Kisah cinta Xavier dan Aruna yang harus melewati banyak hal dalam rumah tangga mereka. Xavier adalah tipe suami posesif. sedangkan Aruna adalah istri cuek. sehingga beda sifat mereka kadang membuat mereka berselisih dan berseteru.
Namun hal itu tak membuat cinta keduanya luntur dan menghilang begitu saja. Malah hal itu membuat mereka menjadi semakin saling mencintai.
namun di balik kebahagiaan mereka ternyata ada orang yang ingin memisahkan keduanya. mampukan mereka melewati badai besar dalam rumah tangganya? dan siapakah orang itu....ikuti terus kisah cinta mereka berdua
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Xavier-Aruna 17
Braaaak
Pintu ruangan di buka membuat Merlyn yang sedang duduk di atas tempat tidur terlihat kaget melihat kedatangan Mami Violet dan Aruna di sana. Bahkan penampilan mereka berbeda dari biasanya. Siapa sebenarnya mereka berdua? Apalagi tatapan mereka berdua sudah berubah membuat nyali Merlyn tiba-tiba menciut. Semua makian dan umpatan untuk mereka berdua tiba-tiba saja menguap begitu saja. Bahkan kedua kakinya terasa lemas sekali.
"Kenapa diam? Bukannya sedari tadi kamu berteriak mengumpat kami?" tanya Mami Violet, Merlyn menggelengkan kepalanya.
"Kemana nyali dan keberanian kamu tadi? Kau bilang apa tadi? Aku ingin dengar langsung sekarang saya kamu mengatasi aku dan juga menantuku! Coba katakan sekali lagi," ujar Mami Violet semakin mendekat.
Merlyn mundur tapi kaki belakangnya menabrak ranjang. Sehingga dia tak bisa lagi menghindar.
Sreeeeettttt
Bugh
"Coba katakan lagi semua umpatanmu tadi di depanku jika memang kamu punya nyali, Merlyn! Kau fikir kau siapa? Kau fikir tahu semua yang terjadi pada keluargaku hah? Kau salah orang jika mencari masalah denganku karena aku tak akan membiarkanmu keluar dalam keadaan masih bernafas!" ujar Mami Violet.
Dengan gerakan cepat tangannya berhasil menyambar tu-buh Merlyn dan mendorongnya hingga tembok. Kini tangannya mencengkram kuat le-/her Merlyn hingga membuat wanita itu terlihat kesulitan bernapas. Tangannya meronta dan berusaha melepaskan tangan Mami Violet yang begitu kuat mencengkram dirinya.
Saat ini Merlyn benar-benar ketakutan melihat kemarahan di mata Mami Violet. Tadi saat di kantor sepertinya wanita itu masih menahan emosinya, karena masih banyak karyawan dan dia masih memberi kesempatan kepada Merlyn. Tapi saat dia malah tak memanfaatkan Kesempatan itu dan datang ke kantor Aruna membuat dia benar-benar murka. Bahkan Merlyn kembali berniat men-ce-la-kai Aruna dengan sen-ja-ta ta-jam yang jauh lebih besar di banding sebelumnya. Apalagi sedari tadi tak ad kata maaf yang terucap dari mulut Merlyn kepada mereka.
"ampun ..." ucap Merlyn dengan terbata.
"Oh iya? Sayangnya Aku adalah wanita jahat dan tak memiliki hati seperti yang kamu katakan tadi. Sehingga aku tak peduli kalau kamu harus ma-ti di tanganku! Karena manusia sepertimu hanya akan membuat onar pada orang lain!" jawab Mami Violet dengan tatapan yang semakin mengerikan.
"Mi ..." Aruna menepuk bahu Mami Violet sehingga melepaskan cengkraman tangannya.
braaaak
Merlyn terjatuh ke lantai dengan lemas. Dia bahkan dengan rakus mencoba meraup udara dalam-dalam. Dia juga memegangi lehernya yang masih terasa sangat sakit. Kekuatan tangan Mami Violet sangat besar sehingga membuatnya tak bisa melawan dia.
"Apa niatmu sebenarnya padaku? Aku tak memiliki masalah denganmu sebelumnya," kali ini Aruna berjongkok di depan Merlyn yang terlihat masih berusaha menetralkan napasnya yang masih tersengal. Merlyn malah menatap tajam ke arah Aruna. Kebencian kepada Aruna tak bisa dia sembunyikan.
