NovelToon NovelToon
Ultimate Gacha Pengubah Takdir

Ultimate Gacha Pengubah Takdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Ruang Ajaib
Popularitas:16.9k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Ye Xuan, pria berusia 35 tahun yang terjebak dalam kehidupan monoton dan menyedihkan sebagai pekerja minimarket, tewas mengenaskan akibat tabrak lari di tengah malam yang sedang hujan lebat. Di detik-detik terakhir hidupnya yang dipenuhi penyesalan atas takdir yang selalu menginjak-injaknya, ia memohon sebuah kehidupan yang tenang.

Namun, kesadarannya justru ditarik ke dalam Ruang Gacha raksasa yang membekukan waktu, memberinya satu tiket emas sebagai kompensasi anomali takdir, lalu melemparnya kembali ke masa SMA.

Kini, dibekali warisan Tabib Dewa kuno dan sebuah sistem Gacha, pria paruh baya di dalam tubuh remaja ini harus merancang ulang jalan hidupnya, siap memotong siapa saja yang berani menghalangi tujuannya di dunia kultivasi modern wuxia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10 Jarum Pengekang Kematian 2

Syuuu.

Seketika, aliran darah dan saraf di tubuh Song Yuyan kembali berfungsi.

"Hahhhhh... uhuk... uhukk!"

Song Yuyan langsung terhuyung ke depan, kehilangan keseimbangan karena kakinya terlalu lama kaku. Napasnya tersengal-sengal. Karena refleks, dia berpegangan pada lengan Ye Xuan agar tidak jatuh ke lantai.

Dada penuh gadis itu tanpa sengaja menempel di lengan Ye Xuan, memberikan sensasi kelembutan yang sangat nyata. Namun, pria dengan mental 35 tahun di balik jubah itu bahkan tidak berkedip apalagi salah tingkah. Dia justru menarik lengannya dengan kasar, membiarkan Song Yuyan berpegangan pada dinding untuk menahan tubuhnya sendiri.

"Si... siapa kau sebenarnya?" tanya Song Yuyan dengan suara serak. Dia menatap sosok berjubah itu dengan kewaspadaan penuh, sambil merapikan gaunnya yang sedikit tersingkap di bagian paha. "Kenapa kau menyelamatkan kakekku?"

"Hahaha..." Ye Xuan tertawa pelan, tawa yang sangat dingin dan merendahkan. "Jangan terlalu banyak berpikir, Nona Kecil. Aku bukan pahlawan kebaikan, dan aku sama sekali tidak peduli pada kakekmu atau keluargamu. Aku datang ke sini murni untuk berbisnis."

Song Yuyan mengerutkan keningnya. Insting bisnisnya sebagai pewaris konglomerat langsung mengambil alih. Rasa takutnya perlahan memudar digantikan oleh rasionalitas. "Berbisnis? Kau menginginkan uang?"

"Menurutmu aku memanjat tembok rumah sakit ini di tengah malam hanya untuk mencari udara segar?" balas Ye Xuan sarkas. "Aku telah menarik kakekmu dari gerbang kematian. Racun Hawa Dingin Jiuyou di tubuhnya sudah kubersihkan tujuh puluh persen. Sisanya bisa disembuhkan dengan obat-obatan herbal biasa. Sekarang, mari kita bicarakan bayaranku."

Song Yuyan menatap kakeknya yang kini bernapas dengan tenang, lalu menatap kembali ke arah Ye Xuan. Pria misterius ini benar. Nyawa kakeknya tidak ternilai harganya. Jika kakeknya mati, Keluarga Song akan kehilangan puluhan miliar yuan dan kekuasaan mereka di dunia.

"Berapa yang kau inginkan?" tanya Song Yuyan langsung pada intinya. Dia melipat kedua lengannya di bawah dada, sebuah postur yang membuat belahan dadanya terlihat semakin menggoda, mencoba mendapatkan kembali sedikit dominasinya. "Sebutkan harganya. Sepuluh juta yuan? Dua puluh juta?"

"Dua puluh juta yuan," jawab Ye Xuan tanpa ragu sedikit pun. Di masa lalu, uang sebanyak itu adalah jumlah yang mustahil dia dapatkan seumur hidupnya sebagai kasir minimarket. Namun sekarang, dia mengucapkannya seringan menyebut harga sebungkus rokok.

