NovelToon NovelToon
AMBISI SANG SELIR

AMBISI SANG SELIR

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Wanita
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: Uswatun Kh@

Chunxia tak pernah merasakan kehangatan keluarga sejak kecil. Kematian semua anggota keluarga mengubah hidupnya. Kini, ia hidup hanya untuk balas dendam. Ia berlatih dan berlatih hingga dewasa. Chunxia kecil mengubah namanya menjadi Zhen Yi, bahkan, ia rela bekerja di rumah bordir demi memuluskan rencananya.

Hingga saat ia menjadi Selir seorang Raja yang dikenal kejam dan tak punya rasa belas kasih. Ia harus berpura-pura menjadi wanita yang lemah lembut dan penurut, namun yang tak mereka sadari Zhen Yi memiliki rencana yang besar. Demi sebuah ambisi yang besar ia rela memanipulasi orang-orang yang begitu tulus padanya.

Putra Mahkota yang terpikat dengan kecantikannya bahkan sampai rela merebutnya dari sang Kaisar. Akhirnya perlahan kokohnya kerajaan goyah.

Mampukah Zhen Yi melancarkan aksi balas dendamnya? Atau justru, ia akan terjebak dalam permainan balas dendamnya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Uswatun Kh@, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

17. AMSALIR

Rombongan yang dipimpin Pangeran Wang Zihan meninggalkan perkemahan. Dikawal puluhan prajurit terlatih, mereka mulai mendaki menuju puncak gunung. Langkah mereka penuh perhitungan saat menapaki anak tangga yang kian curam.

Beberapa kali Pangeran Wang Zihan menoleh untuk memastikan Zhen Yi tetap aman.

"Jika Nona Zhen Yi merasa lelah, kita bisa beristirahat sejenak," ucapnya sembari menatap lurus ke arah gadis itu.

Zhen Yi menghentikan langkahnya dan sedikit mendongak. "Tidak apa-apa, Pangeran. Saya masih sanggup. Lagi pula, perjalanan kita masih sangat jauh."

"Baiklah. Jika kamu merasa tidak kuat, katakan saja. Kita semua akan berhenti untuk beristirahat."

Zhen Yi mengangguk singkat meski tubuhnya mulai didera kelelahan. Mereka pun kembali melanjutkan perjalanan.

Seiring langkah yang membawa mereka semakin tinggi, udara kian terasa menusuk tulang. Zhen Yi memeluk tubuhnya sendiri, berusaha menghalau rasa dingin yang membeku. Wang Zihan yang menyadari hal itu segera berhenti. Ia melepas jubah berbulu miliknya, lalu menyampirkannya ke pundak Zhen Yi.

"Pakailah. Tubuhmu kedinginan," ucapnya cemas.

Zhen Yi berusaha menolak dan hendak melepas jubah tersebut, namun Wang Zihan menahannya. "Jangan dilepas. Aku tidak mau melihatmu jatuh sakit karena kedinginan."

"Tapi, Pangeran ... bagaimana jika mereka melihatnya dan melapor kepada Kaisar?" tutur Zhen Yi. Dengan raut khawatir yang dibuat-buat, ia berakting seolah dirinya sangat rapuh.

Wang Zihan melangkah lebih dekat. Semua pengawal berhenti dengan posisi tetap menghadap ke depan.

"Apa kamu lupa apa yang dikatakan Kaisar? Beliau memintaku untuk menjagamu. Jadi, aku sedang menjalankan perintah Kaisar, Nona Zhen Yi."

Seolah tersipu, Zhen Yi memalingkan wajah, berpura-pura tersentuh oleh perhatian pemuda itu. "Terima kasih, Pangeran. Aku begitu beruntung bisa mendapatkan perhatian darimu," ucapnya lirih.

Ia mencoba menegakkan tubuh. Namun, saat mulai melangkah, Zhen Yi berakting seolah tak lagi mampu berjalan. Ia begitu manipulatif, berusaha sebisa mungkin demi mendapatkan perhatian penuh sang Pangeran.

"Kamu kenapa? Lelah?" tanya Wang Zihan. Kedua tangannya sigap memapah pundak Zhen Yi.

Zhen Yi mengangguk lemah. "Maaf, Pangeran, aku merepotkanmu."

Wang Zihan sama sekali tidak berpikir demikian. Kini hatinya benar-benar dibutakan oleh cinta. Ia mengulurkan tangan. "Pegang tanganku. Aku akan membantumu terus berjalan."

Dengan lembut, Zhen Yi menyambut uluran tangan itu. Ia mulai menaiki anak tangga dengan perlahan. Namun, tatapan matanya terpaku pada genggaman tangan sang Pangeran.

Tangan ini ... tangan yang sudah merenggut nyawa kakakku. Wang Zihan, aku berjanji akan membuatmu memohon ampun atas nyawamu sendiri. Kalian semua begitu tega menghabisi seluruh keluargaku, batinnya. Suaranya hanya bergumam sangat lirih, nyaris tak terdengar.

Pikirannya melayang jauh, teringat akan kematian tragis seluruh anggota keluarga besarnya. Tangan yang kini menggenggamnya, dahulu bersimbah darah keluarganya. Saat itu, hari yang seharusnya menjadi perayaan ulang tahunnya yang ke-12 berubah menjadi malam paling mengerikan.

