NovelToon NovelToon
SHADOW OF DEATH

SHADOW OF DEATH

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Bad Boy
Popularitas:3.2k
Nilai: 5
Nama Author: Mr.Mounyenk

Kenzo Huang, pria keturunan Jepang&Cina yang terjebak dalam kasus palsu perdagangan barang ilegal, memasuki penjara dengan hati hampa dan sering diintimidasi oleh geng dalam tahanan. Sampai suatu hari, dia diselamatkan oleh Lin Dong – seorang tahanan yang ditangkap karena membela adik perempuannya, Lin Xian Mei. Meski berbeda latar belakang, mereka menjalin persahabatan yang seperti saudara kandung, berbagi cerita tentang keluarga dan harapan masa depan.
Demi membalas kebaikan Lin Dong, Kenzo Huang berjanji untuk mencari jejak dan menjaga adik serta ibu nya.
Dalam perjalanan mencari jejak sang adik Lin Dong, Kenzo Terlibat organisasi dunia bawah Shehua dan menjadikannya pembunuh bayaran yg di kenal dengan sebutan Shadow Of Death

(update setiap hari)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mr.Mounyenk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.17 — KEKHAWATIRAN MELANDA

Kenzo berhasil menghindari tembakan tersebut. Menyadari bahwa ruangan tersebut kedap suara, Kenzo berusaha untuk mencapai pintu yang dijaga oleh pengawal tersebut dengan cepat. Tidak ada waktu. Tidak ada pilihan. Hanya gerakan.

"Mati kau, bangsat!!!"

Sebelum pengawal tersebut menarik pelatuknya, Kenzo dengan segera menendang tangan pengawal itu. Membuat pistol di tangannya terlempar jauh. Jatuh di lantai, berputar, berhenti.

Kenzo mengarahkan pukulannya ke arah rahang pengawal itu. Dan terpukul mundur, membentur pintu besi. Bunyi brak yang keras, tapi kedap. Tidak ada yang mendengar di luar.

Tanpa memberi sela sedikit pun, Kenzo kembali mengarahkan tendangannya ke arah wajah pria itu. Namun pria tersebut berhasil melindungi wajahnya dengan tangan. Tangan kirinya patah, tapi wajahnya selamat.

Pria itu membalas tendangan Kenzo. Dengan memukul wajahnya dengan tangan kanan. Dan pukulan tersebut berhasil mengenai wajah Kenzo. Membuatnya terpukul mundur ke belakang. Rasa sakit menjalar. Darah keluar dari hidung.

Melihat ke arah pistol yang tergeletak di lantai, pengawal itu segera meraihnya. Kenzo yang menyadari hal itu segera mengikuti pria itu. Berlari. Melompat. Merebut.

Namun pria tersebut lebih dulu meraihnya. Dan mengarahkan tembakan ke arah Kenzo.

Dor...

Dengan posisi yang sedang berlari, membuat pertahanan Kenzo terbuka. Dan tembakan tersebut mengenai lengannya. Sebelum Kenzo berhasil menghindari. Rasa bakar. Rasa robek. Rasa hidup.

Pengawal itu kembali menembakkan pistolnya ke arah Kenzo.

Dor... Dor... Dor... Dor...

Kenzo berlarian. Menghindari tembakan tersebut. Saat berlari ke sisi dinding, dia melihat sebuah trisula yang menempel di dinding. Hiasan. Senjata. Kesempatan.

Kenzo meraih trisula itu. Lalu mengarahkannya ke pria tersebut. Pria tersebut berhasil menahan trisula itu. Dengan menjepit mata trisula dengan kedua telapak tangannya. Keringat. Tekanan. Pertarungan kekuatan.

Lalu dia memutar ke arah kiri. Membuat tubuh Kenzo pun ikut tertarik. Dengan sangat keras, pria tersebut menendang pinggang Kenzo. Membuat Kenzo terlempar. Dan membentur tembok. Bunyi bruk yang membuat tulang berteriak.

"Sial... Aku harus segera menyelesaikan pertarungan ini. Sebelum mereka semua menyadarinya."

Pikirnya dalam hati. Dia berusaha mencari cara untuk segera menyelesaikan pertarungan itu. Tapi lengan kirinya mulai lemah. Darah mengalir terlalu banyak.

