NovelToon NovelToon
Diremehkan Karena Miskin, Ternyata Aku Punya Sistem Analisis Nilai

Diremehkan Karena Miskin, Ternyata Aku Punya Sistem Analisis Nilai

Status: tamat
Genre:Sistem / Dikelilingi wanita cantik / Kebangkitan pecundang / Tamat
Popularitas:94.1k
Nilai: 5
Nama Author: R.A Wibowo

Rahmat hanyalah siswa SMA biasa—miskin, bodoh, diremehkan, dan dipaksa menanggung hutang satu miliar yang ditinggalkan ayahnya.

Ibunya terbaring di rumah sakit, deb collector bernama tomy terus mengancamnya, memukuli Rahmat sampai hampir mau mati, ia diberi waktu lagi selama dua bulan.

Waktu hanya tersisa dua bulan. Saat segalanya terasa mustahil, sebuah suara muncul di kepalanya.

[Sistem Analisis Nilai Aktif.]

[Menampilkan nilai sebenarnya dari segala hal]

Dari jam tangan rongsok bernilai jutaan, hingga saham perusahaan raksasa yang diam-diam akan runtuh—Rahmat kini bisa melihat apa yang tak terlihat orang lain.
Namun dunia investasi bukan taman bermain.

Satu kesalahan berarti kehancuran.
Satu langkah terlambat berarti ibunya menjadi “jaminan”.

Bisakah seorang bocah 16 tahun membalikkan nasibnya, menembus dunia finansial yang penuh manipulasi, dan menumbangkan perusahaan yang menghancurkan keluarganya?

(bismillah, ayo ramai, support penulis kecil ini yaallah 😭🙏wkw)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R.A Wibowo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13—Pelelangan

Mobil hitam itu meluncur turun perlahan ke basement sebuah gedung tanpa papan nama mencolok. Dindingnya bersih, pencahayaan redup namun elegan. Hanya ada satu plakat kecil di dekat lift:

PRIVATE AUCTION – MEMBERS ONL

Tidak ada logo besar. Tidak ada spanduk. Tempat ini tidak butuh promosi untuk ditandatangani karena hanya orang orang tertentu yang mengetahui mengenai tempat ini.

Yang datang sudah tahu nilainya.

Mesin mati mobil mati, terparkir rapi di sana. Pintu terbuka. Rahmat turun dengan langkah tenang. Ia mengenakan kemeja hitam dan celana jins dengan jam tangan warna silver.

Pak tua di sampingnya merapikan topi fedora, seperti biasa dia terlihat Nyeni dengan setelan itu. Pakaian ala ala detektif kuno—mantel berwarna hijau, kumis yang tebal, masker hitam, ditambah topi fedora.

Sementara anak gadisnya juga ikut, ia bersikeras harus ikut dan merajuk kalau ditinggal.. 

Berbeda dengan penilaian Rahmat gadis itu ternyata terlihat simpel dan tidak matre juga. Ia kira yang namanya cewe bidadari dan kelas atas akan selalu tampil modus, berlebihan, dan terlalu dibuat-buat.

Tapi ketika Rahmat melihat Alya ia merubah pikiran tersebut, ia hanya mengenakan kemeja putih biasa dengan celana jeans warna cream dengan topi bisbol warna cream juga, tas selempang bergelantungan di pundaknya. Sederhana, tapi kesederhanaan itu malah membuat dia makin menarik.

“Apa? Natap-natap gitu?” Sadar dia dilihat terus Alya bertanya.

Rahmat memalingkan wajah. “tidak ada.”

Sunyi. Alya tidak terlalu memikirkan apa yang terjadi barusan, dia tidak mau terlalu percaya diri seperti sebelumnya.

“Eh, jadi papa sering main ke tempat aneh kaya gini?” gumamnya. Alya melihat bangunan yang megah itu, melirik kesana kemarin. “Banyak juga yang ikut.”

Mereka berjalan masuk, memasuki lift lalu naik ke lantai bawah dasar tempat pelelangan dimulai.Begitu pintu geser menyisih, suasana berubah total.

Karpet merah tebal meredam suara langkah. Lampu gantung kristal memantulkan cahaya hangat. Dinding kayu gelap beraroma mahal. Di sudut ruangan, pelayan bersarung tangan putih menyajikan minuman ringan.

Pria-pria berjas rapi berdiri dalam kelompok kecil. Wanita dengan gaun elegan berbicara pelan saling canda tawa. Ini jelas bukan tempat orang kaya untuk pamer, melainkan tempat orang saling berburu. 

Beberapa kepala menoleh saat Rahmat masuk. Tatapan menilai, menghitung kepantasan bocah itu berada, beberapa mata jelas meremehkan.

[Ding!]

