Kisah cinta Xavier dan Aruna yang harus melewati banyak hal dalam rumah tangga mereka. Xavier adalah tipe suami posesif. sedangkan Aruna adalah istri cuek. sehingga beda sifat mereka kadang membuat mereka berselisih dan berseteru.
Namun hal itu tak membuat cinta keduanya luntur dan menghilang begitu saja. Malah hal itu membuat mereka menjadi semakin saling mencintai.
namun di balik kebahagiaan mereka ternyata ada orang yang ingin memisahkan keduanya. mampukan mereka melewati badai besar dalam rumah tangganya? dan siapakah orang itu....ikuti terus kisah cinta mereka berdua
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Xavier-Aruna 32
"Aaah iya, itu maksudnya kami datang ke sini memang ingin bertemu dengan Aruna," jawab abu Mila setelah tergagap beberapa lama.
"Silahkan katakan Tante Mila," jawab Aruna.
"Begini, sebenarnya ..." Mila sedikit bingung mau bicara apa, padahal di rumah dan saat perjalanan tadi dia sudah membulatkan tekad akan bicara kepada Aruna banyak hal. Terutama untuk membahas masalah kedua anaknya yang tak lolos saat seleksi di perusahaan Mahardika.
"Katakan Bu Mila! Anak dan menantu saya harus segera berangkat ke kantor! Kalau memang tak ada urusan penting lebih baik bicara nanti saja!" kesal Mami Violet melihat wajah-wajah para manusia berkedok di depannya.
"Iya kami kesini hanya ingin mengatakan maaf atas perlakuan kami saat kemarin mereka datang ke rumah. Kami saat itu sedang capek karena baru pulang dari luar negeri dengan perjalanan yang cukup panjang," ujar Bu Mila.
"Loh memang apa yang terjadi saat kemarin mereka ke rumah kalian? Apa kalian memperlakukan ketiga anak-anakku dengan tidak baik?" tanya Mami Violet yang pura-pura tidak tahu padahal Arkha sudah mengatakannya.
"Ah tidak Bu, kamu hanya ..." jawab Mila menggantung.
"Kalau Tante mau bicara masalah itu sepertinya tak usah di bahas lagi karena malah akan membuat Tante malu sendiri! Kalau begitu kami berangkat ke kantor dulu, ada banyak pekerjaan di perusahaan Mahardika yang harus di kerjakan oleh Istri saya" jawab Xavier bangkit dari duduknya mengajak Ayana.
Jangan sampai mood istrinya jelek di pagi hari ini. Karena pasti seluruh karyawan nantinya akan kewalahan menghadapi amukan Ayana dengan berbagai tugas.
"Tunggu Xavier ..." cegah Anastasia malah memanggil nama Xavier.
"Apa?" tanya Xavier ketus. Sedangkan Aruna dan mami Violet hanya diam mengamati apa yang mereka berdua inginkan.
"Itu, bisakah aku bekerja di kantor Hananta? Soalnya kalau di kantor Mahardika aku tak di terima bekerja karena seleksi yang sangat ketat. Kau ingin membuat keluarga aku juga bangga menjadi wanita yang mandiri dan memiliki pekerjaan," ujar Anastasia dengan wajah memelas dan terlihat menyedihkan.
"Di perusahaan Mahardika saja kamu tak lolos seleksi, apalagi di perusahaan Hananta. Kamu saja tak tahu apa-apa dengan pekerjaan yang kamu inginkan, semuanya berantakan, bagaimana bisa bekerja. Belajar lagi yang bener kalau mau bersaing dengan istriku!" jawab Xavier membuat wajah Anastasia memerah menahan malu dan dia melirik ke arah Mama Violet yang menahan tawa mendengar jawaban anaknya.
"Ayo sayang ..." ajak Xavier menarik pinggang istrinya untuk segera pergi dari sana.
"Kalian tak memiliki niat buruk apapaun kepada anak dan menantu saya kan?" tanya Mami Violet yang to the point membuat wajah keduanya gelagapan.
"Niat buruk apa maksud Bu Violet, Aruna adalah keponakan saya. Dengan kata lain setelah kedua orang tuanya tidak ada Aruna adalah anak saya juga. Mana mungkin saya memiliki niat buruk kepada keponakan sendiri. Kemari saya sedikit bersikap ketus kepada Aruna dan Arkha karena kami selama keadaan lelah baru saja pulang dari luar negri," jawabnya membela diri.
