sebuah keserakahan manusia yang akan membawa petaka dari keluarganya, untungnya Laluna si gadis cantik yang perkasa ini luput dari kekejaman serta keserakahan orangtuanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mbak Cun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mengalahkan jagoan tengik
"Astaghfirullah haladzim, ada apa Dandy?". Laluna terkejut karena Dandy ngerem mendadak, belum begitu jelas apa yang ada di hadapan mereka karena Laluna sibuk berbalas wa dengan Najwa yang lagi curhat tentang cerita perselingkuhan suaminya.
"Ada penghadang, aku keluar dulu". Jawab Dandy, Laluna yang menyadari bela diri dari Dandy cuma sekedar mampu mengalahkan bocah SD itu melarang Dandy untuk keluar dari mobil.
"Tunggu di mobil kalau lu pingin selamat". Perintah Luna dan Dandy pun urung membuka pintu.
"kunci semua pintu". Perintah Laluna lagi dan 'klik' semua pintu terkunci secara otomatis, Dandy memperhatikan gerak gerik orang di depannya, dan memantau Laluna, jika sampai Laluna kalah dia berencana akan menghubungi Laila biar kakaknya ikutan membantu.
Laluna berdiri gagah dengan kedua tangan di pinggang nya.
"Hei kalian, apa mau kalian, siapa yang menyuruh menghadang ku". Teriak Laluna di jalanan beraspal yang jauh dari pemukiman warga itu.
Ada tiga motor dan enam lelaki berwajah sangar, dengan gayanya hang sok jagoan macam ayam jago habis menelan karet gelang, seorang lelaki tinggi jangkung yang kelihatannya sebagai pimpinannya itu menggigit dahan dengan gaya nya yang tengil pandanganya macem manula lagi tersedak makan nasi pera.
Tanpa basa basi lelaki jangkung tersebut memberi kode anak buahnya untuk menyerang Luna, sekali hentak lelaki yang membawa parang itu terjatuh dengan parang yang terlepas dari tangannya, Laluna memelintir tangan laki-laki itu sampai berbunyi 'krek' sepertinya patah tangan preman tersebut, si preman menjerit kesakitan, satu preman lagi maju dengan membawa pisau, Luna melirik pisau di tangan salah satu preman itu, sama persis dengan pisau yang di lempar sore tadi di lapangan basket, o berarti oknum yang sama dengan kasus ini, si preman berusaha menyerang Luna dengan menancapkan pisau ke arah dadanya, Luna berhasil memegang lengan preman itu, dengan sekuat tenaga kedua nya adu kekuatan, si preman merasa tangannya seperti mau terlepas tetapi pisau tergenggam dengan erat dengan sekali gerak, 'blus' pisau ditancapkan ke paha laki-laki tersebut, sungguh tak menyangka kini si lelaki menjerit dengan tetap memegang pisau yang menusuk pahanya sendiri.
Sebelum satu lagi preman menyerang Laluna salto melayang keatas kap mobil Dandy, melayang ke udara dan berkaki menenangkan kedua kakinya tepat di dada dua preman lainnya, double kill keduanya jatuh terjerembab dengan memegangi ulu hatinya yang seakan mau pecah, Laluna siap kembali dengan kuda kudanya, kedua lainnya malah langsung lari tunggang langgang, kini hanya tersisa si pemimpin yang gayanya seperti jagoan tengil tadi, dan kelihatan dari raut wajahnya yang pucat pasi bukan tengil lagi tapi malah macam keong yang di colok bocil dan sembunyi ke dalam cangkangnya.
"Ampun mbak, ampunkan saya jangan bunuh saya istri saya baru saja melahirkan". Mohon preman tengil itu sambil menyembah nyembah Laluna seperti seorang pengecut.
Laluna memegang kerah baju pemimpin preman tersebut, diangkat nya ke udara dan menggertak nya.
"Siapa yang menyuruhmu" bentak Laluna.
"HM itu anu dia hm". Jawab si jangkung gugup.
"Katakan terus terang kalau tidak aku tendang kamu sampai ke laut selatan". Ancam Laluna.
