Yu-nian adalah putri dari seorang bangsawan di kerajaan Tangyu, suatu ketika dia terpaksa mengantikan kakaknya yang kabur untuk menikah dengan seorang menteri yang sangat berkuasa. Berbeda usia membuat Yu-nian selalu berbeda pemikiran. dengan sang menteri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shafrilla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Gadis ini bermulut sial
"Tangkap dia!" seru seorang pria.
"Kalian ini membuatku kesal saja." ucap Yu-nian.
"Aduh.. melihat wajahnya yang seperti itu, aku yakin mulutnya yang suka memberikan kesialan itu pasti sebentar lagi akan keluar." ucap Yi-bao yang terlihat mulai waspada.
"Cepat ikut kami, Tuan kami ingin menemuimu." ucap salah satu pengawal.
"Dasar pria tua tidak tahu diri, sudah mukanya jelek sok sok an, kamu ingin kepalamu yang tidak berbentuk itu kejatuhan batu ya!" seru Yu-nian. setelah mengatakan itu tiba-tiba saja ada batu yang terlempar dan menghantam kepala salah satu pria. hal itu membuat pria itu kepalanya langsung pusing.
"Aduh.. tuh benar kan mulutnya yang suka membawa sial itu mulai beraksi." ucap pelan Yi-bao.
"Siapa yang berani melemparku dengan batu ini!" teriak si pria sembari melihat ke arah orang-orang yang ada di rumah judi.
"Tuh kan.. pasti para dewa mengantarkan penyelamat untukku. Untung saja cuma dilempar sama batu, siapa tahu sebentar lagi kepalamu itu akan dilempar sama pot bunga." ucap Yu-nian.
"Hahaha... kamu kira aku takut?" ejek si pria.
Melihat wajah yang sangat menyebalkan itu Yu-nian terus mengucapkan beberapa kalimat, mulutnya terus komat-kamit seperti dukun yang sedang membacakan mantra jampi-jampi. "Dasar, lihat aja bagaimana jika kepalamu yang rambutnya tinggal setengah itu benar-benar dilempari pot bunga. Aku yakin setengah rambutmu itu pasti rontok semuanya." ucapnya. setelah mengatakan itu tiba-tiba saja pot bunga yang ada di lantai 2 rumah Judi benar-benar jatuh menimpa kepala pengawal rumah judi.
Bukk..
"Aaaaa!!!"
melihat itu semua orang nampak berteriak, sedangkan pria yang tadi menertawakan Yu-nian.. dia benar-benar sudah mulai sempoyongan, pria itu memegang kepalanya. memang pot bunga itu tidak terlalu besar tapi lumayan untuk membuat orang pingsan.
"Kepalaku... Dasar mulut pembawa sial." ucap si pengawal yang kemudian ambruk di lantai.
Orang-orang yang melihat itu nampak mereka ketakutan, beberapa pengawal mulai mundur untuk menjaga jarak dengan Yu-nian. "Ternyata gadis itu mulutnya benar-benar menakutkan, mulutnya seperti mulut kuda, eh.. Mulut gagak." ucap beberapa pengawal yang hendak menangkap Yu-nian namun mereka harus mengurungkannya.
"Kenapa kalian mundur, sini maju." kata Yu-nian.
"Aaa!!!" 3 pengawal itu wajahnya sangat ketakutan. "Jangan maju!" teriak mereka bertiga.
"Kenapa?" tanya Yu-nian maju.
"Jangan maju!" seru 3 pengawal itu kembali
Yu-nian kemudian menatap orang-orang yang ada di rumah judi, mereka menatap gadis cantik yang memiliki mulut yang menakutkan. "Cantik-cantik tapi mulutnya seperti mulut gagak." ucap salah satu pria yang nampak wajahnya sangat ketakutan.
Melihat ekspresi wajah ketakutan itu Yu-nian mulai tersenyum, Dia kemudian mendekati tiga pengawal itu dengan mulut yang mulai terbuka.
"Kabur!!!" teriak mereka sembari berlari kencang.
si pria tua yang ada di lantai 2 itu menatap gadis muda yang ada di lantai bawah. "Ya ampun.. lebih baik kita pergi Tuan, jika tidak pasti Tuan akan kena sial juga." ucap pelayan.
"Iya, aku tidak mau tiba-tiba ada pot bunga mampir kepadaku." si pria tua yang langsung kabur tunggang langgang.
"Hehehe...," Yu-nian tersenyum kemudian mengajak Yi-bao pergi.