[Analisis Psikologi Aktif]

━━━━━━━━━━━━━━━

• Pria Jas Abu: Meremehkan – Mengira Anak Suruhan

• Wanita Gaun Hitam: Penasaran – Deteksi Ketidakselarasan Profil

• Broker Kacamata Tipis: Curiga – Ingin Tahu Sumber Aset

━━━━━━━━━━━━━━━

Pak tua meliriknya. “Sudah mulai terasa tekanannya?”

Rahmat memasukkan tangan ke saku. “Belum juga.”

Ia tidak menunduk. Tidak juga menantang. Hanya berdiri netral. Orang-orang bodoh memang suka menilai hanya dari penampilan.

Mereka menuju meja registrasi.

Kurator awal, pria paruh baya berambut rapi dan sarung tangan putih, menerima kotak kecil yang dibawa Rahmat. Ketika tutupnya dibuka—Wajahnya berubah.

“Ini…” suaranya mengecil. “1742 Batavia Mint?”

Pria paruh baya itu terkejut, dia juga termasuk orang yang meremehkan Rahmat karena dia terlihat masih sangat muda seperti masih anak sekolah.

Beberapa kepala juga langsung menoleh. Mulai berbisik bisik tak percaya. Rahmat? Dia cuma mengangguk singkat.

Koin emas itu diangkat hati-hati. Cahaya lampu memantul pada permukaannya yang nyaris sempurna. Detail ukiran VOC masih tajam. Tahun tercetak jelas.

Kurator mengambil kaca pembesar, hening beberapa detik. Orang orang pada mengira bahwa itu pasti palsu, meremehkan Rahmat karena tidak mungkin bocah gembel seperti dia bisa punya koin super langka itu.

 Hening beberapa detik. Lalu napasnya sedikit tertahan. “Mint state… Ini nyata dan asli!”

Bisik-bisik menyebar seperti riak air. Semua terkejut.

“VOC 1742?”

“Batavia Mint?”

“Masih mint state?”

“Mustahil…”

Dalam lima menit, ruangan yang tadinya penuh percakapan pelan berubah tegang. Orang-orang yang tadinya santai kini mendekat perlahan, membentuk lingkaran tak kasat mata.

Seorang pria tua berkacamata emas melangkah lebih dulu. Tongkatnya diketukkan pelan ke karpet.

“Anak muda,” katanya tenang, “barang itu milikmu?”

“Iya.”

“Dari mana kau dapatkan?”

Rahmat menatapnya tanpa goyah. “Warisan keberuntungan.”

Jawaban ambigu, tentu disengaja.

[Ding!]

[Intent Terdeteksi: Ingin Beli Langsung – Tekan Harga]

Pria itu tersenyum tipis. “Kita tidak perlu menunggu proses panjang. Tiga ratus lima puluh juta. Transfer sekarang.”

Pak tua di samping Rahmat hampir tersedak napasnya. Bagi pecinta kolektor sepertinya bahkan uang begitu banyak terlalu fanatik cuma buat koleksi.

Sementara Alya melongo! Ada juga manusia yang mau beli koin gituan sampe ratusan juta pikirnya.

350 juta, tanpa lelang. Rahmat tersenyum.

“Gimana, nak mau kamu terima?” Tanya pak tua di sampingnya.

“Terlalu cepat, pak,” sahutnya nyaris berbisik.

Beberapa orang langsung melirik. Tawaran itu bukan kecil.

Rahmat tersenyum kecil. Menatap pria yang menawarkan harga tersebut.

“Maaf, Pak.” Ia menatap lurus dengan percaya diri. “Saya datang kesini untuk melihat angka naik, dan tertinggi, bukan berhenti.”

Hening sepersekian detik. Beberapa orang tersenyum tipis.  Kepercayaan diri seperti itu jarang terlihat—terlebih dari anak dibawah umur sepertinya. Beberapa mulai respek kepadanya dan merubah pandangan terhadap anak ini, dia adalah ancaman di pelelangan ini!

Pria berkacamata emas menyipitkan mata. “Oke, aku suka rasa percaya dirimu, mari kita ketemu lagi saat fase lelang dimulai.”

Ia pun mundur setengah langkah.

**

Lelang dimulai beberapa menit kemudian. Lampu ruangan sedikit diredupkan.  Lampu panggung kembali menyala untuk lot berikutnya.

Seorang staf membawa patung perunggu kecil ke atas meja display.

“Lot 07. Patung Dinasti Qing, akhir abad ke-18. Estimasi 150 juta.”

Alya langsung berbisik, “Patung kecil gitu 150 juta? Serius?”

Pak tua tersenyum santai. “Bukan soal besar kecilnya. Lihat detail lipatan bajunya. Halus sekali. Itu bukan cetakan modern. Itu barang kuno berabad abad, hasil akhir bisa lebih tinggi lagi.”

