Mendadak jadi istri dari seorang billionaire? mungkin ini sebuah keberuntungan bagi kalian, tapi tidak dengan Serafina. Semenjak menjadi istri dari pria billionaire, Serafina tidak bisa menjadi dirinya sendiri dan harus menjadi standar perilaku para wanita kalangan atas didunia. Apalagi suaminya tidak mencintainya dan hanya menganggap nya sebatas istri pelunas hutang.
demi melunasi hutang hutang paman dan bibinya, Serafina dipaksa masuk kedalam kehidupan para kalangan elit. dia harus bisa menjadi seorang istri yang anggun dan menjadi contoh para wanita di dunia.
apakah pernikahan Serafina bertahan?
______________
hai semua, aku author Flower senang bisa bertemu dengan kalian🦩❤️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon flower, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Love Me Hubby²³
Di sisi lain, Alexander baru saja menyelesaikan rapatnya, ia duduk di kursinya dan memeriksa berkas-berkasnya. "Tuan, mobil anda sudah siap"
"bagus, kita berangkat sekarang"
"tuan Xavier sudah menunggu anda di hotel Xxx pada hari ini"
"baiklah, kita kesana sekarang" Alexander berjalan mendahului asistennya, pandangannya terus menatap kedepan. para karyawan wanita diam-diam menatapnya saat pria itu berjalan melewati setiap lorong. "dia benar benar sempurna" bisik salah satu wanita yang bekerja sebagai resepsionis pada temannya.
"kau benar, aku dengar tuan Alexander sudah menikah, tapi tidak ada yang ingin membicarakan istrinya" sahut teman satunya.
"aku dengar sih, istrinya seorang wanita dari kelas bawah, cukup dibilang ekonomi yang sulit"
"apa mungkin, wanita itu menjebak tuan Alexander sehingga tuan Alex terpaksa menikahinya?"
"aku rasa begitu, dasar wanita licik"
Alexander kini berada dalam mobilnya bersama asisten Roky. Mereka menuju hotel Xxx untuk menemui klien asal jepang yang memiliki perusahaan di bidang musik. "Apa jadwalku setelah ini?"
"hari ini jadwal anda cukup padat tuan, setelah bertemu dengan tuan Xavier, anda akan keluar kota untuk mengunjungi proyek yang di bangun di kota B, setelah itu anda harus menghadiri acara makan makan bersama di gedung XS bersama para rekan kerja Anda"
"hmm kau atur semuanya" asisten Roky mengangguk dan menatap kearah kaca spion. Melihat wajah atasannya yang selalu serius setiap saat. "aku tahu kau memperhatikan ku" ucap Alexander dengan dingin, membuat Asisten Roky terkejut dan segera mengalihkan pandangannya kedepan.
*
*
*
"bagus, dikasih libur malah nambah libur, 2 hari pula" omel Bu menejer pada Serafina yang kini sedang menunduk dihadapannya. "maafkan saya Bu, saya soalnya ada acara keluarga" jelas Serafina tentu saja berbohong. "alasan aja, mulai hari ini kamu harus melayani 4 kamar sekaligus, kamar nomor 102, 303, 405, dan 502" ucap ibu manager mengejutkan Serafina.
"tapi bu, kamarnya berjauhan, bagaimana saya bisa melayani mereka sekaligus?"
"pikir sendiri, pokoknya saya tidak mau tahu, dan jika sampai ada satu customer yang mengeluh pada saya karena pelayanan yang buruk, kau akan tahu akibat nya" ancam ibu manager. Serafina hanya bisa menghela nafas dengan berat. "sudah, mulai bekerja sana!"
Serafina berdiri dari duduknya kemudian melangkahkan kakinya dengan malas menuju ruang jenitor untuk mengambil alat-alat kebersihan. Sepertinya Serafina akan pulang lebih sore hari ini. Gadis itu melupakan kelas latihannya, mungkin kali ini dia dalam masalah besar.
Serafina menuju kamar nomor 102 terlebih dahulu, ia mendorong troli kebersihan menuju lift. pakaian kerjanya yang tebal membuatnya mengeluarkan keringat. "Aku harus bekerja cepat, agar aku bisa pulang lebih dulu sebelum tuan Alexander yang lebih dulu kembali ke mension"
pintu lift terbuka, Serafina mendorong troli keluar dari lift dan matanya menatap setiap nomor di pintu. "105, 104, 103, 102, nah ini dia" Serafina mengambil kunci kamar nomor 102, hari ini ia mendapat laporan kalau seseorang yang menempati kamar tersebut ingin kamarnya sudah bersih saat kembali"
saat masuk kedalam kamar tersebut, Serafina mencium bau menyengat dari arah ranjang. "ini bau apa?" ucapnya sedikit terbatuk batuk dan menutup hidungnya. Dengan terpaksa ia membersihkan kamar tersebut, sampah berserakan dimana mana bahkan selimut yang harusnya berada diatas ranjang, malah berada dilantai, dekat kamar mandi pula.
"apakah yang menempati kamar ini orang? atau justru tikus?" pikirnya. Ponsel Serafina berdering, membuat ia mau tidak mau harus menghentikan aktifitasnya. "halo"
"Serafina, kamu dimana?"
"saya masih membersihkan kamar nomor 102 Bu"
"dasar lambat, cepat selesaikan pekerjaan mu itu, 5 menit kau harus sudah keluar dari sana dan membawakan pesanan kamar nomor 303, Sekarang!"
mendengar hal itu, Serafina langsung kalang kabut, ia membersihkan semuanya dengan cepat dan tangkas, ia sudah ahli dalam pekerjaan ini, jadi ia tidak perlu khawatir terlambat mengantar pesanan.
*
*
*
"Selamat datang tuan, semoga anda menyukai pelayanan kami" sambut petugas yang berjaga di pintu. Alexander sama sekali tidak menghiraukan sambutan mereka, para pekerja hotel seketika langsung berkumpul dan menyambut nya. "suatu kebetulan, pemilik hotel ini datang kesini" bisik salah satu wanita pada rekan kerjanya. "s-selamat datang tuan, apa ada yang bisa kami bantu?" ibu manager menghampiri Alexander dengan tergopoh gopoh.
"apakah asisten saya belum memberitahu?" ucap Alexander menatap tajam asisten Roky. "ekhem, kami akan menemui klien atas nama Xavier dikamar nomor 405"
"ah, baiklah, mari saya antar tuan"
"tidak perlu, lebih baik suruh beberapa staf untuk mengantarkan hidangan ke kamar 405" jelas assiten Roky.
"ah, baiklah tuan, kami akan menyuruh staf kami untuk mengantarkan hidangan kesana"
Alexander langsung pergi menuju kamar yang dituju, asisten Roky dengan segera mengejar langkah atasannya yang cepat itu. 'bisakah anda menyamakan langkah kaki kita tuan, mentang mentang anda jauh lebih tinggi daripada saya' batin asisten Roky.
Bersambung.....
*
*
*
Hai para readers kesayangan Author, tetap semangat dalam menjalani hari hari biasa ya, jangan pernah menyerah dalam menghadapi keadaan🍃
Seraphina lagi bahaya
tapi kita lihat apa akan sama Kya yg lain suka oleng kalau masa lalu datang