NovelToon NovelToon
Istri Kontrak Tuan Ammar

Istri Kontrak Tuan Ammar

Status: sedang berlangsung
Genre:Janda / Nikah Kontrak
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: hermawati

Pengusaha sukses, Harta berlimpah, Istri Cantik. Tapi sayang di usianya yang sudah kepala empat, keluarga kecilnya belum dikaruniai keturunan.

Lalu kepada siapa kelak, harta kekayaannya akan diwariskan?

Bukan karena Ammar dan Istrinya tidak sehat, ada penyebab yang membuat mereka belum juga dikaruniai keturunan.

Sementara di sisi lain.

Seorang Janda anak dua, mati-matian bekerja untuk menghidupi anak-anaknya.


Bagaimana kesepakatan bisa terjalin antara si Janda dan Pengusaha kaya itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hermawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kecewa

Ingin sekali Nina menghentikan tangisnya, namun bukannya berhenti. Bulir bening itu tak kunjung mereda. Dia sampai terisak-isak.

Mata, hidung dan tentunya pipi, semuanya memerah. Entah mengapa Nina merasa sedih tak terkira. Bahkan Dadanya pun terasa sesak.

Lalu untuk kesekian kalinya, Damian memberikan tisu pada istri kontrak bos-nya. Pria yang biasanya dingin, berubah menatap iba pada perempuan berjilbab biru tua itu.

"Ke ... Kenapa anda tidak kasih tau, kalau Tuan Ammar sudah punya istri?" Tanyanya memprotes, dia menyeka kembali pipinya dan juga memencet hidungnya agar ingus keluar. Karena tangisnya, hidungnya menjadi mampet sebelah.

"Anda tidak bertanya." Damian terlihat sama sekali tidak bersalah. "Apa anda lupa nyonya, anda hanya perempuan yang akan mengandung pewaris? Bukan berarti anda akan terus mendampingi Tuan saya." Dia mengingatkan. Secepat itu tatapnya berubah begitu Nina angkat bicara.

Damian membawa Nina menuju mobilnya yang terparkir di basemen gedung. "Apa anda jatuh cinta pada Tuan Ammar, nyonya?" Dia memastikan.

Ada sedikit keraguan di hati, soal perasaanya, tapi pada akhirnya Nina menggelengkan kepalanya. Mungkin karena sifat baik Ammar sebelum kepergian tiga bulan lalu, ada sesuatu yang membuat Nina sempat merasa nyaman. Tapi itu belum bisa dikatakan jatuh cinta, bukan?

Nina tak merasakan debaran sama sekali ataupun merasa rindu. Mungkin juga, rasa sedihnya karena keberadaan dua janin milik pria itu yang kini mulai tumbuh di rahimnya.

Damian dengan jujur menceritakan tentang status pernikahan Ammar sebelumnya. Tuannya itu telah menikah selama dua belas tahun dengan perempuan bernama Leticia. Termasuk soal alasan Ammar mencari perempuan lain agar mau mengandung calon pewaris.

Tangis Nina sepenuhnya mereda usai mendengar cerita dari Damian. Di balik Jilbab yang lebar, Nina mengelus perutnya. "Jadi setelah saya hamil dan melahirkan, apa anak itu akan diurus oleh istri tuan Ammar?" Nina belum menceritakan tentang kondisinya yang tengah hamil. Niatnya tadi tertunda karena dirinya yang begitu emosional melihat kemesraan Ammar dengan perempuan lain. Sialnya itu adalah istri sah.

Jadi Nina tersadar, dengan kata lain. Apa mungkin dia ini termasuk PELAKOR?

Tapi Nina benar-benar tidak tau tentang status Ammar sebelumnya. Andai tau, tentu Nina akan menolak mentah-mentah. Dia pernah berada di posisi istri sah Ammar.

Dulu pernikahannya hancur, selain karena faktor ego, latar keluarga dan mantan suaminya yang kepergok berselingkuh. Saat itu, Nina yang merupakan korban. Malah disalahkan oleh sekeliling. Karena dianggap tidak mampu melayani suami dengan baik.