Rahmat menyipitkan mata. Ia menambahkan penjelasan pak tua itu. “Bagian bawahnya agak gelap. Oksidasi alami. Kalau palsu biasanya warnanya rata. Ini barang asli dan menarik, harga juga bisa naik pertahun … sekitar 10% dari harga sekarang? Tidak bahkan lebih.”

Alya yang mendengarkan penjelasan itu malah makin bingung.

Sementara Pak  tua meliriknya. “oh, menarik. Kamu belajar dari mana?”

Rahmat mengangkat bahu. “Ini gak seberapa, pak. Cuma  Ngeliatin aja. Barang mahal biasanya punya ‘napas’ beda.”

Alya mengernyit. “Napas? Itu patung, bukan orang.”

Rahmat dan pak tua hampir bersamaan menjawab, “itu cuma perumpamaan.”

Mereka saling pandang. Mereka punya kata yang diucapkan sama. Lalu tertawa kecil.

Alya menghela napas panjang. Ia tadi bersikeras untuk ikut karena dikira akan menarik, namun tampaknya dua orang ini masuk ke dunia mereka sendiri yang bahkan tidak ia pahami sama sekali.

 “Ya ampun. Dua-duanya orang aneh.”

Penawaran demi penawaran dilontarkan, orang-orang pada berburu patung tersebut harga terus makin naik dan naik.

“160!”

“170!”

“185!”

Rahmat memperhatikan peserta lelang. Beberapa terlihat santai, dan beberapa terlalu agresif, mereka membuat kesalahan disini.

Pak tua berbisik, “Yang pakai jas abu-abu itu kolektor lama. Kalau dia sudah angkat papan, berarti barangnya asli.”

Rahmat melihat pria itu. Lalu menganalisis dengan kenapa sistem. Benar saja—orang itu baru ikut menawar saat harga sudah tinggi.

“Kira-kira berhenti di mana?” tanya Rahmat. Ia penasaran.

“190 juta sampai 200 juta. Lebih dari itu dia akan mundur.”

Beberapa detik kemudian— 

“190 juta!

Seperti yang sudah diduga, Pria jas abu-abu itu menjadi ragu. Dan akhirnya tidak angkat papan lagi.

Terjual di harga 190 juta. Lelang berakhir.

Rahmat menoleh perlahan ke pak tua. Itu analisis yang benar, hebat, bahkan dirinya tidak akan bisa menebak seakurat itu kalau saja tidak punya sistem.

“Tebakan bapak akurat.”

Pak tua tersenyum tipis. “Bukan tebak. Kebiasaan orang itu sudah saya hafal.”

Rahmat terdiam sebentar. Dia kagum, insting pak tua ini bukan main terlepas dari perawakannya yang aneh. Sejak awal dia heran, siapa sebenarnya pak tua ini? Akhirnya rasa penasarannya muncul lagi.

Ia mengaktifkan sistem diam-diam. Melihat dan analisis data data beliau.

[Analisis Target....]

Layar muncul di sudut pandangnya.

Nama: Armand Wijaya

Usia: ????

Status: ?????

Latar Belakang: ????

Nilai Kepribadian: ???

Tingkat Kepercayaan Diri: ????

Total aset ; ????

Tingkat Ketertarikan terhadap Host: 98% (stabil)

Rahmat membeku. Hampir semuanya kosong. Seolah sistem… tidak bisa membaca datanya, apa yang terjadi? Ini baru pertama kali terjadi.

Namun yang paling jadi pusat perhatian Rahmat adalah 

“...98%?”

Apa maksudnya? Ketertarikan dalam arti apa? Bisnis? Potensi? Atau—huek! Rahmat mual sendiri jika harus membayangkan.

Ia menoleh pelan ke Pak Tua. Pria itu sedang memperhatikan lot berikutnya dengan tenang. Mata tua itu terlihat sangat tajam serta fokus.

Tiba-tiba Armand berbicara tanpa melihatnya.

“Kamu tadi sempat memperhatikan saya, ya?”

Rahmat jantungnya berdegup sekali, huek, entah kenapa situasi jadi aneh. Setelah melihat ketertarikan 98% ia jadi waspada jika kalau pak tua ini ternyata gay.

“Cuma kagum aja, Pak,” ucapnya sambil merengut.

Armand tersenyum kecil. “Jarang anak muda bisa menikmati lelang tanpa cuma lihat angkanya.”

Rahmat membalas tenang, “Saya juga jarang ketemu orang yang ngerti barang bukan cuma dari harganya.”

Alya menatap mereka. “Tunggu. Papa ini terkenal banget atau gimana sih? Kok kalian ngomongnya kayak bos-bos mafia seni?”

