NovelToon NovelToon
Kupilih Keduanya

Kupilih Keduanya

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Harem
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: A19

Zevanya Putri Wiratmadja. Putri tunggal seorang konglomerat kaya di Kotanya. Hidupnya sangat sempurna karena memiliki keluarga harmonis dan juga kakak laki-laki yang tampan. Namun siapa sangka? Diam-diam Vanya malah menyukai kakak angkat laki-lakinya itu.

Saat Vanya dengan nekat akan menyatakan perasaannya, kakak laki-lakinya malah mengenalkan seorang wanita yang ia claim sebagai pacarnya.

Di tengah kekacauan hatinya, Vanya bertemu dengan laki-laki menyebalkan yang makin membuat kacau hari-harinya.

Akankah Vanya memilih untuk melupakan kakaknya? Ataukah Vanya lebih memilih untuk memperjuangkan cintanya? Atau malah pindah haluan dan memilih laki-laki menyebalkan yang sayangnya sangat tampan itu?

ikuti terus kisahnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon A19, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

31. Dinner

Raza menghentikan mobilnya di sebuah Restoran Jepang bintang 5. Tanpa di minta, Raza membukakan pintu mobil untuk Vanya.

"Apa ini nggak terlalu berlebihan Za?"

Mereka berdua masih berada di sisi mobil karena Vanya menghentikan langkah Raza.

"Ngga dong, kan gw yang ngajak. Yuk masuk" Raza menggandeng tangan Vanya tanpa mendapatkan penolakan.

Raza membawa Vanya ke ruang VIP yang sudah ia booking. Ia juga menarik kursi untuk Vanya duduki.

'Kalo yang lain pasti udah meleleh sih Za, lo giniin' batin Vanya.

"Lo mau pesen apa Van?" Raza membolak-balikan buku menu yang diberikan oleh Pelayan Resto.

"Gw mau Salmon Sashimi, Gindara no Saikyo-yaki (ikan kod panggang miso), buat penutup nya gw mau Matcha Tiramisu sama Mochi coklat. Minumnya Vanilla Milkshake aja" ucap Vanya.

Setelah Raza dan Vanya selesai memesan makanan, pelayan itupun meninggalkan mereka berdua.

"Lo cantik banget Van, malam ini" Raza menatap Vanya dengan tatapan memuja.

Malam ini Vanya memoles wajahnya dengan makeup tipis. Dress lengan pendek berwarna Sage Green dengan tali warna putih di perut membentuk pita kecil menjadi pilihannya malam ini.

Ia mencepol rambut panjangnya lalu di hias dengan jepit rambut warna hijau. Tangan kanannya juga terpasang sebuah jam tangan cantik campuran warna emas dan hijau. Ia juga mamakai tas slempang dior warna putih.

Sedangkan Raza malam ini menggunakan celana panjang hitam dipadukan dengan kaos polos putih dan juga kemeja warna denim lengan panjang.

"Lo sesuka itu ya sama warna hijau?" ucap Raza lagi karena pujian nya tadi tidak di respon sama sekali.

"Suka banget. Cuman nggak semua yang gw punya itu harus warna hijau. Lo liat sendiri motor gw warna apa kan? Gw suka doraemon walaupun dia nggak warna hijau"

"Gw ada sesuatu buat lo" Raza mengeluarkan sebuah kotak perhiasan dari dalam paper bag yang tidak Vanya sadari entah sejak kapan berada di sana. Paper bag itu bertuliskan salah satu nama brand perhiasan ternama di Indonesia, Fr*nk & co.

Raza membuka kotak perhiasan warna hijau emerald itu. Vanya langsung melotot melihat set perhiasan berisi kalung dan anting-anting. Kalung itu di hiasi dengan bandul permata warna hijau dengan hiasan kupu-kupu disekitar nya. Sedangkan anting-anting nya berbentuk serupa dengan bandul kalung.

"Za.... Ini..... Bagus banget sumpah. Nggak terlalu berlebihan dan yang paling gw suka perpaduan warna hijau nya tuh cocok banget, nyatu gitu" ucap Vanya setelah tersadar dari keterkejutan nya.

"Mau gw pakein?" tawar Raza. Kebetulan Vanya tidak memakai perhiasan sama sekali dan hanya memakai jam tangan.

"Boleh" balas Vanya sambil tersenyum.

Raza pun memakaikan kalung itu ke leher Vanya yang terbuka karena rambutnya di jepit semua. Sedangkan Vanya sendiri memasang anting-anting kepada dua telinga nya.

"Kamu makin cantik Vanya" Raza mengubah panggilan nya.

"Aku-kamu?" tanya Vanya memastikan. Takut salah dengar.

"Boleh ngga Van aku mengenal kamu lebih dekat lagi? Aku pengen kita lebih dari sekedar teman" Raza tiba-tiba saja berlutut di depan Vanya sambil mengulurkan tangan dengan salah satu lutut sebagai tumpuan.

Vanya nampak berfikir sejenak, "Boleh, tapi gw maunya pelan-pelan" jawabnya kemudian.

"Iya ngga papa Van. Aku juga ngga mau terburu-buru. Aku mau kamu nerima aku emang karna hati kamu yang milih" senyum manis tersungging di bibir laki-laki berparas tampan itu.

"Kita dansa yuk Van. Aku udah nyewa pemusik tuh disana" Raza menunjuk ke sudut ruangan yang ternyata ada seorang pemain biola dan juga pianis disana.

