Leticha gadis 22 tahun harus terjebak dalam pernikahan yang dijodohkan oleh ayahnya demi menyelamatkan perusahaan. Seharusnya saudaranya yang dijodohkan, tetapi karena menurut sang ayah Leticha membutuhkan seorang pemimpin dalam keluarga, membuat sang ayah memilih untuk menjodohkannya.
Leticha berusaha dengan semampunya untuk membatalkan perjodohan dengan pria berusia 36 tahun. Pria agamis dengan segala ilmu pengetahuan, tetapi usahanya tidak berhasil yang akhirnya membuatnya menikah dengan pria tersebut.
Tidak sampai di sana, Leticha masih terus mencari cara agar bisa berpisah dari tingkah lakunya agar tidak disukai, tetapi suaminya memiliki hati dan sifat yang benar-benar sabar.
Jangan lupa terus ikuti cerita saya.
Terimakasih
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 24 Sekak Matt
Letisha, Rakash bersama ayahnya Ricard dan juga ibu dan saudara tirinya terlihat makan bersama di kediaman orang tua Letisha.
"Terima kasih Rakash kamu memenuhi undangan saya untuk makan malam bersama seperti ini, Saya tahu kamu memiliki begitu banyak kesibukan, kamu bukan hanya memegang satu perusahaan saja, tetapi banyak bisnis yang kamu jalani saat ini. Saya sebenarnya tidak enak mengajak kamu makan malam di rumah ini," ucap Richard.
"Jika saya berada di sini dan artinya saya memiliki waktu untuk makan malam, pak Richard tidak perlu berlebihan seperti itu dan jika ingin mengajak bertemu atas sekedar makan, bisa menghubungi saya dan saya akan mencari waktu yang tepat," jawab Rakash.
"Terima kasih ..... Letisha Papa dengar kamu mengikuti acara pelelangan nanti?" tanya Richard memastikan pada putrinya itu.
"Benar!" jawab.
"Apa kamu yakin melakukan hal itu? Letisha untuk memberikan desain terbaik di acara pameran bukan hal yang mudah dan jangan sampai apa yang kamu lakukan justru mempermalukan suami kamu nanti," ucap Richard memberi pesan kepada putrinya itu.
"Papa meragukanku! jika aku sudah lolos seleksi dan bukankah itu sudah menjadi pilihan, orang yang berada di pameran bukanlah orang sembarangan dan pasti mengikuti seleksi dan aku lolos seleksi dan artinya karyaku dapat diterima dan bisa dinikmati!" tegas Letisha bukannya mendapat dukungan dari sang ayah dan justru malah merendahkan dirinya.
Letisha seakan-akan dianggap tidak memiliki kemampuan apapun dan tidak mungkin bisa memberikan yang terbaik.
"Letisha, mungkin saja kamu bisa lolos seleksi karena kamu memiliki suami dengan power yang besar dan apa yang dikatakan Papa kamu benar. Wajar saja jika beliau khawatir," sahut Liana.
"Baguslah jika aku memiliki suami yang memiliki power yang besar dan dengan begitu aku bisa memanfaatkannya, aku memiliki keahlian dalam bidang yang aku sukai dan kapan lagi aku menunjukkan keahlian dengan kemampuanku kepada semua orang jika karena kekuatan yang dimiliki oleh suamiku," ucap Letisha seakan akan menyombongkan dirinya.
Vanila sejak tadi mendengarnya sudah ingin muntah dan bahkan ingin berkomentar hanya saja masih menjaga sikap.
"Saya meminta dukungan kalian semua untuk istri saya. Memang ini pertama kali untuknya, tetapi saya harus mengatakan secara jelas bahwa Letisha lulus seleksi bukan karena saya, tetapi karena kemampuan yang dia miliki!" tegas Rakash menjadi garuda terdepan untuk istrinya.
"Jadi mohon untuk menghargai apapun yang Letisha inginkan, saya sebagai suami tidak tercampur dalam hal apapun selain memberikan support," lanjut Rakash dengan sangat bijak.
"Mungkin saja, Mama saat ini berkomentar hanya karena takut menjadi sainganku," sahut Letisha sudah pasti menatap sinis Liana.
"Kamu bilang apa? Saingan. Letisha kamu terlalu percaya diri bahwa kita akan bersaing, kan bukan saingan saya," sahut Liana.
"Baiklah! Kita lihat saja nanti," sahut Letisha dengan tersenyum penuh percaya diri.
Sementara Rakash menghela nafas dan entahlah persaingan seperti apa yang sekarang dihadapi istri dan ibu mertuanya.
******
Acara Pameran Besar
Gedung mewah yang dijadikan sebagai acara pelelangan sudah mulai diisi para tamu dengan memasuki gedung tersebut, mobil-mobil yang terparkir di depan gedung tersebut sudah memperlihatkan orang-orang yang memasuki gedung itu bukan orang sembarangan.
Memiliki uang yang banyak dengan kekuasaan di mana-mana. Banyak yang mengatakan acara pelelangan acara buang-buang duit dan sementara Rakash mendaftarkan istrinya untuk acara tersebut hanya ingin memperkenalkan desain istrinya dan membuktikan kepada orang lain jika istrinya mampu, selain itu dana dari hasil pelelangan produk dari istrinya akan disumbangkan.
