NovelToon NovelToon
Ustadz, I’M In Love

Ustadz, I’M In Love

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Romansa / Tamat
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: Rina Casper

di bawah umur di larang membaca.

Rina adalah definisi dari "anak muda zaman now"—ekspresif, jahil, dan sedikit re-og. Baginya, dunia sosial adalah tempat bermain untuk menggoda siapa saja, termasuk seorang pria misterius di aplikasi HelloTalk yang ia panggil dengan sebutan "Mas Arab". Rina mengira ia sedang memegang kendali, sampai akhirnya takdir membawanya bertemu langsung dengan sosok tersebut.
​Ternyata, "Mas Arab" adalah Rohman, seorang Ustadz muda yang kaku, alim, namun memiliki tingkat kesabaran setebal kamus bahasa Arab. Pertemuan pertama mereka langsung meledak dengan kekonyolan Rina yang mencoba mengetes iman sang Ustadz.
​Namun, Rina salah besar. Di balik sikap tenangnya, Rohman adalah tipe pria "sat-set" yang tidak suka membuang waktu. Saat Rina terus-menerus menguji batasan kesabarannya, Rohman justru membalas dengan sebuah langkah skakmat: Mempercepat akad nikah sore itu juga!
​Kini, Rina terjebak dalam status sebagai istri sah. Niat

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rina Casper, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 11

Malam harinya, tepat pukul 00.00 WIB. Suasana desa sudah sangat sunyi, hanya terdengar suara jangkrik di luar jendela. Rina masih terjaga, ia berbaring di kasur sambil memeluk bantal gulingnya, menatap langit-langit kamar dengan pikiran yang masih melayang ke kejadian siang tadi.

​Tiba-tiba, ponsel di samping bantalnya bergetar hebat. Sebuah panggilan Video Call (VC) masuk. Mata Rina membelalak melihat nama pemanggil di layar: Arab.

​Dengan jantung yang tiba-tiba berpacu cepat, Rina segera duduk dan merapikan sedikit kerudung instan yang ia pakai untuk tidur, lalu menggeser tombol hijau.

​"Assalamu’alaikum, Sayang," sapa sebuah suara bariton yang kini terdengar lebih santai, tanpa beban formalitas di depan orang tua.

​Layar ponsel menampilkan wajah Ustadz Rohman yang sudah tidak memakai peci. Ia mengenakan kaos putih santai, rambutnya yang sedikit berantakan justru membuatnya terlihat berkali-kali lipat lebih tampan daripada saat memakai baju koko tadi siang. Ia tampak sedang bersandar di kepala tempat tidur.

​"Wa’alaikumussalam. Kenapa menelepon?" tanya Rina ketus, mencoba mempertahankan gengsinya meski sebenarnya ia senang bukan main.

​Rohman terkekeh pelan di seberang sana, matanya menatap lekat wajah Rina di layar. "Mana kata 'Sayang'-nya? Aku kangen sekali ini. Rasanya baru beberapa jam yang lalu pulang, tapi dunia terasa sepi kalau tidak mendengar omelanmu."

​Rina menggigit bibir, wajahnya memanas di bawah temaram lampu kamar. Ia melirik pintu, memastikan tidak ada orang yang menguping. Akhirnya, pertahanan Rina runtuh juga. Ia mendekatkan wajahnya ke kamera dengan ekspresi yang berubah jadi manja—sisi yang hanya ia tunjukkan pada sosok "Arab" di dunia maya.

​"Iya, kenapa Sayang? Kangen aku, ya? Sini aku cium!" ucap Rina sambil memajukan bibirnya ke arah layar ponsel dengan gaya gemas.

​Rohman terkejut sesaat, lalu tertawa renyah. "Waduh, agresif sekali ya kalau tidak ada Ayah. Sabar, Rina. Tunggu akad bulan depan, nanti jangan cuma di layar, ya?"

​"Iih, kamu nyebelin banget sih! Tadi siang sok-sokan diam, sok berwibawa, ternyata aslinya tukang modus!" gerutu Rina sambil memutar bola matanya.

​"Modus sama calon istri sendiri kan pahala," sahut Rohman santai. Ia kemudian mengubah ekspresinya menjadi sedikit lebih serius. "Rina, terima kasih ya sudah mau membuka hati. Saya tahu pertemuan kita tadi siang sangat kacau, tapi saya bahagia sekali akhirnya bisa melihat wajah asli wanita yang selama ini membuat saya betah begadang di Mesir cuma buat nunggu balasan chat."

​Rina terdiam, hatinya terasa hangat. "Aku juga... aku minta maaf ya soal tadi siang. Soal bilang kamu bau, soal teriak-teriak... aku beneran panik karena nggak tahu itu kamu. Aku malu banget kalau ingat kejadian softex itu, Rohman!"

​"Jangan panggil Rohman saja, panggil 'Mas' atau 'Habibi' seperti dulu di HelloTalk," potong Rohman dengan nada menggoda. "Dan soal kejadian siang tadi, jangan dipikirkan lagi. Justru karena itu saya jadi tahu, istri saya ini mandiri, berani, dan... sangat teliti soal kebersihan diri."

​"ROHMAAAN! STOP!" teriak Rina pelan sambil menutup mukanya dengan bantal. "Kalau kamu bahas itu lagi, aku batalin nikahnya!"

​"Jangan dong, kasihan es krim di kulkas saya sudah menumpuk," canda Rohman. "Ya sudah, istirahat ya. Besok pagi saya jemput jam 9. Kita cari kitab yang kamu minta, sekalian fitting baju. Jangan telat, dan jangan lari-lari lagi di masjid, nanti jatuh lagi."

​"Iya, Mas Arab yang budek! Assalamu’alaikum!" ucap Rina cepat sambil tersenyum lebar.

​"Wa’alaikumussalam, Sayang," balas Rohman sebelum sambungan terputus.

​Rina langsung melempar ponselnya ke kasur dan berguling-guling kegirangan. Ternyata, kenyataan jauh lebih indah daripada sekadar chatting di aplikasi.

...*****...

1
Putri Lauren
lanjuttt thor KLO bisa double
Putri Lauren
lanjut thor
Moza Tri Utami: lanjut dong thorr
total 2 replies
Putri Lauren
mantap
Putri Lauren
aku suka Thor lanjuttt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!