NovelToon NovelToon
Cinta Ribuan Duri

Cinta Ribuan Duri

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Duda / CEO
Popularitas:463
Nilai: 5
Nama Author: bidadari

“Alasan untuk mencintaimu hanyalah soal sosial.”

Kalimat itu menghantam hatiku seperti ribuan duri. Aku terdiam, seakan waktu menarikku kembali ke masa lalu.Andai saja saat itu aku tidak menuruti egonya.
Andai saja aku lebih berani mengikuti kata hatiku… untuk menolak perjodohan itu. Mungkin sekarang, hatiku tidak akan dipenuhi luka.

— Cinta Ribuan Duri —

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bidadari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26 Bandara

" YaAllah neng, Pucat sekali wajahnya " Kata bi Asmi saat Ardila menaruh bobotnya di kursi makan " Bi, yang lain kemana? " Tanya Ardila menoleh ke sekeliling tidak ada kedua mertuanya " Kan ada perjalanan bisnis neng! "

" Oh, Ardila mau berangkat jemput omah Rianti" Sahut Ardila sembari mengecek ponselnya. Bi Asmi menaruh Secangkir teh Jahe di hadapan ardila " Minum neng"

" Makasih bi"

" Sama-sama, Kenapa neng yang jemput nyonya besar? " Tanya Bi Asmi di deru rasa penasaran.

" Mas Rafa sibuk bi! " Sahutnya sembari menaruh cangkir cantik tersebut ke meja, bi Asmi menganggukkan kepalanya

" Seharusnya, neng Ardila istirahat wajahnya pucat banget. Kasihan pengantin baru tapi sering di tinggal! " Kata bi Asmi dengan suara kesal " Bi sudah, makasih ya tehnya enak Ardila jadi segar kembali! " Ardila tersenyum ke Bi Asmi " Sama-sama neng! "

" Ardila berangkat bi! " Ia menyalami tangan sang pembantu membuat Bi Asmi terbelalak, "neng! " Tegurnya

" Biar, bibi kan lebih tua dari aku ! " Sahutnya santai " Bibi, ngga enak! " Wajahnya di rayap rasa tidak enak " Enakin aja bi! " Ardila terkekeh lalu berlalu dari ruang makan,

" Hati-hati neng! "

" Ya bi!, Asalamualaikum! "

" Walaikumsalam! "

Dengan langkah gontai Ardila, keluar dari mobil taksi online yang ia pesan. Entah mengapa dirinya merasa kepalanya berkunang-kunang sekali, "pak, tolong tunggu ya saya cuman sebentar! " Kata Dila kepada supir tersebut

" Baik mbak! "Dengan Sabar supir tersebut menunggu, Ardila yang masuk ke dalam bandara Langkah Ardila terhenti ia merogoh sakunya mencari ponselnya.

" 𝗔𝘀𝗮𝗹𝗮𝗺𝘂𝗮𝗹𝗮𝗶𝗸𝘂𝗺, 𝗺𝗮𝘀 𝗮𝗸𝘂 𝘀𝘂𝗱𝗮𝗵 𝗱𝗶 𝗕𝗮𝗻𝗱𝗮𝗿𝗮. 𝗕𝗶𝘀𝗮 𝗸𝗶𝗿𝗶𝗺𝗸𝗮𝗻 𝗳𝗼𝘁𝗼 𝗼𝗺𝗮𝗵𝗻𝘆𝗮 𝗺𝗮𝘀? "

" 𝗨𝗱𝗮𝗵 𝗸𝘂 𝗸𝗶𝗿𝗶𝗺! "

"𝗠𝗮𝗸𝗮𝘀𝗶𝗵 𝗺𝗮𝘀, 𝗔𝘀𝗮𝗹𝗮𝗺𝘂𝗮𝗹𝗮𝗶𝗸𝘂𝗺"

" 𝗬𝗮 𝘀𝗮𝗺𝗮-𝘀𝗮𝗺𝗮! "

Ardila menyipitkan matanya, kala melihat sosok wanita paruh baya yang berjalan ke arah nya dengan Travel bag di tangannya. Ia menyamakan sosok tersebut dengan sosok yang ada di layar ponsel nya, " Omah! " Panggil Ardila sembari melambai ia bergegas berjalan.

Ke arah wanita tua tersebut. Ia mencium punggung tangan yang di penuhi Gari-garis masa tersebut, membuat Senyuman membingkai jelas di bibir wanita tua yang di penuhi garis masa di setiap sudut wajahnya.

" Pasti, kamu Ardila Istrinya Rafa.. " Terka wanita tua tersebut. Ardila menganggukkan kepalanya " Ya omah, Omah sehat? "Tanya Ardila

" Alhamdulillah, " Ia menatap lekat wajah Ardila " Sini omah biar Dila yang, bawa pasti berat bukan! " Kata Dila sembari mengambil Travel bag dari tangan Sang Omah,

" Makasih nduk!.. " Ardila tersenyum " Kamu, kenapa wajahmu pucat? "Tanya Omah Rianti

" Ngga omah, aku baik-baik saja! " Ardila memakasakan untuk tersenyum. Tetiba langkahnya terhenti saat Tetiba pandangannya menggelap. " Nduk! "

