NovelToon NovelToon
Hush, My Love

Hush, My Love

Status: tamat
Genre:Konflik etika / Percintaan Konglomerat / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:4.5k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Di mata dunia, Michael Brown atau Kay adalah pewaris tunggal Brown Group yang angkuh dan bad boy penggila balap liar. Namun, di balik gelar playboy palsunya, Kay menyimpan rahasia: ia telah lama memperhatikan Paris Desmon, gadis pendiam yang menjadi satu-satunya ketenangan di tengah kepalsuan sekolah elit mereka.
Dunia Kay terguncang saat ia mengetahui bahwa sahabatnya, Luciano Russo, menjadikan Paris sebagai objek eksperimen emosional demi memuaskan rasa penasaran liar Max. Kay terpaksa menyaksikan dari bayang-bayang saat Luciano berbohong telah meniduri Paris hanya demi gengsi, sementara Paris sendiri tetap tulus mencintai Luciano tanpa tahu dirinya sedang dipermainkan.
Terjebak dalam kode etik persahabatan dan rasa sesak melihat gadis yang ia kagumi dirusak secara mental, Kay menghadapi pilihan sulit: Tetap diam sebagai penonton yang dingin, atau menghancurkan reputasi "Tiga Pilar" demi menyelamatkan Paris dari kehancuran yang direncanakan sahabatnya sendiri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3

Cahaya matahari New York yang pucat menyusup melalui celah gorden kamar Paris, memantul di atas meja kayu tempat sketsa-sketsa desain ayahnya berserakan. New York di pagi hari selalu berisik, namun bagi Paris, semuanya mendadak senyap saat ia meraih ponsel di atas nakas.

Satu notifikasi muncul di layar. Nama kontaknya sederhana: Mine.

Mine: Semangat hari ini, babe. Aku mencintaimu.

Jantung Paris seolah berhenti berdetak. Ia mengerjapkan mata berkali-kali, mengira itu adalah sisa-sisa mimpi semalam.

Kata "cinta" dari seorang Luciano Russo? Laki-laki yang bahkan jarang menunjukkan ekspresi wajah, kini mengirimkan kalimat yang begitu manis sekaligus mematikan.

Paris membenamkan wajahnya di bantal, berusaha meredam pekikan kecil yang hampir lolos dari bibirnya. Ini adalah kali pertama Luciano mengatakan itu.

Dalam seminggu ini, hubungan mereka terasa seperti transaksi yang sopan, namun pagi ini, Luciano merobohkan tembok itu.

Paris tahu siapa Luciano sebenarnya. Di luar gerbang St. Jude’s Academy, Luciano bukan sekadar siswa berprestasi. Dia adalah pilar masa depan dinasti Russo, keluarga yang kekayaannya konon tidak akan habis hingga tujuh turunan. Nama keluarganya sering menghiasi katalog bisnis elit dan majalah finansial dunia. Luciano adalah produk dari ekspektasi tinggi dan kemewahan yang tak terjangkau.

Sementara itu, Paris berada di spektrum yang berbeda. Ayahnya adalah otak di balik desain dan produksi fashion high-end yang pakaiannya mungkin dipakai oleh ibu Luciano. Meski mereka berada di lingkaran industri yang bersinggungan, di St. Jude’s, status sosial hanyalah setengah dari tiket masuk. Jika kau tidak memiliki otak yang cemerlang atau aura yang mendominasi, kau akan tetap tenggelam dalam anonimitas. Dan Paris memilih untuk tenggelam agar ia bisa mengamati dunianya dengan tenang.

.

.

Suasana kelas Sejarah Dunia pagi itu terasa lebih berat dari biasanya. Paris duduk di bangku tengah, berusaha keras memfokuskan perhatian pada buku teksnya, namun matanya terus tercuri oleh pemandangan di barisan paling depan.

Di sana, di barisan yang seolah-olah memiliki gravitasi sendiri, duduk "Tiga Pilar Sempurna" St. Jude’s.

Di tengah, tentu saja, ada Luciano Russo. Ia duduk dengan punggung tegak, jemarinya mengetuk pulpen perak di atas meja dengan ritme yang konstan.

Di sebelah kanannya adalah Kay, laki-laki dengan rahang tajam dan tatapan mata yang seolah merendahkan semua orang di ruangan itu. Kay adalah definisi playboy dingin; ia tidak banyak bicara, namun sekali ia membuka suara, kata-katanya bisa membuat wanita merasa meleleh sekaligus terhina di saat yang sama.

