NovelToon NovelToon
Tertembak Cinta Nona Gangster

Tertembak Cinta Nona Gangster

Status: sedang berlangsung
Genre:Mata-mata/Agen / Bad girl / Preman / Persaingan Mafia
Popularitas:5.9k
Nilai: 5
Nama Author: Miss_Dew

Zavian Hersa mengira jalannya menuju keseriusan cinta dengan Grace akan semulus adiknya. Namun, realitas menghantam keras. Perbedaan status yang mencolok antara putra mahkota Hersa Group dan wakil ketua Gangster Blackrats menciptakan jurang yang lebar. Zavian, yang dihantui ketakutan kehilangan Grace seperti saat ia hampir kehilangan Nalea, berubah menjadi pria yang sangat posesif. Ia mencoba "menjinakkan" Grace dengan kemewahan dan perlindungan ketat, namun bagi Grace, perlindungan itu adalah penjara.

Kekosongan kepemimpinan sementara di Blackrats setelah Nalea fokus pada pendidikannya memicu gejolak di dunia bawah. Musuh-musuh lama dan baru mulai mengincar kekuasaan Blackrats. Teror silih berganti menghantui, mulai dari sabetan senjata tajam, pertumpahan darah, hingga pengorbanan nyawa.


Akankah cinta mereka bertahan di tengah pertumpahan darah dan tuntutan status sosial, ataukah mereka memilih jalan masing-masing dan merelakan cinta sejatinya?

NB: JANGAN SALFOK COVERNYA YAA😂

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss_Dew, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Penolakan Lagi

BRAAAKKK!

Benturan keras itu membuat mobil van perak milik anggota Morpork terdorong beberapa meter. Zavian keluar dari mobilnya sebelum debu jalanan sempat mengendap. Wajahnya yang biasanya teduh kini sekeras granit, dengan sorot mata yang sanggup membekukan aliran darah lawan.

"Bang Zavi?" gumam Grace tidak percaya. Ia menyeka darah di bibirnya, menatap sosok pria yang sebulan ini menghilang, kini berdiri di hadapannya seperti malaikat pencabut nyawa.

Zavian tidak menjawab. Ia mengibaskan tongkat besi teleskopiknya dengan satu sentakan cepat.

Ceklek!

Tongkat itu memanjang, berkilau di bawah lampu jalan yang remang.

"Beraninya kalian menyentuh wanitaku," desis Zavian. Suaranya rendah, namun mengandung ancaman yang nyata.

"Siapa kau? Jangan ikut campur atau kau akan mati bersamanya!" teriak pimpinan kelompok bertopeng itu sambil mengayunkan tongkat baseball-nya.

Zavian tidak membuang waktu. Saat pria itu maju, Zavian bergerak dengan efisiensi yang mengerikan, hasil latihan intensif di kamp militer swasta di Swiss. Ia tidak lagi mengandalkan emosi, melainkan teknik. Ia menghindar sedikit ke samping, lalu dengan gerakan secepat kilat, tongkat besinya menghantam tempurung lutut lawan.

KRAK!

Pria itu tumbang seketika dengan teriakan memilukan. Zavian tidak berhenti. Ia memutar tubuhnya, menangkis sabetan parang dari lawan lain dengan tongkat besinya hingga percikan api muncul, lalu memberikan pukulan telak ke arah ulu hati lawan dengan sikutnya.

Grace terpaku di posisinya. Ia mengamati setiap gerakan Zavian dengan mata membelalak. Ini bukan Bang Zavi yang kukenal, batinnya kagum. Cara Zavian berkelahi sangat sistematis, dingin, dan penuh perhitungan, persis seperti cara seorang bos mafia menghabisi musuh-musuhnya. Tidak ada gerakan sia-sia.

"Grace, menunduk!" teriak Zavian.

Grace refleks merunduk. Sebuah rantai besi melayang di atas kepalanya, namun Zavian sudah lebih dulu menangkap rantai itu dengan tangan kosong yang dilapisi sarung tangan kulit, lalu menariknya dengan kekuatan penuh hingga si penyerang tersungkur ke depan. Zavian menghantamkan lututnya ke wajah pria itu tanpa ampun.