Song Yuyan sedikit terkejut. Dia pikir pria misterius ini akan memerasnya hingga ratusan juta.

"Hanya itu?" tanya Song Yuyan dengan nada curiga.

"Hanya itu untuk malam ini," potong Ye Xuan dengan cepat. Dia menatap lurus ke arah mata Song Yuyan. "Aku punya syarat tambahan. Pertama, kau tidak boleh menceritakan penampilanku malam ini kepada siapapun, termasuk kakekmu. Katakan saja ada seorang tabib berjubah yang kebetulan lewat. Kedua, siapkan uang itu dalam bentuk kartu pembawa tanpa nama yang tidak bisa dilacak oleh sistem perbankan biasa."

Song Yuyan menggigit bibir bawahnya. Persyaratan itu sangat mudah. Di dunia kultivasi, banyak ahli tersembunyi yang tidak ingin identitasnya diketahui publik.

Tanpa banyak bicara, Song Yuyan berjalan perlahan menuju tas tangannya yang tergeletak di atas sofa VVIP. Dia membuka dompetnya dan mengeluarkan sebuah kartu berwarna hitam pekat dengan ukiran naga emas di pinggirannya. Itu adalah Kartu Hitam Anonim dari Bank Internasional, benda yang hanya dimiliki oleh segelintir konglomerat papan atas.

Dia berjalan kembali dan menyodorkan kartu itu ke arah Ye Xuan.

"Di dalam kartu ini ada batas saldo hingga lima puluh juta yuan. Tidak ada nama, tidak ada pelacakan. Sandinya enam angka nol," ucap Song Yuyan dengan nada suaranya yang kembali dingin dan anggun. "Ambillah. Anggap saja sisa tiga puluh jutanya sebagai tanda terima kasih dari Keluarga Song karena kau telah menyelamatkan nyawa kakekku."

Ye Xuan menatap kartu hitam itu sejenak. Tangannya yang terbungkus sarung tangan kain mengambil kartu itu dari jari lentik Song Yuyan.

"Pilihan yang cerdas," ucap Ye Xuan pelan. Dia memasukkan kartu itu ke dalam saku jubahnya.

Misi pertamanya malam ini telah selesai dengan sempurna. Dia mendapatkan modal yang sangat besar tanpa membocorkan identitas aslinya. Kini saatnya dia pergi sebelum bala bantuan penjaga di luar curiga dengan keheningan di dalam ruangan ini.

Ye Xuan berbalik badan dan berjalan menuju jendela besar yang terbuka. Angin malam langsung meniup jubah hitamnya, membuatnya berkibar pelan.

"Tunggu!" panggil Song Yuyan tiba-tiba, melangkah maju satu langkah. Matanya memancarkan rasa penasaran yang tidak bisa disembunyikan. "Setidaknya... bisakah kau memberitahuku namamu, Tuan? Jika kakekku bertanya siapa penolongnya, apa yang harus aku katakan?"

Ye Xuan menghentikan langkahnya di ambang jendela. Dia menoleh sedikit ke belakang, hanya memperlihatkan ujung bibirnya yang tersenyum tipis dan dingin dari balik kegelapan tudungnya.

"Hmm... sebut saja aku Tabib Tanpa Nama. Dan satu nasihat gratis untukmu, Nona Song," ucap Ye Xuan dengan nada memperingatkan. "Periksa pelayan pribadimu yang bertugas menyeduh teh untuk kakekmu setiap pagi. Racun Jiuyou tidak mungkin masuk ke tubuh kakekmu jika tidak ada anjing pengkhianat di dalam rumahmu sendiri."

Mata Song Yuyan langsung melebar. Tubuhnya menegang. Peringatan itu seperti palu yang menghantam kepalanya. Pengkhianat dari dalam!

Sebelum Song Yuyan sempat bertanya lebih jauh, Ye Xuan sudah melompat keluar dari jendela lantai dua belas itu.

"Tuan!" Song Yuyan bergegas berlari ke arah jendela dan melihat ke bawah.

Wushhhh!

