NovelToon NovelToon
Lentera Abadi Di Makam Bintang

Lentera Abadi Di Makam Bintang

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Action / Sistem
Popularitas:7.4k
Nilai: 5
Nama Author: Yuzuki chan

​Xing Shenyuan, pangeran kesembilan Dinasti Bintang Agung, dikhianati oleh saudaranya sendiri. Tulang Surgawi miliknya dicabut, basis kultivasinya dihancurkan, dan dia dibuang ke Makam Leluhur yang terlarang untuk menjadi pelayan nisan seumur hidup. Di tengah keputusasaan, sebuah suara kuno bergema di jiwanya. Dengan sistem "Masuk Log" (Sign-In), setiap inci tanah pemakaman menjadi gudang harta karun ilahi.
​"Masuk Log di Makam Kaisar Pertama, hadiah: Tubuh Kekacauan Primordial!"
"Masuk Log di Gundukan Pedang Dewa, hadiah: Niat Pedang Penghancur Cakrawala!"
​Sepuluh ribu tahun berlalu dalam sekejap mata. Dunia luar telah berganti zaman, kekaisaran runtuh, dan dewa-dewa baru bermunculan , ketika musuh dari langit mencoba mengusik ketenangan makam leluhur nya, xing shenyuan bangkit dari debu hanya satu jentikan jari untuk meratakan seluruh galaksi

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuzuki chan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 33 iring-iringan takdir dan altar tulang putih

Bulan purnama di Gurun Merah tidak berwarna putih perak, melainkan jingga kusam, seolah-olah cahayanya terfilter oleh darah yang menguap dari tanah. Di bawah langit yang mencekam ini, gerbang barat Kota Tak Bertuan terbuka perlahan dengan bunyi derit kayu yang menyayat hati.

Sebuah iring-iringan panjang mulai melangkah keluar. Ada sekitar lima puluh orang. Sebagian adalah narapidana dengan rantai di kaki, sebagian lagi adalah orang-orang miskin yang sudah terinfeksi parah oleh Wabah Hitam—mereka yang ditipu dengan janji "penyembuhan" oleh kultivator sesat kota itu.

Di barisan tengah, mengenakan pakaian kumal dan menundukkan kepala, berdiri Xing Shenyuan dan Lin Xiaoyue. Berkat Topeng Wajah Seribu Ilusi dan Jubah Penekan Aura, mereka tampak tak berbeda dari gelandangan gurun lainnya.

"Jangan gunakan Qi kecuali aku memberi aba-aba," bisik Shenyuan melalui transmisi suara. "Parasit di udara sangat sensitif terhadap fluktuasi energi yang murni. Biarkan mereka mengira kita adalah ternak."

Xiaoyue mengangguk pelan. Tangan di balik lengan bajunya yang lebar mencengkeram erat sebuah botol kecil berisi Cairan Pemurni Cahaya Bintang.

Perjalanan Menuju Kegelapan

Di sekeliling iring-iringan, para anggota Geng Kalajengking Merah berkuda di atas kadal gurun raksasa. Mereka memegang cambuk yang dialiri energi Yin, sesekali melecutkan ke arah tawanan yang berjalan terlalu lambat.

"Cepat jalan, babi-babi!" teriak seorang penjaga. "Dewa Hitam tidak suka menunggu makan malamnya!"

Shenyuan mengamati sekeliling dengan Mata Batin Penembus Ilusi. Ia menyadari bahwa tanah yang mereka injak semakin lama semakin "berdenyut". Melalui penglihatan spiritualnya, ia melihat akar-akar hitam tipis di bawah pasir, semuanya mengarah ke satu titik: Lembah Tengkorak.

Ia mencoba menghitung kepadatan energi Void di udara menggunakan rumus stabilitas Dantian-nya:

Di mana \eta adalah koefisien pemulihan jiwanya yang saat ini berada di angka 0.80. Shenyuan menyimpulkan bahwa jika ia melepaskan kekuatan penuh di pusat lembah, tekanan balik dari energi Void bisa menurunkan stabilitas fondasinya kembali ke 60\%.