Di sebelah kiri Luciano adalah Max. Berbeda dari temannya, Max jauh lebih manusiawi. Ia hangat, sering melemparkan senyum pada siapa saja, dan tidak memiliki aura "jangan-sentuh-aku" yang dimiliki Luciano dan Kay.

Meski secara fisik mereka bertiga adalah standar ketampanan tertinggi di sekolah itu, secara intelektual, Luciano tetap berdiri sendirian di puncak. Kay dan Max hanya "menumpang" di barisan depan karena status sosial mereka, bukan karena mereka tahu perbedaan antara inflasi dan deflasi.

"Lihat mereka," bisik Delaney dari samping, menyenggol lengan Paris. "Tiga orang itu seharusnya tidak nyata. Mereka seperti patung yang keluar dari museum seni."

Paris hanya bergumam samar. Ia merasa mual karena rahasia yang ia simpan. Ia ingin memberi tahu Delaney bahwa pilar di tengah itu baru saja mengirimkan pesan cinta padanya pagi tadi. Namun, ia hanya bisa menunduk, merasakan getaran ponsel di saku rok seragamnya.

Paris melirik ke bawah meja.

Mine: Belajar yang rajin, babe.

Pipi Paris memanas. Ia menatap punggung Luciano. Laki-laki itu sama sekali tidak menoleh. Ia tetap menatap ke papan tulis, seolah-olah ia tidak baru saja mengirimkan pesan yang membuat jantung seseorang berdegup kencang.

Tak lama kemudian, ponselnya bergetar lagi.

Mine: Dan jangan dengarkan kata-kata Kay yang kotor. Dia sedang dalam suasana hati yang buruk.

Paris mengerutkan kening. Ia melirik ke arah Kay. Benar saja, Kay sedang menyandarkan punggungnya di kursi, menatap ke arah kelas dengan bosan.

Saat Mr. Henderson, guru sejarah mereka, sedang mencari dokumen di mejanya, suasana kelas menjadi sedikit gaduh.

Kay tiba-tiba memutar kursinya, menatap ke arah kerumunan siswa di belakangnya dengan seringai tipis yang berbahaya.

"Kalian tahu," suara Kay yang berat dan serak bergema, cukup keras untuk didengar separuh kelas. "Aku heran melihat orang-orang yang hanya bisa belajar tanpa punya kehidupan. Seperti beberapa orang di baris tengah ini. Terlalu sibuk membaca sampai lupa caranya berdandan."

Mata Kay sempat melintasi Paris, namun tidak berhenti. Ia hanya melemparkan hinaan umum yang terasa sangat personal bagi siapa saja yang merasa tidak menonjol.

"Kay, hentikan. Kau terdengar seperti bajingan pagi ini," Max menimpali dengan nada santai, berusaha mencairkan suasana.

"Aku hanya menyatakan fakta, Max. Dunia ini milik kita yang punya segalanya. Sisanya? Hanya dekorasi," Kay tertawa kecil, suara yang sebenarnya sangat enak didengar jika saja isinya tidak begitu beracun.

Paris mencengkeram pulpennya erat-erat. Ia merasa terhina, namun ia lebih merasa terlindungi karena pesan Luciano sebelumnya. Luciano tidak membela secara terang-terangan di depan kelas—itu akan menghancurkan kesepakatan mereka, tapi ia memberikan "perisai" melalui pesan singkat.

Di depan sana, Luciano tetap diam. Namun, Paris memperhatikan tangan Luciano yang memegang pulpen perak itu menegang hingga buku-buku jarinya memutih saat Kay berbicara.

Luciano adalah pilar yang kokoh, namun di balik itu, Paris mulai melihat celah-celah kecil. Luciano tidak hanya melindunginya dari dunia luar, ia juga mencoba melindungi Paris dari teman-temannya sendiri yang ia tahu bisa sangat kejam.

Saat jam pelajaran berakhir, Luciano berdiri paling pertama. Tanpa melihat ke belakang, ia berjalan keluar kelas diikuti oleh Kay dan Max yang bersenda gurau.

"Dia benar-benar tidak tersentuh, ya?" tanya Delaney sambil membereskan buku. "Luciano, maksudku. Kadang aku merasa dia bukan manusia. Dia tidak punya emosi."

Paris tersenyum tipis, sebuah rahasia yang ia simpan di balik bibirnya yang rapat. Dia punya emosi, Delaney. Dia punya cinta. Hanya saja, dia menyimpannya di tempat yang tidak bisa dijangkau oleh siapapun kecuali aku.