Armand tertawa kecil. “Papa cuma kolektor tua biasa.”

Rahmat menatap layar sistem sekali lagi. Semua kosong. Hanya kolektor tua biasa? Mustahil sesuatu pasti disembunyikan. Siapa seperti Armand ini?!

Sistem tiba-tiba berkedip.

[Ding!]

[Warning: Individu dengan Resistansi Analisis Tinggi Terdeteksi]

[Rekomendasi: Disarankan tidak mencari informasi lebih jauh!]

Rahmat menyandarkan tubuhnya. Untuk pertama kalinya sejak punya sistem— Ada seseorang yang tidak bisa dia baca dan nilai,, dan yang lebih aneh… Orang itu justru sangat tertarik padanya.

Di panggung, MC berkata: “Selanjutnya, Lot 12…”

Rahmat tersenyum, dia tahu beberapa lot lagi—giliran koin emasnya akan naik dan setelah ini baru permainan sebenarnya dimulai

1
Manusia Biasa
buku season 2 Udah dipublish gazz baca kakak-kakak 😂🙏😁
Manusia Biasa
jangan lupa next lanjut season dua kawan kawan Sudah di up🙏
slametskc
👍👍👍💪💪💪💪💪
ラマSkuy
sumpah thor aku sampai gak bisa berhenti baca ini padahal dah ngantuk 🗿
ラマSkuy: haha semalam sampai ketiduran bacanya 🤣
total 2 replies
ラマSkuy
kata katanya relate lagi tersangka korupsi bukan hanya di bela sih tapi dapat privilege jadi tahanan rumah contohnya mantan menteri agama diindo 🤣🤣 tahu lah kan
Manusia Biasa: upss🤭
total 1 replies
ラマSkuy
kalo kataku sih related dengan dunia nyata kebanyakan oknum di instansi isilop ini
ラマSkuy
anjirr wibu juga Rahmat ini 🗿
ラマSkuy: wkwkwk soalnya aku ngikutin anime Sousou no friren jadi tahu soal pahlawan Himmel ini 😁
total 2 replies
ラマSkuy
nah gini kan keren thor gak melupakan keluarga 👍
Manusia Biasa: ibu nomer satu🥹 sungguh berbakti
total 1 replies
ラマSkuy
akhirnya nemu novel latar belakangnya diindo 👍 mantap thor walau sistemnya terlalu baik ya reward nya fantastis baru awal bab 🤣
Manusia Biasa: iya e sayang kebanyakan mc cewe, eh tapi juga ada yang cowok sih bukan sistem tapi
total 5 replies
𝕲𝖔𝖊𝖘 𝕼𝖚𝖒𝖎𝖊𝖟
vote kopi bunga seakin semangat 💪💪💪👁👁👁
Manusia Biasa: Terima kasih kak jangan lupa pantau season 2 juga sudah di up🙏
total 2 replies
Manusia Biasa
astaghfirullah gambar Alya cantik banget 🗿😂
Manusia Biasa: iya susah, sama buat pakai ai hasilnya malah ngeri😂
total 8 replies
wayang
mantap 👍👍👍👍
Manusia Biasa: terima kak, jangan lupa pantau part 2nya
Sudah saya up bisa dicek di profil saya kak🙏
total 2 replies
.
lanjut Thor
.: gass lagi susah Thor 🤣
total 2 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
Sultan Rahmat sekarang namanya ini belom lagi nanti ketemu lagi di olimpiade bahasa Inggris 🤭🤣🤣
Manusia Biasa: interaksi bela sama Rahmat lucu sih, pantau aja
total 2 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
gasss Mat beliii sudah akhirnya punya usaha sendiri selain punya hotel😛🤣🤣🤣
Manusia Biasa: auto kaya
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
njirrrr rezekinya Rahmat dah yang lainnya ngiri atuh wkwkwk 🤣🤣🤣
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ: dihhhh wkwkwkw kok isooo sini sini peyuk 🤣🤣🤣🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️
total 2 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
Rahmat setuju ikut olimpiade bahasa Inggris minta hadiah tambahan vas bunga tua diatas lemari ruang guru 🤣🤣🤣 soalnya itu kalo dijual mahal bok🤣🤣🤣
Manusia Biasa: wkwkw semua demi uang
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
Sudah vote ads sesuai janji pakai akun uyul barusan✌🏻
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ: sama sama 😁💪🏻
total 2 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
bukan lagi menarik Rahmat sudah beda dari yang nothing sekarang jadi something 🤭😛
Manusia Biasa: cheater sih
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
ayoooo gasss hajar itu Reno tendang sekalian itu buwungnya🤭🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️
Manusia Biasa: sekali aja mokad🗿😁
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!