bryan sahabat kita” ucap Sammy sambil merangkul Bryan.

Setelah kedua sahabanya itu pergi Bryan kembali menyibukkan diri dengan pekerjaannya apalagi dalam waktu dekat ini Bryan harus pergi keluar negeri untuk meresmikan launching produk baru dari anak perusahaannya diluar negeri.

Saat ini Kanaya juga tengah sibuk menyelesaikan pekerjaanya direstoran, apalagi hari ini Mila ijin tidak masuk jadi dia harus menghandle pekerjaan yang seharusnya dikerjakan oleh Mila.

“hufft,, tega bener lo beb gak masuk pas kerjaan lagi banyak-banyak begini” ucap Kanaya sambil meregangkan otot-ototnya yang terasa sudah sangat pegal, kemudian mengambil ponselnya untuk mengecek apakah ada notifikasi yang masuk.

 “em,,nih orang pada kemana si tumben amat grup sepi” 

batin Kanaya karena melihat tidak ada satupun pesan grup masuk yang beranggotakan Garry,Felix,Mila dan Kanaya 

“biasanya mereka udah pada heboh apalagi besok ulang tahun gue, Garry sama Felix juga dari tadi gak bisa dihubungi, ah mungkin mereka sibuk kali ya” 

batin Kanaya mencoba positive thinking kepada ketiga sahabatnya yang berbeda dari biasanya.

Sebenarnya Garry, Felix dan juga Mila sudah bekerjasama untuk tidak menghubungi Kanaya h-1 sebelum ulang tahunnya, termasuk Mila yang tidak masuk kerja juga merupakan bagian dari rencana mereka untuk membuat Kanaya menjadi sibuk.

Pukul 20.00 wib sudah satu jam yang lalu setelah Kanaya menyelesaikan pekerjaannya, namun dia masih berada di restoran dan mencoba menghubungi kembali ketiga sahabatnya tapi hasilnya tetap tidak bisa, padahal Kanaya berniat untuk mengajak sahabatnya itu kumpul dirumah apalagi kebetulan saat ini papa, mama dan kedua kakaknya sedang pergi keluar kota menghadiri acara keluarga, Kanaya sebenarnya ingin ikut namun papa melarang karena tidak mungkin meninggalkan Bryan sendirian dirumah dan sebagai istri Kanaya lah yang harus menemani Bryan. 

“uda deh gue pulang aja, kayaknya mereka lagi pada sibuk” ucap Kanaya sambil mengambil tasnya yang ada dimeja kemudian berjalan menuju parkiran.

Sesampainya dirumah Kanaya merasa sedih melihat suasana rumah yang begitu sunyi dan sepi bahkan Bryan, orang yang menjadi alasannya untuk tidak ikut keluar kota belum menampakkan batang hidungnya sama sekali dirumah. Dan Kanaya pun memutuskan untuk langsung ke kamar membersihkan dirinya dan berencana menonton drama korea kesukaannya supaya bisa mengobati sedikit rasa sepinya dengan melihat para oppa-oppa korea.

Namun lain halnya dengan Bryan yang baru saja tiba di salah satu Bar tempat langganannya dengan kedua sahabatnya 

“akhirnya orang yang kita tunggu-tunggu datang juga” ucap Sammy yang melihat kedatangan Bryan sahabatnya 

“nih lu minum dulu" ucap Roni menyodorkan segelas minuman keras kepada Bryan yang duduk disampingnya, awalnya Bryan hanya ingin minum sedikit saja namun karena sudah beberapa minggu ini dia tidak pernah menyentuh minuman keras membuat Bryan yang pecandu minuman keras itu pun menjadi lupa rencana awalnya. Bryan pun minum hingga beberapa gelas namun tiba-tiba saja Bryan teringat dengan Kanaya yang berada sendiri dirumah apalagi tadi dia lupa memberi kabar kepada Kanaya, dengan kesadaran yang masih dimilikinya Bryan mencoba menghubungi asisten Jo untuk segera menjemputnya dibar.

Pukul 00.00 wib dini hari, Garry, Felix dan juga Mila tiba dikediaman Kanaya dengan bekerja sama terlebih dahulu dengan satpam rumah dan bi Ijah mereka dapat masuk ke dalam rumah dan mulai mendekor sederhana halaman belakang sebagi tempat untuk memberikan kejutan ulang tahun kepada Kanaya. Setelah selesai mendekor Garry yang ditemani bi Ijah naik kelantai dua untuk membangunkan Kanaya sedangkan Felix dan Mila menunggu di halaman sambil berbagi tugas untuk memegang balon dan kue ulang tahun.