"Aku harus bermain cantik," batinnya. "Gunakan kekuatan lawan untuk menghancurkan lawan."

Lembah Tengkorak: Persemayaman sang Parasit

Setelah empat jam perjalanan, iring-iringan itu tiba di mulut lembah. Tempat itu dinamakan Lembah Tengkorak bukan tanpa alasan. Ribuan, mungkin puluhan ribu, tengkorak manusia dan binatang tersusun rapi membentuk dinding-dinding buatan di sepanjang celah tebing.

Di tengah lembah, terdapat sebuah kawah besar yang mengepulkan uap hitam pekat. Bau busuk yang luar biasa, campuran daging busuk dan belerang, membuat banyak tawanan muntah seketika.

"Turunkan mereka!" perintah pemimpin Geng Kalajengking Merah, seorang pria dengan kultivator Inti Emas Tahap Akhir bernama Gu Za.

Para tawanan didorong paksa menuju tepi kawah. Di bawah sana, di dalam kegelapan uap hitam, sesuatu yang masif mulai menggeliat.

GROOOOOWL...

Suara itu bukan raungan binatang biasa, melainkan frekuensi rendah yang membuat gendang telinga berdarah. Dari dalam uap, muncul sebuah kepala raksasa. Itu adalah Cacing Pasir Kuno, tetapi tubuhnya telah hancur dan digantikan oleh gumpalan daging hitam yang berdenyut, dipenuhi dengan ribuan mata merah kecil yang berkedip secara acak.

Inilah inang baru dari sisa-sisa Pelahap Bintang.

Login: Altar Pemangsa Kosmos

Saat iring-iringan berhenti tepat di depan altar tulang utama, Shenyuan merasakan denyut familiar di benaknya.

> [Sistem Login Harian Makam Bintang]

> [Lokasi: Altar Utama Lembah Tengkorak (Jantung Sarang Void)]

> [Status: Siap untuk Check-in.]

> [Bonus: Terdeteksi keberadaan esensi musuh bebuyutan. Hadiah ditingkatkan.]

>

"Login," perintah Shenyuan singkat.

> [Ding! Check-in berhasil!]

> [Selamat, Tuan mendapatkan: "Kristal Penyerap Void" dan "Teknik Rahasia: Jaring Bintang Pengikat Jiwa".]

> [Deskripsi Item:]

> * Kristal Penyerap Void: Artefak pasif yang dapat menyedot energi Void di sekitar pengguna dan mengubahnya menjadi energi netral untuk memulihkan meridian.

> * Jaring Bintang Pengikat Jiwa: Teknik penyegelan tingkat tinggi yang mampu mengunci pergerakan makhluk tanpa bentuk fisik atau makhluk yang bermutasi secara dimensi.

>

Shenyuan merasakan sebuah kristal dingin muncul di dalam cincin penyimpanannya. Seketika, rasa sesak di dadanya akibat udara beracun di lembah itu menghilang. Kristal itu mulai bekerja, menyaring energi jahat di sekitarnya menjadi nutrisi bagi jiwanya yang terluka.

"Sempurna. Dengan ini, aku bisa bertarung lebih lama tanpa merusak fondasiku."

Kekacauan Dimulai

Gu Za, sang pemimpin geng, berlutut di depan cacing raksasa itu. "Wahai Dewa Hitam, terimalah persembahan bulan ini. Berikan kami kekuatan abadi!"

Cacing itu membuka mulutnya yang berbentuk lingkaran dengan barisan gigi tajam yang tak terhitung jumlahnya. Cairan hitam kental menetes dari sela-selanya, membakar batu di bawahnya.

Seorang anak kecil di barisan depan, yang terikat bersama ibunya, mulai menangis histeris. Penjaga di sampingnya baru saja hendak mendorong mereka masuk ke dalam mulut monster itu.

