Sebuah kisah cinta yang berakhir sia-sia, dimana ketulusan cinta Reina yang awalnya begitu penuh kebahagiaan bersama dengan Kevin yang diawali dari kisah LDR hingga pada tahun ketiga, tiba-tiba Kevin lost contact yang membuat Reina begitu kecewa dan sakit hati sehingga tak lagi bisa membuka hati untuk siapapun. Cinta Reina serasa habis dikisah cinta yang dia anggap akan berakhir bahagia. Apakah Reina bisa melupakan Kevin? Apakah Reina bisa membuka hati lagi? atau cintanya benar-benar habis dikisah 3 tahun yang sia-sia itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahmawati18, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Masa Lalu Yang Kembali
Ada sosok perempuan muda yang diam-diam menata harapannya di tengah dunia yang tak selalu ramah. Ia tak banyak bicara soal luka atau jatuhnya. Ia hanya terus melangkah, meski kadang harus menahan air mata sendiri.
Yeni Pradana yang sedang duduk di kamarnya sembari membuka kembali kenangan-kenangan manisnya bersama Kevin dalam sebuah album yang ia simpan sejak lama. Album itu berisi sebuah foto yang memperlihatkan dengan jelas bagaimana kebahagiaan mereka sejak masih bersama. Tak ada cinta lain yang mengusik hubungan mereka.
Yeni membuka selembar demi selembar album itu. Kisah masa lalunya pun kembali mengusik pikirannya. Meskipun sudah berpisah selama 2 tahun lebih, tetapi perasaannya kepada Kevin tidak pernah berubah sama sekali.
Bagi seorang Yeni Pradana cukup sulit untuk melupakan cinta pertamanya itu. Ingatannya kembali tertuju pada Kevin. Dengan semua janji-janji manis diantara mereka. Ingatan itu membuat waktu tiba-tiba mundur. Yeni melamun dalam kesendiriannya membayangkan kembali masa-masa itu
"Yen, cobain deh enak loh" Kevin mencoba untuk menyuapi Yeni makan yang Yeni tidak sukai yaitu bawang goreng.
Yeni pun langsung menutup mulut dan hidungnya. Yeni sangat tidak menyukai Bawang goreng, meskipun hanya baunya.
"Aaa Kevin jangan, aku nggak suka" Tolak Yeni sambil menutup mulutnya.
Sementara Kevin terus-terusan mencoba untuk menyuapinya. Kevin suka sekali menjahili Yeni waktu itu. Kevin pun tertawa melihat tingkah mungil kekasihnya itu.
"Dikit aja, enak loh Yen," Ucap Kevin kembali menyodorkan sendok ke mulut Yeni.
Yeni dengan muka yang terpaksa pun mencicipinya.
"Kevin, Air,,,Airrr" Yeni meneguk air yang Kevin berikan, ia benar-benar tidak menyukai Bawang goreng.
"Kevin aku nggak suka"
Kevin pun tertawa melihat ekspresi muka Yeni yang sudah kesel sejak tadi yang dipaksa makan Bawang goreng oleh Kevin.
Kevin meraih kekasihnya itu sambil menyandarkan kepalanya di pundak Kevin.
"Eheheheee, Maaf sayangg" Kevin tersenyum puas sembari mengeluarkan rambut kekasihnya itu.
Dentuman Jarum Jam yang terdengar dari sudut kamar Yeni pun menyadarkannya dari lamunannya. Air matanya pun menetes membasahi album yang ada di pangkuannya itu.
Yeni mengusap air matanya dengan jemarinya. Ia menutup album itu dan membiarkan tergeletak di tempat tidurnya. Ia beranjak ke kamar mandi.
Beberapa menit kemudian ia selesai bersiap-siap. Hari ini ia berniat untuk menemui kembali Kevin. Tanpa berpikir panjang ia pun segera bergegas pergi dengan mobilnya.
Cuaca hari ini sangat mendung. Kondisi jalanan pun begitu sepi. Seperti halnya hati Yeni saat ini.
Sepi.
Sunyi.
Dan begitu hampa.
Selama perjalanan, pikirannya selalu diusik oleh masa lalunya itu. Ia belum bisa move on dari Kevin, meskipun sekarang ini Kevin sudah berpacaran dengan Reina.
Kembalinya Yeni di kehidupan Kevin, kini justru akan mengancam hari-hari dan cinta Reina ke Kevin. Yeni tidak akan membiarkan seorang pun merebut apa yang sudah pernah menjadi miliknya.
Yeni adalah wanita yang begitu nekat. Ia akan melakukan segala cara untuk mendapatkan apa yang ia inginkan termasuk Kevin. Dengan sikap keras kepala yang Yeni miliki membuat ia semakin nekat untuk mendekati Kevin kembali.