Situasi berbalik. Anggota Morpork mulai kewalahan menghadapi dua predator di jalan buntu itu. Tak lama kemudian, suara raungan mesin motor besar terdengar mendekat. Sepuluh anggota Blackrats dengan jaket kulit khas mereka tiba di lokasi.

"Nona Grace! Maaf kami terlambat!" teriak salah satu anggota Blackrats yang dipimpin oleh Karin.

Melihat bala bantuan datang, sisa anggota Morpork yang masih bisa berdiri segera lari tunggang langgang, meninggalkan rekan-rekan mereka yang tergeletak tak berdaya di aspal.

Zavian segera membuang tongkat besinya. Ia menghampiri Grace yang nampak lemas dengan luka di bahu dan pipi. Tanpa bicara, Zavian menyisipkan lengannya di bawah lutut dan punggung Grace.

"Eh, Bang... aku bisa jalan sendiri—"

"Diam, Grace," potong Zavian tegas. Ia menggendong Grace dalam posisi bridal style, membawanya masuk ke dalam mobilnya tanpa memedulikan tatapan heran anggota Blackrats. "Karin, urus sisanya. Aku membawa pemimpinmu pulang."

Apartemen Zavian – 22.00 WIB

Zavian meletakkan Grace di sofa ruang tengah dengan sangat hati-hati. Ia segera mengambil kotak P3K dan baskom berisi air hangat. Suasana apartemen itu sangat sunyi, hanya terdengar suara detak jam dinding yang seolah menghitung kecanggungan di antara mereka.

"Buka bajumu," ucap Zavian pendek sambil menyiapkan kapas.

Grace tersentak. Matanya membulat. Pikiran-pikiran buruk mulai melintas di kepalanya. "Bang... jangan bercanda. Kita baru bertemu lagi dan Abang langsung minta begitu? Aku sedang luka, Bang!"

Zavian menghentikan kegiatannya. Ia menatap Grace dengan pandangan datar, namun ada secercah kelelahan di sana. "Jangan berpikiran yang tidak-tidak, Grace. Aku hanya ingin mengobati luka di punggungmu dan luka rantai di bahumu. Darahmu sudah merembes ke mana-mana."

Grace menggigit bibir bawahnya, merasa malu karena salah paham. Dengan gerakan perlahan dan kaku, ia membuka jaket kulitnya, lalu menurunkan sedikit kaus hitamnya hingga menampakkan punggungnya yang penuh guratan kemerahan.

Zavian terdiam saat melihat luka-luka itu. Tangannya yang memegang kapas gemetar halus. Ada kemarahan yang kembali membuncah di dadanya marah pada Grace, marah pada situasi, dan terutama marah pada dirinya sendiri karena membiarkan Grace melewati ini sendirian.

"Ini... kenapa?" tanya Zavian, suaranya parau.

"Itu konsekuensi pekerjaan, Bang," jawab Grace lirih. Ia memejamkan mata saat merasakan sentuhan air hangat yang lembut di kulitnya.

Zavian mengobati luka itu dengan sangat telaten. Setiap gerakan tangannya seolah sedang menyentuh barang pecah belah yang paling berharga di dunia. "Seharusnya kamu berhenti, Grace. Ikutlah denganku. Aku sudah memiliki posisi yang kuat sekarang. Aku bisa menjamin hidupmu tanpa perlu kamu bertaruh nyawa seperti ini."

"Abang tahu aku tidak bisa," sahut Grace pelan. "Ini duniaku. Blackrats adalah keluargaku. Dan tugas di keluarga Hadi... aku harus menyelesaikannya."

Zavian menghela napas panjang. Ia membalut bahu Grace dengan perban. "Kita bicarakan ini lagi besok. Sekarang, tidurlah."

Sinar matahari pagi belum sepenuhnya muncul, namun Grace sudah berdiri di depan cermin, mengenakan seragam bodyguard-nya kembali. Punggungnya masih terasa sangat kaku, namun ia memaksakan diri untuk tetap tegak.

Zavian muncul dari dapur dengan dua cangkir kopi. Wajahnya langsung mengeras saat melihat Grace sudah berpakaian rapi.