"Hentikan."

Suara itu pelan, namun di tengah lembah yang bising oleh suara monster, suara itu terdengar seperti lonceng kematian yang jernih.

Gu Za menoleh, matanya menyipit. "Siapa yang bicara?! Beraninya kau menyela ritual!"

Shenyuan melangkah maju, melepaskan kain kumalnya. Jubah hitam di bawahnya kini terlihat mengkilap di bawah cahaya bulan. Xiaoyue mengikuti di belakang, busurnya sudah siap dengan anak panah yang bersinar kebiruan.

"Seorang kultivator Inti Emas menyembah cacing yang membusuk?" Shenyuan tertawa kecil, suara yang penuh penghinaan. "Kau membuang martabat manusiamu hanya untuk menjadi pupuk bagi parasit bintang."

"Bunuh mereka!" raung Gu Za.

Sepuluh anggota geng menyerang serempak.

"Xiaoyue, lindungi para tawanan. Biarkan aku mengurus cacing besar ini dan sampah-sampah ini," perintah Shenyuan.

Xiaoyue melompat ke arah para tawanan. Dengan satu sentakan tangan, ia melepaskan Hujan Es Jiwa. Ribuan jarum es murni menghujam para penjaga, membekukan tangan mereka sebelum mereka sempat menyentuh tawanan.

Shenyuan, di sisi lain, tidak menggunakan senjata. Ia hanya berjalan tenang ke arah Gu Za.

"Langkah Dimensi."

Sret!

Shenyuan menghilang dan muncul tepat di depan Gu Za. Tangan kanannya mencengkeram wajah pria itu.

"Kau ingin kekuatan abadi? Aku akan menunjukkanmu apa itu keabadian yang sebenarnya."

Shenyuan menyalurkan sedikit Qi dari Lentera Abadi ke dalam meridian Gu Za. Energi murni yang sangat panas itu bertabrakan dengan energi Yin kotor milik Gu Za, menciptakan ledakan internal yang menghancurkan seluruh basis kultivasinya dalam sekejap.

Gu Za jatuh pingsan dengan mata melotot, seluruh meridiannya hangus.

Melawan sang "Dewa Hitam"

Melihat inangnya diganggu, cacing raksasa itu mengamuk. Tubuhnya yang sepanjang seratus meter menyapu seluruh lembah, meruntuhkan dinding-dinding tengkorak. Mata-mata merah di tubuhnya mulai menembakkan sinar energi hitam yang korosif.

"Teknik Rahasia: Jaring Bintang Pengikat Jiwa!"

Shenyuan menghentakkan kakinya. Dari tanah, muncul rantai-rantai cahaya perak yang dijalin dari rasi bintang. Rantai-rantai itu melilit tubuh cacing raksasa tersebut, membakar kulit hitamnya yang terinfeksi.

SCREEEEEEECH!

Cacing itu menjerit kesakitan. Energi Void di dalam tubuhnya memberontak. Tiba-tiba, gumpalan daging hitam di punggungnya pecah, dan dari sana muncul sesosok humanoid kecil yang terbuat dari bayangan—inti kesadaran dari Pelahap Bintang.

"Jadi kau adalah otaknya," gumam Shenyuan.

Sosok bayangan itu berbicara dalam bahasa yang tidak dimengerti manusia, suara yang terdengar seperti ribuan orang berbisik bersamaan. Ia meluncur ke arah Shenyuan dengan kecepatan yang luar biasa, tangannya berubah menjadi pisau dimensi.

Shenyuan menyilangkan tangan. "Zirah Kaisar Bintang: Manifestasi."

Satu set zirah transparan yang dipenuhi cahaya bintang muncul membungkus tubuhnya. Benturan antara pisau dimensi dan zirah itu menciptakan riak ruang yang memecahkan bebatuan di sekitarnya.

Shenyuan merasakan dadanya sesak. Meskipun jiwanya sudah 80% stabil, menghadapi serangan tingkat dimensi secara langsung masih sangat berat.