"Bukannya datang pagi ya, kalian bisa beristirahat karena mereka datang malam. Ah tapi sudahlah, itu sudah tak penting lagi. Tapi cukup membaut kami sadar dan tahu!" jawab Mami Violet.
"Ah iya, Bu Violet apa juga bisa menjadi teman?Karena semua teman-teman saya dulu menjauh dari saya. Ketika saya berada di dalam pengasingan, bahkan mereka tidak ada yang mau membantu saya saat itu. Sekarang saya benar-benar sendirian tidak memiliki teman. Karena Aruna menikah dengan Xavier artinya kita juga sudah menjadi keluarga, benar bukan?" ujar Bu Mila yang ternyata ingin mendekati Mami violet juga.
Entah apa tujuannya saat ini, dia mengatakan itu seolah mereka adalah orang yang paling menderita di dunia.
"Boleh saja! Hanya saja harus anda tahu dari sekarang, Jika saya tidak pernah berteman dengan orang-orang munafik apalagi memiliki niat buruk di dalam hatinya. Karena kita sampai saya tahu mereka memiliki niat buruk dalam hatinya. Saya akan menghancurkan orang itu! Berteman dengan saya artinya Anda harus memiliki sifat jujur dan juga hati yang tulus! Apa anda bisa? Apalagi berniat dalam hati untuk mencoba merusak rumah tangga anak menantu saya!" jawab Mami Violet membuat mereka berdua pucat pasi.
"Ah iya, mana mungkin kami memiliki niat untuk merusak rumah tangga Aruna dan Xavier. Bagaimana anda bisa berpikiran seperti itu?" tanya Bu Mila.
"Karena tak sedikit orang-orang yang mendekati Saya hanya untuk bisa masuk ke dalam keluarga saya. Saya Sudah menentukan pilihan dengan menjadikan Aruna menantu saya. Dan hanya dia satu-satunya , saya tak akan pernah tinggal diam saat ada yang berusaha mencoba untuk menyakiti dia. Dia anak perempuan kesayangan saya," jawab Mami Violet.
"Ah iya mami, kalau begitu apa boleh saya juga menjadi anak perempuan mami?" ujar Anastasia memanggil Mami Violet dengan sebutan Mami tanpa izin.
"Siapa yang mengijinkan Kamu memanggil saya mami? Anak perempuan saya hanya satu, dan itu Aruna. Tak ada yang lainnya," jawab Mami Violet.
"Ah iya begitu ya Tante. Maafkan saya," jawab Anastasia.
"Apa ada lagi yang ingin kalian bicarakan kepada saya? Jika tidak ada silahkan pulang, karena saya harus menyusul suami saya ke kantor untuk bekerja!" mami Violet mengusir mereka.
"Oh Tante juga bekerja di kantor? Ah keren sekali Tante, saya juga ingin bisa bekerja di kantor seperti Tante. Menjadi wanita karir yang mandiri! Namun sayangnya Aruna malah membaut aturan aneh sehingga membuat saya tak bisa bekerja di sana. Padahal saya juga adalah cucu kakek pemilik perusahaan Mahardika," ujar Anastasia dengan wajah memelas dan sedihnya membuat mami Violet menaikkan sebelah alisnya.
"Perusahaan itu sekarang milik Aruna, begitupun dengan rumah yang kalian tempati itu adalah milik Aruna. Karena semua properti dan juga harta bergerak juga tidak bergerak lainnya adalah milik Aruna! Seharusnya kalian tahu diri, jika kalian tinggal di rumah Aruna tapi kalian memperlakukan dia dengan tidak baik kemarin. Dan untuk kamu Anastasia, jika memang kamu memiliki kemampuan maka di manapun kamu melamar pekerjaan pasti akan diterima! Jangan menyalahkan orang lain karena kamu tidak memiliki kemampuan apapun! Aku tidak suka kepada orang yang selalu menyalahkan orang lain padahal dirinya sendiri tidak memiliki kemampuan apa-apa! Silahkan kalian bisa pergi dari sini," ucap mami Violet panjang lebar kemudian pergi dari sana meninggalkan keduanya yang masih mematung di ruang tamu.
hidup apa ada nya tp tenang n nyaman, tanpa tekanan ,,, semangat rexa
babang Xavier kau dmn, bantai habis tuh anggara family, krn mrk udh berani menghina menantu hananta
Xavier kasian rexa, d bantu ya