Elang Erlangga seorang mafia kejam berdarah dingin. Suatu malam Erlangga di kepung oleh para musuhnya di kota Jogja, saat sedang menjalankan sebuah misi untuk mencari ibu nya. Karena kebocoran informasi pada tentang keberadaan nya, dia nyaris mati. Untung nya dia di selamatkan oleh seorang gadis desa baik hati. Tersentuh akan kebaikan dan kelembutan sang gadis desa. membuat Elang ter obsesi untuk bisa memiliki gadis desa tersebut.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sang senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 16
Hal terindah di dunia, tetap tak akan pernah mampu menandingi ke indahan wajah seseorang yang teramat kita cintai. Melihat seseorang itu dapat ia pandang kapan saja, dan berada di dekatnya, itu adalah anugrah yang teramat besar.
Mata lentik Meisya bergerak-gerak pelan, perlahan-lahan mata indah itu terbuka. Meisya mulai menyesuaikan penglihatan nya, ingatan terakhir nya, tentang penyerangan di rumah almarhum sang nenek. Dan akhirnya dia tak sadarkan diri, karena salah satu dari mereka membius nya.
Elang tersenyum manis di samping nya. Membuat Meisya terkejut setengah mati. Elang bagaimana kamu bisa ada di sini?" tanya Meisya, sambil melihat sekeliling nya, ia mengeryit bingung, ketika mendapati dirinya berada di dalam sebuah pesawat. Elang kita akan di bawa kemana?" tanya Meisya lagi, yang belum mengerti sepenuhnya, apa yang sebenarnya terjadi.
Elang menanggapi nya dengan seyuman manisnya, membuat Meisya mengeryit semakin tak mengerti. Kenapa Elang terlihat sangat santai sekali, sangat berbeda dengan dirinya, jika mereka di culik, kenapa mereka tidak mengikat merwka, dan tempat ini, jelaslah bukan tempat duduk pesawat biasa, karena di sana tempatnya terlihat mewah dan megah, bahkan tempat duduk yang ia duduki bisa berubah menjadi kasir yang sempurna untuk di gunakan tidur.
"Sweetie jangan banyak tanya ok, nikmati saja, semua pelayan yang kamu dapatkan. Sebentar lagi kamu juga pasti, mengetahui. Kita akan kemana." Kata Elang enteng.
"Kenapa kamu memanggil ku seperti itu, kamu juga terlihat aneh , tidak seperti biasa nya?" tanya Meisya mulai curiga pada Elang.
Elang tersenyum lembut. "Apa yang kau bicarakan sweetie, bukan kah panggilan itu terdengar sangat manis? Atau kau ingin aku memanggil mu siapa, baby, honey, atau darling?"
Meisya melotot lebar mendengar semua perkataan ngawur Elang, membuat Meisya mulai merasakan firasat buruk. Dan mulai mengerti dengan keadaan yang terjadi" Elang, jangan bilang kalau, kau lah yang membawa ku ke sini. Apa yang kau lakukan Elang ? Aku sudah memiliki kekasih, kembalikan aku ke Jogja Elang !!!"
Elang masih santai dan masih setia dengan senyuman nya, tangan Elang ter ulur, hendak menyentuh kepala Meisya yang terbalut jilbab. Namun dengan segera Meisya menepis tangan Elang dengan kasar. " jangan menyentuh ku Elang !!! Aku benci pada mu!!!" Teriak Meisya penuh penekanan.
Elang tergelak nyaring, mendengar apa yang di ucapkan oleh Meisya. "Sweetie, sweetie, kadang aku bingung dengan mu. Kau padahal begitu pandai, tetapi kenapa kau selalu menjadi bodoh, setiap kali berhadapan dengan Dwika. Aku akan membuat mu sadar, dan melihat langsung wajah asli kekasih yang sangat kau cintai itu Sweetie. My baby girl.
Cwieeh.. Meisya meludah ke arah Elang , Elang menghindar dengan baik, sehingga ludah tersebut tidak mengenai wajah Elang , tetapi hanya jas nya saja yang terkena ludah Meisya. Elang tersenyum kaku pada Meisya. Membuat Meisya sedikit takut dengan aura yang Elang keluar kan. "Jangan terus menguji kesabaran ku sweetie, aku bisa saja berbuat kasar kepada mu, jadi lah baik ok!" pinta Elang dengan nada mengancam.
*
*
Sedangkan di kota Jogja tepatnya di daerah Prambanan chao Jinggou masih menatap Nilam penuh damba dan kerinduan. Meruntuhkan Ego dan prinsip nya. Nyatanya perempuan di hadapannya ini, masih setia menjadi satu-satunya pemilik dari seluruh hati nya.