"Bisa ngomong kan lu! Nggak gagu! Apa aku ku buat mati sekarang juga!" kesal Mami Violet saat melihat Merlyn malah menatap tajam ke arah Aruna yang santai di depannya.
plaaaakkk
Plaaaakkk
Mami Violet yang kesabarannya setipis tissu memukul kepala Merlyn dengan sangat keras. karena wanita itu bukannya menjawab saat di tanya malah menatap tajam seolah dia sedang menantang Aruna.
"saaaakit ..." rengek Merlyn.
bugh
Bugh
Seketika hidung dari Merlyn mengeluarkan cairan merah yang kental saat Aruna memberikan salam ton-jok di hidung Merlyn. entah hidungnya patah atau tidak, itu semua karena Merlyn seolah menantang Aruna. Dia tak tahu motif utama Merlyn terlihat sangat membencinya bahkan dengan berani berusaha untuk men-ce-la-kai dirinya.
"Aduh, patah nggak tuh hidungnya?" ledek Mami Violet.
Merlyn mengaduh kesakitan dan setelahnya berteriak histeris saat melihat banyaknya cairan merah yang keluar dari hidungnya.
",Apa yang sudah kamu lakukan hah! apa kamu mau membaut hidungku patah? dasar wanita iblis!" umpat Merlyn.
"Aku memang wanita iblis, lalu kenapa kau berani membuang ulah padaku! Katakan apa tujuan utamamu? Aku yakin tujuan utamamu bukan karena aku menikah dengan Xavier kan?" tanya Aruna dengn penuh penekanan. Bahkan sekarang tangannya sudah mencengkram rahang Merlyn dengan sangat kuat.
"Hahahhaa ... kau ternyata pintar juga! Aku kira kau adalah wanita bo-doh!" Merlyn malah terkekeh sedangkan Mami Violet yang berada di belakang Aruna saling pandang dengan Ramon dan Edwin. Ternyata bukan Xavier alasan utamanya, lalu apa?
"Barly, apa kau ingat dengan dia? Dia adalah kekasihku! sekaligus ayah dari anakku yang kau rebut. Karena kamu, Barly tak mau bertanggung jawab atas anak yang aku kandung! Karena kamu, kini anakku tak memiliki ayah dan harus menerima hinaan orang sebagai anak ha-/ram!" teriak Merlyn.
"Loh, kalau kamu ngelakuinnya di luar pernikahan ya artinya anak di luar nikah bo-doh! Lagian kok percaya sama si Barly, memang kamu itu wanita gob-lok. Mau saja di kadalin sama dia! memangnya kamu tak tahu si Barly itu pria seperti apa? Eh lupa, kamu sama dia kan sama-sama gila sesuatu di bawah pusar!" ledek Mami Violet.
"Dia tak seperti itu! Kami saling mencintai walau umur Barly di bawah aku. Tapi dia adalah pria yang sangat pengertian dan dewasa. Dia setia padaku sebelum wanita ja-lang murahan ini datang dan membaut Barly berpaling dariku!" emosi Merlyn membuat Aruna terkekeh.
"Oh jadi kamu wanita yang dulu sempat mengancam aku? Sayangnya saat itu Aku sedang sibuk dengan urusan lain sehingga aku melupakan ancaman wanita ini! Ternyata dia cemburu karena pria bodoh itu! Astaga! aku kira karena apa, ternyata karena dia!" kekeh Aruna.
"Kau meremehkan aku Aruna! Kau sudah membuat aku kehilangan pria yang aku sayang! Dan aku akan membuat kamu gila dengan mengambil Xavier darimu!" teriak Merlyn.
"Astaga! ternyata dia mengalami gangguan jiwa sepetinya, Nak! Mana mau anakku sama modelan kuntilini seperti ini! Aku saja mual apalagi anakku!" jawab Mami Violet brigidig mendengar ucapan Merlyn dengan penuh percaya diri akan merebut Xavier.
"Jadi aku mau Barly atau Xavier?" tanya Aruna terkekeh.
rexa kau jd kekesed na Renata ternyata
awas az s danar berulah n mulai culas n tamak harta
ini mah harus baca ulang dari awal
thanks teh 💪