"iiii iya mbak, mohon turunkan saya dulu saya nggak bisa bernafas". Ucap si jangkung yang tercekik oleh bajunya sendiri, Laluna melemparkan begitu saja si jangkung seperti seorang yang melempar kucing dari gendongannya.
Si jangkung jatuh terduduk sambil mencari kesempatan untuk melarikan diri, jelas saja Luna bisa melihat nya, Laluna melompat dan menginjak tangan si jangkung dengan sekuat-kuatnya, si jangkung menjerit minta ampun, di tinggal anak buahnya lari terbirit-birit tadi membuatnya sungguh murka, kini dia harus menghadapi Laluna sendirian sementara keempatnya masih saling meringkuk menahan sakitnya masing masing.
"Cepat katakan, atau pilih ku potong lidahmu". Bentak Luna.
"iya mbak, itu yang nyuruh bos Gibran katanya di suruh temannya yang bernama Salwa, saya juga tak tahu siapa itu Salwa". Jawab si jangkung gugup.
"Tadi siapa yang melempar pisau ke arahku?" tanya Laluna lagi.
Si jangkung mau mengelak sekali lagi tangan si jangkung yang masih berada di bawah injakan kakinya yang memakai wedges itu di tekankan sekuat tenaga , si jangkung menjerit karena jari jemarinya macam terlepas semua, panas dan ngilu yang tak terperi.
"itu mbak, boss Gibran yang melakukannya". Jawab si jangkung, Laluna kemudian melepaskan si jangkung sambil merogoh sakunya, ada tersisa uang lima ratus ribu lebih tadi sisa dari membeli hadiah untuk Azka sore tadi.
"ini terima, katanya istrimu baru melahirkan pasti butuh makanan bergizi, sana beliin istrimu makanan ". Ucap Luna sambil berjongkok menyelipkan uang tersebut ke dalam saku baju si jangkung, si jangkung mengucapkan terimakasih sambil cepat² menangkup kan kedua tangannya , dalam hatinya berfikir itu iblis atau malaikat, masa ada iblis secantik itu. Baik hati pula, si jangkung berjanji dia tidak akan menganggu gadis bernama Laluna ini lagi sepanjang hidupnya, dan dia berjanji pula akan membantu tiap kesulitannya.
"Mbak, bolehkah saya jadi anak buah mbak, saya dan semua preman di daerah ini akan berbakti setia kepada Mbak, boleh ya?" si jangkung memohon dengan serius.
"Aku bisa menebak tujuanmu, kamu takut kan sama si Gibran karena telah gagal menjalankan misi mu?" tebak Laluna hampir tak meleset, karena memang itu salah satu nya.
"Bukan begitu Mbak, saya tahu mbak nya orang baik ,cocok buat panutan, sebenarnya bayaran dari bos Gibran andai kami berhasil lebih dari lima juta, tapi masalahnya bukan di situ, saya sangat kagum sama Mbak, sudah kami jahati masih saja berbaik hati". Si jangkung memberi alibi.
"Aku bukan orang yang suka balas dendam, tapi jika Gibran bosmu itu menyerang lagi maka akan aku ladeni, sekarang pergilah ke tempatnya, katakan padanya jika dia tidak puas maka silahkan datang menemui ku". Ucap Luna.
"Bos Gibran sekarang ada di rumah sakit bukannya tadi Mbak nya yang telah melempar pisau kearah mata bos?! Jawab si jangkung membuat Luna teringat jeritan lelaki tersebut.
"Sekarang sudah malam hampir pagi, silahkan sembuhkan anak buahmu dan itu pesanku tadi pada bosmu, jika tak terima silahkan mencari ku lagi". Ucap Luna sekali lagi sambil mengetuk pintu, Dandy terperanjat rupanya cowok itu tertidur, Dandy membuka pintu dan Luna geleng kepala teganya si Dandy kawannya hampir mati malah sempat sempat nya tertidur.
"jalan" perintah Luna, Dandy yang matanya merah karena habis tidur dan sedikit terkejut itu menjalankan mobilnya berlalu dari tempat itu sambil meninggalkan para cecunguk yang terlihat pada duduk dipinggir aspal memegangi bagian tubuh mereka yang tadi kena pukulan telak dari Laluna.
$$@@&&