Tak butuh waktu lama untuk sampai ke kantor Kevin. Yeni keluar dari dalam mobil dan melangkah dengan penuh keyakinan. Ia memasuki lift dan menuju ke ruang kerja dimana Tempat Kevin berada.
Seperti biasa ia Langsung masuk ke ruang kerja tersebut. Baginya ruangan ini adalah tempat ia menghabiskan waktunya dulu bersama Kevin. Ruang kerja ini adalah tempat favoritnya dulu.
"Pagi, Kevin" Sapa Yeni dengan wajah yang ceria.
Kevin yang menyadari itu pun tak berbalik sedikit pun, ia membelakangi Yeni dan sibuk dengan sebuah berkas ditangannya.
"Kenapa Kamu kesini lagi?" Tanya Kevin singkat.
Yeni pun melangkah mendekat kearah Kevin. Semakin mendekat hingga pada jarak yang hanya tersisa beberapa Senti diantara mereka berdua.
Kevin memutar kursinya.
"Aku sedang sibuk, tidak ada waktu untuk mu hari ini, jadi silahkan kamu keluar dari ruangan ku" jelas Kevin menatap tajam ke arah Wanita itu.
Yeni berbalik dan melangkah ke arah jendela ruang kerja Kevin. Ia berdiri menatap jauh dari arah jendela sambil bersedekap dada.
"Kevin, dulu kita berdua sering menatap kota indah ini berdua. Pelukanmu tidak pernah lepas" ucap Yeni membahas kembali masa lalunya.
Kevin tidak menggubris hal tersebut. Ia merasa semuanya sudah selesai sejak Yeni memilih untuk meninggalkannya.
"Sofa itu menjadi saksi percintaan kita waktu itu, aku harap kamu tidak melupakannya Kevin" ucap Yeni lagi sambil melihat kearah sofa panjang di ruang kerja Kevin.
Kevin yang sedari tadi muak mendengar semua perkataan Yeni pun ambil suara.
"Yeni, sudah cukup bualan kamu itu. Itu semua masa lalu yang tidak perlu kamu ungkit-ungkit lagi" Jelas Kevin menegaskan.
Yeni berbalik dan menatap tajam kearah Kevin. dengan mata yang berkaca-kaca seolah ada yang ia bendung.
"Apa gara-gara wanita itu Kevin" Ucap Reina dengan suara tinggi.
"Kamu tidak perlu membawa-bawa Reina, dia tidak ada hubungannya disini" jelas Kevin dengan tatapan tajam.
"Jelas ada hubungannya Kevin, aku ingin kamu meninggal kan dia dan kembali kepadaku" Yeni tanpa berpikir panjang pun mengeluarkan kata-kata itu, perlahan air matanya mulai keluar membasahi pipinya.
"Aku tegas kembali Yen, kita sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi, kita sudah punya jalan hidup sendiri-sendiri. Kamu dengan hidupmu yang sekarang, begitupun dengan aku. Aku bersama hidupku yang sekarang. Masa lalu tidak perlu di bawa-bawa lagi. Aku muak mendengar itu." jelas Kevin menegaskan kembali.
"TIDAK,,,,Kamu harus jadi milik aku lagi Kevin. wanita itu,,Yaa,, si Reina tidak akan kubiarkan merebut apa yang pernah aku miliki dulu" Teriak Yeni yang air matanya sudah tidak biasa ia bendung lagi. Suaranya serak. Isak tangisnya pun terdengar jelas di ruangan kedap suara ini.
Yeni terduduk di sofa ruang kerja Kevin. Ia menutup wajahnya dengan kedua tangan. Air matanya tidak biasa ia tahan lagi.
Kevin berdiri dari tempat duduknya itu. Ia melangkah menghampiri Yeni.
"Jangan pernah sekali-kali kamu menyentuh Reina. Dia tidak ad hubungannya dengan semua ini. Justru ini adalah salah mu sendiri yang memilih untuk meninggalkan ku Yen. Dan sekarang kamu kembali. Maaf itu sudah tidak bisa lagi. Sekarang sudah berbeda" Jelas Kevin dan menyuruh Yeni untuk meninggalkan ruang kerjanya.
"Aku tegas kan lagi Kevin, Tidak ada yang bisa menghalangiku untuk mendapatkan apa yang aku inginkan, termasuk Reina" Jelas Yeni dan mengambil tasnya kemudian melangkah keluar dari ruang kerja Kevin.
BRUKKK,,,
Suara pintu yang terdengar begitu keras. Kevin memijat kepalanya dengan jari tangannya. Kepalanya begitu pusing. Cinta masa lalunya kembali menghantui hidupnya.
"Kenapa Kamu kembali disaat aku sudah bahagia bersama Reina?" Batin Kevin.
-
-
-
Heppy Reading🤗