Sebuah cerita yang tertulis merupakan bagian dari kehidupan gadis multitalenta dengan karir yang cemerlang dan persahabatan yang setia, kehidupan yang diwarnai dengan sorotan media serta penggemar yang cukup fanatik menjadikan Gianna Pionad Aaron tidak semata-mata semuanya terasa sempurna.
Ada Luka, Trauma dan Cinta, bagaimana Gianna bertahan? Baca selengkapnya dalam sebuah cerita.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon the devvu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Keributan Pagi Hari
Gianna menuruni Anak tangga yang berbentuk spiral, sampai langkahnya perlahan membuat dia diam memandangi apartemen luas, besar dan minimalis. Ini sungguh desainer apartemen yang Gianna impikan namun sadar bahwa dia harus bekerja sangat keras untuk mendapatkan yang seperti ini.
Gianna mulai melihat Lemari Es yang berisi wine dan anggur, Gianna melihat setiap inci dia melihat kadar alkohol, "ini tinggi semua aku bisa mabuk berat," Inner voice berkata.
Sampai dia berfikir dia akan minum sedikit milik David sebelumnya. Gianna melangkah dengan satu gelas ditangan berisi Anggur yang kini sudah tinggal secuil. langkahnya terhenti saat dia mendapati satu ruangan yang pintunya sedikit terbuka hendak menutup tapi justru dia mendengar suara keyboard, Gianna membuka lebih lebar dan terlihat David disana sedang menatap layar PC dengan kacamata.
"David" panggil Gianna, David menyadari Gianna "belum tidur?" "heumm" saut dia. "kenapa masih bekerja, besok bisa bekerja" lanjut Anna, Anna datang menghampiri David "apa dengan cara ini membuat kamu menjadi kaya" ujar Gianna melihat jam ponsel pukul tiga dini hari, David hanya tersenyum.
Waktu justru membawa keduanya pergi, hampir menuju pukul lima tanpa terasa mereka terbawa obrolan dan sesekali tertawa bersama, David merasa kehangatan yang sejak lama pergi dan dia rindukan. ruangan yang dia kenal dengan kesunyian dan lampu redup kini hadir sedikit cahaya.
David sesekali menatap Gianna yang kini tanpa suara, wanita itu sudah terlelap. David hendak menghampiri untuk memberi selimut, ketika dia mendekat melihat wajah polos tanpa make up dengan wajah autentik. itu mengurungkan niat David berpikir Gianna tidak layak tidur disofa dia perlu tempat yang lebih nyaman, David membawa naik keatas dengan Gianna digendong layaknya bridal carry, Gianna sesekali bergerak merasakan hangat kulit namun seperti dia tidak sadar.
David hendak membawa Gianna kekamar sebelumnya namun pikir David ranjang disana lebih kecil dibandingkan ranjang miliknya. David merebahkan tubuh mungil itu, "lebih berat barbell yang biasa aku pakai" inner voice David. Dia merebahkan tubuhnya di samping Gianna menarik selimut untuk menutupi tubuh keduanya dengan Gianna yang lebih tinggi kain menutupi sebahu. Sorotan mata David tidak lepas dari Gianna, Dia mengagumi wanita di sampingnya menggapai tangan putih dan halus milih wanita itu "aku ingin seperti ini selamanya." Kalimat David, tanpa disadari David ikut terlelap meninggalkan pekerja dalam monitor yang entah sudah dibagian mana.
Gianna merasa tubuhnya dingin bahkan dia hampir menggigil, itu sungguh menganggu tidurnya. Anna membuka mata menyoroti ruangan putih dipadu Abu terkejut merasa asing. Dia bangun dari tidur panjang dengan posisi duduk ditempat yang sama lalu Gianna membalik badan mendapati David yang sedang terkurap dengan mata terlelap, lawan arah. Gianna dapat melihat jelas gambar tinta di punggung David pikirannya kemana-mana, Gianna membuka selimut yang menutupi tubuhnya mendapati pakaian yang lengkap dan rapi. "huuuuufttt" nafas dia lega "dia tidak mesum kali ini." kalimat Anna.
Gianna menyusuri anak tangga, melihat setiap celah jendela sudah siang pukul sembilan. perut Gianna lapar membuat sarapan menjadi tujuan dia, Saat telapak kaki dia menyentuh lantai pertama begitu kaget melihat seorang pria disana, pria itu sama kaget nya.
"Siapa disini? Ada keperluan apa nona, anda tersesat?" Tanya pria itu berjalan maju menghampiri tempat Gianna berdiri, "Siapa kauu--?" Tanya Anna. "kamu orang baru? tidak biasanya David membawa wanita malam pulang kerumah" jawab nya. "Jaga ucapan mu aku bukan yang kamu kira" lanjut Gianna sedikit tersinggung "Taaapiii kau disini untuk apa?" lanjutnya, sedikit keributan terjadi diantara kedua orang itu sampai satu kalimat menyadarkan keduanya "Semuanya tolong diam--" kata David yang kini berjalan menuruni tangga, membuat kedua orang itu berbalik dan melihat kearah sumber suara.
"Gianna ini Lebas sahabat ku" Ujar David yang kini semakin dekat dengan mereka "Bas, ini Gianna. Wanita yang pernah aku ceritakan" lanjut David, Lebas yang mendengar itu "wohoooo you are crazy mann--" ujar Lebas dengan suara asiknya "hi Gianna saya Lebas teman dari kekasihmu" ujar Lebas yang mengulurkan tangan "jaga sikap mu Bas" peringatan David "Sorry," lanjutnya.
devvuholic