"Apa yang kau inginkan Jinggou? Apalagi yang kau inginkan dari ku?" Tanya Nilam penuh dengan emosi yang meluap-luap di dadanya.
Mulut chao Jinggou terkunci rapat, sulit sekali untuk mengeluarkan kata-kata. Karena ia tau ia teramat bersalah pada sang istri. Ya dia tetap lah isteri nya, dan sampai kapan pun hanya boleh menjadi istri nya. Perkataan Elang menyadarkan nya, bahwa dia teramat takut jika harus kehilangan wanita yang teramat sangat ia cintai. yang dengan susah payah ia perjuangkan demi cinta mereka.
"Sayang, tak ingin kah kamu kembali ke sisi ku dan Elang, sayang, aku tau aku sudah begitu jahat pada mu. Tapi, boleh kah kamu memberikan ku kesempatan lagi!" Tanya chao Jinggou, meski dalam hati nya, dia tau Nilam tidak akan mau lagi kembali pada nya.
"Kau dengan tiba-tiba membius ku, mengirim kan ku kembali ke tanah air ki, lalu memisahkan aku dengan putra ku sendiri. Kau juga menutup setiap akses untuk ku bisa menemui Elang. Sekarang kau berdiri disini, seolah semua itu tidak pernah terjadi? Kenapa kai sangat kejam Jinggou!!!" Twriak Nilam penuh dengan nada kecewa. Bahkan air mata nya, tak lagi bisa ia tahan. Buliran bening itu, meluncur deras dari mata cantik nya.
Chao Jinggou berlutut di depan Nilam. "Aku tau, aku salah, tapi.. Bisakah kau kembali. Tolong mengerti juga ke adaan ku saat itu, kau selalu menyuruh ku berhenti, dari dunia yang selama ini aku jalani, kau bahkan selalu mengancam ku, akan membawa Elang pergi.. Bagaimana aku tidak kalut? Aku begitu takut, sehingga melakukan hal bodoh seperti itu!"
Nilam menghapus pelan airmata nya yang jatuh."Apa pun alasan mu, pergilah Jinggou, aku tak ingin kembali bersama mu. Tapi biarkan Elang bersama ku. Kembalikan dia pada ku, maka aku tidak akan membenci mu." kata Nilam.
Chao Jinggou tertawa remeh. "Kehidupan apa yang akan kau berikan pada putra kita Nilam? Kau ingin dia hidup susah dan bekerja di bawah kekuasaan orang lain, di pandang rendah dan di kucilkan? Seperti itu kah impian mu sayang?"
Nilam melotot marah. "Aku bukan kau, yang hanya memanfaatkan Elang , untuk menjadi senjata hidup dalam memenuhi semua ambisi Egois mu itu!!!" Teriak Nilam kekeh dengan pendiriannya.
Chao Jinggou tersenyum miring. Jika dengan kelembutan tak dapat membuat Nilam kembali, maka memaksa nya adalah pilihan yang sangat tepat saat ini. "Nilam jika kau tak kembali, mungkin putra mu, akan berbuat nekad pada gadis berjilbab itu. Sama seperti dulu aku bisa mendapatkan mu. Karena sifat ku lah yang ada pada putra kita!" kata chao Jinggou tenang.
Deg..
"Meisya, bagaimana mungkin, ia ingat tentang gelagat aneh Elang, yang akhir-akhir ini memang sangat lebih sering, datang ke tempat mbah wati. Jangan sampai putranya itu gelap mata. Dan berbuat bejat pada gadis manis, yang dulu pernah menjadi tetangga nya itu.
Akhirnya Nilam setuju, untuk ikut kembali ke Beijing bersama Chao Jinggou, meski Nilam tidak berbicara satu patah kata pun pada pria yang Nilam anggap sebagai mantan suaminya itu. Padahal mereka belum pernah bercerai secara hukum. Yang artinya, mereka masih sah sebagai suami istri di mata hukum.
Chao Jinggou tersenyum senang. Meski Nilam pulang bersama nya, bukan untuk berdamai dengan nya, tetapi Elang telah berjanji, untuk bisa menyatukan mereka kembali.
Untuk setelah dialog ada dialog tag, itu pakai huruf kecil ya. Akhiran dialog itu pakai koma, jika bukan tanda tanya atau tanda seru, kecuali selanjutnya adalah aksi setelah dialog jika pakai titik.
Pliss namanya aestheticc bgt lhoo🫣
Contoh:
Dadanya bergedup kencang dan wajahnya peluh oleh keringat dingin yang membasahinya.
Ini contoh sederhana yang masih bisa disempurnakan.
→ Dengan hasutan...
→ Karena hasutan...
Tanpa menyebut lagi pun ini sudah menjelaskan.