Bagaimana bisa melayani, posisinya baru saja melahirkan dan fokus mengurus anak kembar sendirian. Tanpa bantuan siapapun. Belum lagi, dirinya yang juga harus tetap mencari uang untuk makan dirinya sendiri.

Nina tau, sakitnya dikhianati. Jadi sebisa mungkin dia menjaga jarak dengan lelaki beristri.

"Bagaimana kalau saya mundur saja, Mister?" Usulnya. "Saya tidak mau jadi pelakor." Nina beralasan.

Damian mendelik. "Anda lupa dengan surat kontrak itu, Nyonya!" sekali lagi dia mengingatkan.

"Tapi Mister, saya tidak mau jadi pelakor. Saya tidak mau menyakiti hati perempuan lain." Nina Bersi keras. "Istri Tuan Ammar pasti sakit hati, mengetahui suaminya memiliki istri yang lain."

Ponsel Damian berdering, pria blasteran itu mengambil dari saku dalam jas-nya. Tertera nama Tuan Ammar di layar.

"Menurut anda, apa yang harus saya sampaikan pada Tuan Ammar?" Damian bisa saja langsung menerima panggilan itu, tapi dia ingin menguji perempuan yang tengah duduk di kursi samping kemudi.

Nina meremas gamis dari balik jilbabnya, dia tak ingin melihat wajah suami kontraknya. Mendadak ada rasa benci menelisik. "Bisakah Mister membawa saya pergi dari sini?" Pintanya.

"Apa yang harus saya katakan pada beliau?" Sekali lagi Damian bertanya. "Apa anda bisa menjamin bisa meredakan amarah beliau? Bisakah saya tidak kena amukan beliau kali ini?" Andai Ammar marah padanya, Damian tidak peduli. Dia tau betul watak dari orang yang sudah berteman dengannya selama lebih dari dua dekade lamanya.

Nina menggeleng, dia tak yakin. Nina sama sekali belum mengenal suami kontraknya dengan baik. "Tolong bawa saya pergi dari sini." Pintanya sekali lagi. "Saya bersedia akan melakukan apapun, asal tidak bertemu dengan beliau." Nina berpikir, dia bisa membalas kebaikan pria ini. Mungkin dengan menjadi pembantu.

"Anda yakin, Nyonya?" Jemari Damian mulai memencet tombol start dan suara mesin mobil menyala. Bersamaan dengan itu pula, panggilan Ammar yang kedua, kembali dia abaikan.

"Yakin, Mister!!" Nina menyahut dengan penuh keyakinan. Dia mencoba percaya pada lelaki bermata biru itu.

"Baiklah, jangan menyesali pilihan anda, Nyonya!" setelahnya Damian tancap gas meninggalkan parkiran.

***

Ammar mendengus kesal, asistennya tidak mau menjawab panggilan telepon darinya.

"Apa Dami masih belum bisa dihubungi?" Tanya Leticia.

Suami-istri itu sedang duduk di sofa yang menghadap jendela kaca.

Ammar menggeleng, dia melempar ponselnya ke arah meja kaca guna melampiaskan kekesalannya.

"Tidak biasanya asisten kamu seperti itu, apa kalian sedang bermasalah?"

Ammar menaikan bahunya. "Entahlah, seingat ku tidak."

Usai urusan bisnisnya selesai, Ammar menemui istrinya yang sedang sibuk mengikuti peragaan busana terkenal di salah satu kota yang menjadi pusat mode dunia.

Mereka sempat berlibur ke Pulau pribadi milik Ammar dan menghabiskan beberapa waktu di sana.

Ammar memiliki tujuan tersendiri. Dia ingin meyakinkan dirinya bahwa hatinya tidak akan berpaling dari Leticia. Hanya karena tidur sekali dengan istri kontraknya.

Karena setelah meniduri Nina, Ammar merasakan sesuatu yang baru dalam hatinya. Entah apa itu, dia bingung. Tapi demi menepis rasa baru itu, Ammar berinisiatif mengajak Leti berlibur dan menghabiskan waktu hanya berdua saja.