"Wah..., mulutmu itu benar-benar sangat berguna, andai saja kita dengan masalah besar.. aku yakin penjahat sehebat apapun mereka pasti akan kabur karena mulut sialmu itu." ucap Yi-bao yang membuat Yu-nian melirik tajam padanya. seketika itu pulai Yi-bao langsung menutup mulutnya. Dia memberi isyarat menutup mulutnya seperti menutup resleting.
"Benar juga, Untung aja aku punya mulut setajam pedang, jika tidak kita tidak mungkin bisa kabur dari rumah judi itu." jawab Yu-nian tersenyum kemudian pergi bersama dengan Yi-bao.
"Iya, mulut sialmu itu kadang membuat aku dalam masalah. Aku adalah korban yang tidak bisa kabur." gumam Yi-bao dalam hati.
Kehidupan berjalan tidak sesuai yang kita harapkan, kehidupan Yu-nian tidak seindah yang dibayangkan. Walaupun dia adalah putri orang kaya atau bangsawan kerajaan Tianyu, namun dia selalu keluyuran untuk mencari uang sendiri.
Dari sebuah tempat, seorang pria terus memperhatikan Yu-nian, pria itu sedikit tersenyum, senyuman samar yang membuat siapapun tidak bisa melihatnya.
"Siapa gadis itu?" tanya si pria.
"Saya tidak tahu, tuan." jawab pria yang lain.
"Kamu cari tahu mengenai gadis itu, secepatnya kamu beritahu aku." kata si pria yang membuat anak buahnya menganggukkan kepala.
"Baik, tuan." jawab anak buah si pria.
Seorang pria dengan tubuh tegap dan wajah rupawan, seorang pria yang mempunyai gelar sangat menakutkan. Hanya dalam sekejap saja anak buah si pria mampu mencari tahu mengenai siapa Yu-nian.
Di tempat lain, Yu-nian dan Yi-bao kebingungan untuk mencari tempat, akhirnya Yi-bao mengajak Yu-nian pergi ke rumahnya untuk sementara sebelum gadis itu mendapatkan tempat tujuan.
*Kediaman jenderal Feng Shiyan*
"Tuan, saya sudah mendapatkan informasi mengenai gadis itu." ucap Fu Tian.
"Siapa dia?" tanya Feng Shiyan.
"Dia adalah salah satu putri tuan Yun Mao. Dia putri kedua dari pria itu, katanya sekarang kedua putrinya kabur dari rumah." jawab Fu Tian.
"Lalu, informasi apalagi yang kamu dapatkan?" tanya Feng Shiyan.
Fu Tian kemudian memberikan beberapa informasi mengenai bangsawan Yun mau yang sekarang sudah menjadi miskin karena dia ditipu oleh teman dagangnya.
"Jadi dua putrinya ini dijadikan jaminan hutang-hutang Yun Mao?" tanya Feng Shiyan.
"Benar sekali tuan, pria ini menjadikan dua putrinya sebagai jaminan atas hutang-hutangnya pada Adipati Bao." jawab Ren Fen.
"Cari tahu mengenai Adipati Bao, yang aku dengar pria itu sudah melakukan banyak sekali kejahatan kepada orang-orang yang ada di wilayah Nan." perintah Feng Shiyan.
"Untuk apa kita harus melakukan hal itu, Tuan? lagipula Kenapa juga kita harus ikut campur dalam masalah Tuan Yun Mao?" tanya Fu Tian.
"Kamu tidak usah banyak bertanya, lakukan apa yang aku minta." jawab Feng Shiyan.
Dua orang kepercayaan Feng Shiyan nampak kebingungan, Baru kali ini Jenderal kerajaan Tangyu itu ikut campur dalam masalah seseorang.
"Tumben sekali Jenderal ikut campur dalam masalah orang lain seperti ini?" tanya Ren Fen pelan.
"Aku juga tidak tahu." jawab Fu Tian.
Kedua orang kepercayaan Feng Shiyan pergi dengan kebingungan yang terlihat besar, seorang jenderal yang terkenal tidak pernah ikut campur dalam hal apapun tiba-tiba meminta kedua orang kepercayaannya untuk mencari tahu mengenai keluarga. Sedangkan di tempat Yi-bao, Yu-nian terlihat memikirkan apa yang harus dia lakukan, uang yang dia miliki cukup banyak untuk dirinya kabur dari wilayah Nan.
"Kamu yakin mau kabur dari wilayah Nan? lalu, kamu akan ke mana?" tanya Yi-bao sembari melihat Yu-nian menatap begitu banyak tumpukan uang yang ada di depannya. Mulai dari uang koin, tael emas, perak dan lembaran uang lainnya.
"Entahlah." jawab Yu-nian tersenyum. matanya terlihat berbinar ketika melihat kilauan emas yang ada di meja depannya.
*bersambung*