NovelToon NovelToon
Sang Dewi Mengembala Cinta Delapan Dewa

Sang Dewi Mengembala Cinta Delapan Dewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Penyelamat / Mengubah Takdir
Popularitas:386
Nilai: 5
Nama Author: Usu dedek

Igrisia Devalona Bharata terlahir dari darah campuran dewa dan peri, hingga memiliki kekuatan dasyat dan di akui sebagai dewi alam. Namun kekuatan itu membuat para dewa merasa takut, hingga membuatnya jatuh ke dunia manusia dan kehilangan segalanya. Tekad dendam yang membara membuatnya bangkit mencari pecahan kristal jiwa, yang kini dimiliki oleh para pangeran di tiap kerajaan. Perjuangan panjang membuatnya berhasil mencapai tujuan. Namun perasaan yang terjalin dan kontak fisik yang terus terjadi membuatnya bimbang, haruskah dia membalas dendam atau tinggal di bumi dan hidup bahagia bersama pangeran yang dicintainya. Persaingan cinta pun tak terelakkan membuat igris harus mengambil keputusan di saat yang paling krusial.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Usu dedek, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

menghisap jari

Tamparan keras mendarat ke wajah Zean yang membuatnya pingsan seketika. Zean terkapar tak sadarkan diri di atas tubuh igris yang bulat. Igris segera mendorong tubuh harimau itu kesamping.

"astaga apa itu tadi? bahkan aku belum pernah membacanya di buku manapun. Apa adegan seperti ini pernah di lakukan para dewa dan dewi sebelumnya?" ucap igris sambil merapikan handuk nya.

Zean yang terkapar tak sadarkan diri kini berubah wujud menjadi bayi harimau putih. Tatapan benci igris terhenti melihat bayi harimau yang lucu di sana. Igris yang terpikat dengan lembutnya bulu-bulu itu menggendong harimau kecil itu memindahkan posisnya ke ranjang yang lebih besar. Igris kemudian mengganti pakaiannya dan berbaring di dekat harimau itu.

"lebih baik seperti ini, harimau lembut ini bisa menjadi bantal dan selimutku di malam hari," ucapnya seraya memejamkan mata.

Igris membelai bulu-bulu lembut itu, namun seketika pikirannya teringat akan kejadian tadi.

"Jika kejadian tadi terulang lagi, apa yang akan terjadi? Apa aku benar-benar akan berbagi tubuh? aaarhhh tidak bisa, sebaiknya aku tidur. Jangan sampai kejadian tadi terulang lagi. Lebih baik wujudmu seperti ini selamanya," gumamnya kesal tapi dengan mata kantuk.

Keduanya pun tidur di ranjang yang sama. Namun Zean yang berwujud harimau tampaknya lebih di sukai oleh sang dewi tersebut. Igris memeluk harimau kecil itu sepanjang malam. Seolah merasakan kehangatan seperti di peluk seorang ibu, harimau putih yang yang perlahan sadar hanya tersenyum.

Keesokan harinya Zean bangun terlebih dahulu. Dipandanginya wajah mulus Igrisia yang masih tertidur pulas, tak lupa dia meninggalkan kecupan hangat di dahi igris.

"Jika saja kau tak memukulku tadi malam, mungkin aku sudah menanam benih harimau kecil padamu. Sayang, sepertinya masih terlalu cepat," ucap Zean kecewa.

Tak lama Zean pun kembali ke ruangan nya, ia berendam menyegarkan diri. Pikirannya kembali mengingat kejadian semalam. Wajahnya tiba-tiba merona saat mengingat desahan panjang dewi cantik di bawah tubuhnya semalam. Kenangan indah itu terus menari di benak Zean. Hal yang paling dia sukai pada saat menciumi bagian paha putih Igris, membuatnya mengelepar mendesah, namun dia kesal karena Igris menamparnya sangat keras hingga ia pingsan.

"Saat ada kesempatan lain, aku akan membuatmu memohon karena tak ingin berhenti. Kau akan merasakan kejantanan bangsa harimau putih. Saat itu bukan hanya basah, kau benar-benar akan mandi dalam desahan," ucapnya mendendam.

Tak lama kemudian Zean dan Igris bertemu kembali di ruang istana menghadap raja Hermes. Keduanya saling tatap malu. Tapi Igris mencoba melupakan kejadian semalam dan berpura-pura tak melihat Zean. Ana yang melihat merasakan keanehan di antara keduanya.

"nona ... apa terjadi sesuatu di antara kalian?"

"ti ... tidak ada," jawab igris terbata.

"putri, sesuai janji, kau akan ke kerajaan Ornebic untuk membuktikan ketulusan kerajaan kita dalam bekerja sama." ujar raja Hermes.

"bawalah ini," ucapnya lagi sambil memberikan sebuah gulungan.

"ayahanda, apa ini?"

"itu adalah pusaka militer kerajaan kita. Di saat kau dalam bahaya sekalipun kau berada di ujung dunia, ayahmu ini akan datang menyelamatkan mu," ucap nya lagi.