"Mau ke mana kamu?" tanya Zavian dingin.

"Bekerja, Bang. Tuan Muda ada jadwal ke pabrik pagi ini," jawab Grace sambil merapikan kuncir kudanya.

"Tidak. Kamu tidak akan ke mana-mana. Tubuhmu butuh istirahat, Grace. Lihat wajahmu, pucat seperti mayat!" Zavian meletakkan cangkir kopi itu dengan kasar ke meja.

"Aku sudah minum obat pereda nyeri. Aku baik-baik saja."

"Grace, dengarkan aku!" Zavian melangkah maju, mencengkeram bahu Grace, kali ini dengan kekuatan yang lebih besar. "Jangan keras kepala. Kamu hampir mati semalam! Apa kamu ingin membuatku gila untuk kedua kalinya?"

Grace menepis tangan Zavian. Matanya menatap Zavian dengan tajam, kembali ke mode "Nona Gangster". "Bang Zavi, aku menghargai bantuanmu semalam. Aku sangat berterima kasih. Tapi tolong... jangan ikut campur dalam urusan pekerjaanku. Abang sendiri yang bilang ingin aku bebas menjalani hidup tanpa beban, kan? Inilah hidupku!"

"Hidupmu bukan untuk menjadi samsak tinju keluarga kaya raya itu, Grace!" bentak Zavian.

"Lalu apa? Menjadi nyonya manis di rumahmu sambil menunggu Abang pulang kerja? Aku bukan wanita seperti itu, Bang! Jika Abang belum bisa menerima kenyataan itu, mungkin perpisahan sebulan lalu memang benar adanya."

Kata-kata Grace seperti sembilu yang menyayat hati Zavian. Ia terdiam, tangannya mengepal kuat. Ia ingin melarang, ingin mengunci Grace di apartemen ini agar tetap aman, namun ia tahu itu akan membuat Grace membencinya selamanya.

"Baik," ucap Zavian akhirnya, suaranya dingin dan penuh penekanan. "Pergilah. Tapi ingat satu hal, Grace. Jika terjadi sesuatu padamu hari ini, jangan harap aku akan diam saja jika terjadi sesuatu padamu."

Grace tidak menjawab. Ia meraih kunci mobilnya dan melangkah keluar, meninggalkan Zavian yang berdiri mematung di tengah ruangan yang mendadak terasa sangat luas dan hampa.

Grace tiba di kediaman Hadi tepat waktu. Ia berdiri di barisan depan tim pengamanan seolah tidak terjadi pertempuran hidup mati semalam. Wajahnya dipoles make-up tipis untuk menutupi pucat dan plester di pipinya diganti dengan yang lebih kecil dan rapi.

"Semua siap? Tuan Muda akan turun lima menit lagi," perintah Grace pada timnya.

Andreas keluar dari pintu utama, tampak segar dengan jas abu-abunya. Ia berhenti sejenak di depan Grace, menatap plester di pipi pengawalnya itu.

"Kamu terluka lagi?" tanya Andreas, suaranya mengandung nada selidik.

"Hanya kecelakaan kecil saat latihan pagi, Tuan Muda," jawab Grace datar tanpa menatap mata Andreas.

Andreas mendengus. "Latihan yang hebat sampai membuat wajahmu pucat. Masuk ke mobil. Aku ingin kamu yang menyetir hari ini."

Grace mengangguk patuh. Ia masuk ke kursi kemudi, sementara di dalam hatinya, bayangan pertarungan Zavian semalam masih terus terngiang. Ia sadar, dunianya dan dunia Zavian mungkin memang tidak akan pernah benar-benar bersatu, namun entah mengapa, keberadaan Zavian di Jakarta memberinya kekuatan sekaligus ketakutan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.

Di kejauhan, sebuah mobil hitam membuntuti iring-iringan mereka. Di dalamnya, Zavian memperhatikan setiap pergerakan mobil Grace. Ia tidak akan membiarkan peristiwa semalam terulang. Jika Grace memilih untuk berada di garis depan, maka Zavian akan menjadi bayangan yang siap menerkam siapa pun yang berani mendekat.