Pasukan pengawal mendatangi kediaman mereka dan membabat habis semuanya tanpa ampun. Pelayan, dayang, bahkan anggota keluarga dieksekusi di tempat. Kakaknya yang baru pulang dari perbatasan mencoba melawan, namun ia berakhir di tangan Wang Zihan, lelaki yang kini menggenggam tangannya dengan erat.

Wang Zihan berbalik. Senyumnya mengembang, seolah di dunia ini hanya ada mereka berdua. "Apa kamu merasa lebih baik?"

"Tentu saja, Pangeran," ia membalas dengan senyum lebar yang tak sampai ke hati.

‘Dali, kuharap kamu segera mendapatkan kabar tentang tabib itu. Aku harus tahu siapa saja yang telah membuat Ibu menderita,’ batinnya terus berkecamuk.

Setelah menempuh perjalanan panjang, akhirnya mereka tiba di puncak. Di sana, mereka disambut oleh seorang biksu penjaga kuil.

"Salam, Pangeran. Semoga Dewa selalu memberkati Anda," ucap biksu itu seraya menangkupkan kedua tangan yang melingkar tasbih.

"Terima kasih atas kemurahan hati Biksu," sahut Zihan singkat.

Biksu itu menegakkan tubuh, menatap mereka dengan penuh rasa penasaran. "Hal apa yang membawa Pangeran datang ke kuil terpencil ini?"

Zhen Yi maju selangkah. Ia membungkuk hormat. "Kedatangan saya ke sini adalah untuk berdoa bagi kesejahteraan Yang Mulia Kaisar, sekaligus membuktikan bahwa 'bintang buruk' saya justru bisa menyerap kesialan yang ada pada Kaisar dan anggota kerajaan."

Biksu itu terdiam. Ia berpikir keras karena baru kali ini mendengar hal semacam itu. Namun, ia berusaha menutupinya dengan senyum ramah.

"Tentu saja, Nona. Anda boleh berdoa di sini. Tapi ..." Ia menghentikan ucapannya.

"Tapi kenapa, Biksu?" potong Wang Zihan.

Biksu menggeleng pelan. "Cuaca kali ini sangat berbeda. Jika malam tiba, udara akan menjadi sangat dingin, Pangeran. Bahkan akan sulit bertahan meski di dalam kuil sekalipun."

Kedua alis Wang Zihan menyatu. Ia sangat khawatir, apalagi ia tidak diperbolehkan menemani Zhen Yi selama lima hari ke depan.

"Tenanglah, Biksu. Saya pasti mampu menahannya. Ini adalah pembuktian bagi saya. Jadi, Anda tidak perlu khawatir," tutur Zhen Yi tenang.

"Apa kamu yakin, Zhen Yi? Belum terlambat untuk kembali. Jika kamu tetap tinggal, aku tidak bisa berada di sisimu selama lima hari," jelas Zihan panik.

Zhen Yi mengangguk mantap. "Tenanglah, Pangeran. Aku akan baik-baik saja. Sekarang pergilah, hari mulai gelap."

Wang Zihan hanya bisa pasrah. Sebelum pergi, sang peramal memastikan Zhen Yi tidak membawa apa pun ke dalam kuil. Setelah dinyatakan aman, Zhen Yi melangkah masuk ke dalam kuil berdinding batu yang kokoh itu. Bayangannya segera ditelan kegelapan saat pintu batu yang berat ditutup rapat dari luar.

1
Karin Efendhy
visualnya ga muncul
⛧ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©Luo Yi⧗⃟: masak sih kak.. tapi di pembaca lain muncul loh
total 1 replies
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
berhasil zhen yi
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
makin seru
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
wow tapi kok zhen yi mau aja sih layani kaisar n pangeran
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
zhen yi bergerak dengan penuh perhitungan
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
masuk perangkap pangeran
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
zhen yi bermain cantik dan halus🤣
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
duh dali semoga tepat waktu ya
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
visualnya pas thor💕🌸
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
wah ada nama aq di sebut thor, mumpuni🤣
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
jahe merah+kayu manis memang bikin anget tubuh
༺⬙⃟⛅เภє๓🫠
sebenernya Zhen yii punya dendam apa 🤔
Ar_15❄
baru awal lhoo ya....
Ar_15❄
klo mau ada misi jgn pake perasaan deh...
takutnya kacau nnti
Ar_15❄
lhooo kog acting....
mancing sesuatu yaaa
Ar_15❄
baru ini baca genre fantim....
gass aja balas dendam nya💪💪💪
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦•§͜¢•ʝєηνу⒋ⷨ͢⚤Ꮶ͢ᮉ᳟🦢
hmm mulai nih, pangeran mulai jatuh cinta dan Zhen yi mulai memainan rencana balas dendam nya🤭 tapi takut nya nanti Zhen yi kejebak sama permainan nya sendiri 🤣
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦•§͜¢•ʝєηνу⒋ⷨ͢⚤Ꮶ͢ᮉ᳟🦢
benar" macam tengok dracin 😭😭

sorry ya keskip bab 3, karna iklan nya tuh😭 maaf aja dah lama ga baca di novel 🙂‍↕️🙏
⛧ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©Luo Yi⧗⃟: iyaa kak
total 1 replies
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🦐
iya makanya kmu hrus hati2
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦༄⃞⃟⚡OLENG.comKᵝ⃟ᴸ
good job Zhen Yi. target langsung masuk perangkap 😝🤣🏃🏃
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!