Tubuh itu terhuyung, Hampir Saja Tubuhnya terjerembab Hingga sebuah tangan Melingkar di Perut nya Ia merasakan tubuhnya melayang. Kesadaran nya mulai dibawah rata-rata lalu, ia menutup matanya. Hanya suara-suara tidak jelas yang berupa lirihan,

\*\*\*\*

" 𝗥𝗮𝗳𝗮 , 𝗰𝗲𝗽𝗮𝘁 𝗸𝗮𝗺𝘂 𝗸𝗲𝗺𝗮𝗿𝗶 𝗶𝘀𝘁𝗿𝗶𝗺𝘂 𝗽𝗶𝗻𝗴𝘀𝗮𝗻 𝗱𝗶 𝗯𝗮𝗻𝗱𝗮𝗿𝗮! 𝗗𝗮𝗻 𝘀𝗲𝗸𝗮𝗿𝗮𝗻𝗴 𝘀𝘂𝗱𝗮𝗵 𝗱𝗶 𝗿𝘂𝗺𝗮𝗵 𝘀𝗮𝗸𝗶𝘁. 𝗨𝗻𝘁𝘂𝗻𝗴 𝗮𝗱𝗮 𝗼𝗿𝗮𝗻𝗴 𝗯𝗮𝗶𝗸 𝘁𝗼𝗹𝗼𝗻𝗴 𝗸𝗮𝗺𝗶 " Suara Bu Rianti menggema di ruangan yang di huni oleh, ke Sunyian tersebut hanya ada suara alat monitor Yang memenuhi Ruangan tersebut. Bau Obat menyengat di penciuman siapapun, yang masuk ke ruangan tersebut " 𝗬𝗮 𝗼𝗺𝗮𝗵!, "

"𝗢𝗺𝗮𝗵 𝘁𝘂𝗻𝗴𝗴𝘂, 𝗮𝘀𝗮𝗹𝗮𝗺𝘂𝗮𝗹𝗮𝗶𝗸𝘂𝗺! "

" 𝗪𝗮𝗹𝗮𝗶𝗸𝘂𝗺𝘀𝗮𝗹𝗮𝗺! "

Bu Rianti mengayunkan langkahnya, keluar dari ruangan tersebut ia menatap Kedua lelaki berjas tersebut dengan tatapan terimakasih.

" Terimakasih ya, sudah bantu Cucu saya. Saya tidak tahu apa yang akan terjadi, bila kalian tidak ada di sana! " Ungkap Bu Rianti menatap kedua nya bergantian. Salah satu dari mereka berkata " Sama-sama, Bu semoga saja Cucu ibu segera siuman! "

" Makasih ya doanya! "

" Sama-sama Bu! "

" Omah! "

" Ibu, "

Panggilan tersebut, membuat ketiga Manusia itu menoleh menatap Pak Andreo dan Istrinya serta Rafa yang berjalan di belakangnya.

" Ada apa, kenapa Ardila masuk rumah sakit? " Tanya Rafa Tetiba

" Tadi, dia pingsan kata dokter Ardila kecapean kamu itu gimana sih. Rafa istri lagi sakit demam gitu di suruh, ke luar rumah! " Bentak Omah Rianti membuat. Istri Pak Andreo membalasnya dengan suara tajam,

" Alah, ibu jangan bela Si Ardila itu dia memang manja kerjaannya sakit-sakitan terus!. Sumpah ya tuh anak emang nyusahkan kemarin dia bawa anak Hilang, sekarang masuk rumah sakit! "

" Astaghfirullah, nyebut kamu dia menantu kamu! " Sentak Bu Rianti

" Ibu, ngga tau - apa-apa... Menantu kaya dia hanya jadi beban andai keluarganya ngga kaya raya pasti kita ogah, nerima menantu kaya dia!.. PENYAKITAN! " kata Pak Andreo dengan suara tajam bagaikan pisau, membuat sosok Lelaki berjas tersebut Menatapnya tajam seolah tidak Rela gadis tersebut di Hina

" YaAllah, kenapa kalian seperti ini?.. Ibu benar-benar kecewa! " Kata Nya sembari masuk ke dalam Ruangan Ardila. Rafa melirik ke arah dua lelaki yang terdiam di dekat Pintu masuk tersebut, " Anda siapa? " Tanya Rafa dengan suara tajam. Matanya menelisik kedua lelaki yang ia terka, bukan orang sembarangan

" Saya Tata dan Ini bos Saya Areksa!.. Kami yang menolong Bu Ardila! " Kata Tata asisten Areksa memperkenalkan diri.

" Kalau ngga salah, Anda Adalah Areksa Putera Wijaya? CEO Viresta Global Corporation. " Tanya pak Andreo dengan bibir bergetar sosok tersebut hanya menganggukkan kepalanya pelan, sembari menatap tajam semuanya. " Maaf pak, maaf pak Areksa harus di repotkan menantu kami. Dan mendengar semuanya! " Kata Pak Andreo penuh penyesalan

" Tidak apa! " Singkatnya lalu berlalu begitu saja

" Pak saya permisi dulu! " Tata segera menyusul langkah sang bos, yang benar-benar cepat sekali manusia tersebut

Sementara, Rafa menatap kepergian Areksa dengan sebuah rasa ganjal ia benar-benar tidak percaya Seorang Areksa Putera Wijaya CEO Perusahaan terbesar di kota tersebut, Menyelamatkan istrinya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!