Namun, ada rasa pahit yang merayap di hati Paris. Mengapa mereka harus bersembunyi? Mengapa Luciano begitu takut keluarganya tahu tentang keberadaannya? Apakah karena ia hanyalah "anak desainer" sementara Luciano adalah pewaris dinasti? Ataukah, seperti yang ia curigai, Luciano hanya sedang menguji sejauh mana ia bisa menjalani hidup yang terkontrol sebelum ia benar-benar terjun ke dunia bisnis keluarganya yang dingin?

Satu hal yang pasti, New York dan St. Jude’s Academy tidak akan pernah sama lagi bagi Paris. Di tengah kemegahan gedung-gedung tinggi dan tekanan sekolah elit, ia memiliki sesuatu yang paling dicari oleh orang-orang seperti Kay dan Max, namun tidak pernah mereka dapatkan: kehangatan dari seorang Luciano Russo.

Saat ia berjalan keluar kelas, sebuah pesan masuk lagi.

Mine: Kantin jam 12. Jangan duduk dekat-dekat meja kami. Aku hanya ingin melihatmu dari jauh.

Paris menghela napas. Cinta ini terasa seperti labirin yang indah, namun ia mulai bertanya-tanya, apakah ia akan pernah menemukan jalan keluar, atau ia akan selamanya tersesat di dalamnya hanya untuk menjadi penonton bagi kehidupan Luciano yang sempurna.

🌷🌷🌷🌷

Happy reading dear 🥰

1
⚔️⃠🧸🍁𝐘𝐖❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱
Pria Sejati hrs sperti ini, cukup 1, Selamanya 👍👍👍
⚔️⃠🧸🍁𝐘𝐖❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱: Cama², Ade ❤️🤗😘
total 2 replies
⚔️⃠🧸🍁𝐘𝐖❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱
Yeee, Akhirx, Resmi Smua, Bareng 🥳🥳🥳
⚔️⃠🧸🍁𝐘𝐖❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱
Ikut happy utk 2 pasangan ini ❤️🤗😘
⚔️⃠🧸🍁𝐘𝐖❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱
Skrng, Mreka berdua, manis mlulu, auto diabetes ini 🤭🤭🤭
⚔️⃠🧸🍁𝐘𝐖❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱
Kini saatnya Arthur yg berjuang utk Cinta ny 🙈🙈🙈
ros 🍂: Nah benar Kak 🤭😍
total 1 replies
⚔️⃠🧸🍁𝐘𝐖❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱
Kn adem klo liat gini ❤️🤗😘 ... Apa otw dresmikn aja y, biar gk kburu 🙈🙈🙈
⚔️⃠🧸🍁𝐘𝐖❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱
Mommy Paris, itu Putra mu udh 'nakal' 🙈🙈🙈
⚔️⃠🧸🍁𝐘𝐖❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱: Cama², Ade ❤️🤗😘 ... Lnjt Arthur 🤭👍🥳
total 6 replies
Sany Indah
berharap Paris sama Kay meski bermulut pedas tp cintanya ke Paris tulus
⚔️⃠🧸🍁𝐘𝐖❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱
hi hi licik demi honey, gk pa² deh 🤭🤭🤭
ros 🍂: Hahaha🤣🥰
total 3 replies
winpar
sdih bgt kisah mereka😥
winpar
Thor ceritanya bikin mewekkkk😥😥
lnjut Thor yg bnyk yh 🥰😍
ros 🍂: Ashiaapp 🤭🥰
total 1 replies
Sany Indah
ceritanya menarik
ros 🍂: ma'aciww 🥰
total 1 replies
⚔️⃠🧸🍁𝐘𝐖❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱
Klo Jodoh, pasti ada jalan ny 😔😔😔
⚔️⃠🧸🍁𝐘𝐖❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱: Iya, Ade ❤️🤗😘
total 2 replies
winpar
akhirnya nana bertemu jg 🥰😍
winpar
thot knp hri ini upnya dikit bgt. pdhl ceritanya seru bgt?
ros 🍂: Maaf ya kak, Sedang kurang sehat, hehehe🙏
total 1 replies
winpar
smngt thorrrr💪💪💪💪 ceritamu selalu bgus
ros 🍂: ma'aciww kak🥰
total 1 replies
winpar
waw bgmnakh klnjutanya????
winpar
selalu happy akhir ceritanya 😍🥰
ros 🍂: iya kak 🥰🥰🥰
total 1 replies
winpar
ceritanya bgus bangettt😍🥰
ros 🍂: ma'aciww kak 🥰
total 1 replies
winpar
mkin seru
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!