Tiba-tiba, pria itu melemparkan trisula yang direbutnya dari tangan Kenzo. Ke arah Kenzo. Dengan cepat, Kenzo maju menerjang trisula itu. Dan menangkapnya. Di tengah udara. Di tengah maut.

Lalu dia pun menolak trisula itu. Dengan memutar tubuhnya. Sehingga laju trisula tersebut menjadi 2× lipat. Langsung menghujam perut pria tersebut. Masuk. Berputar. Keluar darah.

Kenzo melanjutkan larinya. Dan melompat menendang ujung pangkal trisula itu. Hingga menembus tubuh pria tersebut. Dan menancap ke dinding. Pria itu pun tewas seketika. Mata terbelalak. Mulut terbuka. Tak percaya.

Kenzo memperhatikan gadis yang duduk sambil memeluk kedua kakinya. Di sudut ruangan. Telanjang. Takut. Hancur.

"T-tolong aku..."

Terlihat gerakan bibirnya. Meminta tolong kepada Kenzo. Tapi tak ada suara yang keluar. Terlalu takut. Terlalu hancur.

Kenzo pun ragu. Ingin menolong gadis tersebut. Namun dia takut identitasnya terbongkar. Tapi dia juga tak bisa meninggalkannya. Tidak lagi. Tidak setelah Lin Dong. Tidak setelah janji.

Setelah berpikir cukup lama, Kenzo akhirnya segera menuju ke gadis tersebut.

"Ssst... jangan bersuara."

"Cepat naik ke pundakku."

Lalu gadis itu menaiki tangan Kenzo sebagai tumpuan. Lalu menaiki dan berdiri di pundaknya. Dan meraih bibir lubang udara. Jarak beberapa meter. Jarak antara neraka dan kesempatan.

Kenzo mendorong kaki gadis itu. Membuatnya berhasil terdorong masuk ke dalam lubang. Tubuh kecil itu menghilang ke kegelapan.

"Tuan, cepat tangkap tanganku."

Ucap gadis itu sambil mengulurkan tangannya. Setelah meraih tutup lubang udara, Kenzo melompat ke atas sofa. Lalu menghentakkan kakinya. Dan meraih tangan gadis tersebut. Lengan kanannya terluka. Tapi cukup kuat.

Gadis itu pun menarik tubuh Kenzo ke dalam lubang udara. Kenzo dengan sengaja menjatuhkan kain seperti biasa. Untuk menyebarkan teror S.O.D. Tanda tangan. Pesan. Janji.

Setelah menjatuhkan kain tersebut, Kenzo menutup kembali lubang udara tersebut. Dan lalu mereka berdua pun merangkak pergi ke arah toilet yang dilaluinya tadi. Merangkak di antara pipa-pipa. Menahan napas. Menahan rasa sakit.

"Kau diam dan tunggu di sini."

"Aku akan melihat situasi di luar."

Gadis tersebut mengangguk. Menuruti ucapan Kenzo. Lalu Kenzo pun mengintip dari balik pintu toilet. Melihat. Menilai. Mencari jalan keluar.

Dan masih melihat 2 orang pengawal berdiri di depan pintu. Kenzo memberi isyarat kepada gadis itu untuk mendekatinya. Dengan tangan. Dengan mata. Dengan urgensi.

Dia pun mendekati Kenzo.

"Tunggu aba-aba dari ku."

Kenzo terus memperhatikan kedua pengawal tersebut. Hingga akhirnya kedua pengawal tersebut meraih rokok di sakunya. Kebutuhan. Kelemahan. Kesempatan.

"Hei, bagi rokoknya."

Kenzo menyuruh gadis tersebut segera keluar dari toilet. Gadis tersebut keluar dari toilet. Lalu bergegas ke sisi lorong ruangan tersebut. Diikuti Kenzo di belakang. Yang terus memperhatikan gerak-gerik pengawal tersebut. Sambil menahan luka di bahunya dengan tisu toilet. Agar darah tidak menetes di lantai. Agar jejak tidak tertinggal.

Setelah melewati lift, mereka bergegas masuk ke dalam mobil. Dan bernapas lega. Udara malam yang dingin. Bau kebebasan. Bau hidup.