1
Tiara Bella
kasian Grace....semoga bang zavian segera tw ya....
❤️⃟WᵃfRahma 💋🅚🅙🅢👻
maka nya kalo kesel tuh jangan mabuk²an sekarang akibat nya jadi fatal banget buat orang lain 😒
❤️⃟WᵃfRahma 💋🅚🅙🅢👻
aduh siap² aja kalo disitu ada cctv pasti kamu udah menyesal berat Andreas 😒,untung aja Miller datang kalo gak?
❤️⃟WᵃfRahma 💋🅚🅙🅢👻
saking cantiknya Grace sampai dikira kalo Grace itu keturunan konglomerat,tapi siapa tau bener loh 🤔
❤️⃟WᵃfRahma 💋🅚🅙🅢👻
hati² loh Vian nanti cemburu lagi liat kedekatan Grace sama andreas
❤️⃟WᵃfRahma 💋🅚🅙🅢👻
wkwkw panik gak kalian para tikus got enak aja mau mempermainkan Grace padahal dibelakang Grace masih ada zavian 😼
❤️⃟WᵃfRahma 💋🅚🅙🅢👻
Panik gak kau Hendry orang jelas² Grace itu bukan cuma sekedar pengawal biasa 😹
❤️⃟WᵃfRahma 💋🅚🅙🅢👻
modyar aee si gio ini mana ada paman yang menginginkan nyawa ponakan nya sendiri cuma gara² posisi pemimpin dan harta 😒
❤️⃟WᵃfRahma 💋🅚🅙🅢👻
kalo insting si Grace gak kuat pasti si Andreas udah ketusuk gara² penyamar 😏
❤️⃟WᵃfRahma 💋🅚🅙🅢👻
hmm apakah jangan² selama ini Grace bukan yatim piatu ?🤔
❤️⃟WᵃfRahma 💋🅚🅙🅢👻
waduh² ada saingan baru ni 😼,ayo zavian balik cepetan nanti malah diambil loh si Grace
❤️⃟Wᵃf🤎Vella☘𝓡𝓳●⑅⃝ᷟ◌ͩѕ⍣⃝✰
karena kamu sedang mabuk berat makanya tidak sadar
❤️⃟Wᵃf🤎Vella☘𝓡𝓳●⑅⃝ᷟ◌ͩѕ⍣⃝✰
aduh benar2 hilang kendali, kasian juga grace harusnya istirahat malah mendapatkan perlakuan yang membuat nya terluka
❤️⃟Wᵃf🤎Vella☘𝓡𝓳●⑅⃝ᷟ◌ͩѕ⍣⃝✰
memang benar tapi grace punya tanggung jawab yang besar jadi tidak bisa berdiam diri hanya untuk istirahat
❤️⃟Wᵃf🤎Vella☘𝓡𝓳●⑅⃝ᷟ◌ͩѕ⍣⃝✰
waw Zavian sudah kuat sekarang ya sudah sebanding sama grace
❤️⃟Wᵃf🤎Vella☘𝓡𝓳●⑅⃝ᷟ◌ͩѕ⍣⃝✰
aduh grace kasian sekali kamu, pasti tersiksa dengan luka itu
❤️⃟Wᵃf🤎Vella☘𝓡𝓳●⑅⃝ᷟ◌ͩѕ⍣⃝✰
eya panik eya gagal deh dpat uang cuma2 karena ada grace
❤️⃟Wᵃf🤎Vella☘𝓡𝓳●⑅⃝ᷟ◌ͩѕ⍣⃝✰
silahkan saja turun tangan sendiri gimana menghadapi blackrats biar kena pukulannya grace. jangan marah2 aja bisanya
❤️⃟Wᵃf🤎Vella☘𝓡𝓳●⑅⃝ᷟ◌ͩѕ⍣⃝✰
bilang aja mau deket2 sama grace. tapi memang benar sih grace punya insting yang bagus dn lebih waspada
❤️⃟Wᵃf🤎Vella☘𝓡𝓳●⑅⃝ᷟ◌ͩѕ⍣⃝✰
lagian kenapa gk langsung pulang aja tadi. malah keliling dulu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!