Ammar juga sengaja tidak menemui Nina selama tiga bulan, walau mereka sempat berada di kota yang sama beberapa kali. Ammar tak ingin rasa baru itu berkembang, menurutnya cukup berbahaya bagi hubungannya dengan Leti.

Ammar juga telah menceritakan tentang rencananya untuk memiliki seorang pewaris. Dan Leti tidak keberadaan, yang penting Ammar hanya cukup memberikan sper** tanpa meniduri perempuan lain.

Lalu tujuan kedatangan Leti, tentu untuk berkenalan dengan perempuan yang akan mengandung calon anak dari suaminya.

Ammar tidak memberitahu Leti, jika dirinya pernah meniduri Nina. Itu tidak akan menjadi rahasianya dengan Damian.

Niatnya memang seperti itu, dan rasa baru yang sempat Ammar rasakan juga sudah hilang setelah tidak bertemu selama tiga bulan. Tapi tadi ...

Melihat mata cokelat berkaca-kaca yang menatapnya dengan tatapan kekecewaan. Membuat hatinya terasa sakit. Apa mungkin Nina marah padanya?

Hati Ammar mulai gelisah, dia tak tenang. Sialnya asistennya malah membawa istri kontraknya pergi begitu saja.

"Sayang ... Sepertinya nanti malam aku harus berangkat." Leti mengecup pipi suaminya. "Manajerku sudah menunggu."

"Apa tidak bisa ditunda?" Ammar keberatan. Bukan karena tak rela melepas istrinya untuk menjalani aktivitas. Tapi Ammar takut hatinya goyah, andai kembali bertemu Nina tanpa ada Leti disampingnya.

Leticia memeluk suaminya dari samping. "Ayolah sayang, kita sudah sepakat tentang ini." Dia mengingatkan.

Bertahun-tahun mereka bersama, ada kesepakatan tak tertulis. Jika mereka tidak akan menggangu kegiatan masing-masing. Termasuk soal karir Leti.

Ammar mengembuskan napas lelah, "Baiklah, aku akan mengantarkan kamu ke bandara."

Leti menghadiahi ciuman panas untuk suaminya. Ini caranya agar Ammar tak merajuk.

1
❀ℕ𝕒𝕕𝕚𝕝𝕒 ℕ𝕚𝕤𝕒❀
siapa ya? apakah ammar atau ibu tuti? lanjut kak
❀ℕ𝕒𝕕𝕚𝕝𝕒 ℕ𝕚𝕤𝕒❀
lanjut kak🥰
❀ℕ𝕒𝕕𝕚𝕝𝕒 ℕ𝕚𝕤𝕒❀
up lg kak
❀ℕ𝕒𝕕𝕚𝕝𝕒 ℕ𝕚𝕤𝕒❀
jangan jatuh cinta ya nina, karena jatuh cinta sendirian itu sakit...
❀ℕ𝕒𝕕𝕚𝕝𝕒 ℕ𝕚𝕤𝕒❀
lanjut kak🥰
❀ℕ𝕒𝕕𝕚𝕝𝕒 ℕ𝕚𝕤𝕒❀
mudah mudahan nina hamil
❀ℕ𝕒𝕕𝕚𝕝𝕒 ℕ𝕚𝕤𝕒❀
lanjut kak🥰
❀ℕ𝕒𝕕𝕚𝕝𝕒 ℕ𝕚𝕤𝕒❀
cerita nya bagus, update nya jangan lama2 kak🙏
❀ℕ𝕒𝕕𝕚𝕝𝕒 ℕ𝕚𝕤𝕒❀: aamiin,, cepat sembuh kak🤲🏼
total 2 replies
❀ℕ𝕒𝕕𝕚𝕝𝕒 ℕ𝕚𝕤𝕒❀
nina apa sofia kak
Mareeta: maaf banget ya, aku typo Mulu.
agak nggak konsentrasi. ngerjainnya kadang malam dan nggak sempat edit.
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!