"T-terima kasih telah menolongku."

"Tidak apa-apa."

"Kau terluka?!!"

"Hanya luka kecil."

"T-tetapi mengapa kau mau menolongku?"

"Entahlah. Harusnya aku membunuhmu juga."

"Maaf..."

"Asal kau tidak mengatakan apa-apa kepada siapapun, aku akan mengampuni nyawamu."

"T-tidak-tidak, percaya kepadaku."

"Aku bersumpah aku tidak melihat apa-apa."

Kenzo pun menyalakan mesin mobilnya. Lalu meninggalkan KVT tersebut. Jalanan sepi. Lampu-lampu berlalu. Tapi kesadarannya mulai kabur.

"Boleh aku bertanya sesuatu?"

"Apa?"

"Apakah kau adalah Shadow of Death yang terkenal itu?"

"Sebaiknya kau tutup mulut."

"Dimana kau tinggal, aku akan mengantarmu."

Kenzo mulai berkeringat. Dan wajahnya mulai pucat. Akibat luka tembak yang dialaminya. Darah terlalu banyak keluar. Terlalu sedikit masuk.

"Aku tinggal di komplek pemukiman di Shen Dong."

"Baiklah."

"Tuan, kau baik-baik saja?"

Kenzo tak menjawab. Dia berusaha mengendalikan kendaraannya. Dan kesadarannya. Tapi kedua hal itu mulai lepas.

Mereka pun tiba di Shen Dong. Dan gadis tersebut turun dari mobil. Setelah gadis tersebut mengucapkan selamat tinggal, Kenzo kembali melajukan mobilnya. Menuju apartemen Lin Xian Mei. Satu-satunya tempat yang aman. Satu-satunya tempat yang mungkin.

Bruk!!!

Lin Xian Mei yang tertidur di sofa terkejut. Mendengar bunyi dari arah pintu masuk apartemen. Dia terdiam sejenak. Teringat ucapan Kenzo. Dan ragu untuk menghampirinya. Tapi rasa khawatir lebih kuat.

Lin Xian Mei segera meraih ponselnya. Lalu menghubungi Kenzo. Saat panggilan tersambung, suara ponsel terdengar dari balik pintu masuk. Dari luar. Dari dekat.

Lin Xian Mei terkejut. Dan menjatuhkan ponselnya. Dia bergegas menuju ke arah pintu. Lalu membuka pintu.

"Kak Huang?!!!"

Kenzo tergeletak. Tak sadarkan diri. Di depan pintu. Dengan segera, Lin Xian Mei berusaha sekuat tenaga. Membawa tubuhnya masuk ke dalam. Dan meletakkannya ke ranjang. Ranjang yang seharusnya untuk tamu. Ranjang yang sekarang untuk menyelamatkan nyawa.

Lin Xian Mei dengan panik segera mengambil air hangat. Dan kotak obat. Lalu kembali ke kamar. Di mana Kenzo terbaring. Pucat. Dingin. Hampir mati.

Lin Xian Mei melepaskan jaket Kenzo. Dan melepaskan kaosnya. Dia terkejut. Melihat darah tak berhenti mengalir. Dari luka tembak di bahunya. Merah segar. Mengucur deras.

"Apa yang harus aku lakukan..."

"Bagaimana ini..."

"Kak Huang... bangun, sadarlah..."

Lin Xian Mei panik. Dan berusaha membangunkan Kenzo. Dengan memanggilnya. Dan mengompres dengan air hangat. Tapi tak ada respons. Tak ada gerakan. Hanya napas yang semakin lemah.

"Sebaiknya aku menghubungi ambulan."

Saat hendak menghubungi ambulan, tangannya dicegah oleh Kenzo. Tangan yang dingin. Tangan yang bergetar.

"Lin, dengarkan aku. Ambilkan wiski dan pisau. Lalu dua buah baskom."

"Lalu isi satu baskom tersebut dengan air."

"B-baik, Kak Huang."

Lin Xian Mei pun segera menyiapkan apa yang diminta Kenzo. Setelah semuanya lengkap, Lin Xian Mei membantu Kenzo untuk duduk di ranjang. Posisi yang menyiksa. Posisi yang harus.