"Guru! Cairan Pemurninya!" teriak Xiaoyue dari kejauhan. Ia melempar botol yang diberikan Shenyuan sebelumnya.

Shenyuan menangkap botol itu, tapi ia tidak meminumnya. Ia menghancurkan botol itu di tangannya, membiarkan cairan bercahaya itu menyelimuti telapak tangannya.

"Ini berakhir di sini, parasit."

Shenyuan menggunakan Langkah Dimensi untuk muncul di belakang sosok bayangan itu. Ia menghantamkan telapak tangannya yang berselimut cairan pemurni tepat ke punggung makhluk itu.

"Tangan Penghancur Bintang: Pemurnian Surga!"

Cahaya putih murni meledak dari pusat serangan. Makhluk bayangan itu menjerit saat tubuhnya mulai menguap. Cairan pemurni cahaya bintang bekerja seperti racun bagi energi Void, memutus koneksi antara parasit dan inangnya.

Cacing pasir raksasa itu jatuh tak bernyawa, tubuhnya hancur menjadi debu hitam yang tertiup angin. Sosok bayangan itu mencoba melarikan diri kembali ke celah ruang, namun Kristal Penyerap Void di saku Shenyuan bekerja, menyedot sisa-sisa energinya hingga habis tak bersisa.

Pasca Pertempuran: Fondasi yang Menguat

Lembah itu kini sunyi. Uap hitam mulai menipis, digantikan oleh cahaya bulan yang kini terasa sedikit lebih bersih.

Para tawanan bersujud ke arah Shenyuan, menganggapnya sebagai dewa yang turun dari langit. Xiaoyue mendekati gurunya dengan wajah cemas. "Guru, apakah Anda terluka?"

Shenyuan menarik napas panjang, merasakannya aliran Qi yang hangat di dalam tubuhnya. Kristal Penyerap Void di sakunya sekarang berwarna ungu cerah, penuh dengan energi murni yang telah difilter.

"Tidak. Sebaliknya..." Shenyuan memejamkan mata.

> [Analisis Sistem:]

> [Stabilitas Fondasi Meningkat: 80% -> 85%.]

> [Esensi Void yang diserap telah dikonversi menjadi Energi Bintang.]

> [Kemajuan menuju Tahap Menengah Jiwa Baru Lahir: 40%.]

>

"Pertempuran ini justru membantu jiwaku menyerap sisa-sisa energi yang tertinggal dari pertempuran di Ibu Kota," kata Shenyuan puas. "Fondasi yang retak kini telah menambal dirinya sendiri dengan lebih kuat."

Ia berbalik menatap Gu Za yang masih tergeletak.

"Xiaoyue, kumpulkan semua harta milik Geng Kalajengking Merah di lembah ini. Kita akan membagikannya kepada orang-orang ini agar mereka bisa pulang. Lalu, kita akan menuju ke Kota Tak Bertuan lagi."

"Kita kembali ke sana, Guru? Mengapa?"

Shenyuan menatap ke arah Barat yang lebih jauh, ke arah pegunungan yang tertutup kabut abadi.

"Karena di dalam ingatan parasit tadi, aku melihat sesuatu. Ada faksi yang lebih besar di Barat yang sengaja memelihara parasit-parasit ini. Mereka menyebut diri mereka Sekte Gerhana Hitam."

Shenyuan menyipitkan mata. "Dan mereka memiliki salah satu fragmen kunci menuju Lantai Keempat Makam Bintang."

* Kultivasi Shenyuan: Jiwa Baru Lahir Tahap Awal (Stabilisasi: 85%).

* Status Jiwa: Pemulihan cepat berkat Kristal Penyerap Void.

* Musuh Baru Teridentifikasi: Sekte Gerhana Hitam.

* Aset Baru: Kristal Penyerap Void (Penuh), Harta karun Geng Kalajengking Merah.

1
Seorang Penulis✍️
Tess
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!