Vanya pun menerima uluran tangan Raza. Raza berdiri lalu meletakkan tangan kanan Vanya di pinggangnya. Sedangkan tangan kiri Vanya ia genggam. Mereka berdua larut dalam musik yang mengalun merdu seiring dengan gerakan dansa mereka.

"Makasih ya Van, kamu udah mau memberikan kesempatan buat aku" ucap Raza di sela dansa mereka.

"Sama-sama. Buktiin kalo lo emang pantas buat gw terima" balas Vanya.

"Pasti. Aku bakalan buktiin itu ke kamu"

Musik selesai. Mereka berdua kembali duduk ke tempat masing-masing. Pesanan mereka juga baru saja datang.

"Makan yang banyak Van, jangan sampe pingsan lagi" gurau Raza.

Mereka berdua pun makan dengan tenang.

Rumah Vanya

Fian mengepalkan kedua tangan nya saat melihat rekaman CCTV yang dikirimkan oleh orang suruhannya. Fian diam-diam membayar seseorang dari pihak Restoran hanya untuk memantau Vanya.

"Sial! Kamu benar-benar menguji kesabaran kakak Vanya" Fian hampir saja melempar laptop di pangkuan nya, namun tidak jadi karena kini layar menampilkan Vanya yang sedang memulai untuk makan.

"Sebelum kamu benar-benar menerimanya, kakak pastikan itu tidak akan pernah terjadi. Kakak akan menyelesaikan semuanya. Kakak akan coba bicarakan ini sama Papa kalo emang itu yang kamu mau. Kakak lebih takut kehilangan kamu Vanya daripada menghadapi Papa" tekad Fian dengan sorot mata yang tak terbaca.

Restoran Jepang

"Kamu mau langsung pulang apa gimana Van? Ini masih jam 9 kurang" keduanya sudah selesai menghabiskan makanan masing-masing. Kini tinggalah makanan penutup saja yang ada di atas meja.

"Anterin gw ke Mall. Gw mau nyari kado buat acara tunangan Lea nanti" ucap Vanya sambil mengelap sudut bibirnya yang terkena cream dari Matcha Tiramisu.

"Yaudah ayo. Sekarang aja Van, keburu malem" ajak Raza.

"Boleh"

Mereka berdua pun meninggalkan Restoran itu. Raza yang biasanya ke sekolah hanya menaiki mobil HRV Sand Khaki saja kini memilih untuk menaiki Audi A6 keluaran terbaru hanya untuk menjemput Vanya dinner.

"Tipe cowok kamu kaya gimana sih Van? Biar aku bisa memaksakan diri hehehe" ucap Raza sambil terkekeh kecil. Mereka berdua kini sedang menuju ke arah Mall terdekat dari tempat mereka dinner tadi.

"Nggak perlu kayak gitu lah Za. Gw suka cowok yang apa adanya. Yang penting setia aja sih"

"Masa sih cuman kayak gitu aja Van?" Raza menengok sebentar ke arah Vanya lalu fokus menyetir kembali.

"Emang gw siapa sih sampe harus punya standar cowo yang tinggi?" ucap Vanya setengah bercanda.

"Aku emang ngga tau sih keluarga kamu, dan aku juga ngga pengen nyari tau karna itu privasi. Nanti kalo kamu mau kasih tau juga aku dengerin kalo ngga aku juga ngga maksa. Kamu emang selama ini keliatan sederhana, tapi hari ini entah kenapa kamu terlihat berbeda Van. Kamu juga tumben pake tas branded"

Vanya langsung gelapan lalu melirik tasnya yang ia taruh di pangkuannya.

"Ini hadiah dari Rain Za" alibi Vanya. Sebisa mungkin ia bersikap tenang meski jantungnya berdetak 2 kali lipat dari biasanya.

"Oh yaudah. Nanti kamu beli aja apa yang kamu mau, biar aku yang bayar. Apalagi kamu ngekost kan, jadi simpen aja uang kamu buat kebutuhan sehari-hari"

"Eh jangan. Gw bawa uang kok" tolak Vanya.

"Ngga papa Van. Aku bukannya mau menghina kamu, tapi anggep aja aku traktir. Gimana?" tawar Raza lagi.

"Jangan deh Za, gw nggak enak sama lo. Tadi aja pasti habis banyak buat booking VIP room sama pemusik dan juga bayar makanan tadi"

"Ngga papa Van. Kan aku yang mau bukan kamu yang minta" ucap Raza dengan nada lembut.

'Ini gw jahat nggak sih kalo misal nantinya tetep nggak bisa buka hati gw buat dia? Nih cowok green flag banget anjir' ucap Vanya dalam hati.

"Ayo Van, turun" ucap Raza setelah membukakan pintu mobil untuk Vanya. Mereka berdua telah sampai di sebuah Mall yang ada di Kota mereka.

"Thank's"

"Kita mau kemana dulu?" tanya Raza. Ia dan Vanya berjalan dengan beriringan.

"Ke toko jam tangan aja dulu. Gw sih kemaren mikirnya pengen ngasih kado jam tangan couple buat mereka"

"Yaudah ayo" Raza pun membawa Vanya ke sebuah toko jam tangan bertuliskan Cortina Watch. Toko itu menyediakan merk jam tangan P*t*k Philippe.

"Ini bukannya toko jam tangan mahal ya Za?" tanya Vanya berpura-pura.

"Ngga papa Van, kamu pilih aja yang kamu mau. Nanti biar aku bayarin. Ayo masuk" Raza menyeret Vanya pelan memasuki toko jam tangan itu.

1
R19
Ada yang nungguin kelanjutannya nggak nih? 🤭Terimakasih yang sudah mampir buat baca. Jangan lupa like & komen ya🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!