"Lin, bantu aku mengeluarkan peluru di pundakku."

"B-bagaimana caranya?"

"Rendam pisau itu dengan wiski. Lalu masukkan ke lukaku untuk mengeluarkan peluru tersebut."

Lin Xian Mei pun mulai melakukan apa yang dikatakan Kenzo. Saat pisau mulai dimasukkan ke dalam lukanya, Kenzo menjerit kesakitan. Jeritan yang dia tahan sejak lama. Jeritan yang keluar sekarang.

"AKHHHHHH...!!!!"

"T-tidak-tidak, aku tidak berani."

Lin Xian Mei melepaskan pisaunya. Yang masih menancap di lubang luka tembak. Tangan gemetar. Mata berkaca-kaca.

"Lin, luruskan tangan kiriku."

Lin Xian Mei mengangkat dan meluruskan posisi tangan kiri Kenzo. Kenzo pun memasukkan pisau itu ke dalam lukanya. Sendiri. Dan berusaha mencungkil peluru tersebut keluar. Gigi terkatup. Mata terbelalak. Tubuh berkeringat dingin.

"AKKKHHHHH...!!!!"

"Lin, cepat ambil pelurunya."

Dengan gemetar, Lin Xian Mei mencoba mengambil peluru. Yang telah mengintip dari lukanya. Jari-jarinya masuk ke dalam daging. Ke dalam darah. Ke dalam maut.

Dan akhirnya, peluru tersebut berhasil dikeluarkan oleh Lin Xian Mei. Logam kecil yang panas. Logam kecil yang hampir membunuh.

Setelah diberi obat, Lin Xian Mei pun membalut lukanya dengan perban. Ketat. Rapat. Tapi masih ada darah yang merembes. Lalu Kenzo pun tertidur. Bukan tidur normal. Tidur yang tubuh paksa. Tidur yang bisa jadi tidak pernah bangun.

Lin Xian Mei duduk di samping ranjang. Menatap wajah Kenzo. Menangis. Tapi juga tersenyum. Karena dia masih hidup. Karena dia masih ada.

...$ BERSAMBUNG $...

1
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰
nah loh sapa tuh Kenz, kira-kira mau dibeli baik-baik Xiu nya atau diambil cara paksa?
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰
Kenzo partner Kamu diculik tuh
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰
bergabung dengan visi dan misi masing masing, yg pasti gak ada ketulusan. tapi semoga aja Kenzo gak dapat cewek lagi.
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰
owalah saya kira Buu komandan berbeda ternyata sama kaya sapa itu namanya yg bos nya Kenzo? Liu klu gak salah.
ᴠͥɪͣᴘͫ ⛩️ ⃝𝕸𝖗.𝕸ཧཱོ࿐☯️: sengaja biar nanti pada nebak sendiri di akhir bakal dengan siapa Kenzo 🤭
total 1 replies
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰
Udah ada berapa perempuan diantara Kenzo nih? Empat ya
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰
kasihan Lin, miris... gak rela Lin sama Kenzo.
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰
sama Liu kan cuma kebutuhan, bukan cinta.
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰
ini berbaju gak ceweknya?
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰
Jangan sampe gadis yg diselamatkan Kenzo naksir juga.
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰
cuma sama Lin Xian Mei Kenzo bisa grogi
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰
kenapa cuma mata kiri? kenapa gak dua-duanya. apa ada kelebihan Dimata Kenzo lepas dari penjara.
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰
jadi sebenernya Kenzo ini jahat atau GK ya
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰
Liat saja nanti kalau YueYan sedikit lebih dewasa, Kenzo pasti tergoda juga.
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰
berapa banyak target yg harus dihabisi Kenzo.
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰
Wow Kenzo sama Liu ternyata
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰
Jarak cuma sepuluh tahun, tunggu saja dewasanya Yueyan
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰
bukan permainan Liu kan sabotase panti ini?
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰
wuih Nenek minum bir? aman? gak apa" gitu?
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰
oh Kenzo tinggal di panti dgn Yue ya saya kira cuma nginap. awas Yue nanti jatuh hati dgn Kenzo
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰
akankah Kenzo dipertemukan kembali dgn Yue
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!