Hanya ada hembusan angin malam yang dingin. Sosok berjubah hitam itu sudah menghilang sepenuhnya ditelan kegelapan kota, seolah dia hanyalah ilusi.

Song Yuyan berdiri mematung di dekat jendela. Angin malam meniup rambut panjangnya. Tangannya meremas pinggiran jendela dengan kuat. Wajahnya yang cantik bak dewi es kini dipenuhi oleh berbagai macam emosi yang rumit. Kekaguman, ketakutan, dan rasa penasaran yang membakar.

"Tabib Tanpa Nama..." gumam Song Yuyan pelan. Dia menatap ke arah luar dengan pandangan penuh tekad. "Siapapun kau... aku pasti akan menemukanmu."

Di sebuah gang gelap yang berjarak dua blok dari rumah sakit, Ye Xuan melepaskan jubah hitamnya dengan napas terengah-engah.

Dia menyandarkan tubuhnya ke dinding bata yang kotor, membiarkan tubuh remajanya beristirahat setelah melakukan akrobatik ekstrem melompat antar balkon untuk kabur. Keringat masih membanjiri tubuhnya. Kemeja putih seragam sekolahnya basah kuyup.

"Hahhhhh... sial. Hampir saja kakiku patah saat mendarat tadi," rutuknya pelan, memijat lutut kirinya yang terasa berdenyut nyeri. Tubuh ini benar-benar harus segera diperkuat sebelum dia melakukan aksi nekat seperti ini lagi.

Namun, di balik rasa sakitnya, sebuah senyum puas terukir di wajah Ye Xuan. Dia merogoh sakunya dan mengeluarkan kartu hitam berukir naga emas itu. Di bawah temaram lampu jalan, kartu itu memantulkan cahaya kemewahan.

Lima puluh juta yuan.

Hanya butuh waktu kurang dari dua jam bagi pria bermental 35 tahun ini untuk mendapatkan uang yang bahkan tidak bisa dikumpulkan oleh puluhan pekerja keras seumur hidup mereka.

Ye Xuan memasukkan kembali kartu itu ke dalam sakunya, lalu menatap layar antarmuka holografik yang melayang di udara. Matanya tertuju pada menu [ Ruang Gacha ].

"Sekarang," batin Ye Xuan dengan mata yang menyipit tajam, memancarkan ambisi yang sangat besar. "Mari kita lihat berapa banyak Tiket Silver yang bisa kubeli dengan uang lima puluh juta yuan ini. Sistem sialan... bersiaplah untuk muntah."

1
Fei Si
next
Fei Si
good
moon light
ada haremnya gak?
Fei Si
Bro langsung paham apa yang harus di lakukan 😂
REY ASMODEUS
lanjut othor 10 bab🤭🤭🤭🤭
Who's? me?: kalo libur bisa kak, kalo lagi kerja gk bisa/Blush/
total 1 replies
variable of ancient
up. Thor plisss
Malingseng si Pecundang
i like this MC, sigma man
Malingseng si Pecundang
pick me bgtt sialan
Malingseng si Pecundang
jahat ternyata
Malingseng si Pecundang
cantik bgtt, pantes dibilang primadona
Malingseng si Pecundang
Kenapa judulnya ndak, Warisan Tabib Dewa? Kayak Penguasa Absolute itu jadi bagus
Who's? me?: fokusnya gak disitu kk
total 1 replies
sitanggang
sampah system👎👎
hahaahaha
Luar biasa
Gege
karya yang warbyasaah
Zahra: Betul sekali kak. Bunga meluncur/Moon//Moon//Moon/
total 1 replies
Gege
kereeen beuuud alur ceritanya lanjutkan Ling peng
Ironside (Hiatus)
🥶
Zahra: ✋🥶🤚 ......
total 1 replies
Sang_Imajinasi
semangat thor🙏
Ironside (Hiatus): /Scare/
total 7 replies
Naga Hitam
baguss
Zahra: Bungai meluncur untuk karya ini/Rose//Rose//Rose//Rose//Coffee/
total 1 replies
Katsumi
10 bab sehari🔥
Who's? me?: ini nyelesain 1 arc doang kak
total 4 replies
Naga Hitam
lanjutt
Who's? me?: kau juga kak, apa yang kau lakukan ini
total 4 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!