Letisha terlihat begitu gugup di depan gedung tersebut, dengan penampilan yang begitu cantik dan anggun menggunakan dress berwarna peach sampai semata kaki lengan panjang, rambutnya diikat sedikit di bagian tengah dan diberi pita berwarna putih panjang.
"Huhhhh, aku mengenal beberapa orang yang memasuki gedung itu, mereka memang desainer paling hebat, entahlah apa aku bisa bersaing dengan mereka," batin Letisha terlihat begitu sangat ragu.
"Letisha!" Winona sahabatnya yang baru saja kembali dari Jepang menghampiri temannya itu.
"Winona!" Letisha langsung memeluk Winona.
"Kamu datang juga ternyata? Aku pikir kamu akan mengabaikan undanganku," ucap Letisha ketika melonggarkan pelukan itu.
"Bagaimana mungkin aku tidak datang untuk acara sahabatku. Kamu lihatlah koperku masih berada di dalam mobil. Aku dari bandara langsung menuju tempat ini agar tidak terlambat," ucap Winona.
"Terima kasih sahabatku yang paling terbaik, kamu coba pegang dadaku, jantungku sejak tadi berdebar begitu kencang. Kamu harus terus berada di sisiku agar aku bisa tenang dan tidak takut apapun," ucap Letisha.
"Sudah pasti aku akan melakukan hal itu, sekarang yang terpenting kamu sudah berusaha dan apapun hasilnya bagiku hasil dari desain Kamu adalah yang terbaik!" tegas Winona memberi semangat kepada temannya itu.
"Terima kasih temanku," ucap Letisha kembali memeluk Winona.
"Hmmmm," di tengah pelukan itu terdengar suara deheman membuat kedua sahabat tersebut saling melepas pelukan mereka.
"Hay pria tua!" sapa Winona.
Letisha kaget mendengar mulut sahabatnya itu keceplosan dan sementara Rakash mengerutkan dahi mendengar panggilan yang cukup unik itu.
Letisha langsung menyenggol Winona agar mengubah kata-katanya.
"Hmmmm, maksudku hai suami temanku," Winona dengan cepat mengubah kalimatnya sebelum suami temannya itu tersinggung.
"Aku datang ke tempat ini untuk memberikan support system pada sahabatku, terima kasih pria...he, maksud ke suami temanku karena sudah memberikan dukungan dan juga kesempatan kepadanya," ucap Winona.
"Saya hanya melakukan sebisa saya, kalau begitu mari masuk!" ajak Rakash melihat ke arah Letisha terlebih dahulu membuat Letisha memberikan senyum terpaksa. Rakash terlebih dahulu memasuki gedung itu.
"Isss, kamu hampir saja keceplosan!" Letisha kemudian langsung menegur temannya.
"Itu semua karena kamu terus-menerus membicarakan dia dengan panggilan seperti itu dan aku jadi ikut-ikutan, apa dia mengerti dengan apa yang aku katakan dan aku melihat wajahnya datar tidak memperlihatkan marah atau bahkan tidak mengerti," ucap Winona.
"Ekspresi wajahnya setiap hari memang memberikan ekspresi datar seperti itu, sudahlah sebaiknya kita langsung masuk saja!" ajak Letisha membuat Winona menganggukkan kepala.
Di dalam gedung tersebut banyak sekali perhiasan yang didesain sangat indah dari berbagai desainer dan termasuk desain milik Letisha.
Ternyata Letisha saat ini mendesain gelang, gelang berwarna silver terlihat begitu sangat indah dengan memiliki mutiara di bagian tengah.
Letisha dan Winona terlihat berdiri di sudut, para tamu yang menghadiri acara tersebut akan memberi tanda pada desain yang ingin dilelang di acara tersebut.
Letisha sejak tadi bersama dengan sahabatnya menghitung berapa orang yang ingin desainnya menjadi lelang barang karena memang hanya 2 barang yang akan dilelang dengan harga fantastis.
"Sebenarnya mereka berniat ingin membuat desain ku sebagai barang lelang atau hanya melihat saja?" tanya Letisha.
"Letisha kamu harus percaya diri dan harus yakin jika desain kamu akan dilelang!" tegas Winona.
"Semoga saja," jawab Letisha.
"Tiba sudah saatnya kita ke acara besar yang ditunggu-tunggu yaitu dua pelelangan barang dari disainer terhebat dengan koleksi terbaik mereka dan pembuatan yang pasti memiliki banyak rintangan!" terdengar suara pembawa acara.
Letisha dan Winona saat ini terlihat begitu fokus untuk mengikuti gerak-gerik mulut pembawa acara tersebut kira-kira desain siapa yang akan dilelang.
"Seperti biasa hanya akan ada dua perhiasan yang akan dilelang pada acara ini dan setelah melakukan voting, perhiasan yang akan dilelang salah satunya adalah milik dari nyonya Liana Richard!" ucap pembawa acara tersebut dan mendapatkan tepuk tangan yang meriah.
Liana tersenyum dengan menundukkan kepalanya dan memang sudah biasa baginya jika bersaing dengan para desainer lain maka dia akan menjadi pemenangnya.
"Dan untuk desain berikutnya yaitu desain milik Nona Letisha Adelia Putri!" pembawa acara tersebut membuat mata Letisha melotot seolah-olah tidak percaya.
"Letisha kamu!" Winona paling bahagia dan mengagetkan temannya itu dan sementara Letisha masih terlihat bengong seolah-olah tidak percaya.
Bersambung...