Saat bi Ijah dan Garry tiba dilantai dua mereka melihat televisi yang masih menyala dan terlihat sepasang kaki yang menggantung dipinggir sofa, lalu mereka memutuskan untuk mengecek siapa orang yang sedang tertidur itu. Dan Kanaya lah orang yang sedang tertidur di sofa itu, ternyata Kanaya tadi memutuskan untuk menonton diruang tv karena kebetulan DVD drama koreanya itu ada dibagian rak luar. Melihat itu tanpa pikir panjang Garry langsung mengikatkan sebuah kain untuk menutupi mata Kanaya tanpa bersuara sedikit pun, Kanaya yang merasakan ada sesuatu yang mengganggu tidurnya reflek terbangun dan mencoba melepaskan ikatan kain yang menutupi matanya namun dengan segera bi Ijah berkata 

“ini bibi non”

“bi Ijah? kenapa mata Kanaya ditutup gini bi?” tanya Kanaya 

“non ikut bibi aja dulu ya”

 Kanaya pun menyetujui untuk mengikuti bi Ijah, lalu dengan segera Garry memegang pundak Kanaya sembari menuntun jalan Kanaya perlahan menuju halaman belakang. Dan Kanaya tidak mengetahui sama sekali keberadaan Garry disampingnya yang dia tahu orang yang sedang menuntunnya jalan adalah bi Ijah.

Sesampainya dirumah dengan segala kesadaran yang masih dimilikinya Bryan mencoba untuk turun dari mobil 

“biar saya bantu tuan muda” ucap asisten Jo menawarkan bantuan karena melihat tuan mudanya yang sudah sedikit mabuk 

“ah tidak usah saya bisa sendiri” lalu berjalan dengan langkah gontai memasuki rumah. Ketika Bryan memasuki ruang tamu saat itu pula Garry yang sedang menuntun Kanaya baru menuruni anak tangga terakhir. Melihat Kanaya yang sedang dipegang oleh pria yang sama dengan direstoran waktu lalu, membuat rasa cemburu dan amarah Bryan meningkat begitu saja. Bryan yang sudah di bawah pengaruh minuman beralkohol tidak dapat berfikir jernih lagi dan langsung melayangkan pukulan ke arah Garry

"Bughh"

Garry yang mendapat pukulan pun langsung tersungkur ke lantai dan bi Ijah yang melihat pun terkejut dan langsung berteriak.

Mendengar teriakan bi Ijah, Kanaya langsung membuka penutup matanya dan betapa terkejutnya dia melihat Garry yang sudah tersungkur dilantai dengan ada sedikit darah disudut bibirnya. Bryan yang masih diselimuti rasa cemburu kembali berjalan mendekati Garry namun segera dihalangi oleh Kanaya 

“kakak apaan si mukul Garry gitu” tanya Kanaya,

Bryan yang masih dipenuhi rasa cemburu kemudian menarik tangan Kanaya menuju kamar mereka di lantai dua 

“lepasin”

 Kanaya berusaha melepaskan tangannya tapi Bryan tetap saja tidak mau melespaskannya. Sesampainya dikamar Bryan langsung menutup pintu dan melepaskan tangan Kanaya

 “maksud kamu apa pegang-pegangan gitu sama pria lain” 

“apaan si orang aku juga gak tau kalau Garry yang tadi megang aku, lagian apa urusannya juga sama kakak”

“ kamu tanya apa urusannya, nay ingat kamu itu seorang istri jadi gak pantas lagi kamu dekat seperti itu dengan pria lain, apa begitu kamu diajarin sama orang tua kamu” 

Kanaya yang mendengar kedua orang tua nya mulai di sangkut paut kan pun mulai terpancing emosi 

“ eh gausah bawa-bawa orang tua gue, lu sendiri emang udah pantas jadi suami? cihh udah la mending lu pikirkan aja gimana caranya biar ka Rima itu pulang dan nikah sama lu, biar kita bisa secepatnya bercerai” 

Bryan yang mendengar kata perceraian dari Kanaya seketika amarahnya semakin memuncak dan langsung menampar Kanaya 

“plaakk”.

......................

Jangan lupa like & vote ya

stay healthy

1
Ervina
Luar biasa
Cinta Abadi
ih...kok meninggal chi...
Ririn Tyas
gak mungkin meninggalkan kanayanya?
Ririn Tyas
gue suka gaya Lo Kanaya
Ririn Tyas
suka dengan jalan ceritanya Thor..
Eva Kristina
izin mmpir thor
SOO🍒
aduh.. ada yang terbakar dan gosong kayaknya
Santii
ada g visualnya thor
Ria
lanjut ya
Damaris Pindan
katax CEO tajir, kok sampi berbulan2 numpang d rmh mertua, g usahain rmh sendiri.. kan malu
Ana Krinyol
kanaya..malu" kucing...entar suamix diembat pelakor baru tau rasa.....
Ana Krinyol
kanaya terus terang aja ama bryan bhw kamu juga mencintaix..jangan cinta dlm diam....
Ana Krinyol
Semoga nggak ada pelakor...
Ana Krinyol
Apa Kanaya Tau Agama? mendiamkan suami atau bertindak tdk sesuai aturan..khan dosa thor....Naya juga khan salah udah bersuami tapi tdk membatasi pergaulan dgn teman laki"x....trus tdk diperkenalkan ke suamix bhw mereka sahabat..shg tdk menimbulkan fitnah....
Ana Krinyol
🤩🤩🤩🤩🤩🤩🤩🤩
Tiara Monica
😂😂😂😂
Fafa Adieq Bosky
Nah loh
Fafa Adieq Bosky
11 th pernikahan . . .masih suka maem satu piring berdua .. . .
Fafa Adieq Bosky
cinta akan tumbuh jika bryan selalu sabar dan ngertiin Kanaya
Fafa Adieq Bosky
Cinta lama datang disaat yg tak tepat ....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!