Gulungan itu sama seperti batu teleportasi milik Danji untuk ke alam spiritual. Raja Hermes benar-benar memperhatikan keselamatan Igris. Hubungan ayah dan anak antara raja Hermes dan Igrisia terjalin alami layaknya ikatan darah. Itu terjadi karena sewaktu igris tertidur selama seratus tahun, setiap hari raja Hermes meminum darah emas untuk meningkatkan regenerasi tubuhnya. Tanpa di sadari igris dan raja Hermes telah terikat darah selama itu. Walaupun niat sebelumnya adalah menjadikannya sebagai istri. Namun hubungan itu berubah seiring waktu, kini keduanya memerankan peran anak dan ayah sungguhan.

"ayahanda, ini sangat berharga untuk pasukan militer, aku tak pantas membawanya,"

"Benar yang mulia, selama ada aku, aku akan melindungi putrimu dengan nyawaku," Tegas Zean percaya diri.

"aku juga akan melindungi nona," celetuk Ana.

"bawalah untuk perlindungan diri putri, di luar sana banyak suku yang akan merebut darahmu. Terutama Raja Nun yang akan terang-terangan menyerang." ucap Danji.

Igris hanya mengangguk lalu menyimpan gulungan itu di kantong ajaib miliknya. Setelah terlempar ke dunia manusia, igris kehilangan kekuatan dimensi miliknya yang bisa menyimpan apapun di telapak tangan. Dia juga kehilangan separuh kekuatan dan ketahanan tubuhnya. Namun sejak mengikat kontrak darah beberapa hari lalu, perlahan garis tangannya mulai terlihat. Tekadnya untuk mendapatkan kembali kekuatan kristal itu semakin tinggi, mengingat janjinya kenapa raja Hermes.

Rombongan kereta kuda yang di ikuti puluhan tentara militer, turut mengantar kepergian sang dewi menuju kerajaan Ornebic. Sayangnya, kali ini kesempatan Zean tak terulang kedua kali. Di dalam kereta kuda yang besar dia malah duduk bertiga bersama Ana dan Igris. Rasa canggung mulai terasa saat ketiganya saling pandang.

"Kenapa pelayan ini malah ikut rombongan kami? kalau begini terus aku tidak punya kesempatan untuk berduaan." gumam Zean dalam hati.

Sementara igris malah merasa lega karena ada Ana di antara mereka.

"Syukurlah.. jika kami hanya berdua, bisa-bisa Zean menggila seperti semalam," gumam Ingris sembari melirik pelan ke arah Zean.

"nona, apa aku juga bisa menjalin kontrak darah dengan mu?" Tanya Ana membuat Zean terbatuk tanpa sebab.

"ada apa? bukankah nona bilang bisa menjalin hubungan saudara dengan perempuan jika mengikat kontrak darah?" sahut Ana mencolot ke arah Zean.

"Ana, kau salah paham, ikatan antar darah hanya bisa di berikan kepada orang yang sepadan."

"Apa nona menganggap aku tidak pantas?"

"bukan begitu, tubuhmu saat ini tidak akan mampu menerima kekuatan darah spesial ku. Bisa-bisa kau akan mati terbakar,"

"Benarkah?" potong Zean. "jadi hanya orang-orang pilihan yang bisa mengikat kontrak darah denganmu?"

"Ya... hanya orang-orang yang memiliki kekuatan kristal jiwa, dan orang yang memiliki kekuatan roh suci,"

"Syukurlah... setidaknya sainganku tidak terlalu banyak di masa depan," ucap Zean lega.

Dalam benak Zean yang terlintas hanya adegan mesra bersama pujaannya saat ini. Ia tak mau bertambah saingan laki-laki yang akan menjalin kontrak darah dengan Igris, apalagi sampai berbagi hal-hal romantis. Sang dewi cantik itu hanya tersenyum dan tertawa tipis melihat tingkah Zean yang kanak-kanakan.

"tapi tanpa kontrak, aku tetap bisa memberikan pengecualian kepada orang yang ku kehendaki. Aku bisa memberikan setetes darahku untuk meningkatkan spiritual mu." celetuk Igris.

"Benarkah nona, apa aku bisa mendapat sedikit saja kekuatan, setidaknya untuk perlindungan diri."

Igris mengangguk lalu menggoreskan luka di ujung jarinya. Setitis darah emas di ujung jarinya lalu di masukan ke mulut Ana. Sontak pelayan itu menghisap jari majikannya dengan lembut. Zean yang melihat merasa iri dan sangat jengkel penuh api cemburu. Keberuntungan Ana membuatnya kesal. Kemesraan yang di buat keduanya membuat Zean terbakar api cemburu. Pangeran harimau itu malah membayangkan hal yang aneh-aneh melihat Ana yang begitu antusias menghisap jari majikannya.

Seraya Ana menghisap pelan darah emas itu, tubuhnya memancarkan cahaya tipis. Lalu kabut hitam memenuhi ruangan kereta. Wajah yang memerah itu lalu berhenti dan mengelap liur yang menetes.

"Apa yang terjadi pada tubuhku nona? rasanya seperti terbakar, tapi terasa ringan."

"Kau telah membangkitkan kekuatan bayangan hitam. Mulai sekarang kau bisa menghilang sesuka hatimu, kau bisa berubah menjadi bayangan yang tak terlihat,"

"Apa ini seperti teleportasi?"

"Ya dengan kemampuan ini kau bisa lari dari bahaya dengan cepat,"

"sehebat itu?" sela Zean.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!